Anda di halaman 1dari 43

Endang Nurul Syafitri.

,
S.kep., Ns.

Suatu kondisi yg memungkinkan


perkembangan fisik, intelektual yg
optimal dr seseorang & perkembangan
selaras dg keadaan or.Lain
Makna keswa mempunyai sifat yg
harmonis(serasi) & mperhatikan semua
segi dalam kehidupan manusia dan dalam
hub. Dg or lain.
WHO (1984) : sehat tidak hanya sehat dr
segi fisik, psikologik & sosial,tp juga sehat
spiritual (4 dimensi sehat : bio-psikososial-spiritual)

Sikap positif pd diri sendiri


Pertumbuhan, perkembangan &
aktualisasi diri
Integrasi & ketanggapan emosional
Otonomi & kemantapan diri
Persepsi realitas yg akurat
Penguasaan lingkungan & kompetensi
sosial.

Keperawatan jiwa adl :


pelayanan keperawatan yg didasarkan pd ilmu
perilaku & ilmu keperawatan jiwa, sepanjang
siklus kehidupan dg respon psikososial yg
maladaptif, yg disebabkan oleh gangguan biopsiko-sosial-spiritual dan m`gunakan diri sendiri
secara terapeutik dan terapi modalitas
keperawatan jiwa, melalui pendekatan proses
keperawatan utk meningkatkan, m`cegah,
m`pertahankan & memulihkan masalah
kesehatan jiwa klien
4

1. MANUSIA

Fungsi individu sbg mahluk holistik


b`tindak, b`interaksi & bereaksi dg
lingkungan secara keseluruhan
Setiap individu m`punyai kebutuhan dasar yg
sama dan penting
Setiap individu m`punyai harga diri &
martabat

Tujuan

individu adl utk tumbuh, sehat, mandiri &


t`capai aktualisasi diri
Setiap individu m`punyai kemampuan utk berubah
& b`keinginan utk mengejar tujuan
Setiap individu m`punyai kapasitas koping yg
b`variasi
Setiap individu m`punyai hak utk b`partisipasi dlm
pengambilan keputusan
Semua perilaku individu b`makna persepsi,
pikiran, perasaan & tindakan
Masalah jiwa tdk merusak semua fungsi manusia
6

2. LINGKUNGAN

Manusia sbg mahluk holistik dipengaruhi oleh


lingkungan baik dari dlm dirinya maupun dari
luar (keluarga, kelompok, masyarakat)
Dlm b`hubungan dg lingkungan manusia harus
mengembangkan strategi koping yg efektif &
adaptif shg mampu b`adaptasi

Hubungan interpersonal yg dikembangkan dg baik,


akan m`hasilkan perubahan dan pertumbuhan dlm
diri individu
7

3. KESEHATAN

Setiap individu m`punyai


hak utk m`peroleh
kesehatan yg sama melalui
Perawatan Yg adekuat

Kesehatan merupakan
KDM yg menunjukan
Segi kualitas hidup
manusia

4. KEPERAWATAN

Perawat memandang manusia secara holistik &


menggunakan diri sendiri secara terapeutik
Perawat memberi stimulus yg konstruktif &
membantu klien berespons secara konstruktif
Metode : menggunakan diri secara terapeutik
Interaksi interpersonal dg menyadari diri sendiri,
lingkungan & interaksinya dg lingkungan klien
sadar akan diri & situasinya
Lebih akurat utk m`identifikasi kebutuhan &
masalahnya, serta cara mengatasinya yg
sehat/konstruktif

1. PELAKSANA ASKEP
B`tanggung
jawab dlm
memberikan
pelayanan
keperawatan
jiwa kpd
individu,
keluarga,
kelompok &
masyarakat

M`gunakan konsep psikologi


ttg perilaku manusia,
P`kembangan kepribadian,
Konsep kesehatan jiwa dlm
Melaksanakan askep
Melaksanakan asuhan
Keperawatan secara
Komprehensif melalui
Pendekatan proses
Keperawatan jiwa
10

