Anda di halaman 1dari 72

Surface Phenomena

PBL-3

Andersen

Aditha Oktariany

Arif Hendrawan

Apryani Lestari

Irfan Aditya

Teori Dasar : Tegangan Permukaan


Tegangan

permukaanadalah gaya atau tarikan


kebawah yang menyebabkan permukaan cairan
berkontraksi dan benda dalam keadaan tegang
,sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu
lapisan elastis.
Hal ini disebabkan oleh gaya-gaya tarik yang tidak
seimbang pada antar muka cairan.
Dimana : F = Gaya (Newton) ; L = Panjang (m)

Teori Dasar
Faktor
1.
2.
3.
4.
5.

yang Mempengaruhi Tegangan Permukaan :


Jenis cairan
Suhu
Adanya Zat Terlarut
Surfaktan
Konsentrasi zat Terlarut

Jawaban Pertanyaan No 1. Bagian A


Dalam kasus pada Pemicu 3 Bagian A, terjadi
fenomena
permukaan
pada
fluida,
jelaskan
pengertian tentang fenomena permukaan, dan
jelaskan mengapa terjadi perubahan tegangan
permukaan setelah adanya nanopartikel.

Jawaban Pertanyaan No 1. Bagian A


Tegangan

permukaan terjadi karena permukaan zat


cair cenderung untuk menegang sehingga
permukaannya tampak seperti selaput tipis. Tegangan
permukaan ini dipengaruhi oleh gaya-gaya kimia
antara molekul air, seperti gaya Tarik antar-molekul.
Tegangan permukaan () adalahl intensitas gaya tarik
modulus persatuan panjang sepanjang suatu garis di
permukaan.

Jawaban Pertanyaan No 1. Bagian A


Tegangan

permukaan dapat terjadi setelah adanya


nanopartikel dikarenakan pada nanopartikel sering
ditemukan dengan bahan aglomerasi dengan berbagai
komposisi seperti sifat kimia dan elektromagnetiknya.
Nanopartikel dapat tersebar seperti aerosol,
suspense/koloid atau dalam keadaan menggumpal
Dalam keadaan menggumpal, nanopartikel dapat
berperilaku sebagai partikel yang lebih besar,
tergantung pada ukuran aglomerat tersebut

Jawaban Pertanyaan No 2. Bagian A


Istilah tegangan permukaan (surface tension) sangat
erat hubungannya dengan istilah intermolecular
forces, jelaskan definisi dan hubungan dari kedua
istilah tersebut.

Jawaban Pertanyaan No 2. Bagian A


Tegangan

permukaan (surface tension) berhubungan


erat dengan gaya intermolekular, yakni gaya tarik
antar molekul cairan. Semakin kuat gaya
intermolekular maka semakin kuat tegangan
permukaan
Hal ini dikarenakan tegangan permukaan dipengaruhi
gaya kohesi dan adhesi. Pada permukaan cairan,
molekul eksterior (molekul pada permukaan) ditarik ke
dalam oleh molekul interior (dibawah permukaan) dan
tidak tertarik intens oleh molekul dari medium luar.

Jawaban Pertanyaan No 3. Bagian A


Ada beberapa metode yang dapat kita gunakan untuk
menentukan tegangan permukaan dari suatu cairan,
jelaskan metode apa saja yang anda ketahui,
terangkan prinsipnya dan sertakan gambar.

Jawaban Pertanyaan No 3. Bagian A


Metode
1.

kenaikan kapiler
.Tegangan permukaan diukur dengan melihat
ketinggian cairan yng naik melalui suatu kapiler. Jika
sudut kontak lebih besar dari 90o cairan akan tertekan
kebawah membentuk cekungan

Gambar . Metode Kenaikan Kapiler

Jawaban Pertanyaan No 3. Bagian A


Metode cincin Du-Nuoy
2.
Metode ini bisa digunakan untuk mengukur tegangan
permukaan ataupun tegangan antar muka. Prinsip dari
alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk melepaskan
suatu cincin platina iridium yang diperlukan sebanding
dengan tegangan permukaan atau tegangan antar
muka dari cairan tersebut.

Jawaban Pertanyaan No 3. Bagian A

Gambar . Metode Cincin Du-Nuoy

Jawaban Pertanyaan No 3. Bagian A


Metode bobot tetes
3.
Alat yang digunakan adalah stalagnometer. Prinsip
kerja nya ialah tegangan permukaan ditentukan oleh
bobot jenis cairan yang menetes secara perlahan dari
ujung pipa yang berdiri tegak

Gambar . Metode Bobot Tetes

Jawaban Pertanyaan No 3. Bagian A


Metode hitung jumlah tetes
4.
Pada metode ini dihitung jumlah tetes yang dikandung
suatu volume tertentu yang akan diukur tekanan
permukaannya. Kemudian dibandingkan dengan cairan
yang kira-kira tekana permukaannya sama dengan
cairan yang akan diukur

Gambar . Metode Jumlah Tetes

Jawaban Pertanyaan No 4. Bagian A


Air juga memiliki tegangan permukaan, tahukah anda
berapa tegangan permukaan air? Ketika anda mempelajari
tegangan permukaan air, Anda akan menemukan istilah
skin-like. Terangkan pengertian dari istilah tersebut, dan
jelaskan mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi.

Jawaban Pertanyaan No 4. Bagian A


Tegangan

permukaan air bervariasi berdasarkan suhu


dimana air tersebut ditempatkan. Sebagai contoh, air
pada suhu 0oC memiliki tegangan permukaan sebesar
0,076 N/m sedangkan pada suhu 20oC memiliki
tegangan permukaan sebesar 0,072 N/m.
Dalam air, terdapat dua jenis molekul, yakni
1. Molekul Eksterior (pada permukaan), dan
2. Molekul Interior (dibawah permukaan).

