Anda di halaman 1dari 28

LUKA BAKAR

Adip Hermawan
 Luka bakar terjadi  kontak jaringan tubuh dengan
sumber energi  panas, bahan kimia, listrik atau
radiasi
 Luka bakar  penyebab ke 3 kematian akibat
kecelakaan
 Efek luka bakar di pengaruhi oleh :
Intensitas energi
Durasi paparan
Jenis jaringan
TIPE LUKA BAKAR
 Thermal burns: terbakar, kontak dengan objek panas
 Scald burns: cairan/air panas  60-80%
 Chemical burns: zat yang menyebabkan nekrosis (asam,
basa)
 Electrical burns: aliran listrik
 Smoke & inhalation injury: menghirup udara
panas/bahan kimia
 Cold thermal injury: frostbite
Thermal Burns
Scald Burns
Chemical Burn

contoh: bahan pembersih...

Remember….
• Destruksi jaringan bisa terjadi sampai 72 jam
• Penting untuk menjauhkan orang dari bahan kimia penyebab
• Membersihkan daerah yang terkena bahan kimia dgn air
sebanyak-banyaknya
Smoke and Inhalation Injury

 Dapat menyebabkan kerusakan


jaringan saluran napas
Electrical Burns
Cold Thermal Injury
(Frostbite)
KLASIFIKASI LUKA BAKAR

Tingkat keparahan dipengaruhi:


 Kedalaman luka
 Persentase luas luka (TBSA)
 Lokasi
 Faktor resiko pada pasien
KEDALAMAN LUKA BAKAR

Medicolegal classification clinical classification

1st
Erythema

Super.
2nd Dermal

Deep
Dermal

3rd Full
Thickness
LUAS LUKA BAKAR
Lund-Browder Chart
LOKASI LUKA

 Organ Vital:
 Wajah, leher
 Dada
 Perineum
 Tangan
 Persendian
 Area lain
FAKTOR RISIKO

 Trauma yang berhubungan


 Inhalasi
 Trauma elektrik
 Usia (muda)
 Riwayat penyakit sebelumnya
 Abuse
3 FASE MANAGEMEN LUKA BAKAR

 emergensi (resussitasi)
 komplikasi kasrdivaskuler, respirasi,
ginjal
 akut
 rehabilitasi
PRE-HOSPITAL CARE
 Pindahkan dari lokasi kebakaran!
 Padamkan kebakaran!  baju/perhiasan dilepas
 Segera kirim ke RS  minimalkan penanganan yg
mhambat rujukan
 Jaga ABC’s
A=airway  jalan napas
B=breathing  pernapasan  adekuat??
C=circulation  check pulsasi nadi & regularitas
 Luka bakar yang luar  jangan dikompres air 
resiko heat loss
 Luka ditutup dengan kain bersih kering utk mcegah
kontaminasi
Komplikasi selama fase emergency
adalah 3 organ mayor :...

 Cardiovascular
 Respiratory
 Renal systems
ALGORITME
MANAGEMEN
AWAL
LUKA BAKAR
ALGORITME
MANAGEMEN
AWAL
LUKA BAKAR
ALGORITME
MANAGEMEN
AWAL
LUKA BAKAR
RESUSITASI CAIRAN
ESTIMASI KEBUTUHAN CAIRAN (24 JAM PERTAMA):
- Parkland  4 mL/kg / percent total burn surface area
(TBSA) + cairan maintenance

- Galveston  5000 mL/m2 / percent TBSA


+ 2000 mL/m2 /day utk mintenance
 ½ bagian diberikan dalam 8 jam
 ½ bagian diberikan dalam 16 jam berikutnya

Jenis cairan : RL; D5%; koloid


MONITOR KECUKUPAN CAIRAN
 Urine output  1 -2 mL/kg / j (BB <30 kg)
0.5 - 1 mL/kg/ j (BB ≥ 30 kg)
 Kadar glukosa urin  diuresis meningkat
 Monitor HR  takikardia  hypovolemik ??
 Asidosis  bisa disebabkan karena hypovolemik
PERAWATAN LUKA
 Escharotomy / Fasciotomy
 Escharectomy + homograft
 Dressing / hydrotherapy
 Debridement
 Application of autograft
 Splinting
contractures management
PERAWATAN LUKA continued...

 Gunakan disposable topi, baju, sarung tangan,


masker untuk perawatan luka
 Jaga sterilitas
 Jaga kehangatan ruang
 Cuci tangan dengan benar
 Lakukan disinfeksi
Obat-Obatan
 Analgetik & sedasi  morfin, fentanyl
 Imunisasi Tetanus
 Topikal  Silver sulfadiazine; carboxymethylcellulose

Terapi Nutrisi
• Pasien luka bakar membutuhkan kalori lebih
banyak  kekurangan kalori mengakibatkan
perlambatan penyembuhan & malnutrisi
SEVERITY GRADING

TIPE Minor Moderate Major


KRITERIA
Dewasa <10 % TBSA 10 – 20 % TBSA >20 %
Anak/OT <5 % TBSA 5 - 10 % TBSA >10 %
Full <2 % 2-5% >5 %
thickness High voltage injury High voltage burn
Suspected inhalation injury Known inhalation injury
Circumferential burn Any significant burn to face,
Medical problem eyes, ears, genitalia, or joints
predisposing to infection Significant associated injuries
(eg, diabetes mellitus, sickle (fracture or other major
cell disease) trauma)
DISPOSISI RAWAT JALAN RAWAT INAP PUSAT LUKA BAKAR

American Burn Association


Care of B U R N S
B - breathing
U - urine output
R - rule of nines
resuscitation of fluid
N - nutrition
S - shock
TERIMAKASIH