Anda di halaman 1dari 54

IKHTISAR GARIS BESAR

PERKEMBANGAN PARADIGMA SERTA PENGELOLAAN


SYOCK KARENA PERDARAHAN, DAN
PENDEKATAN SISTIM, FUNGSI, TERPADU DAN
KOMPREHENSIV
DALAM PENGELOLAAN SHOCK, BELAJAR DARI MASA
LALU UNTUK MENGEMBANGKAN MASA DEPAN

KARJADI WIRJOATMODJO

UP DATE SHOCK, 6-7 MEI 2000

Mengerti itu sukar


tetapi sekali kita mengerti
melakukan tindakan
menjadi mudah
Sun Tzu

THE SCIENCE, THE PRACTICE AND


THE ART OF MEDICINE

THE PRACTICE

EVIDENT BASED MEDICINE

TRANSLATE
THE CLINICAL RESEARCH
THE
SCIENTIFIC THE LABORATORY RESEARCH
FOUNDATION

MANUSIA DAN 3 DIMENSI WAKTU

MENGERTAHUI
MASA LALU
(TO KNOW THE PAST)

MENGERTI MASA KINI


(TO UNDERSTAND
THE PRESENT)

MEMBANGUN
MASA DEPAN
(TO BUILD THE FUTURE)

BEBERAPA PERTANYAAN PENTING


1. SUDAH BERAPA LAMA PENGERTIAN SYOK
DIKENAL DIDUNIA KEDOKTERAN
2. APA MANFAAT MEMPELAJARI PARADIGMA SYOK,
PADA SYOK KARENA PERDARAHAN
3. BAGAIMANA PARADIGMA PENGERTIAN SYOK PADA
WAKTU INI
4. BAGAIMANA PARADIGMA PENANGGULANGAN SYOK
PADA WAKTU INI
5. PELAJARAN FUNDAMENTAL APA YANG DAPAT DITARIK
(LESSON LEARNED) DARI PERKEMBANGAN PARADIGMA
SYOK TERSEBUT

PENGERTIAN SYOK SUDAH BERUMUR


LEBIH DARI 100 (SERATUS) TAHUN
AKHIR TAHUN 1800 AN TAHUN 2000

1980 AN
- 2000

1957-1975
PERANG
VIETNAM

1950-1953
PERANG
KOREA
1939-1945
PERANG
DUNIA II

ADANYA SILENT EPIDEMIC KECELAKAAN LALU LINTAS


LANDASAN DOKTRIN TIME SAVING IS LIFE SAVING
(WAKTU ADALAH NYAWA)
PARADIGMA GLOBAL PENANGGULANGAN SYOK
PENDEKATAN SISTIM, FUNGSI, TERPADU DAN KOMPREHENSIF
PARADIGMA GANGGUAN UTAMA PADA SYOK ADALAH GANGGUAN
PERFUSI DAN GANGGUAN PENGGUNAAN OKSIGEN PADA JARINGAN
ATAU SEL
SYOK KARENA PERDARAHAN (DALAM BATAS TERTENTU) DAPAT
DIATASI DENGAN HEMODILUSI / TERAPI CAIRAN
MULAI DIKENAL PARU2 SEBAGAI TARGET ORGAN PADA SYOK
- SHOCK LUNG, DANANG LUNG, ARDS
PENGGUNAAN TRANSFUSI DARAH SECARA LUAS
MULAI DIKENALKAN DEXTRAN
PARADIGMA
-SYOK KARENA PERDARAHAN HARUS DIGANTI DENGAN DARAH
TRANSFUSI DARAH MULAI DIPERGUNAKAN
PARADIGMA : SYOK KARENA HIPOTENSI
PENGGUNAAN VASOPRESOR

1914-1918
PERANG
DUNIA I
AKHIR TAHUN SHOCK IS A RUDE UNHINGING OF THE MACHINERY OF LIFE
SHOCK IS THE HARBINGER OF DEATH
1800 AN