Jawaban Pertanyaan No 4. Bagian A


Permukaan

zat cair molekul memiliki gaya resultan ke arah


bawah yang menyebabkan beberapa kekuatan
ketidakseimbangan pada permukaan cairan.
Hal tersebut membuat keadaan energi dari molekul pada
interior jauh lebih rendah dibandingkan dengan molekul
pada eksterior. Karena itu, molekul mencoba untuk
mempertahankan luas permukaan minimum, sehingga
memungkinkan lebih banyak molekul memiliki keadaan
energi yang lebih rendah. Inilah yang menciptakan seperti
ada kulit (skin-like) pada permukaan air.

Jawaban Pertanyaan No 5. Bagian A


Dapatkah anda menjelaskan kenapa pada konsentrasi
rendah
nanopartikel
FeC,
tegangan
permukaan
nanofluida lebih rendah dibandingkan dengan tegangan
permukaan air, sedangkan pada konsentrasi tinggi,
tegangan permukaan nanofluida adalah hampir sama
dengan tegangan permukaan air?

Jawaban Pertanyaan No 5. Bagian A


Untuk

menjawab pertanyaan ini, Kelompok kami


menggunakan data hasil percobaan Bhattacharya (2004)
yang telah meneliti tentang studi tegangan permukaan
yang dipengaruhi oleh konsentrasi, suhu dan penambahan
zat bahwa suhu dan konsentrasi dapat meningkatkan dan
menurunkan tegangan dari suatu permukaan zat cair.

Jawaban Pertanyaan No 5. Bagian A


No

Konsentrasi (2-

Percobaan

h Percobaan

II

h Percobaan III h Rata-rata h (cm)

1.

propanol)
0,1 M

(cm)
2,5

(cm)
2,5

(cm)
2,5

2,5

2.

0,2 M

2,2

2,4

2,3

2,3

3.

0,4 M

2,2

2,1

2,1

2,1

4.

0,6 M

2,2

2,0

1,8

2,0

Jawaban Pertanyaan No 5. Bagian A


Didapat
1.
2.
3.
4.
5.

hasil dari nilai tegangan permukaan dari beberapa zat


dalam data diatas dengan menggunakan regresi linear, seperti :
Tegangan permukaan air dalam percobaan = 72,8 dyne/cm
Tegangan permukaan 2-propanol : 0,1 M = 48,61 dyne/cm
Tegangan permukaan 2-propanol : 0,2 M = 53,22 dyne/cm
Tegangan permukaan 2-propanol : 0,4 M = 59,63 dyne/cm
Tegangan permukaan 2-propanol : 0,6 M = 68,61 dyne/cm

Jawaban Pertanyaan No 5. Bagian A


Dari

data percobaan yang diketahui didapat bahwa pada


konsentrasi rendah, tegangan permukaan dari akan jauh
dari tegangan permukaan air teoritis sedangkan pada
konsentrasi tinggi, tegangan permukaan akan mendekati
tegangan permukaan air teoritis.

Teori Dasar : Surfaktan

Surfaktan (Surface active agent) adalah bahan aktif permukan yang


dapat diproduksi secara sintesis kimia maupun biokimia. Karakteristik
utama surfaktan adalah pada aktifitas permukaannya.
Molekul surfaktan memiliki bagian polar yang suka akan air
(hidrofilik) dan bagian non polar yang suka akan minyak/lemak
(hidrofobik). Bagian polar molekul surfaktan dapat bermuatan positif,
negatif atau netral.
Surfaktan mampu meningkatkan kemampuan menurunkan tegangan
permukaan dan antar muka suatu cairan, meningkatkan kemampuan
pembentukan emulsi minyak dalam air. Surfaktan juga mampu
mempertahankan gelembung atau busa yang terbentuk lebih lama.

Jenis Surfaktan
Yang larut dalam pelarut minyak

Ada tiga yang


termasuk dalam
golongan ini, yaitu
senyawa polar
berantai panjang,
senyawa fluorokarbon,
dan senyawa silikon.

Yang larut dalam pelarut air


Surfaktan ini memiliki kepala yang
bermuatan negatif. Surfaktan jenis ini
banyak digunakan pada industri
laundri dan juga dimanfaatkan dalam
proses perbaikan atau perawatan
tanah yang tercemar minyak.
digunakan adalah senyawa alkil
sulfat, metil ester sulfonat dan sabun.

Surfaktan kationik adalah surfaktan yang bagian alkilnya terikat


suatukaton. Kegunaanya pada industri pelembut pakaian dan
deterjen, surfaktan kationik akan membuat bahan menjadi lebih
lembut. Biasanya juga ditemui sebagai agent pembersih pada
pembersih rumah dan toilet. Contoh : Esterquat, Mono Alkil
Quartener.

Surfaktan Nonionik
Surfaktan
nonionik
adalah
surfaktan yang bagian alkilnya
tidak
bermuatan,
sehingga
menjadi
penghambat
bagi
dekativasi kesadahan air. Sifat
hidrofiliknya berasal dari ester
alkohol lemak. Contohnyaester
gliserin,Dietanol
Amida(DEA),
Alkil Poliglikosida (APG).

Surfaktan Amfoterik
Surfaktan
amfoterik
merupakan
jenis surfaktan yang bermuatan
positif dan negatif pada molekulnya.
Muatan molekul pada surfaktan jenis
ini bergantung pada pH, dimana jika
pH rendah akan bermuatan negatif
sedangkan jika pH tinggi akan
bermuatan positif.
Contohnya asam amino, alkil betain,
dan fosfobetain.

