Anda di halaman 1dari 44

CASE REPORT

HIPOGLIKEMI
DISUSUN OLEH:
VIDI INDRAWAN
10310400
Pembimbing:
dr.LEONARDO DAIRY, Sp.PDKGEH

Kepaniteraan Klinik Senior Bagian Ilmu Penyakit Dalam


RSU Prof. Dr. Boloni Medan
FK Malahayati Bandar Lampung
2015

PENDAHULUAN
Glukosa darah adalah gula utama yang
dihasilkan oleh tubuh yang berasal dari
makanan yang dikonsumsi. Glukosa dibawa ke
seluruh tubuh melalui pembuluh darah untuk
menghasilkan energi ke semua sel di dalam
tubuh. Glukosa dihasilkan dari makanan yang
mengandung karbohidrat
Monosakarida
Disakarida dan
Polisakarida.

Karbohidrat

glukosa

Dlm bentu
glikogen

dalam otot
dan hati.

Dalam
keadaan
normal, tubuh
mempertahan
kan kadar gula
darah antara
70-110 mg/dl.
hiperglikemia,

hipoglikemia

Pada sebagian besar kasus hipoglikemik yang


ditemukan di tempat pelayanan kesehatan umum
(klinik/RS) penyebab utamanya adalah karena terapi
pemberian insulin pada pasien penderita diabetes
mellitus.
Pada penelitian survey,terdapat setidaknya 93,2%
penyebab masuknya seseorang dengan gejala koma
hipoglikemik adalah mereka yang menderita diabetes
mellitus dan telah menjalani terapi pemberian insulin
Dapat diperkirakan sekitar 2-4 % kematian dgn DM tipe
1 berkaitan dgn hipoglikemia
Pada DM tipe 2 dengan tingkat pervelensi 70%-80%
dalam uji klinis mengunakan insulin untuk mencapai
kontrol metabolik yg baik.

DEFINISI
Hipoglikemia merupakan kumpulan gejala
klinis yg disebabkan kosenrasi glukosa
darah yg rendah. Hipoglikemia secara
harfiah berarti kadar glukosa darah di
bawah harga normal. Batas kosentrasi
glukosa darah untuk mendiagnosis
hipoglikemia kita mengun Triad Whipple

Roesma J. Krisis Hipertensi. In Simposium Kedaruratan Klinik. 2002.

KLASIFIKASI
Hipoglikemia akut menunjukkan gejala dan Triad Wipple
merupakan panduan klasifikasi klinis hipoglikemia yang
bermanfaat.
Triad tersebut meliputi:
a). keluhan yang menunjukkan adanya kadar glukosa
darah plasma yang rendah, Gejala otonom seperti
berkeringat, jantung berdebar-debar, tremor, lapar.
b). kadar glukosa darah yang rendah (<3 mmol/L
hipoglikemia pada diabetes), Gejala neuroglikopenik
seperti bingung, mengantuk, sulit berbicara,
inkoordinasi, perilaku berbeda, gangguan visual,
parestesi, mual sakit kepala.
c). hilangnya secara cepat keluhan-keluhan sesudah
kelainan biokimiawi dikorekasi.

Dengan menambah kriteria klinis pada pasien diabetes yang mendapat


terapi, hipoglikemia akut dibagi menjadi hipoglikemia ringan, sedang dan
berat

Etiologi
Penggunan obat-obaan diabetes seperti,
Insulin, sulfonilurea yg berlebih. Penyebab terbanyak hipoglikemia
umumnya terkait dgn DM.
Obat-obatan lain meskipun jarang terjadi namun dapat
menyebabkan hipoglikemia adalah :
- Beta-blockers,
- Pantamidine
- Kombinasi suklfometoksazole dan trimethoprin.
Sehabis minum alkohol, terutama bila telah lama berpuasa dalam
keadaan lemah.
Intake kalori yang sangat kurang.
Infeksi berat, kanker yang lanjut, gagal ginjal, gagal hepar.
Kelainan kongenital.
Hepatoma dan fibrosarkoma.