GARIS BESAR PERKEMBANGAN PARADIGMA PADA SYOK


1. SYOK DISEBABKAN OLEH KARENA HIPOTENSI
2. SYOK KARENA PERDARAHAN HARUS DIGANTI DENGAN DARAH
3. PADA SYOK GANGGUAN UTAMA ATAU GANGGUAN DASAR
ADALAH GANGGUAN PADA PERFUSI DAN OKSIGENASI
JARINGAN ATAU SEL
MODEL DASAR PATHOFISIOLOGI SYOK
4. PADA SYOK KARENA PERDARAHAN PERBAIKAN PERFUSI
DAN OKSIGENASI JARINGAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN
HEMODILUSI ATAU TERAPI CAIRAN
5. PARADIGMA GLOBAL MUTAKHIR PENGELOLAAN SYOK
(PENGELOLAAN GAWAT DARURAT) PENDEKATAN SISTIM,
FUNGSI, TERPADU DAN KOMPREHENSIV

1. PARADIGMA : SYOK DISEBABKAN KARENA HIPOTENSI


ANGGAPAN DASAR :
SYOK DISEBAKAN OLEH KARENA HIPOTENSI
ARAH TINDAKAN
DIBERIKAN VASOPRESOR
PARADIGMA DITINGGALKAN KARENA
- DI KLINIK ANGKA KEHIDUPAN (SURVIVAL) TIDAK MENJADI BAIK
- PERCOBAAN BINATANG
*. PEMBERIAN VASOPRESOR MALAH MEMPERTINGGI
ANGKA KEMATIAN
*. PADA SYOK SUDAH TERJADI PENINGKATAN KATEKOLAMIN
(VASOPRESOR) ENDOGENUS

Hershey / Lillehei (1964)

Hershey / Lillehei (1964)

Hershey / Lillehei (1964)

Penggunaan vasodilator

2. PARADIGMA : SYOK KARENA PERDARAHAN


DIATASI DENGAN PEMBERIAN DARAH
(SAMPAI DENGAN PERANG KOREA 1950 1953)
ANGGAPAN DASAR
SYOK PERDARAHAN DISEBABKAN OLEH
KARENA KEHILANGAN VOLUME DARAH
ARAH TINDAKAN
PEMBERIAN DARAH
PARADIGMA DITINGGALKAN KARENA :
- TRANSFUSI DARAH TIDAK SELALU MENYELAMATKAN
PASIEN
- KELANGKAAN PERSEDIAAN DARAH
- PENYULIT TRANFUSI DARAH
(AKHIR2 INI BAHAYA TERTULAR HIV)

3. PARADIGMA : PADA SYOK GANGGUAN UTAMA ATAU GANGGUAN


DASAR ADALAH GANGGUAN PADA PERFUSI DAN
OKSIGENASI JARINGAN ATAU SEL
PENELITIAN KLINIK (PASIEN) ANGKA KEMATIAN SYOK
BERKORELASI POSITIV DENGAN EKSES LAKTAT ATAU
LACTIC ACIDOSIS (1964)
LANDASAN PEMIKIRAN
PADA SITUASI NORMAL CUKUP PERFUSI ATAU OKSIGENASI
METABOLISME EROBIK
GLUKOSA + O2 H2O + CO2 + 38 ATP
PADA SYOK GANGGUAN PERFUSI ATAU OKSIGENASI
METABOLISME ANEROBIK
GLUKOSA (TANPA O2) ASAM LAKTAT + 2 ATP
ARAH TINDAKAN
BAGAIMANA MEMPERBAIKI PERFUSI / OKSIGENASI
JARINGAN SECEPATNYA
DOKTRIN TIME SAVING IS LIFE SAVING

NUMBER OF PATIENTS = 43
10

14

20

13

<13

13-40

41-80

81-120 >120

% MORTALITY RATE

100
80
60
40
20

INITIAL ARTERIAL LACTATE mgm %


Arterial blood lactate determinations in 63 patients in shock, measured
When the patients were initially seen and before treatment was begun
This value was of prognostic, whereas a similar plot of initial blood
Preassure vs. Mortality was not
Bagan 3

