Anda di halaman 1dari 14

Avulsi

Avulsi
merupakan
keadaan
trauma gigi ketika gigi terlepas dari
tempatnya (soketnya) secara utuh
dan menghasilkan luka kompleks,
serta mempengaruhi beberapa
jaringan pendukung gigi.

Penatalaksanaan Avulsi
1. Hal pertama yang harus dilakukan setelah mengetahui

bahwa gigi anda terlepas utuh dari soketnya adalah


mencari gigi tersebut dan segera membersihkannya di
bawah aliran air keran selama 10 detik. Kemudian, gigi
tersebut harus disimpan di wadah yang diiisi cairan dari
seperti Hankss Balanced Salt Solution, salin, susu murni,
air kelapa, propolis, air liur anda, atau terakhir bisa
disimpan di bawah lidah anda sendiri. Namun,
The American Association of Endodontics telah
merekomendasikan Hanksbalancedsaltsolution (HBSS)
sebagai pilihan media penyimpanan terbaik untuk avulsi
gigi.

2. Mencari pertolongan medis untuk merawat luka

anda dan pemberian antiobiotik. Dokter gigi akan


melakukan pertolongan pertama pada luka di
rongga mulut anda, serta akan segera melakukan
penanaman kembali (replantasi) gigi anda ke
dalam soketnya, dan dilakukan splint supaya gigi
tidak goyang.

Golden periode
Keberhasilan perawatan replantasi gigi ini

dipengaruhi oleh jarak waktu antara terlepasnya gigi


sampai dilakukan replantasi. Waktu ideal yang akan
menghasilkan keberhasilan replantasi yang paling
tinggi adalah 15-20 menit. Namun terkadang hal itu
tidak mungkin untuk dilakukan. Oleh karena itu
tempat penyimpanan gigi untuk mempertahankan
sel-sel ligamel periodontal sangatlah penting.

Fraktur maksila
Diagnosa fraktur maksila:

Diagnosa ditegakkan berdasarkan riwayat trauma,


klinis dan radiografis.
Riwayat trauma harus ditanakan serinci mungkin
termasuk jenis trauma, arah dan kekuatan trauma
penyebab fraktur.
Segala bercak darah, bekuan darah , saliva serta
fragmen tulang harus dibersihkan terlebih dahulu.

Gambaran klinis fraktur berdasarkan lokasi:


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Fraktur denti-alveolar
Fraktur zigomatikus
Blow out fractur pada dasar orbita
Fraktur kompleks nasalis
Fraktur Le Fort I
Fraktur Le Fort II dan III

Pengelolaan fraktur maksilla (pengelolaan


darurat)
1. Perawatan perdarahan

a. Palatina mayor atau a.maksilaris interna dapat


mengalami ruptur akibat gaya geseran dari segmen
maksila. Perdarahan dapat diatasi dengan
melakukan penekanan, berupa tampon pada tempat
luka ataupun dengan melakukan tampon pada
pharing posterior jika perdarahan tak bisa
dihentikan maka dilakukan ligasi a. Karotis eksterna.

2. Perawatan jalan nafas.

adanya pergeseran dan pecahan tulang akibat


fraktur maksilla, serta jar. Lunak, bekuan darah,
gigi/ patahan gigi atau benda asing lain akan
menyebabkan sumbatan jalan nafas. Jalan nafas
harus dipastikan bersih dari benda asing. Jika
terjadi gangguan jalan nafas akibat pergeseran
struktur tulang maka harus segere dilakukan
tracheostomi.
Lalu selanjutnya dapat dilakukan tindakan definitif

Pengelolaan fraktur le fort 1


Fraktue Le fort I dengan oklusi yang baik dapat

dikelola dengean melakukan fiksasi intermaksila


dengan menggunakan arch bar dan rubber band, bila
tidak didapatkan rubber band dapat digunakan wire.
Tujuan utamanya adalah mengembalikan fungsi
oklusi gigi dan tindakan ini harus dilakukan sebelum
melakukan fiksasi maksila

KomplikasiFrakturmaksilla
Komplikasiawal
1. Perdarahan:
Dapat terjadi perdarahan massive akibat robekan

jaringan lunak, pembuluh darah yang disebabkan


oleh fragmen fraktur, apabila perdarahan tidak
diatasi maka akan terjadi ancaman jiwa.
2. sumbatan jalan nafas
3. Infeksi

Komplikasilambat:

Dapat terjadi obstruksi nasla,


chronik sinusistis, maloklusi,
deformitas, gangguan fungsi
kelenjar lakrimal, hilangnya
fungsi penciuman dan anastesi.

Farmakologis
Pemberian antibiotik dan analgesik sangat

diperlukan pada penatalaksanaan fraktur maksila


dan kasus avulsi

Prognosis