Hypoglicemic
Patofisiologi:
DM
type 2

Asupan
glukosa di
otak tidak
cukup
Otak
berhenti
berfungsi
KOM
A

Gula darah masih


Konsumsi
terkonrol, sebelum
Antidiabetik
sarapan
HYPOGLICEMI
Gula darah turun
C
drastis
Hipothalamus
merangsang sistem
simpatis

Merangsang ginjal
mengeluarkan
Katekolamin

Aktivasi reseptor
adrenergik
ss
p
Anxiet
y

Ganglion
Sebacea

Vasokontriksi Jantun
pd perifer
g
(kulit)
Sweatin
Palpitatio
cold
g
n

Gejal
Otonomik

Neuroglikopenik

Malaise

Berkeringat

Bingung

Mual

Jantung berdebar

Sulit berbicara

Sakit kepala

Tremor

Inkoordinasi

Lapar

Penurunan

Cemas

kesadaran

Gelisah

Perilaku yang

Mengantuk

berbeda
Gangguan visual
Parestesi

Gejala klinis biasany muncul pada kadar


glukosa darah <60 mg/dL, meskipun pada
orang terentu sudah dirasakan diatas
kadar tsb (<70% mg/dL). Tapi pada
umumnya kadar GD <50 mg/dL telah
memberi dampak pada fungsi serebral.

PENATALAKSANAA
N
Pasien
Sadar

TERAPI
HIPOGLIKE
MIA

Pasien TidakSadar/
Hipoglikemik/ Koma
Hipoglikemik

Berikan gula murni 30 gr

Periksa GDS
tiap jam

(2 sendok makan) atau


sirop/permen gula murni
(bukan pemanis pengganti
gula dan makanan yang
mengandung karbohidrat.
Stop obat anti diabetik
Pantau glukosa darah

Berikan D40% 2 flakon (50ml) bolus iv


Berikan D10% per infus, 6 jam per
kolf
Periksa GDS
< 50 mg/dl + bolus D40% 50ml iv
50 100ml/dl + bolus D40% 25ml iv

<50 mg/dl bolus D40% 50 ml iv


50 100 mg/dlbolus D40% 5 ml iv
100 200 mg/dl tanpa bolus D40%
> 200 mg/dl pertimbangkan me kecepatan
drip D10%

BELUM SADAR

sewaktu tiap 1-2 jam


Pertahankan GD sekitar 200
mg/dl (bila sebelumnya tidak
sadar)

100 200 mg/dl tanpa bolus D40 %


Suntik hidrokostison 100 mg per 4 jam
selama 12 jam atau deksametason 10 mg
iv bolus dilanjukan 2 mg tiap 6 jam dan
manitol iv 1 -2 g/kgBB setiap 6-8 jam
Cari penyebab lain kesadaran menurun.

Ulangi suntik D40% 50


ml iv
Pantau glukosa darah
tiap jam

Pencegahan
Penting untuk memberikan pegertian
mengenai penyebab kejadian
hipoglikemia, gejala yang ditimbulkan dan
pengetahuan tentang cara mengatasi
keadaan tersebut kepada yg beresiko
Edukasi terhadap penderita DM dan apa
efek yg ditimbulkan obatan-obatan
terhadap kadar glukosa darah.

ANAMNESIS PRIBADI
Nama
: Tn. TS
Umur
: 74 tahun
Jenis kelamin
: Laki-laki
Status perkawinan : Menikah
Pekerjaan
: Wiraswasta (toko)
Suku
: Batak
Agama
: Kristen Protestan
Alamat
: Jl. Setiabudi No. 55 Medan
Tgl. Masuk RS
: 10 Oktober 2015
Tgl. Keluar RS
: 14 Oktober 2015
No. Rekam Medik : 051355

Roesma J. Krisis Hipertensi. In Simposium Kedaruratan Klinik. 2002.

ANAMNESIS PENYAKIT
(ALLOANAMNESIS)
Keluhan Utama : Penurunan kesadaran
Telaah :
Menurut keluarga Os, hal ini dialami Os sejak 2 jam SMRS.
Penurunan kesadaran dialami secara perlahan. Sebelumnya Os
minum obat untuk penyakit gula, riwayat penyakit gula sudah dialami
Os > 10 tahun, dengan kadar gula darah sewaktu tertinggi 300 mg/dL.
Os tidak rutin kontrol dan minum obat. Sebelumnya os mengeluh
sering buang air kecil, Os juga sering merasa haus dan cepat lapar
sehingga banyak minum dan sering makan tetapi merasa berat
badannya menurun. Os juga sering merasakan kebas pada kedua
telapak tangan dan kakinya.
Menurut keluarga Os, tidak dijumpai adanya nyeri kepala, hoyong,
kejang, kelemahan anggota gerak, gangguan bicara dan gangguan
menelan.

ANAMNESIS PENYAKIT
(ALLOANAMNESIS)
Menurut keluarga Os, Os juga mengeluh mual dan nafsu makan
menurun 3 hari ini. Muntah tidak dijumpai.
Menurut keluarga Os, Os memiliki penyakit tekanan darah tinggi sudah
> 30 tahun, dengan tekanan darah tertinggi 160/90 mmHg, tetapi tidak
rutin kontrol dan minum obat.

