Anda di halaman 1dari 20

ASMA ??

ASTHMA
Asthma is a chronic inflammatory disorder of the
airway and airflow obstruction characterized by
the presence of intermittent symtoms, including
wheezing, chest tightness, shortness of breath
(dyspnea), and cough together with demonstrable
bronchial hyperresponsiveness particularly at
night and/or in the early morning.

Penyebab mendasar pada Asthma dikarenakan


peningkatan reaktivitas saluran nafas terhadap
rangsangan yang ditandai dengan respons
bronkoreseptor yang berlebihan terhadap banyak
stimuli yg menyebabkan limitasi (kesulitan)
paroksimal aliran udara terutama saat ekspirasi.

KLASIFIKASI ASTHMA
Berdasarkan
penyebabnya

Berdasarkan
tingkat keparahan

Asma tipe non atopi / Ekstrinsik


(alergik)
Asma tipe atopi / Instrinsik (non alergi)
Asma gabungan

Asma Kronik
Asma Parah Akut

Biasanya mempengaruhi orang dewasa, termasuk mereka yang


tidak mengalami asma atau alergi sebelum usia dewasa tengah.
Riwayat pribadi atau keluarga negatif untuk alergi, eksema,
bentol-bentol, dan ruam

Secara umum mempengaruhi anak atau remaja muda yang sering


mempunyai riwayat keluarga atau pribadi tentang alergi, bentol-bentol,
ruam, dan ekzema. Hasil dari tes kulit biasanya positif adalah alegis.Asma
timbul karena seseorang yang atopi akibat pemaparan alergen.

KLASIFIKASI ASTHMA
Berdasarkan
penyebabnya

Berdasarkan
tingkat keparahan

Asma tipe non atopi / Ekstrinsik


(alergik)
Asma tipe atopi / Instrinsik (non alergi)
Asma gabungan

Asma Kronik
Asma Parah Akut

ASMA KRONIK

Asma kronik ditandai dengan episode dispnea yang disertai


dengan bengek, tapi gambaran klinik asma beragam. Pasien
dapat mengeluhkan sempit dada, betuk atau bunyi saat
bernapas. Hal ini sering terjadi saat latihan fisik yang dapat
terjadi secara spontan atau berhubungan dengan allergen
tertentu. Tanda-tandanya termasuk bunyi disaat ekspirasi
dengan pemeriksaan auskultasi, batuk kering yang berulang
atau tanda atopi.
Asma dapat bervariasi dari gejala harian kronik sampai
gejala yang berselang. Terdapat keparahan dan remisi
berulang dan interval antar gejala mingguan, bulanan atau
tahunan. Keparahan ditentukan oleh fungsi paru-paru dan
gejala sebelum terapi disamping jumlah obat dalam
mengontrol gejala. Pasien dapat menunjukkan gejala
berselang ringan yang tidak memerlukan pengobatan atau
hanya penggunaan sewaktu-waktu agonis beta inhalasi

ASMA PARAH AKUT

Asma yang tidak terkontrol dapat berlanjut menjadi akut


dimana inflamasi, edema jalan udara, akumulasi mukus
yang berlebihan dan bronkospasmus parah yang
menyebabkan penyempitan jalan udara yang serius tidak
responsif terhadap terapi bronkodilator biasa. Pasien
mengalami kecemasan dan mengeluhkan dispnea parah,
nafas pendek, sempit dada atau rasa terbakar. Penderita
mungkin hanya dapat mengucapkan kata dalam satu
napas. Gejala tidak responsif terhadap penanganan biasa.
Tanda termasuk bunyi yang terdengar dengan auskultasi
saat inspirasi dan ekspirasi, batuk kering yang berulang,
takhipnea, kulit pucat atau kebiruan dan dada yang
mengembang disertai dengan retraksi interkostal dan
supra klavilar. Bunyi nafas dapat hilang bila obstruksi
sangat parah.

ETIOLOGI ASTHMA
1. Alergen
2.Infeksi saluran napas
3.Stress psikologik
4.Olahraga / kegiatan jasmani yang berat
5.Obat-obatan
6.Polusi udara

PATOFISIOLOGI UMUM ASTHMA


seorang yang alergi mempunyai kecenderungan untuk
membentuk sejumlah antibody Ig E abnormal dalam jumlah
besar dan antibodi ini menyebabkan reaksi alergi bila reaksi
dengan antigen spesifikasinya.
Pada asma, antibody ini terutama melekat pada sel mast yang
terdapat pada interstisial paru yang berhubungan erat dengan
brokhiolus dan bronkhus kecil. Bila seseorang menghirup
alergen maka antibody Ig E orang tersebut meningkat, alergen
bereaksi dengan antibodi yang telah terlekat pada sel mast
dan menyebabkan sel ini akan mengeluarkan berbagai macam
zat, diantaranya histamin, zat anafilaksis yang bereaksi lambat
(yang merupakan leukotrient), faktor kemotaktik eosinofilik dan
bradikinin.
Efek gabungan dari semua faktor-faktor ini akan menghasilkan
adema lokal pada dinding bronkhioulus kecil maupun sekresi
mucus yang kental dalam lumen bronkhioulus dan spasme otot
polos bronkhiolus sehingga menyebabkan tahanan saluran
napas menjadi sangat meningkat

MANIFESTASI KLINIS ASTHMA


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Cough
Wheezing
Dyspnea and chest tightness
Tachypnea and tachycardia
Pulsus paradoxus
Hypoxemia
Hypercapnia and respiratory acidosis
Obstructive defects by pulmonary function
testing
Bronchial hyperresponsiveness

PENGOBATAN ASMA
1. Terapi serangan Asthma Akut
Bronchospasmolitik
. Beta mimetikum (Beta 2 Agonis)
- Salbutamol/terbutalin
- Aminofilin
. Tak selektif
- efedrin
- isoprenalin
2. Terapi Pemeliharaan
a. Asthma ringan
-. Salbutamol/terbutalin bekerja singkat sebagai monoterapi
(1-2 inhalasi/minggu)
b. Asthma Sedang
-