Pembuatan Fatty Alcohol Sulfate

Fatty alkohol (lemak alkohol) adalah alkohol alifatis yang merupakan


turunan dari lemak/minyak alam. Fatty alkohol biasanya mempunyai
atom karbon dalam jumlah genap. Molekul yang kecil digunakan dalam
dunia kosmetik, makanan dan pelarut dalam industri. Molekul yang lebih
besar penting sebagai bahan bakar. Karena sifat amphiphatic mereka,
fatty alkohol berkelakuan seperti nonionic surfaktan. Fatty alkohol dapat
digunakan sebagai emulsifier, emollients, dan thickeners dalam industri
kosmetik dan makan.

Tiga jenis proses yang telah dikenal dalam pembuatan fatty alcohol
yaitu :
- hidrogenasi methyl ester pada suhu dan tekanan tinggi
- sintesa Ziegler
- sintesa OXO

Mekanisme Kerja Surfaktan


Surfaktan menurunkan tegangan permukaan dengan
mematahkan ikatan hidrogen pada permukaan. Dimana
bagian hidrofilik (polar) masuk ke dalam larutan polar seperti
air, dan bagian hidrofobik masuk ke bagian nonpolar
terlentang menjauhi permukaan air dengan demikian
surfaktan dapat menggabungkan kedua larutan sehingga
tenganan permukaan turun.
Pada aplikasi sebagai bahan pembersih :
a.Roll up
Pada mekanisme ini, surfaktan bekerja dengan menurunkan
tegangan antarmuka antara minyak dengan kain atau material
lain yang terjadi dalam larutan berair.
b.Emulsifikasi
Pada
mekanisme
ini
surfaktanmenurunkan
tegangan
antarmuka
minyak-larutan
dan
menyebabkan
proses
emulsifikasi terjadi.

Penambahan surfaktan dalam larutan akan menyebabkan


turunnya tegangan permukaan larutan. Setelah mencapai
konsentrasi tertentu, tegangan permukaan akan konstan
walaupun konsentrasi surfaktan ditingkatkan. Bila surfaktan
ditambahkan
melebihi
konsentrasi
ini
maka
surfaktan
mengagregasi membentuk misel. Konsentrasi terbentuknya misel
ini
disebutcritical
micelle
concentration(cmc).
Tegangan
permukaan akan menurun hingga cmc tercapai. Setelah cmc
tercapai, tegangan permukaan akan konstan yang menunjukkan
bahwa antar muka menjadi jenuh danterbentuk misel yang
berada dalam keseimbangan dinamis dengan monomernya.

Aplikasi Surfaktan
Penggunaan surfaktan terbagi atas tiga golongan, yaitu sebagai
bahan pembasah (wetting agent), bahan pengemulsi (emulsifying
agent) dan bahan pelarut (solubilizing agent).
Penggunaan surfaktan sangat bervariasi, seperti bahan deterjen,
kosmetik, farmasi, makanan, tekstil, plastik dan lainlain. Beberapa
produk pangan seperti margarin, es krim, dan lain-lain menggunakan
surfaktan sebagai satu bahannya.
Syarat agar surfaktan dapat digunakan untuk produk pangan yaitu
bahwa surfaktan tersebut mempunyai nilai Hydrophyle Lypophyle
Balance (HLB) antara 2-16, tidak beracun, serta tidak menimbulkan
iritasi.

Pertanyaan Soal B Nomor 1


Dapatkah

Anda membantu memberikan


penjelasan tentang proses pembuatan
surfaktan, seperti yang diharapkan mahasiswa
tersebut? Berikan uraian secara sistematik.


Process

Air Preparation
Lebih dikenal dengan proses pengeringan udara, tujuannya untuk mencegah
korosif pada reaktor dan memekatkan warna produk. Caranya udara
dimasukkan kedalam kompresor yang diset pada suhu berkisar 3-5 lalu
diteruskan ke dehumidfier (pengering udara) untuk mendapatkan udara kering.

Sulfur Trioxide Generation


Terdiri dari dua tahapan :
Pertama, sulfur dimasukkan kedalam pembakar sulfur hingga menjadi SO 2
(kondisikan suhu 650). Kedua, setelah menjadi SO 2 kemudian dikonversi
menjadi SO3 dengan katalis Vanadium pentaoksida.

Sulfonasi
Dilakukan di reaktor film multitude untuk mengontrol keakurasian rasio mol SO 3
dengan umpan organik. Reaksi yang berlangsung pada proses ini adalah :
RCH2OH + SO3 RCH2OSO3H

Netralisasi
Proses netralisasi dengan hidrolisis, bertujuan untuk menghindari pengaruh
buruk bagi kualitas produk. Dengan pencampuran multibladed maka akan
dihasilkan campuran yang homogen. Reaksi yang berlangsung adalah :
RCH2OSO3H + NaOH RCH2OSO3Na + H2O

Exhaust Gas Treatment


Pertama, kedua kotoran dipindahkan dari electrostatic presipitator. Sisa gas
SO2 dari reaksi dipindahkan dengan menambahkan soda kaustik yang
mengalir berlawanan di sepanjang scrubbing coloumn. Konsentrasi gas sisa
dalam gas SO2 dilepaskan ke atmosfer dengan tekanan maksimum 5psi.

Pertanyaan Soal B Nomor 2


Diketahui

bahwa surfaktan memiliki gugus


hidrofilik dan lipofilik. Terangkan kedua
hubungan tersebut dan hubungannya dengan
surfaktan. Jelaskan juga pengertian tentang
surfaktan beserta fungsi dan jenisnya. Ketika
Anda mempelajari surfaktan, Anda akan
menemukan istilah misel, berikan penjelasan
tentang istilah tersebut. Berikan contoh tentang
kinerja salah satu surfaktan, gunakan gambar
sebagai ilustrasinya.