Riwayat Penyakit Terdahulu


DM tipe 2 >10 tahun, hipertensi >30 tahun, penyakit kronis lainnya (-)
Riwayat Pengobatan Oral
Tidak jelas.

ANAMNESIS UMUM ORGAN


Jantung

Saluran Pernapasan

Saluran Pencernaan

Saluran Urogenital

Sesak Napas

:-

Edema

:-

Angina Pectoris

:-

Palpitasi

:-

Lain-lain

:-

Batuk-batuk

:-

Asma, bronchitis

:-

Dahak

:-

Lain-lain

:-

Nafsu Makan

: menurun

Penurunan BB

:+

Keluhan Menelan

:-

Keluhan Defekasi

:-

Keluhan Perut

:-

Lain-lain

:-

Sakit Buang Air Kecil : -

Buang
air
tersendat

kecil

Mengandung Batu

:-

Keadaan Urin

:warna
keruh

Haid

:-

Lain-lain

:-

:kuning

Sendi dan Tulang

Endokrin

Saraf Pusat

Sakit pinggang

:-

Keterbatasan
Gerak

:-

Keluhan
Persendian

:-

Lain-lain

:-

Haus/Polidipsi

:+

Gugup

:-

Poliuri

:+

Perubahan Suara

:-

Polifagi

:+

Lain-lain

:-

Sakit Kepala

:-

Hoyong

:-

Lain-lain

:-

:-

Perdarahan

:-

:-

Purpura

:-

Lain-lain

:-

Lain-lain

:-

Darah
dan
Pucat
Pembuluh darah
Petechiae

Sirkulasi Perifer

Claudicatio
Intermitten

:-

ANAMNESIS FAMILI
Di keluarga Os tidak ada yang mengalami
keluhan serupa

PEMERIKSAAN FISIK
DIAGNOSTIK

Status Presents
Keadaan Umum

Tampak sakit berat

Keadaan Penyakit

Berat

Sensorium

Somnolen

Pancaran wajah

Tampak sakit berat

Tekanan darah

150/80 mmHg

Sikap Paksa

Nadi

82 x/i, reg, t/v cukup

Reflek fisiologis

+/+

Pernapasan

20 x/i

Reflek patologis

-/-

Temperatur

36 x/i

Anemia

(-)

Ikterus

(-)

Dispnu

(-)

Sianosis

(-)

Edema

(-)

Purpura

(-)

Ptechie

(-)

Turgor Kulit : Baik


TB : 159 cm
BB : 60 kg
Keadaan Gizi :
BW = ( BB / TB 100 ) x 100 % =
(60/59) x 100%
BW = 101 % (Gizi lebih)

IMT = 60 / (1,59x1,59) = 23,7


(overweight)

PEMERIKSAAN FISIK
DIAGNOSTIK

Kepala : normocephal, rambut hitam tidak mudah di


cabut
Mata: konjungtiva palpebra pucat (-/-), ikterus (-/-), pupil ukuran
3mm isokor, ka=ki, Reflek cahaya direct (+), indirect (+), kesan
Normal.
Telinga : dalam batas normal
Hidung : PCH (-), deviasi septum (-), sekret (-)
Mulut : POC (-), atrofi papil (+), Tonsil T2/T2 hiperemis (+),
Faring hiperemis (+)

Leher :
Struma tidak membesar, pembesaran kelenjar limfe (-)
Posisi trakea: midline, TVJ R 2 cm H2O
Kaku kuduk (-), lain lain (-)

Thoraks depan
Inspeksi
Bentuk
: normal fusiformis
Pergerakan : abdominal thoraco, napas tertinggal (-)

Palpasi
Nyeri tekan (-)
Fremitus suara : SF dextra = SF sinistra
Ictus cordis : teraba di ICR-V LMCS

Perkusi
Paru
Batas Paru Hati : R ICR-V, A ICR-VI
Peranjakan : 2 cm

Jantung
Batas atas jantung : ICR-III sinistra
Batas kiri jantung : 1 cm medial ICR-V LMCS
Batas kanan jantung
: ICR IV LSD

Auskultasi
Paru
Suara pernapasan : vesicular
Suara tambahan
: (-)

Jantung
M1>M2, P2>P1, A2>A1, desah sistol (-), desah diastol (-)
HR 82x/i, reg, intensitas sedang

Thorax Belakang

Inspeksi
: Normal fusiformis
Palpasi : SF dextra = SF sinistra
Perkusi : sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : vesikular, ST (-)

