Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN KASUS

HERNIA
INGUINALIS
STRANGULATA
UWAIS RISKY MAHMUD
dr.Dadik Agus Soenjoto,
SpB(K)BA
dr.Santi Rini, SpBA
dr.Slamet Suswantoro, SpBA

ANAMNESIS
By.A/P/10 bln/9 kg
Keluhan utama: Perut Kembung
Dialami sejak 4hari sebelum masuk
rumah sakit disertai muntah pada 2 hari
sebelum masuk rumah sakit. Muntah
tidak menyemprot sebanyak 5x berisi
susu. Riwayat BAB belum sejak 3 hari
SMRS, BAB terakhir pada 4 hari SMRS
berwarna kuning dengan konsistensi cair,
ampas (+). Riwayat demam (-). Riwayat
benjolan di lipat paha kanan sampai ke
kantong buah zakar (+) sejak lahir

PEMERIKSAAN FISIS

Keadaan Umum
Gerak
Tangis
Kesadaran
Respirasi
Kardiovaskuler
Turgor
Kesan

Gizi

:
:
:
:
:
:
:

Aktif Lemah
Lemah
Somnolen
Napas Spontan, Dyspneu
Tidak Pucat, Tidak Biru
Menurun
Cukup

Tanda Vital

H.R : 162 x/menit reguler kuat


R.R : 40 x/menit, reguler, simetris
Temp. : 36,6 oC

Abdomen
Inspeksi

: tampak tidak distensi

Auskultasi

: Peristaltik (+) kesan menurun.

Palpasi

: Soefl, massa (-) defans muskuler (-)

Perkusi

: Hipertympani

Reg.Inguinal (D)
Inspeksi

: Tampak benjolan membesar

sampai ke scrotum, warna kulit


kebiruan.
Palpasi

: Teraba padat dan tidak bisa

didorong masuk ke cavum abdomen.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Satuan

Nilai Normal

Leukosit

26.000

/l

3.500-10.000

Hemoglobin

10,2

gr/dl

11,0-16,5

Hematokrit

27,1

35,0-50,0

Trombosit

216.000

/l

150.000390.000

GDA

123

mg/dl

<200

Ureum

60,3

Mg/dl

10-50

Creatinin

1,4

Mg/dl

0,7-1,5

PT

14,8

detik

13,0

APTT

28,5

detik

31,8

Diagnosis kerja:
Ileus Obstruksi e.c Hernia Scrotalis
Strangulata.
Sepsis

Rencana Terapi
O2 nc 0.5-1 lpm
Puasa
Rehidrasi Asering 135cc dalam 1 jam
Maintenance IVFD D5 NS 900 cc/24 jam
Pasang kateter urin # 5
Pasang NGT #8
Foto Polos Abdomen
Inj. Cefotaxim 300 mg/8j/iv
Pro Laparotomy Herniotomy emergency
Siap PRC 1 unit
Post op.PICU
SIO / KIE Keluarga

Laporan Operasi
07/10/2015 pkl 03.00 Operator : Dr.Dadik,
Sp.B K(BA)
Ketika peritoneum dibuka tampak
dilatasi dari ileum.
Explorasi tampak caecum dan
appendix terjebak di processus vaginalis
(D)
Dilakukan release manual dari caecum
dan dilakukan penutupan proc.vaginalis.
Caecum tampak kebiruan, perforasi (-)
preservasi dengan Nacl hangat viable.
Dekompresi manual ileum rectum.
Jahit luka op.lapis demi lapis.

DEFINISI

Hernia protrusi / penonjolan isi rongga melalui


defek atau bagian yang lemah (dinding)

Hernia abdomen isi perut menonjol defek /


bagian lemah (lapisan muskulo-aponeurotik)

Hernia cincin, kantong, dan isi hernia

Hernia (kejadian)
kongenital

hernia

bawaan

atau

Hernia (sifat) hernia reponibel dan bila hernia


ireponibel.

PATOFISIOLOGI

>> hernia inguinalis pada anak hernia


inguinalis lateralis prosesus vaginalis (patent)

Embriologi penurunan processus vaginalis


bersama sama testis terjadi pada bulan ke 3
kehidupan foetus.

Testis turun dari dinding belakang abdomen


kanalis inguinalis menuju kantong scrotum.

Bagian distal prosessus vaginalis bersatu dan


menutupi testis (procesus vaginalis peritonei),
bagian proximal berobliterasi

Kegagalan obliterasi anomali inguinal hernia


(masuknya organ intraperitoneal) ke kantong
hernia dengan atau tanpa hydrocele

Bayi dan anak, hernia lateralis dikanan biasanya


berisi sekum dan sebagian kolon asendens, yang
dikiri berisi sebagai kolon desendens.

Isi hernia tercekik oleh cincin hernia hernia


strangulata/ inkarserasi gejala obstruksi usus.

Hernia inkarserata gambaran obstruksi usus


dengan gangguan keseimbangan cairan,
elektrolit, dan asam basa.

Hernia inkarserata gangguan pasase usus


penyumbatan saluran cerna, atau terjadi
nekrosis sampai perforasi.

Obstruksi usus terjadi aliran balik berupa


muntah-muntah sampai dehidrasi dan shock.

PENATALAKSANAAN

Hernia inguinalis tidak dapat sembuh secara


spontan
dan
harus
diperbaiki
melalui
pembedahan

risiko
(hernia
inkarserata/strangulasi) sering terjadi.

Pasien dengan inkarserasi reduksi merupakan


pengobatan yang direkomendasikan selama
pasiennya stabil.

Pasien (posisi trandelenburg) membantu


mengurangi edema dan memberikan sedkit efek
traksi pada isi hernia.

Sedasi yang adekuat bisa diberikan


merelaksasi otot-otot abdomen.

untuk

Kegagalan mereduksi hernia indikasi operasi


emergensi.

Bayi distabilkan pre operasi selang


nasogastrik, koreksi cairan dan elektrolit.

Pemberian antibiotik dan analgetik.