Anda di halaman 1dari 30

Case Report

LIKEN KRONIK SIMPLEK

Pembimbing : dr. Arif Effendi Sp.KK


Penyaji : Arum Mananti
Pradita S.ked
SMF ILMU PENYAKIT KULIT KELAMIN RUMAH
SAKIT
PERTAMINA BINTANG AMIN 2015

Identitas pasien

Nama : An Fos RS
Umur : 11tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Jln. Teluk ambon
Pekerjaan : Pelajar
Agama : Islam
Status : Belum menikah

Anamnesis
Keluhan utama : Os mengeluh pada jari tangan
kering sejak 10 bulan yang lalu
Keluhan tambahan : Os tidak merasakan keluhan
lain nya, tetapi Os mengaku pernah memakai cincin
imitasi dibagian jari sebelah kiri kemudian muncul
lesi kecil

Riwayat penyakit sekarang


Os mengeluh sejak 10 bulan yll terdapat kering pada jari
tangan sebelah kiri kemudian menyebar kebagian jari
tangan sebelah kanan. Os mengaku pernah memakai cincin
imitasi dibagian jari sebelah kiri kemudian muncul lesi kecil

Status generalisata
Keadaan umum : compos mentis
Kesadaran : baik
Status gizi : baik
Tanda vital sign
TD
: Tidak dilakukan
Nadi : Tidak dilakukan
Respi : Tidak dilakukan
Suhu : Tidak dilakukan

Pengobatan yang pernah di dapat : Os mengatakan pernah


berobat ke puskesmas diberikan obat anti inflamasi dan obat
salep
Riwayat penyakit dahulu : Os menyangkal riwayat Hipertensi
(-) DM (-) Asma (-) Ginjal (-)
Riwayat penyakit keluarga : Hanya os yang menderita seperti
ini.

Status dermatologis/venerologis
Lokasi : Regio palmar
Inspeksi : Pada bagian jari tangan sebelah kiri terdapat
kulit kering berwarna kecoklatan serta dibagian telapak
tangan terdapat likenifikasi bilateral.

Resume
Seorang Laki-laki 15 tahun, datang ke poliklinik dengan
keluhan sejak 1 minggu yll mendadak muncul kemerahan
awalnya di bagian wajah kemudian bagian leher, tangan, dada,
perut, punggung & kaki. Os juga mengeluh gatal serta nyeri,
mendadak demam, malaise. Pada pemeriksaan kulit ditemukan
effloresensi pada wajah, leher, dada, perut, punggung,telapak
tangan & kaki terdapat makula eritem ukuran lesi plakat
susunan lesi polisiklik serta anular, penyebaran lesi
generalisata konfluens simetrik. Pada telapak tangan terdapat
sel target

Diagnosis banding
o Keratoderma palmar
o DKA
o Callus

Diagnosa kerja
Keratoderma palmar

Penatalaksanaan
Kasus Ringan : Pengobatan Simptomatik ( pemberian
NSAID, kompres dingin dengan larutan saline. Pemberian
kortikosteroid sistemik di hindari mencegah komplikasi
timbul.
Kasus Berat : Prednisolon 3 dd 30mg/hari , diturunkan dalam
1-4 minggu.
Pemberian acyclovir jika diduga penyebabnya karena HSV
untuk mengurangi gejala lesi diberikan pada pasien dengan
lesi yang muncul dalam waktu 48 jam.

Pemeriksaan anjuran
1. Pemeriksaan Laboratorium
2. Pemeriksaan Histopatologis

Prognosis
Pada erythema multiforme minor, lesi akan hilang
dalam 2 3 minggu tanpa meninggalkan jaringan
parut.
Erythema multiforme mayor memiliki tingkat
mortalitas kurang dari 5%. membutuhkan waktu
yang lebih lama untuk hilang, 3 6minggu. Lesi
kulit biasanya sembuh dengan hiperpigmentasi
dan/atau hipopigmentasi.

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Eritema multiforme (EM) adalah suatu kondisi kulit
akut, self-limited, dan kadang-kadang recurrent karena
reaksi hipersensitivitas tipe IV yang berhubungan
dengan infeksi, medikasi, dan berbagai pemicu lain.
Sebagian besar terjadi pada usia 20 40 tahun

Etiologi
Infeksi : Virus,Bakteri,Mycoplasm
Obat-obatan : Antibiotics, Antikonvulsan, Analgetik
Kontak dengan bahan - bahan kimia ataupun tumbuh
tumbuhan
Imunologi: defisiensi C4 selektif temporer pada bayi
Faktor fisik: paparan cahaya matahari, cuaca dingin

Patofisiologi
Masih belum dapat dipahami secara pasti; namun sedikitnya
herpes yang berkaitan dengan erythema multiforme herpesassociated erythemamultiforme [HAEM]) muncul karena
hasil dari reaksi imunologis cell-mediated (cell-mediated
immune reaction) yang berkaitan dengan antigen herper
simplex virus (HSV). Reaksi imunologis mempengaruhi
HSV-expressing keratinocytes.