2. PENGELOLA KEPERAWATAN

B`tanggung jawab
Dlm hal manajemen
& menunjukkan
Sikap kepemimpinan
yankep, tenaga
Keperawatan &
sarana

a. Menerapkan teori
manajemen & kepemimpinan
dlm mengelola askep
b. M`gunakan b`bagai
strategis perubahan yg
diperlukan dlm mengelola
askep
c. B`peran serta dlm aktifitas
pengelolaan kasus
d. M`organisir pelaksanaan
b`bagai terapi modalitas
11

3. PELAKSANA PENDIDIKAN KEPERAWATAN


B`tanggung jawab memberikan pendidikan kesehatan
jiwa kpd individu, keluarga, kelompok, masyarakat,
tenaga keperawatan & tenaga kesehatan lainnya

Setiap anggota masyarakat b`tanggung jawab


thd kesehatan jiwa

4. PELAKSANA PENELITIAN

B`peran secara aktif dlm kegiatan penelitian &


pengembangan bidang keperawatan jiwa, m`gunakan
hasil penelitian & perkembangan IPTEK
Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan jiwa
12

PENGKAJIAN
PERUMUSAN MASALAH DAN
DIAGNOSA KEPERAWATAN
PERENCANAAN
IMPLEMENTASI
EVALUASI

MODEL STRESS
ADAPTASI
STUART

Biologi

Nature

Kognitif

FAKTOR PREDISPOSISI
Psikologi
Sosiocultural
STRESSOR PENCETUS
Origin
Timing

Number

PENAMPILAN STRESSOR
Afektif
Fisiologis
Tingkah laku
SUMBER KOPING
Dukungan sosial
Aset Materi

emampuan Pribadi

Sosial

Kepercayaan Posit

MEKANISME KOPING
Konstruktif
ADAPTIF

Destruktif
MALADAPTIF

DIAGNOSIS KEPERAWATAN

Perumusan diagnosa
keperawatan jiwa berdasarkan
KONAS JIWA adalah DIAGNOSA
TUNGGAL
Diagnosa : Sehat,
Risiko/psikososial dan Gangguan

Perilaku Kekerasan / Risiko Perilaku


Kekerasan
Waham
Halusinasi
Isolasi sosial
Defisit perawatan diri
Risiko bunuh diri
HDR Kronik
Kerusakan Komunikasi Verbal
Ketidakefektifan regimen terapeutik
Ketidakefektifan regimen terapeutik
keluarga

1.
2.
3.
4.

Rentang respon adaptif mal


adaptif sebagai dasar u/
menyelesaikan masalah klien.
Tahap tahap
penanganan/pengobatan yaitu
:
Health promotion
Pemeliharaan/maintenance
Acut
Crisis.

PERKEMBANGAN
KEPERAWATAN
JIWA DI LUAR
NEGERI

Sebelum th 1860
Perawatan gangguan jiwa dg Custodial
Care, yaitu bersifat tertutup dan isolatif.
Bukan tenaga kesehatan

Th 1873
Linda richards mengembangkan
perawatan mental di RS ( empati
pada pengkajian kebutuhan dan
Emosional pada pasien.

Th 1883
Sekolah perawat pertama
di dirikan di McClean
Hospital,yg berorientasi
pd fisik (pengobatan,
pemberi nutrisi,
kebersihan, kegiatan
bangsal)
Th 1913
John Hopkins mendirikan
sekolah perawat dan
memasukkan
keperawatan psichiatri
dalam kurikulum.

1935-1937 :
Faktor penting mengembangkan kep. Jiwa
kegawatdaruratan :
1. Terapi Syock insulin (1935)
2. Psychosurgery (1936)
3. Electro convulsive therapy (1937)

1940 :
American Journal of Nursing
menggambarkan konflik perawat dengan
dokter.

1993 : dokter psikiatri melihat


keberadaan keperawatan jiwa.

1950-1960 :
1. Pelayanan mulai berfokus pada klien
2. Psychotropic menggantikan
Restrains and Seclusion
3. Mulai penekanan pada therapeuthic
relationship
4. Fokus pada primary preventive

Th 1970
Pengembangan kerangka kerja
praktik

keperawatan, yaitu proses

keperawatan

dan standar praktik

keperawatan.