Surfaktan (Surface active agent) adalah bahan aktif permukan


yang dapat diproduksi secara sintesis kimia maupun biokimia.
Karakteristik utama surfaktan adalah pada aktifitas
permukaannya.
Molekul surfaktan memiliki bagian polar yang suka akan air
(hidrofilik) dan bagian non polar yang suka akan minyak/lemak
(hidrofobik). Bagian polar molekul surfaktan dapat bermuatan
positif, negatif atau netral.
Surfaktan mampu meningkatkan kemampuan menurunkan
tegangan permukaan dan antar muka suatu cairan, meningkatkan
kemampuan pembentukan emulsi minyak dalam air, mengubah
kecepatan agregasi partikel terdispersi. Surfaktan juga mampu
mempertahankan gelembung atau busa yang terbentuk lebih
lama.

Surfaktan Anionik

Surfaktan ini memiliki kepala yang


bermuatan negatif. Surfaktan jenis
ini banyak digunakan pada
industri laundri dan juga
dimanfaatkan dalam proses
perbaikan atau perawatan tanah
yang tercemar minyak. digunakan
adalah senyawa alkil sulfat, metil
ester sulfonat dan sabun.

Surfaktan Kationik

Surfaktan kationik adalah surfaktan


yang bagian alkilnya terikat
suatukaton. Kegunaanya pada
industri pelembut pakaian dan
deterjen, surfaktan kationik akan
membuat bahan menjadi lebih
lembut. Biasanya juga ditemui
sebagai agent pembersih pada
pembersih rumah dan toilet. Contoh
: Esterquat, Mono Alkil Quartener.

Surfaktan Nonionik
Surfaktan nonionik adalah
surfaktan yang bagian alkilnya
tidak bermuatan, sehingga
menjadi penghambat bagi
dekativasi kesadahan air. Sifat
hidrofiliknya berasal dari ester
alkohol lemak. Contohnyaester
gliserin,Dietanol Amida(DEA),
Alkil Poliglikosida (APG).

Surfaktan Amfoter

Surfaktan amfoterik merupakan jenis


surfaktan yang bermuatan positif
dan
negatif
pada
molekulnya.
Muatan molekul pada surfaktan jenis
ini bergantung pada pH, dimana jika
pH rendah akan bermuatan negatif
sedangkan jika pH tinggi akan
bermuatan positif.
Contohnya asam amino, alkil betain,
dan fosfobetain.

Mekanisme Surfaktan
a.Roll up
Pada mekanisme ini, surfaktan bekerja dengan menurunkan tegangan
antarmuka antara minyak dengan kain atau material lain yang terjadi
dalam larutan berair.
b.Emulsifikasi
Pada mekanisme ini surfaktanmenurunkan tegangan antarmuka minyaklarutan dan menyebabkan proses emulsifikasi terjadi.
c.Solubilisasi
Melalui interaksi dengan misel dari surfaktan dalam air (pelarut),
senyawa secara simultan terlarut dan membentuk larutan yang stabil
dan jernih

Pertanyaan Soal B Nomor 3


Penggunaan

surfaktan terbagi atas tiga


golongan, jelaskan dan uraikan denga singkat?
Untuk penggunaan dalam bidang pangan, ada
syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh
surfaktan, uraikan secara singkat.

Penggunaan surfaktan sangat bervariasi, seperti bahan deterjen,


kosmetik, farmasi, makanan, tekstil, plastik dan lainlain. Beberapa
produk pangan seperti margarin, es krim, dan lain-lain
menggunakan surfaktan sebagai satu bahannya.
Syarat agar surfaktan dapat digunakan untuk produk pangan yaitu
bahwa surfaktan tersebut mempunyai nilai Hydrophyle Lypophyle
Balance (HLB) antara 2-16, tidak beracun, serta tidak menimbulkan
iritasi. Penggunaan surfaktan terbagi atas tiga golongan, yaitu
sebagai bahan pembasah (wetting agent), bahan pengemulsi
(emulsifying agent) dan bahan pelarut (solubilizing agent).

Jawaban Pertanyaan B.4


Setelah Critical Micelle Concentration (CMC) tercapai, tegangan permukaan akan
konstan yang menunjukkan bahwa antar muka menjadi jenuh dan terbentuk misel
yang berada dalam keseimbangan dinamis dengan monomernya. Bagaimana
menentukan CMC, gambarkan salah satu grafik yang dapat menunjukkan penentuan
CMC!
CMC adalah konsentrasi minimum pada
surfaktan dalam larutan.

Hubungan Konsentrasi dg. Tegangan


Permukaan
Tegangan permukaan cenderung untuk turun
seiring bertambahnya konsentrasi surfaktan
yang diberikan hingga CMC.

Jawaban Pertanyaan B.4


Cara penentuan CMC dapat menggunakan cara-cara penentuan besaran
fisik yang menunjukkan perubahan dari keadaan ideal menjadi tak ideal.
Besaran Fisik yang digunakan:
Hantaran
Jenis

Tekanan
Osmosis
Titik Beku
Larutan

Kelarutan
Solubilisasi

Tegangan
Permukaan

Indeks Bias
Hamburan
Cahaya

Tegangan
Antar Muka

CMC
Larutan Bersifat
Ideal

CMC

Larutan Bersifat Tidak


Ideal

Cara menentukan cmc

Nilai konsentrasi kritis misel (CMC) dapat diketahui dengan


membuat grafik hubungan antara konsentrasi (C) dengan daya
hantar listrik (DHL) suatu larutan pada setiap temperaturnya.

Contoh Grafik Penentuan


Nilai CMC

Berdasarkan grafik tersebut


diketahui bahwa perubahan
nilai DHL paling tinggi terjadi
saat konsentrasi 2,38 g/L.
Sehingga, dapat dikatakan
nilai CMC pada suhu 30C
yaitu sebesar 2,38 g/L.

