Anda di halaman 1dari 21

PEMERIKSAAN HBSAG

METODE ELISA
Kelompok 7 :
Ulva Indah K.
1311E2036
Yunika Tessarillah 1311E2037
Maya Fitriani
1311E2038
Riza Camelia AS 1311E2039
Elvita Wulandari H. 1311E2040

Pengertian

Hepatitis merupakan penyakit


peradangan pada hati yang disebabkan
oleh virus, bakteri, penyakit autoimun,
racun dan lain sebagainya.
Virus hepatitis B (VHB) adalah virus DNA,
suatu prototif virus yang termasuk
keluarga Hepadnaviridae.

Hepatitis B

Penularan

Melalui Kulit :
1. Perkutan Nyata
2. Perkutan tidak nyata
Melalui selaput lendir :
1. Peroral
2. Seksual
3. Perinatal

HBsAg

Antigen permukaan virus hepatitis B


(hepatitis B surface antigen, HBsAg)
merupakan material permukaan dari virus
hepatitis B.
HBsAg merupakan petanda serologik
infeksi virus hepatitis B pertama yang
muncul di dalam serum dan mulai
terdeteksi antara 1 sampai 12 minggu
pasca infeksi, mendahului munculnya
gejala klinik serta meningkatnya SGPT.

Pemeriksaan Standar Hepatitis B

HBsAg (hepatitis B surface antigen)


Anti HBs (antibodi terhadap hepatitis B
surface antigen)
Anti HBc (antibodi terhadap antigen inti
hepatitis B): terdiri dari 2 tipe yaitu Anti
HBc IgM dan Anti HBc IgG.

Metode Pemeriksaan HBsAg

Immunokromatografi / Rapid Test


Pasif Aglutinasi Latex
ELISA
EIA (Enzime-linked Immunoassay)

Metode Rapid Tes/ Imunokromatografi


Prinsip :
Ketika serum/plasma ditambahkan dalam sampel pad,
serum akan bergerak menuju pada konjugat yang dilapisi
dengan gold-monoclonal antibody sebagai anti HBs
konjugat. Campuran tersebut bergerak di sepanjang
membran oleh aksi kapiler dan bereaksi dengan cocktail
monoclonal dan polyclonal antibody anti HBs yang
melapisi area test. Apabila terdapat HBsAg pada tingkat
minimal 0,5 ng/ml, hasilnya terbentuk warna pada tes
tersebut. Jika tidak ada HBsAg dalam sampel, warna pada
area tidak akan nampak. Selanjutnya sampel akan menuju
ke kontrol area dan membentuk warna merah / ungu
mengindikasikan bahwa tes bekerja dan hasilnya valid.

Alat dan Bahan

Serum atau plasma


New Spot HBsAg Test Device

Prosedur Kerja

Semua spesimen dan test device harus


dipersiapkan dalam kondisi yang sesuai
dengan suhu ruang sebelum digunakan
kira-kira 20-30 menit.
Masukkan serum kedalam lubang
sampel sebanyak 100
Tunggu hingga muncul garis warna
merah atau ungu pada test.
Baca Interpretasi dalam 20-30 menit.

Interpretasi Hasil

Positif (+)
pada

: Adanya dua garis warna


tanda T dan C

Negatif (- ) : Hanya ada satu garis


warna
pada kontrol (C)

Invalid

: Tidak ada garis warna pada


kontrol (C)

Metode ELISA
Prinsip :

Biolisa HBsAg adalah metode imunoenzymatik langsung


dengan lipe sandwich. Selama prosedur tes, sampel yang
akan dianalisa diinkubasi dalam sumur yang telah dilapisi
antibodi. Bila sampelnya mengandung HBsAg, antigennya
akan mengikat antibodi yang terdapat dalam sumur.
Setelah proses pencucian, ditambahkan konjugat ke dalam
sumur tersebut dan dibiarkan untukberikatan pada inkubasi
pertma. Setelah inkubasi kedua dan pencucian, ditambah
larutan substrat kromogen. Larutan ini menghasilkan warna
biru bila hasil itu positif mengandung HBsAg. Warna ini
akan berubah menjadi warna kuning setelah reaksinya
dihambat dengan asam sulfat. Intensitas warna yang
sebanding dengan banyaknya HBsAg dalam sampel

Alat dan Bahan


Alat :

Mikropipet
Yellow tape dan blue tape
Mini vidas
Tabung reaksi
Tissue

Bahan :

Reagen standart (S1)


Reagen Kontrol 1 dan 2 (C1 dan C2)

Prosedur Kerja

Persiapan reagen
Semua reagen disimpan pada suhu
kamar sebelum pemeriksaan
Larutan pencuci konsentrat diencerkan 1
: 10 dengan aquadest (50 ml larutan
konsentrat dengan 450 ml aquadest).
Larutan pencuci yang telah diencerkan
dapat disimpan sampai 2 minggu pada
suhu 2-8 C)

Perbandingan antara jumlah strip,


pelarut konjugat dan konjugasi
konsentrat :
Jumlah strip
1
2
3
4
Pelarut
konjugat 1,0 2,0 4,0 6,0
(ml)
Konjugat
konsentrat (l)

20

40 80 120

Prosedur Kerja

Dipipet masing-masing 100 l serum control (+), serum


control (-), dan sample yang akan dianalisa, kemudian
dimasukkan ke dalam tiap sumur yang telah ditandai,
kecuali blanko
Plate ditutup dengan kertas pelekatdan diinkubasi pada
suhu 37 40 C selama 1 jam
Plate diangkat lalu kertas perekat dibuang. Kemudian
diisap dengan aspirator lalu diisi dengan larutan pencuci.
Teknik penghisapan dan pencucian diulangi sebanyak 4
kali. Setelah pencucian terakhir, larutan yang teersisa
dalam sumur tersebut diserap dengan tisu (tahap 3)
Ditambahkan 100 l larutan konjugat kedalam masingmasing sumur kecuali sumur untuk blanko

Prosedur Kerja

Plate ditutup dengan kertas perekat dan diinkubasi


pada suhu 37-40 C selama 30 menit.
Menjelang 5-10 menit inkubasi kedua berkhir,
encerkan larutan kromogen dengan buffer substrat,
larutan ini dibuang jika memberikan warna biru
Plate tersebut diangkat dan kertas perekatnya
dibuang. Lakuakan teknik pencucian plate seperti
tahap III
Ditambahkan 100 l substart-TMB kedala masingmasing sumur
Diinkubasi pada suhu kamar selama 30 menit

Prosedur Kerja

Reaksi dihentikan dengan menambahkan


100 l H2SO4 dalam masing-masing
sumur
Pembacaan sumur blano dilakukan pada
panjang gelombang 450 nm, dilanjutkan
dengan pembacaan masing-masing
absorban sumur yang tidak lebih dari 30
menit

Pembacaan Hasil

Negative control [NC] < 0,200


Hitung negative control rata-rata [NCx]
Negative control harus berada pada
range 0,6 1,4 kali dari NCx
Tes validatif PC-NCx
Cut Off Value (COV) = NCx + 0,050

Interpretasi Hasil

Ada atau tidaknya HBsAg dalam sample


yang diperiksa ditentukan oleh
hubungan nilai absorban dari setiap
sample dengan nilai Cut Off (NCO).
Sample positif bila absorban Cut Off
Value (COV)
Sample negative bila absorban sample <
Cut Off Value (COV)

TERIMA KASIH