THE PATIENTS IN SHOCK


+

+ DIED

160

SURVIVED

LACTATE mgm %

140
120

+
+

100
80
60
+
40
20
7.1

7.2

7.3

7,4

7,5

7,6

ARTERIAL pH
A summary of 32 in whom serial measurements of arterial blood lactate
reflect prognosis. In patents (represented by the broken lines) the lactate
rose and all patients died. In 22 patients (respresented by the solid lines)
the lactate dropped quickly to normal and all survived
Bagan 4

Golden hour. Probability of survival from posttraumatic shock


100

Percent
survival

80
60
40
20
0
0

30

60
Minutes

From: Stene JK, Grande CM, Gieseke A, 1991

90

UNSUR2 PEMBEDA PADA SHOCK


SYOK
SYOK
HIPOVOLEMIA
KARDIOGENIK
- PERDARAHAN
- KEHILANGAN
CAIRAN
GANGGUAN PENURUNAN
UTAMA
VOLUME`
DARAH
MEKANISME VOLUME
FISIOLOGI
DARAH
DASAR
ARAH UTAMA
PENGELO
LAAN

PENGGANTIAN
VOLUME

PENURUNAN
DAYA POMPA
JANTUNG

SYOK
SYOK
ANAFILACTIC SEPTIK

VASODILATASI

DAYA POMPA PEMBULUH


JANTUNG
DARAH

GANGGUAN
PERFUSI &
OKSIGENASI

UNSUR YANG
SAMA PADA
SYOK
- COMMON
TERMINAL
PATH WAY

GANGGUAN PADA

PERFUSI &
OKSIGENASI
JARINGAN /
SEL

PENINGKATAN PENGEMBALIAN
DAYA POMPA
TONUS PEMBU JANTUNG
LUH DARAH
2
OBAT :
OBAT2
- INOTROPIK
VASO AKTIF
- ANTI ARITMIK

PERBAIKAN
PERFUSI /
OKSIGENASI

BAGAN : MODEL SEDERHANA SYOK

Karjadi Wirjoatmodjo / FK.Unair - RSDS

Bagan 6

PERTOLONGAN PADA SYOK PENDEKATAN TERPADU


BERORIENTASI FUNGSI / SISTIM
1. TAHAP PERTAMA / TAHAP SEGERA
BERIKAN LIFE SUPPORT
(BANTUAN HIDUP, RESUSITASI STABILISASI)
PARU
O2

JAN
TUNG

AIRWAY
CIRCULATION
(A)
BREATHING
(C)
(B)
BRAIN
2. TAHAP KEDUA
TETAPKAN DIAGNOSA DAN TERAPI DEFENITIF
Bagan 9

4. PARADIGMA : PADA SYOK KARENA PERDARAHAN PERFUSI


DAN OKSIGENASI JARINGAN DAPAT DIPERBAIKI
DENGAN TERAPI CAIRAN (HEMODILUSI) UNTUK
MENGEMBALIKAN VOLUME DARAH DAN
MENINGKATKAN CARDIAC OUTPUT (1964)
KONSEP TERSEBUT DIGUNAKAN DENGAN LUAS PADA
PERANG VIETNAM (1957 1975)
TEMUAN PADA PENELITIAN (BAIK PADA BINATANG MAUPUN
PADA MANUSIA)
PADA PERDARAHAN TERJADI 3 TAHAP PENYEMBUHAN :
1. TAHAP VASOKONSTRIKSI
- REDISTRIBUSI PROTEKTIV
2. TAHAP HEMODILUSI
3. TAHAP PRODUKSI ERITROSIT
PERBAIKAN PERFUSI DAN OKSIGENASI JARINGAN DAPAT
DILAKUKAN DENGAN TERAPI CAIRAN / HEMODILUSI
UNTUK MEMPERCEPAT TAHAP HEMODILUSI

PERANG VIETNAM (1957 1975)