Jawaban Pertanyaan B.5


Dalam produk kosmetik, biasanya terdapat lebih dari satu jenis surfaktan. Dapatkah
anda menjelaskan alasan penggunaan surfaktan ini, dan apakah surfaktan yang dipilih
harus dari golongan yang sama atau tidak? Jelaskan dan berikan contoh, tambahkan
referensi yang anda gunakan untuk mendukung penjelasan anda.
Fungsi Surfaktan dalam
Kosmetik

Pengemul
si

Biasanya digunakan lebih dari satu surfaktan


dalam kosmetik. Yang utama disebut
surfaktan primer, selebihnya adalah
surfaktan pelengkap atau sekunder.
Surfaktan yang dipilih dapat dari golongan
yang sama atau dari golongan surfaktan
lain.

Pelarut
Pelembab

Syarat surfaktan dalam kosmetik


Surfaktan

harus stabil efektivitasnya selama dalam penyimpanan


maupun selama penggunaannya. Pengaruh pH dan kadar asam
tidak boleh menghambat efektivitas dari surfaktan itu sendiri.
Kadar surfaktan yang digunakan tidak boleh mengiritasi, melukai,
atau sensitif pada kulit; misalnya untuk kosmetik yang memiliki
kontak dengan mata, seperti sampo, atau yang diabsorpsi oral,
seperti lipstik dan pasta gigi.
Surfaktan tidak boleh mempunyai efek samping yang tidak
diinginkan, misalnya dalam aerosol tidak boleh merusak logam
atau dalam desinfektan tidak boleh menghambat efektivitas dari
surfaktan itu.
Surfaktan tidak boleh mempengaruhi bau dan warna dari
kosmetik.

Jenis surfaktan & fungsinya dalam


kosmetik
Surfaktan
Anionik

Berguna untuk aplikasi yang


memerlukan pembersihan
(perlengkapan mandi dan busa)
Stearat digunakan untuk produk
seperti deodoran dan antiperspirant. Garam (Natrium
stearat) digunakan untuk
membuat sabun yang sangat
baik.

Website Jurusan Kimia ITB old.analytical.chem.itb.ac.id.

Surfaktan
Kationik
Berguna untuk aplikasi yang
memerlukan pelembaban atau
pelembutan, seperti digunakan
untuk memberi dasar pada
kondisioner rambut.
Biasanya tidak kompatibel dengan
surfaktan anionik. Surfaktan
kationik juga bisa menyebabkan
iritasi sehingga hal tersebut juga
harus dipertimbangkan ketika akan
menggunakan kosmetik dengan
kationik.

Slideshare, http://www.slideshare.net/kikiworo/konsentrasi-kritis-misel.

Jenis surfaktan & fungsinya dalam


kosmetik
Surfaktan
Amfoter

Surfaktan Non
Ionik

Amfoterik
digunakan
dalam
kosmetik
sebagai
surfaktan
sekunder.
Amfoterik
dapat
membantu meningkatkan busa dan
bahkan iritasi, di gunakan untuk
shampo bayi dan produk pembersih
lain yang memerlukan kelembutan.
Kekurangan adalah bahwa mereka
tidak memiliki sifat pembersihan
yang baik dan tidak berfungsi
dengan baik sebagai emulsifier.

Paling sering digunakan sebagai emulsifier,


bahan pendingin, dan agen pelarut.
Alkohol digunakan dalam krim dan lotion
untuk memberikan kelembutan pada kulit
serta membantu menstabilkan emulsi dan
dapat mengurangi iritasi. Oksida amina
digunakan untuk meningkatkan busa dalam
produk pembersih. Ester polisorbat juga
merupakan bahan pelarut yang sangat baik
untuk minyak wangi.

Website Universitas Jember, http://rizkafs.web.unej.ac.id/2015/04/21/laporan-konsentrasi-kritis-misel/.

Adsorpsi Isoterm
Adsorpsi

Adsorpsi merupakan peristiwa penyerapan suatu zat pada permukaan zat lain. Zat
yang diserap disebut fase terserap (adsorbat), sedangkan zat yang menyerap
disebut adsorben.

Adsorpsi isoterm
Isoterm adsorpsi adalah adsorpsi yang menggambarkan hubungan antara zat yang
teradsorpsi oleh adsorben dengan tekanan atau konsentrasi pada keadaan
kesetimbangan dan temperatur konstan. Persamaan yang sering digunakan untuk
menggambarkan data percobaan isoterm telah dikembangkan oleh
1) Freundlich,
2) Langmuir, dan
3) Brunauer, Emmett, dan Teller (Isoterm BET).

Pertanyaan C.1
Ada

beberapa istilah yang hampir mirip, yaitu


adsorpsi, adsorben dan adsorbat, dapatkah Anda
menjelaskan perbedaan nya? Berikan juga
tentang jenis adsorpsi, sertakan dengan contoh.

Jawaban Pertanyaan C.1


Adsorpsiadalahperistiwa

penyerapan suatu zat pada

permukaan zat lain


Adsorbatadalahsenyawaterlarut yangdapat
terserap
Adsorbenadalah padatan dimana di permukaannya
terjadi pengumpulan senyawa yang diserap

Jawaban Pertanyaan C.1

Ada 2 jenis adsorpsi yaitu adsorpsi fisis (physical


adsorption) dan adsorpsi kimiawi (chemisorption).

Physical adsorption atau adsorpsi fisis adalah adsorpsi yang


disebabkan oleh adanya gaya fisis (disebut juga gaya Van der
Waals) Energi yang dihasilkan oleh adsorpsi fisis cukup rendah
. Contohnya adsorpsi pada karbon aktif.
Chemisorption terjadi ketika terbentuknya ikatan kimia (bukan
ikatan van Dar Walls) antar senyawaterlarut dalam larutan
dengan molekul dalam media. Contohnya Ion Exchange

Pertanyaan C Soal 2
Proses

atau mekanisme adsorpsi secara umum


dapat berlangsung melalui tiga tahap. Jelaskan
apa saja.