25

SEJARAH
PERKEMBANGAN DAN
UPAYA KESEHATAN JIWA
DI INDONESIA

Dahulu Kala
Gangguan jiwa dianggap
memasukan/kerasukan
Terapi : mengeluarkan roh jahat
Zaman Kolonial
Sebelum ada RSJ, pasien ditampung
di RSU, yang ditampung hanya yg
mengalami gangguan Jiwa berat
27

Pendirian RSJ
1882 : RSJ Bogor, pertama di Indonesia
1902 : RSJ Malang
1923 : RSJ Magelang
1927 : RSJ Sabang

28

Perawatan pasien bersifat

isolasi & penjagaan (custodial care)


Stigma negatif masyarakat tentang

gangguan jiwa
Keluarga menjauhkan diri dari pasien
29

Th 1930 dimulai terapi kerja seperti

menggarap lahan pertanian


Selama Perang Dunia II & pendudukan jepang,

upaya kesehatan jiwa tak berkembang


1947 pemerintah membentuk Jawatan Urusan

Penyakit Jiwa ( belum bekerja dengan baik)

30

UU Kesehatan Jiwa No.3 thn 1966

ditetapkan oleh pemerintah


Adanya Badan Koordinasi Rehabilitasi
Penderita Penyakit Jiwa ( BKR-PPJ)
Upaya kesehatan jiwa dilakukan secara

komprehensif (promotif, preventif, kuratif,


rehabilitatif)
31

Saat ini perawatan kesehatan jiwa sudah

berkembang dg pesat dan modern.


Ex :
Pengembangan hubungan therapeutik
Terapi aktifitas kelompok
Terapi kerja
Proses keperawatan sudah terstandar

32

Dahulu bila berbicara masalah kesehatan

jiwa biasanya dimulai pada saat onset


terjadinya sampai klien mengalami gejalagejala.
Trend peningkatan masalah kesehatan jiwa
Masalah jiwa akan meningkat di era

globalisasi.
33

Kecenderungan Penyakit
Meningkatnya masalah psikososial
Trend bunuh diri pada anak dan

remaja
Masalah Napza dan HIV/AIDS

34

Issue Seputar Pelayanan Keperawatan

Mental Psikiatri
Pelayanan keperawatan mental psikiatri yang

ada kurang bisa dipertanggung jawabkan


secara ilmiah hal ini karena masih kurangnya
hasil-hasil riset keperawatan tentang
keperawatan jiwa klinik.

35

Pembedaan peran perawat jiwa

berdasarkan pendidikan dan pengalaman


seringkali tidak jelas dalam Position
Description, job responsibility dan system
reward di dalam pelayanan keperawatan
dimana mereka bekerja (Stuart Sudeen,
1998).
36

Perawat psikiatri yang ada kurang siap

menghadapi pasar bebas karena


pendidikan yang rendah dan belum
adanya licence untuk praktek yang
bias diakui secara internasional.

37

38

Sehubungan dengan trend masalah


kesehatan utama dan pelayanan
kesehatan jiwa secara global, maka
fokus pelayanan keperawatan jiwa
sudah saatnya berbasis pada
komunitas (community based care)
yang memberi penekanan pada
preventif dan promotif.
39

Sehubungan dengan peningkatan ilmu


pengetahuan dan teknologi yang sangat
cepat, perlu peningkatan dalam bidang ilmu
pengetahuan dengan cara mengembangkan
institusi pendidikan yang telah ada dan
mengadakan program spesialisasi
keperawatan jiwa.

40

Sehubungan dengan adanya perbedaan


latar belakang budaya kita dengan
narasumber, yang dalam hal ini kita masih
mengacu pada Negara-negara Barat
terutama Amerika, maka perlu untuk
menyaring konsep-konsep keperawatan
mental psikiatri yang didapatkan dari luar.

41

Dalam rangka menjaga mutu


pelayanan yang diberikan dan untuk
melindungi konsumen, sudah saatnya
ada licence bagi perawat yang
bekerja di pelayanan.

42

SEMOGA
BERMANFAAT
SELAMAT BELAJAR

Anda mungkin juga menyukai