Abdomen
Inspeksi

Bentuk
: simetris tidak membesar
Gerakan lambung/ usus : (-)
Vena kolateral
: (-)
Caput medusa
: (-)

Palpasi
Dinding abdomen : soepel
H/L/G tidak membesar

Perkusi : timpani, pekak hati (+)


Auskultasi : BU (+) normal
Pinggang
: tapping pain (-/-)
Inguinal
: Pembesaran KGB (-)/(-)
Gentalia luar : Laki-laki, TDP
Pemeriksaan Colok Dubur (RT) : TDP

Ekstremitas
Superior

Deformitas sendi (-)


Lokasi (-)
Jari tabuh (-)
Tremor ujung jari (-)
Telapak tangan sembab (-)
Sianosis (-)
Eritema palmaris (-)

Inferior

Oedem (-)
A. Femoralis (+)
A. Tibialis Posterior (+)
A. Dorsalis Pedis (+)
Refleks KPR (+)
Refleks APR (+)
Refleks fisiologis (+)
Refleks patologis (-)

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
RUTIN

Darah

Hb
: 11,5 gr%
Leukosit
: 7.600 /mm3
Hematokrit : 38,7 %
Trombosit : 268.000 /L
Limfosit
: 2,5 x 103 /mmHg
Neutrofil
: 4,6 x 103 /mmHg

MCV: 82 fL
MCH: 30,9 pg
MCHC: 37,7 gr/dL

Kemih
Warna
: kuning keruh
P/ R/ B/ U : -/ +++/ -/ Sedimen
: Eritrosit 8-10/lpb, Lekosit 8-100/lpb,
Epitel 2-4/LP, Silinder : -

Tinja : TDP
KGD Adr : 34 mg/dL

RESUME
Laki laki 74 tahun, KU: penurunan kesadaran dialami 2 jam
SMRS, penurunan kesadaran terjadi secara perlahan. Sebelumnya
os minum OHO
Riwayat DM >10 tahun dengan KGD ad random tertinggi 300
mg/dL, tidak terkontrol
Dijumpai poliuria, polidipsi, polifagi, dan tetraestesia.
Dijumpai nausea, anoreksia, dan penurunan BB
Riwayat hipertensi >30 tahun dengan tekanan darah tertinggi
160/90 mmHg, tidak terkontrol.
RPT : DM tipe 2 >10 tahun, hipertensi >30 tahun
RPO : tidak jelas
KGD Ad random: Kesan: hipoglikemia
Urinalisa: Kesan: glikosuria

RESUME
Status Present
KU
: buruk
Keadaan penyakit : Berat
Keadaan Gizi : lebih
Pemeriksaan Fisik
Sensorium
: Somnolen
Tekanan Darah : 150/80 mmHg

RESUME
Laboratorium rutin
Darah

Hb
: 11,5 gr%
Leukosit
: 7.600 /mm3
Hematokrit : 38,7 %
Trombosit : 268.000 /L
Limfosit
: 2,5 x 103 /mmHg
Neutrofil
: 4,6 x 103 /mmHg

Kemih
Warna
: kuning keruh
P/ R/ B/ U : -/ +++/ -/ Sedimen
: Eritrosit 8-10/lpb, Lekosit 8-100/lpb,
Epitel 2-4/LP, Silinder : -

KGD Adr : 34 mg/dL


Kesan : Hipoglikemia,glikosuria.

DIAGNOSIS BANDING
Penurunan kesadaran e.c. Hipoglikemia + DM
Tipe 2 + Hipertensi grade I
Penurunan kesadaran e.c. Sindrom Metabolik +
DM Tipe 2 + Hipertensi grade I
Penurunan kesadaran e.c. electrolyte imbalance
+ DM Tipe 2 + Hipertensi grade

DIAGNOSIS SEMENTARA
Penurunan kesadaran e.c. Hipoglikemia +
DM Tipe 2 + Hipertensi grade I

PENATALAKSANAAN
Aktivitas : Tirah baring
Diet : M I 2.200 kalori
Tindakan Supportif:
IVFD Dekstrose 5% 20 gtt/i (macro)
kateter
Medikamentosa:
bolus IV Dekstrose 40% 2 flakon
Domperidon 3 x 10 mg tab (ac)

RENCANA PENJAJAKAN
DIAGNOSTIK
1. Gula darah sewaktu serial
2. Elektrolit

Follow Up Ruangan tgl 10/10/2015 (jam 15.30 WIB)


S

Lemas dan mual dijumpai. Nyeri kepala, hoyong, muntah tidak dijumpai.