Transfer massa eksternal dari zat terlarut dari cairan


massal ke lapisan tipis yang mengelilingi adsorben;
Dari lapisan ke permukaan adsorben;
Dari permukaan ke bagian dalam diikuti oleh pengikatan
ion logam ke daerah yang aktif.

Pertanyaan C Nomor 3

Dalam adsorpsi isotherm, terdapat 5 tipe yang biasanya


digambarkan dalam grafik, yang memperlihatkan apakah
adsorpsi yang tejadi
pada suhu konstan tersebut
monolayer atau multilayer. Jelaskan pengertian dari
adsorpsi isotherm dan jelaskan 5 tipe yang dimaksud.
Dalam model adsorpsi isoterm kita diperkenalkan dengan
model adsorpsi isotherm Langmuir, Freundlich, dan BET.
Jelaskan perbedaannya antara ketiga model tersebut.
Berikan masing-masing satu contoh persamaan nya.
Dapatkan kita menentukan efisiensi kapasitas adsorpsi
dari model yang diberikan? Jelaskan.

Jawaban Pertanyaan C.3


Tipe

I, atau isotherm Langmuir,


berbentuk lengkung dan mendekati
sejajar pada P/Po mendekati 1. Tipe I
ini biasanya dijumpai pada material
yang memiliki pori ukuran mikro
(500A). Tipe ini merepresentasikan
proses adsorpsi berlapis lapis yang
tanpa halangan. mempresentasikan
proses proses adsorpsi monolayer
Tipe II, mempresentasikan proses
proses adsorpsi multimolekularlayer.

Jawaban Pertanyaan C.3

Tipe III, isoterm berbentuk cekung pada seluruh


kisaran P/Po. Tipe ini cukup jarang dijumpai. Contoh
yang terkenal adalah isoterm dari uap air pada karbon
tidak berpori. Tipe ini juga mempresentasikan proses
proses adsorpsi multimolekularlayer.

Tipe IV, isoterm diasosiasikan dengan adanya


fenomena kondensasi kapiler dalam pori ukuran meso
(mesoporous) yang diindikasikan dengan slop yang
tajam pada tekanan relatif yang tinggi. Bentuk isotherm
ini pada awalnya mengikuti bentuk isotherm tipe II.

Tipe V, isotherm ini tidak umum dijumpai, serupa


dengan kondisi pada isotherm tipe III namun
kemungkinan didalam bahannya juga mengandung pori
berukuran meso (mesoporous).

Model Isoterm Langmuir


ini berdasar asumsi bahwa Adsorben mempunyai permukaan yang homogen
Isoterm

dan hanya dapat mengadsorpsi satu molekul adsorbat untuk setiap molekul
adsorbennya. Pada model isoterm ini tidak ada interaksi antara molekul-molekul yang
terserap. Serta, semua proses adsorpsi dilakukan dengan mekanisme yang sama.
Selain itu juga hanya terbentuk satu lapisan tunggal saat adsorpsi maksimum.

Dimana:
N = mol yang teradsorbsi per gram Adsorben
C = konsentrasi akhir dari Adsorbat dalam mol/liter
K = konstanta Langmuir
Nm = jumlah mol yang diperlukan untuk membuat lapisan tunggal pada
Adsorben.

Model Isoterm Freundlich


isoterm ini berdasarkan asumsi bahwa adsorben mempunyai permukaan
Model

yang heterogen dan tiap molekul mempunyai potensi penyerapan yang berbedabeda. Persamaan ini merupakan persamaan yang paling banyak digunakan saat ini.
Persamaannya adalah :

x/m = k
Dimana:
x = banyaknya zat terlarut yang teradsorpsi (mg)
m = massa dari adsorben (mg)
P = Tekanan
k = konstanta Freundlich
n = konstanta lain

Model Isoterm BET


Model

isoterm ini berdasar asumsi bahwa adsorben mempunyai permukaan


yang homogen. Perbedaan isoterm ini dengan Langmuir adalah BET
berasumsi bahwa molekul-molekul adsorbat bisa membentuk lebih dari satu
lapisan adsorbat di permukaannya. Pada isoterm ini, mekanisme adsoprsi
untuk setiap proses adsorpsi berbeda-beda. Mekanisme yang diajukan dalam
isoterm ini adalah:

Dimana:
= Volume
= Tekanan
= Tekanan uap jenuh adsorbat pada suhu tertentu
=

Teori Dasar : Adsorben


Merupakan zat padat yang dapat menyerap komponen tertentu dari suatu fase
fluida. Kebanyakan adalah bahan- bahan yang sangat berpori dan adsorpsi
berlangsung terutama pada dinding pori- pori. Pemisahan terjadi karena
perbedaan bobot molekul atau karena perbedaan polaritas yang menyebabkan
sebagian molekul melekat pada permukaan tersebut lebih erat daripada molekul
lainnya.
Adsorben yang digunakan secara komersial dapat dikelompokkan menjadi dua :
Adsorben Polar : Adsorben polar disebut juga hydrophilic. Jenis adsorben
yang termasuk kedalam kelompok ini adalah silika gel, alumina aktif, dan
zeolit.
Adsorben non polar: Adsorben non polar disebut juga hydrophobic. Jenis
adsorben yang termasuk kedalam kelompok ini adalah polimer adsorben dan
karbon aktif.

