Anda di halaman 1dari 37

KEGAWATDA

RURATAN
KULIT
DR. SYAHFORI W,
M.SC, SP.KK

Eritema Multiforme

Akut, sembuh sendiri, biasanya


ringan, sindrom mukokutan kambuhan
Lesi target +
Kaebanyakan kasus terkait virus
Herpes
3 subtipe EM :
- EM Minor
- EM Mayor dengan keterlibatan
mukosa
- EM keterlibatan mukosa

Eritema Multiforme

Penyebab :
a. Infeksi virus Herpes terutama HSV I
b. M. pneumoniae (lebih berat dan
kurang khas)
c. Obat (jarang pada kasus mukokutan

Eritema Multiforme

Patogenesis
1. terutama HSV-1
2. Protein polimerase DNA+monosit
keratinosit memproduksi gen respon
peradangan oleh sel sitotoksik dan respon
spesifik inf.virus sitokin yang dihasilkan
rx. Hipersensitivitas tipe lambat pada lesi

Eritema Multiforme

Gejala Klinis :
gejala konstitusi ringan 4-6minggu
sembuh hipo/hiperpigmentasi

PA :akumulasi limfosit pada interface


dermal epidermal, sebagian sampai
eksositosis

Eritema Multiforme

Prinsip Terapi
a. Turunkan febris
b. Turunkan erupsi
c. Hospitalisasi

Pemberian KS memperpendek erupsi tapi


memperlama hospitalisasi

Profilaksis : anti HSV, imunosupresi

Sindrom Steven
Johnson
&
Necrotic
Epidermal Toxic

Definisi
Sindrome yang mengenai :
Kulit
Sel. lendir di orificium
Mata
Kegawatdaruratan penyakit kulit

Epidemiologi

Insiden SSJ dan NET diperkirakan 23 % per juta populasi setiap tahun
di Eropa dan AS

Umumnya terdapat pada orang


dewasa

Etiologi

Alergiobat analgetik, karbamazepin,


amoksisilin, kotrimoksazol, dilantin,
klorokuin, seftriakson, NSAID,dan adiktif

Etiologi

InfeksiHSV, AIDS, virus Coxsackie, influensa,


hepatitis, mumps, infeksi jamur, LGV, riketsia,
variola, Streptokokus beta hemolitikus grup A,
difteri, brusellosis, mikobakterium, pneumonia
mikoplasma, tifoid

Neoplasma

Idiopatik

Vaksinasi, radiasi

Patogenesis
Diduga oleh karena reaksi alergi tipe III dan
IV

hipersensitivitas tipe III Aq + Ab


komplexmikroprepitasiaktivasi
komplemenakumulasineutrofimelepas
kan lisozym kerusakan jaringan

Patogenesis
hipersensitivitas lambat (delayed-type
hypersensitivity reactions, tipe IV)
dimediasi oleh limfosit T yang
spesifik.

Gejala Klinis

Jarang < 3 tahun

Ringan berat

Akut prodromal berupa demam


tinggi, malaise, nyeri kepala, batuk,
pilek, dan nyeri tenggorok

Gejala Klinis

Trias :

1.Kelainan kulit
Eritema, vesikel, bulla, purpura
2.Kel. selaput lendir di orificium
Mukosa mulut : 100%
Alat genital : 50%
Hidung : 8%
Anus : 4
Faring, tract resp. bagian atas, esofagus

Gejala Klinis
3.Kel. Mata
8% pada kasus SSJ Conjunctivitis
catarrhalis
dapat juga : Conjunctivitas purulen,
perdarahan, simblefaron, ulkus kornea,
iritis, iridosiklitis

Kelainan pada kulit

Kelainan pada mukosa mulut

Kelainan pada mata

Komplikasi

Bronkopneumonia : 18%
Kehilangan cairan/darah
Gangguan keseimbangan elektrolit
Syok
Kebutaan (oleh karena gangguan
lakrimasi)

Pemeriksaan laboratorium

Lekositosisinfeksi bakterial
Eosinofilia alergi
Jika penyebabnya karena
infeksikultur darah

Histopatologi
Infiltrate

sel mononuclear diskeitar


pembuluh darah dermis superficial
Edema dan ekstravasasi sel darah merah
di dermis papilar
Degenerasi hidropik lapisan basalis
sampai terbentuk vesikel subepidermal.
Nekrosis sel epidermal dan kadang-kadang
di adneksa
Spongiosis dan edema intrasel di
epidermis