Sens: Compos Mentis, TD: 140/80 mmHg, N : 86 x/menit, reguler, t/v: cukup, RR:
20 x/mnt, Temp: 36,2C

PD

sama seperti sebelumnya

DM tipe 2

Hipertensi grade I

Post hipoglikemia

Aktivitas : Tirah baring


Diet : M I 2.200 kalori
Tindakan Supportif:
-

IVFD Dekstrose 5% 20 gtt/i (macro)

kateter
Medikamentosa:

KGD ad

Domperidon 3 x 10 mg tab (ac)

Captopril 2 x 12,5 mg tab

137 mg/dL

Random
Elektrolit

Na 136 mEq/L, K 3,7 mEq/L, Cl 97 mEq/L

Follow Up Ruangan tgl 11-10-2015 (H+2)


S

Lemas dan mual dijumpai. Nafsu makan membaik.

Sens: Compos Mentis, TD: 140/80 mmHg, N : 82 x/menit, reguler, t/v:


cukup, RR: 20 x/mnt, Temp: 36 C

PD

sama seperti sebelumnya

DM tipe 2

Hipertensi grade I

Post hipoglikemia

Aktivitas : Tirah baring


Diet : M I 2.200 kalori
Tindakan Supportif:
-

IVFD Dekstrose 5% 20 gtt/i (macro)

kateter
Medikamentosa:

Anjuran

Domperidon 3 x 10 mg tab (ac)

Captopril 2 x 12,5 mg tab

Gula darah puasa

Follow Up Ruangan tgl 12s/d 13-10-2015


S

Lemas dan mual tidak dijumpai.

Sens: Compos Mentis, TD: 120/80 mmHg, N : 84 x/menit, reguler, t/v:


cukup, RR: 20 x/mnt, Temp: 36,2 C

PD

sama seperti sebelumnya

DM tipe 2

Hipertensi terkontrol

Post hipoglikemia

Aktivitas : Tirah baring


Diet : M I 2.200 kalori
Tindakan Supportif:
-

IVFD Dekstrose 5% 20 gtt/i (macro)

kateter
Medikamentosa:

KGDN

Metformin 500 mg 3 x 1 tab (1/2 h ac)

Captopril 12,5 mg 2 x 1 tab


145 mg/dL
Tanggal 14 10 15 rencana PBJ

REKAPITULASI PEMERIKSAAN KGD


Tgl/jam

KGD

KGD Adr

Keterangan

10/ -08.30 WIB

34 mg/dL

Hipoglikemia

10/ -15.30 WIB

137 mg/dL

Normal

12/ -11.30

145 mg/dL

Normal

13/ -11.30

145 mg/dL

Normal

PEMBAHASAN

4A: MENDIAGNOSIS, MELAKUKAN PENATALAKSANAN SECARA MANDIRI DAN


TUNTAS.
3B: MENDIAGNOSIS MELAKUKAN PENATALAKSANAN AWAL, DAN MERUJUK.

ANALISIS KASUS
TEORI

KASUS

Definisi:
Hipoglikemia secara harfiah berarti kadar
glukosa darah di bawah harga normal.
Dalam hal ini diagnosis hipoglikemia
ditegakkan bila kadar gukosa <50 mg/Dl
(2.8 mmol/L) atau bahkan <40 mg/Dl (2,2
mmol/L).

Pada kasus dijumpai:


- Kadar glukoa 34 mg/dL ( 2,2 mmol/L)

Etiologi:
Penggunan obat-obaan diabetes seperti,
Insulin, sulfonilurea yg berlebih. Penyebab
terbanyak hipoglikemia umumnya terkait
dengan DM.

Pada anamnesa dijumpai:


Mengkonsumsi obat untuk penyakit gula,
tidak teratur, riwayat penyakit gula sudah
dialami Os > 10 tahun,

Gejala klinis
Gejala otonom seperti berkeringat,
jantung berdebar-debar, tremor, lapar.
Gejala neuroglikopenik seperti bingung,
mengantuk, sulit berbicara, inkoordinasi,
perilaku berbeda, gangguan visual,
parestesi, mual sakit kepala.

Pada pasien ini dijumpai kadar glukosa


darah yg rendah, mengalami penurunan
kesadaran dan mual.

SIMPULAN
Pasien laki-laki usia 74 tahun mengalami
Penurunan kesadaran dan dijumpai
riwayat diabetes mellitu tipe 2 dan
hipertensi, dijumpai hasil pemeriksaan
KGD Adr 34 gm/dL . Pasien di diagnosa
dengan Penurunan Kesadaran e.c.
Hipoglikemia + DM Tipe 2 + Hipertensi
grade I.

TERIMA KASIH