PERANG PALING LAMA UNTUK AMERIKA
MENINGGAL
ORANG AMERIKA
VIETNAM UTARA

: 58.000
: 500.000 1.000.000

LUKA
AMERIKA

: 365.000

BERATNYA PERANG
BOM YANG DIJATUHKAN
+ 4 X BOM DI JERMAN PADA PERANG DUNIA II

LANDASAN PEMIKIRAN HEMODILUSI ATAU TERAPI CAIRAN


OKSIGEN = CARDIAC OUTPUT X SATURASI Hb% X Hb % X 1,34
TERSEDIA
(1)
(2)
(3)
FUNGSI
SIRKULASI

FUNGSI
PERNAFASAN
(RUMUS DARI NUNN)

FUNGSI
DAYA ANGKUT
OKSIGEN

PENGGUNAAN = CARDIAC X ISI O2


OKSIGEN
OUTPUT
DARAH
ARTERI

ISI O2
DARAH
VENA

DALAM KEADAAN NORMAL Hb 15 G %


PENGGUNAAN O2 250 ml/me = 5000 X (20 ml/100 15 ml/100)
DALAM KEADAAN HEMODILUSI
SETELAH PERDARAHAN
MISAL Hb 7,5 G % (50% HARGA NORMAL)
PENGGUNAAN O2 250 ml/me = (2X5000)X(10ml/100 7,5 ml/100)
ISI O2 DARAH ARTERI TINGGAL 50%

10 ml/100
ISI O2 DARAH VENA
7,5 ml/100
PENGGUNAAN O2 PER 100 ml DARAH
2,5 ml/100
PENGGUNAAN O2 DAPAT TETAP
DIPERTAHANKAN 250 ml/me DENGAN MENAIKKAN
CARDIAC OUPUT 2 X MENJADI 10000 ml/me
KENAIKAN CARDIAC OUTPUT, DIMUNGKINKAN APABILA VOLUME
DARAH KEMBALI NORMAL DENGAN TERAPI CAIRAN

5. PARADIGMA GLOBAL DALAM PENGELOLAAN SYOK


(GAWAT DARURAT) PADA WAKTU INI
5.1.

PENDEKATAN SISTIM
SYOK (GD) DAPAT TERJADI PADA SIAPA
SAJA KAPAN SAJA, DIMANA SAJA

5.2.

PENDEKATAN FUNGSI
TINDAKAN AWAL
LIFE SUPPORT (RESUSITASI STABILISASI)
AIRWAY,M BREATHING, CIRCULATION, BRAIN
TINDAKAN BERIKUT:
DIAGNOSA DAN TERAPI DEFENITIV

5.3.

PENDEKATAN TERPADU
SYOK (GD) ADALAH MASALAH KOMPLEKS
TERPADU DALAM SISTIM RUJUKAN
TERPADU DALAM TEAM MULTIDISIPLIN, MULTI
PROFESI, MULTI SEKTOR

5.4.

PENDEKATAN KOMPREHENSIV
PRIMARY, SECONDARY DAN TERTIARY PREVENTION

SPGDT-S (Sistim Pelayanan Gawat Darurat Terpadu-Sehari2)


PENANGGULANGAN

PENCEGAHAN
ANTARA LAIN
- HELM
- SABUK
PENGAMAN

SUMBER DAYA MANUSIA


YANG MEMBERI PERTOLONGAN
AWAM UMUM
PETUGAS
DOKTER
AWAM KHUSUS AMBULANS PERAWAT

MULTI DISIPLIN
MULTI PROFESI
MULTI SEKTOR

TUJUAN
MENCEGAH
MASYARAKAT
AMAN /
SEJAHTERA
(SAFE COMMUNITY)

KOMUNIKASI

- KEMATIAN
- KECACADAN

TRANSPORTASI

+
PASIEN

AMBULANS PUSKESMAS RS.KLAS C


PRA RS

INTRA RS

RS. KLAS A/B


INTRA RS

ANTAR RS
PENDANAAN
TIME SAVING IS LIFE SAVING
RESPONSE TIME DIUPAYAKAN SEPENDEK MUNGKIN
MERUJUK THE RIGHT PATIENT, TO THE RIGHT PLACE AT THE RIGHT TIME