Menurut IUPAC (Internasional Union of Pure and Applied


Chemical) ada beberapa klasifikasi pori yaitu :
a.Mikropori : diameter < 2nm
b.Mesopori : diameter 2 50 nm
c.Makropori: diameter>50nm

Pertanyaan C Nomor 4
Teknologi Adsorpsi dikenal paling ekonomis. Bagaimana
menurut anda? Berikan contoh kasus adsorpsi terutama
kasus untuk penghilangan merkuri dalam hidrokarbon cair.
Tuliskan referensi yang anda gunakan !
Jawab :
Adsorpsi merupakan teknik pemurnian yang dikenal ekonomis
karena dari segi penggunaan, ketersediaan, dan biayanya dinilai
unggul. Adsorbent, yaitu zat pengadsorpsi merupakan zat yang
umumnya dapat diregenerasi sehingga dapat digunakan kembali
dan mengurangi biaya produksi.
Salah satu penerapan adsorpsi yang kerap digunakan adalah
proses penghilangan merkuri pada hidrokarbon cair.

Penghilangan Merkuri pada Hidrokarbon Cair


Terdapat dua tipe material untuk menghilangkan merkuri, yaitunonregenerative sorbentdanregenerative adsorbent.
A. Non-regenerative Sorbent
1.

2.

3.

Elemen sulfur tersebar didalamporous carrierseperti butiran karbon aktif.


Untuk tipe ini, sulfur digunakan sebagai bahan pereaksi merkuri dan
menghasilkan merkuri sulfida. Merkuri sulfida akan tetap berada didalam
penyerap yang nantinya akan diganti jika masa umurnya habis.
Metal sulfida tersebar didalamsolid carrierseperti karbon aktif atau alumina.
Merkuri bereaksi dengan sulfida dan tertinggal didalamsorbent. Metal sulfida
danpolysulfide akan sangat efektif untuk menyerap/ menghilangkan merkuri.
Tembaga dan seng adalah metal yang sangat baik untuk metal sulfide.
Halida-menghasilkan partikel-partikel karbon aktif. Partikel ini digunakan
untuk menghilangkan merkuri padaliquid hydrocarbon. Merkuri beraksi
dengan halida, seperti iodid, menjadi HgI2yang kemudian terserap di
dalamsorbent.

B. Regenerative Adsorbent
Penyerap merkuri tipe regeneratif yang sudah dikembangkan dan
banyak dipakai oleh industri-industriadalah HgSIV yang menggunakan
prinsipmolecular sieve. Untuk saat ini, HgSIV sudah dikembangkan
dengan modivikasi tambahan perak/silver (Ag). HgSIV memiliki sifat-sifat
yang memenuhi untuk menghilangkan air dan material lainnya.
Perak yang digunakan ini hanya diletakkan di bagian permukaan
darimolecular sieve. Merkuri dari gas ataupun dariliquid, kontak
dengan perak yang ada dipermukaan dan bercampur dengannya.
Karena adanya perak, atom merkuri tidak dapat terdifusi ke pori-pori
yang menuju ke output. Ketika adsorben tersebut dipanaskan dengan
suhu regenerasidehidratornormal, merkuri dilepaskan dari perak dan
meninggalkan bersamaan dengan gas.
Literatur : Materi tentang perminyakan dan gas dari website Society of
Petroleum Engineers serta ebook dari Carnell dan Willis tentang Mercury
Removal from Liquid Hydrocarbon

Pertanyaan Soal Nomor 5


Karbon aktif, zeolit, clay, kitosan dan sebagainya telah dimanfaatkan
sebagai adsorben untuk mengadsorp logam seperti merkuri. Dapatkah
anda menjelaskan konsep adsorpsi dari beberapa jenis adsorbent
tersebut? Apa yang membedakan sehingga efisiensi kapasitas adsorben
itu berbeda ? Faktor apa sajakah yang berpengaruh pada adosrpsi logam
berat? Jelaskan secara umum !

a. Adsorpsi Oleh Membran Zeolit


Daya serap (absorbansi) zeolit tergantung dari jumlah ruang hampa dan luas
permukaan. Biasanya mineral zeolit mempunyai luas permukaan beberapa
ratus meter persegi untuk setiap gram berat. Zeolit memiliki sifat hidrofilik
dan ukuran pori < 0.44 nm.
Apabila ada dua molekul atau lebih yang dapat melintas, tetapi karena
adanya pengaruh kutub atau hubungan antara molekul zeolit dengan molekul
zat yang diserap, maka hanya sebuah saja yang diloloskan, sedang yang lain
ditahan. Molekul yang berkutub lebih/tidak jenuh akan lebih diterima daripada
yang tidak berkutub atau yang jenuh. Air dalam etanol dapat teradsorbsi
karena gaya tarik dari permukaan membran zeolit lebih besar dari pada gaya
tarik yang menahan air tersebut untuk tetap larut dalam etanol.

Hal yang membedakan antara zeolite, clay, dan kitosan, selain zat penyusunnya, tetapi
juga beberapa hal fisik seperti :
a. Luas Permukaan Adsorben
Semakin luas permukaan adsorben, semakin banyak asorbat yang diserap, sehingga
proses adsorpsi dapat semakin efektif. Semakin kecil ukuran diameter partikel maka
semakin luas permukaaan adsorben, dan sebaliknya.
b. Ukuran Partikel
Semakin kecil ukuran partikel yang digunakan maka semakin besar kecepatan
adsorpsinya. Ukuran partikel dalam bentuk butir adalah lebih dari 0,1 mm, sedangkan
ukuran diameter dalam bentuk serbuk adalah 200 mesh.
c. Waktu Kontak
Semakin lama waktu kontak dapat memungkinkan proses difusi dan penempelan molekul
adsorbat berlangsung lebih baik. Konsentrasi zat-zat organik akan turun apabila
kontaknya cukup dan waktu kontak biasanya sekitar 10-15 menit.
d. Distribusi Ukuran Pori
Distribusi pori akan mempengaruhi distribusi ukuran molekul adsorbat yang masuk dalam
partikel adsorben. Kebanyakan zat pengadsorpsi atau adsorben merupakan bahan yang
sangat berpori dan adsorpsi berlangsung terutama pada dinding-dinding pori atau letakletak tertentu di dalam partikel tersebut.