Histopatologi
Infiltrate

sel mononuclear diskeitar


pembuluh darah dermis superficial
Edema dan ekstravasasi sel darah merah
di dermis papilar
Degenerasi hidropik lapisan basalis
sampai terbentuk vesikel subepidermal.
Nekrosis sel epidermal dan kadang-kadang
di adneksa
Spongiosis dan edema intrasel di
epidermis

Diagnosis banding
NET :
Epidermolysis menyeluruh
Keadaan umum lebih buruk

Terapi

KU baik, lesi tidak menyeluruh


Prednison 3040 mg/hr
KU jelek, lesi menyeluruh
Dexametason 4 5 x 5 mg/hr 10 hr
AB :
Cyprofloxacin
Klindamycin
Gentamycin
Diet miskin garam tinggi protein
mengurangi efek samping KS
Penurunan kaliumKCL 3 x 500 mg/hr

Terapi

Penderita sukar menelan infus


NaCl 0,9%, RL, D5%
Kalau tak ada respon setelah 2 -3 hr,
beri transfusi darah 300 cc selama 2
hr berturut-turut
Topikal : Lesi kulit yang erosi dan
ekskoriasi krim Sulfadiazin perak
Lesi di mulutkenalog in orabase,
betadine gargle
Krusta kehitaman di mulutemolien
misalnya krim urea 10 %

Prognosis

Bertindak cepat &


tepatprognosisnya cukup
memuaskan
Bila terdapat purpura yang meluas
dan leucopenia prognosisnya
>buruk
KU buruk + bronkopneumonia
kematian
Angka kematian 5 15%

SYOK ANAFILAKTIK

DEFINISI

Anaphylaxis (Yunani, Ana = jauh dari dan


phylaxis = perlindungan).

Anafilaksis a:reaksi alergi umum dengan


efek pada beberapa sistem organ terutama
kardiovaskular, respirasi, kutan dan gastro
intestinal yang merupakan reaksi imunologis
yang didahului dengan terpaparnya alergen
yang sebelumnya sudah tersensitisasi.

Syok anafilaktik adalah reaksi


anafilaksis yang disertai hipotensi
dengan atau tanpa penurunan
kesadaran.
Reaksi Anafilaktoid adalah suatu
reaksi anafilaksis yang terjadi tanpa
melibatkan antigen-antibodi kompleks.
Karena kemiripan gejala dan tanda
biasanya diterapi sebagai anafilaksis.

PATOFISIOLOGI

Termasuk Reaksi Hipersensitivitas I (tipe cepat)


Fase-fase:
Sensitisasi
Waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan
Ig E sampai diikatnya oleh reseptor spesifik
pada permukaan mastosit dan basofil

Aktivasi
Waktu selama terjadinya pemaparan ulang
dengan antigen yang sama. Mastosit dan
Basofil melepaskan isinya yang berupa
granula yang menimbulkan reaksi pada
paparan ulang.

GAMBARAN KLINIS

Gejala-gejala pertama : Eritema,


rasa terbakar pada kulit, rasa
tersengat, takikardi, rasa tebal di
faring dan dada, batuk, mungkin
mual dan muntah.

GAMBARAN KLINIS

Gejala-gejala sekunder : Pembengkakan kulit


(khususnya palpebra dan bibir), urtikaria,
Edema laring, serak, wheezing, serangan batuk,
Nyeri abdomen, mual, muntah, diare, Hipotensi,
berkeringat, pucat.

Pada kasus-kasus berat, spasme laring, shock,


henti nafas dan henti jantung.

ETIOLOGI

Antibiotik
Kontras
Hormon
Enzim
Muscle Relaxan
Anestesi Lokal
Makanan
dll

PENATALAKSANAAN

Segera baringkan penderita pada alas


yang keras. Kaki diangkat lebih tinggi
dari kepala untuk meningkatkan aliran
darah balik vena, dalam usaha
memperbaiki curah jantung dan
menaikkan tekanan darah.

PENATALAKSANAAN

Penilaian A, B, C dari tahapan resusitasi jantung


paru, yaitu:

Airway

Breathing support

Circulation support

Segera berikan adrenalin 0.3--0.5 mg larutan 1 :


1000 untuk penderita dewasa atau 0.01 mk/kg
untuk penderita anak-anak, intramuskular.

Dapat ditambahkan aminofilin 5--6 mg/kgBB


intravena dosis awal yang diteruskan 0.4-0.9 mg/kgBB/menit dalam cairan infus.

Dapat diberikan kortikosteroid.

Pemasangan jalur intravena.

Dikirim ke rumah sakit.

Observasi.