SDM
5 DOKTER SPESIALIS

: DIAGNOSA DEFENITIF
TERAPI DEFENITIF

4. DOKTER UMUM

: PPGD UNTUK DOKTER


(PPGD - PENYELAMAT JIWA
- LIFE SAVING FIRST AID
- RESUSITASI - STABILISASI)
ISI IDEAL PPGD
BASIC LIFE SUPPORT
ADVANCE LIFE SUPPORT

ORIENTASI
UMUM

ADVANCE TRAUMA
LIFE SUPPORT

ORIENTASI
TRAUMA

ADVANCE CARDIAC
LIFE SUPPORT

ORIENTASI
JANTUNG

PEDIATRIC LIFE SUPPORT


NEONATAL LIFE SUPPORT
DOKTER UMUM SEBAGAI : PELAKSANA
MANAJER / KOORDINATOR PELATIH
3. PERAWAT

: PPGD UNTUK PERAWAT

2. AWAM KHUSUS
: PPGD UNTUK AWAM KHUSUS
POLISI, PEMADAM KEBAKARAN
PRAMUKA, PMI, HANSIP
1. AWAM UMUM

: PPGD UNTUK AWAM UMUM

16

Bagan 8

PERTOLONGAN PADA SYOK PENDEKATAN TERPADU


BERORIENTASI FUNGSI / SISTIM
1. TAHAP PERTAMA / TAHAP SEGERA
BERIKAN LIFE SUPPORT
(BANTUAN HIDUP, RESUSITASI STABILISASI)
PARU
O2

JAN
TUNG

AIRWAY
CIRCULATION
(A)
BREATHING
(C)
(B)
BRAIN
2. TAHAP KEDUA
TETAPKAN DIAGNOSA DAN TERAPI DEFENITIF
Bagan 9

MODEL PENDEKATAN TERPADU


BERORIENTASI SISTIM / FUNGSI
PENYEBAB
PERDARAHAN
POST PARTUM

GANGGUAN
SISTIM / FUNGSI

PECAHNYA
VARICESS EVOPHAGUS SYOK PERTAMA
KEDUA
KARENA LIFE SUPPORT
DIAGNOSA
FRAKTUR FEMUR
PERDA DAN
TERBUKA
RAHAN
PENGGANTIAN
TERAPI
VOLUME
DEFENITIV

OBGIN
PENY.
DALAM
BEDAH

ORIENTASI FUNGSI /
SISTIM

Karjadi Wirjoatmodjo / FK.Unair - RSDS

Bagan 10

JUMLAH OPERASI ORTHOPEDI DI RS. DR. SOETOMO


SEBAGAI INDIKATOR MENINGKATNYA TRAUMA KARENA
KECELAKAAN LALU LINTAS
JUMLAH OPERASI
5000
4500
4000

3509

3500
2949

3000
2358

2500

2245
1582

2000
1500

1385

1000
500
1985

1986

1987

TAHUN

1988

1989

1990
Bagan
111
Bagan

Percent of trauma deaths

IMMEDIATE : CNS injury or heart


and great vessel injury
50

EARLY : Major hemorrhage

40

LATE : Infection and


multiorgan failure

30
20
10
0
0

4hr

1,2

5,6 weeks

Time ofter injury


Trimodal distribution of deaths (from Trankey DD:
Sci Am 249 : 28: 35, 1983)
Bagan 12

PRIMARY
PREVENTION
HILANGKAN RESIKO
PENDEKATAN
KOMPREHENSIV
SECONDARY
PADA SHOCKPREVENTION
DIAGNOSA &
TERAPI DINI

CARA KEDUA
TERBAIK

TERTIARY
PREVENTION
LIMIT THE DAMAGE

Karjadi Wirjoatmodjo / FK.Unair - RSDS

CARA
TERBAIK

CARA
TERAKHIR

Bagan 13

PELAJARAN APA YANG


DAPAT DITARIK ?