Faktor Yang Mempengaruhi Adsorpsi Logam Berat


a. Agitation(Pengadukan)
Tingkat adsorbsi dikontrol baik oleh difusi film maupun difusi pori, tergantung pada tingkat pengadukan pada
sistem.
b. Karakteristik Adsorban(Misal : Karbon Aktif)
Ukuran partikel dan luas permukaan merupakan karakteristik penting karbon aktif sesuai dengan fungsinya
sebagai adsorban. Ukuran partikel karbon mempengaruhi tingkat adsorbsi; tingkat adsorbsi naik dengan adanya
penurunan ukuran partikel. Oleh karena itu adsorbsi menggunakan karbon PAC (Powdered Acivated Carbon) lebih
cepat dibandingkan dengan menggunakan karbon GAC (Granular Acivated Carbon).
c. Kelarutan Adsorbat
Senyawa terlarut memiliki gaya tarik-menarik yang kuat terhadap pelarutnya sehingga lebih sulit diadsorbsi
dibandingkan senyawa tidak larut.
d. Ukuran Molekul Adsorbat
Hal ini dapat dijelaskan dengan kenyataan bahwa gaya tarik antara karbon dan molekul akan semakin besar ketika
ukuran molekul semakin mendekati ukuran pori karbon. Tingkat adsorbsi tertinggi terjadi jika pori karbon cukup
besar untuk dilewati oleh molekul.
e. pH
pH merupakan faktor utama dalam biosorpsi. pH mempengaruhi kemampuan sisi aktif biomassa serta
berpengaruh pada mekanisme adsorpsi ion logam. Ketergantungan adsorpsi ion logam pada pH berhubungan erat
dengan gugus fungsi yang ada pada permukaan biomassa maupun ion-ion logam yang ada dalam larutannya
f. Temperatur
Tingkat adsorbsi naik diikuti dengan kenaikan temperatur dan turun diikuti dengan penurunan temperatur.

Soal Nomor 6
Untuk dapat mengetahui regenerasi penggunaan adsorben
setelah digunakan, perlu dilakukan proses desorpsi, jelaskan
dan bagaimana caranya!
Jawab :
Adsorpsi dan desorpsi adalah suatu proses yang reversibel. Desorpsi
merupakan proses pelepasan adsorbat dari adsorben, dimana proses
ini membutuhkan energi panas, sehingga disebut proses endotermik
Akibat dari proses desorpsi menyebabkan sisi aktif dalam adsorben
untuk menyerap adsorbat dapat digunakan kembali hal ini disebut
juga sebagai regenarasi adsorben. Regenerasi adsorben dalam
adsorben sendiri kecil atau tidak mengubah struktur, adsorbat dalam
beberapa cara dihapus dari pori-pori adsorben, sehingga adsorpsi
jenuh adsorben dapat digunakan kembali dalam proses.

Beberapa Metode Regenerasi Umum :


Pemanasan. Apabila pada regenerasi Karbon Aktif, terdapat 5 langkah yaitu :
1. Dehidrasi: Karbon aktif dipisahkan dari zat cairnya.
2. Pengeringan: Dipanaskan sampai 100 ~ 150 , pori-pori yang mengandung air
menguap, dan sebagian dari titik didih senyawa organik yang rendah menguap.
3. Karbonisasi: dipanaskan sampai 300 ~ 700
4. Aktivasi: dipanaskan sampai 700 ~ 1000 , residu karbonisasi tersisa di pori-pori
karbon aktif dan gas (seperti uap, CO2, O2, dll) akan melepaskan diri , untuk
mencapai tujuan menciptakan kembali pori yang tidak jenuh.
5. Pendinginan: karbon aktif didinginkan untuk mencegah oksidasi.
. Metode Regenerasi Kimia
Melalui reaksi kimia, adsorbat dapat dilpaskan dari adsorben. Metode regenerasi kimia
juga mencakup penggunaan pelarut kimia. Pelarut yang umum digunakan adalah asam,
basa, benzena, aseton dan metanol. Contoh proses regenerasi kimia yaitu Oksidasi
kimia.
. Metode regenerasi biologis
Dengan menggunakan mikroorganisme, adsorpsi karbon aktif dari dekomposisi oksidatif
bahan organik, dapat diregenerasi.

Referensi
Choi,

S.U.S., dkk. 1999. Thermal Conductivity of Nanoparticle-Fluid Mixture. Jurnal


Thermofisika dan Perpindahan Panas. Vol. 13 No. 4.
Choi, S.U.S., dkk. 2008. Nanofluids, Science and Technology. New Jersey. John Wiley & Sons
Inc.
Atkins, Peter & Julio de Paula. Physical Chemistry 8th ed W.H. Freeman
Carnell and Willis,Mercury Removal from Liquid Hydrocarbons, Johnson Matthey Catalysts,
2005.
Abu El Ela, I.S. Mercury Monitoring and Removal at Gas Processing Facilities: Case Study of
Salam Gas Plant, Society of Petroleum Engineer (SPE), 2008.
Winarto, Dwi. 2014. Tegangan Permukaan zat Cair.
http://www.ilmukimia.org/2012/12/tegangan-permukaan-zat-cair.html [diakses pada 7
November 2015]
Woro, Kiki. 2015. Konsentrasi Kritis Misel. www.slideshare.net/kikiworo [diakses pada: 31
Oktober 2015, pkl. 18.30 WIB]
Fuji, Yuliza. 2015. Surfaktan. http://www.slideshare.net/axlmaya888/surfaktan-10281582
[Diakses 7 November 2015]