Manifestasi klinis
LESI KULIT
- Bentuk lesi awal berupa makula merah atau plak
urtikaria dalam 24 48 jam.
- Target lesion
PENYEBARAN LESI KULIT
- Lesi berbentuk simetris, sebagian besar pada permukaan akral
ekstensor ekstremitas, dan menyebar secara sentripetal. Telapak
tangan, leher, dan wajah sering juga terkena
LESI MUKOSA
- Lesi oral di daerah bibir, palatum dan gusi.

Klasifikasi

Tipe Makula Eritema


Erupsi timbul mendadak, simetris. Predileksi di
punggung, tengan telapak tangan,bagian ekstensor
ekstremitas dan selaput lendir. Pada keadaan berat
timbul mengenai badan

Lesi terjadi tidak serentak, tetapi berturut-turut dalam 2-3


minggu. Gejala khas ialah bentuk iris (target lesion) yang
terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian tengah berupa vesikel atau
eritema yang terdiri atas 3 bagian, yaitu bagian tengah berupa
vesikel atau eritema yang keungu-unguan,dikelilingi oleh
lingkaran konsentris yang pucat dan kemudian lingkaran yang
merah

Tipe vesikobulosa

Lesi mula-mula berupa macula, papul, dan urtika


yang
kemudaian
timbul
lesi
vesikobulosa
ditengahnya. Bentuk ini dapat juga mengenai selaput
lendir. Berdasarkan tingkat keparahan eritema
multiforme dibagi menjadi minor, mayor, sindrom
steven johnson, dan epidermal toksik.

Klasifikasi
kategori

gambaran

EM Minor

Lesi target yang khas, target lesi atipikal yang meninggi /


membentuk bentolan, keterlibatan membrane mukosa minimal
dan, ketika muncul, hanya pada satu sisi

(paling umum di

mulut.

EM Mayor

Lesi oral; erythema ringan sampai berat, erosi danulserasi.

Kadang-kadang dapat berefek hanya pada mukosa oral.

< 10% permukaan tubuh yang terlibat.

Lesi kutaneus dan setidaknya 2 sisi mukosa (biasanya mukosa


oral) yang terkena.

Target lesi yang terdistribusi secara simetris, tipikal (khas)


maupun atipikal.

Lesi oral biasanya menyebar dan berat.

SSJ

Perbedaan utama dari erythema multiforme mayor adalah berdasarkan


typology dan lokasi lesi dan adanya gejala sistemik.

< 10% permukaan tubuh yang terlibat.

Terutama lesi berupa lesi target datar atipikal danmakula daripada lesi target
klasik.

Secara umum menyebar daripada hanya melibatkanarea akral. Adanya


keterlibatan mukosa yang multiple dengan scar pada lesi mukosa.

Disertai gejala konstitusi atau gejala sistemik mirip-flu prodromal (prodromal


flu-like systemic symptoms) juga umum.

OVERLAPING SSJ
DAN NET

NET

Tidak ada target tipikal; muncul target atipikal yangdatar.

Sampai dengan 10% 30% permukaan tubuh terlibat.

Disertai gejala konstitusi atau gejala sistemik flu like syndrome

Pada kasus di mana muncul spot muncul, ditandai oleh epidermal


detachment dari > 30% permukaan tubuh dan macula purpuric yang
menyebar (widespread purpuricmacules) atau target atipikal yang datar.

Pada kasus di mana tidak ada spot yang muncul,ditandai oleh epidermal
detachment > 10% permukaan tubuh, large epidermal sheets dan tidak ada
macula ataupun lesi target.

Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan laboratorium
2. Pemeriksaan histologis

Diagnosis Banding

o Erupsi obat alergi


o Urtikaria
o Psoriasis guttate

Penatalaksanaan
Untuk semua bentuk erythema multiforme, penatalaksanaan
bersifat simptomatik
Jika ada suatu obat-obatan yang dicurigai, maka harus
dihentikan sesegera mungkin.
Infeksi harus diobati menurut penyakitnya masing-masing
Steroid topical juga dapat dipertimbangkan.

Komplikasi

Keterlibatan oral yang parah dapat membuat susah makan dan minum, dan
dapat mengakibatkan dehidrasi.
Komplikasi pada mata dapat bermanifestasi sebagai purulent conjunctivitis,
mata kering, uveitis anterior, pan ophthalmitis, jaringan parut pada konjungtiva
(scarring of the conjunctivae), symblepharon, dan kebutaan.
Lesi vaginal dan uretra jarang terjadi. Erosi dapat menyebabkan phimosis dan
retensi urine. Jaringan parut yang parah pada traktus genitourinarius dapat
menyebabkan stenosis vagina dan uretra

Prognosis
Pada erythema multiforme minor, lesi akan hilang dalam 2 3
minggu tanpa meninggalkan jaringan parut.
Erythema multiforme mayor memiliki tingkat mortalitas kurang
dari 5%. membutuhkan waktu yang lebih lama untuk hilang, 3
6minggu. Lesi kulit biasanya sembuh dengan hiperpigmentasi
dan/atau hipopigmentasi.

TERIMAKASI
H