MODEL : PENGEMBANGAN PARADIGMA


DILAKSA NAKAN

PARADIGMA
BARU

DILAKSA NAKAN

DIEVALUASI

DO

DST DST
HASIL

PARADIGMA
AWAL

PLAN

PARADIGMA
DIBAKU
KAN
DIKEMBANGKAN
PARADIGMA BARU

CHECK

DIEVALUASI

ACTION

HASIL
POSITIF
HASIL NEGATIV

Karjadi Wirjoatmodjo / FK.Unair - RSDS

Bagan 1

PENELITIAN
LABORATORIUM

- PENELITIAN
EKSPLANATIV
- MENCARI
PARADIGMA BARU

PENELITIAN
KLINIK

- PENELITIAN DESKRIPTIV
ARAHNYA UNTUK
MERUMUSKAN MASALAH
LEBIH TELITI
- PENELITIAN ANALITIK
ARAHNYA UNTUK MENCARI
HUBUNGAN SEBAB AKIBAT
- PENELITIAN INTERVENSIONAL
ARAHNYA UNTUK MENGUJI
PARADIGMA

BAGAN : MODEL PENELITIAN TERPADU


KETERPADUAN ANTARA PENELITIAN
LABORATORIUM DAN PENELITIAN KLINIK

Bagan 2

Evident Based Medicine

.evident based medicine

Evidence based medicine is the conscientious,


explicit and judicious use of current best evidence in
making decisions about individual patients. This
means integrating individual clinical expertise with
the best available external clinical evidence from
systematic research.

.evident based medicine

1.
2.
3.
4.

Patient or problem
Intervention
Comparison intervention (if appropriate)
Outcomes

.evident based medicine

1.
2.
3.

4.
5.
6.
7.
8.

Clinical findings how to interpret findings from the history


and clinical examination.
Aetiology: the causes of disease and their modes of
operation.
Differential diagnosis when considering the possible causes
of a patients clinical problem, how to rank them by
likelihood, seriousness and treatability.
Prognosis the probable course of disease over time and
prediction of likely outcomes.
Therapy selection of treatments based on efficacy, cost and
your patients values.
Prevention : identifying primary and secondary risk factors,
leading to therapy or behavioural change.
Cost-effectiveness: is one intervention more most-effective
than another ?
Quality of life : what will be the quality of life of the patient
following (or without) this intervention ?

.evident based medicine

Applying the evidence

Are your patients similar to those of the study ?


How much of the study effect can you expert for your patient or pro
For diagnostic tests
Start with your patients per-test probability
Pre-test odds=(pre-test probability)/(1-pre-test probability)
Post-test odds = pre-test odds x LR
Post-test probability=post-test odds /(post-test odds+1)
For therapy
Estimate your patients expected event rate (PEER)
NNT (for your patient)=1/)PEERxRRR)

Is the intervention realistic in your setting ?


Does the comparison intervention reflect your current practice ?
What alternatives are available ?
Are the outcomes appropriate to your patient ?

.evident based medicine


EBM
Level of Evidence
1A

Meta analysis (of Rcts)

1B

Individual Rct

2A

Meta analysis
Cohort study

2B

Individual
Cohort study

3A

Meta analysis
Case control study

3B

Individual case control study

Case series

Expert opinion

Kontroversi Terakhir 2004


Syok karena perdarahan
1. Penggantian volume
- Kristaloid
EBM tak ada beda
- Koloid
- Plasma (?) cost effective consideration
2. Penggunaan vasopresor
- Sebagai terapi primer
- Sebagai terapi penunjang untuk mencapai MAP optimal

..Kontroversi terakhir 2004

3. Vasopresor yang mana


- Dopamine
Beda atau sama
- Norepinephrine
- Indikasi utama bila ada unsur
vasodilatasi
4. Rasional
Terapi utama volume replacement
Terapi penunjang vasopresor
Catatan :
Bila utamannya ada vasodilatasi
Tujuan : MAP optimal
Vasopresor yang berlebihan dapat berbahaya

Hershey / Lillehei (1964)

Hershey / Lillehei (1964)

Penggunaan vasodilator

iac
international anesthesiology clinics
1964

. international anesthesiology clinics, 1964

Few would quarrel with the concept that therapeutic should rest on
a scientific basis. This means that the treatment in question has
been used in animal or in man and found to be beneficial.
However, in late years, and particularly in the last decade, we
seem to have based our treatment of shock in man on an empirical
rather than on an experimental basis; on testimonials rather that
upon evidence. This is, the writer believes, best illustrated by the
present widespread, even promiscuous use of vasopressor agents
to treat the hypotension of shock. It is, to be sure, reasonable to
raise blood pressure to normal levels. Unfortunately, nature does
not always proceed according to mans reasoning. Such is the case
in shock; for we now know that too often vasopressor therapy
abets rather than ameliorates the shock by decreasing blood flow
to vital organs, even as it raises systemic blood pressure. The
results of this empirical use of vasopressor therapy has been
disappointing and now it is time to return to the experimental
laboratory for an understanding of the hemodynamic disturbances
of shock, if we are to make further progress in its treatment.

. international anesthesiology clinics, 1964

In conclusion, we would emphasize that vasopressor


drugs are not the mainstay in the treatment of
shock. Objective evidence of their ultimate value is
spare. Used in moderation in the absence of
hypovolemia or vascular obstruction, and with
special view to their hemodynamic effects, they
may be regarded as useful adjuncts to current
treatment.

. international anesthesiology clinics, 1964

Lactated ringers solution as initial therapy both from


the standpoint of therapeutic trial as well as
therapeutic adjunct is a procedure that has been found
to be free of side effects in over 1200 patients. This is
understandable since lactated ringers solution is
readily available, low in cost, essentially free of side
reactions, isotonic, and virtually harmless from the
standpoint of aggravation of other fluid and electrolyte
imbalance which may be present. Further, it is our
impression that the use balanced salt solutions in this
fashion significantly reduces the requirement for whole
blood in the patient with hemorrhagic hypotension

Emergency Medicine Manual


Sixth Edition, 2004

.emergency medicine manual sixth


edition, 2004

The type, amount, and rate of fluid replacement


remain areas of controversy, Most use isotonic
crystalloid intravenous fluids (0.9% NaCL, Ringer
lactate) in the initial resuscitation phase. Use of
colloids (5% albumin, purified protein fraction,
fresh-frozen plasma (FFP), and synthetic colloid
solution (hydroxyethyl starch or dextran 70)
continue to be advocated by some.

.emergency medicine manual sixth


edition, 2004

Vasopressors are used after appropriate volume


resuscitation has occurred and there is persistent
hypotension. American Heart Association
recommendations based on BP determinations are:
dobutamine 2.0 to 20.0g/kg/min for systolic BP
over 100 mm Hg, dopamine 5.0 to 20.0 g/kg/min
for systolic BP 70 to 100 mm Hg, and
morepinephrine 0.5 to 30.0 g/min for systolic BP
above 70 mm Hg.

RINGKASAN DAN PENUTUP


1. GANGGUAN UTAMA PADA SYOK ADALAH GANGGUAN
PADA PERFUSI DAN OKSIGENASI JARINGAN
2. UNTUK SAMPAI PADA PARADIGMA ITU DIPERLUKAN WAKTU
BERPULUH2 TAHUN
3. PERCEPATAN TERCAPAINNYA PARADIGMA YANG BENAR KARENA
TERINTEGRASINYA PENELITIAN KLINIK DAN PENELITIAN
LABORATIRIUM
4. BERDASAR PARADIGMA (NO. 1) TERSEBUT DISUSUN PARADIGMA
PENANGGULANGAN SYOK (GAWAT DARURAT) DENGAN
PENDEKATAN SISTIM, FUNGSI, TERPADU DAN KOMPREHENSIV
5. DI INDONESIA PADA WAKTU INI (TH. 2000) KITA BARU
MEMULAI DENGAN SPGDT (LIHAT BUTIR 4)

Terima kasih atas perhatian anda


Semoga Tuhan selalu memberkahi kita semua
Amin