Anda di halaman 1dari 17

BONE HEALING

Dr DAVID IDRIAL SpOT

I. Pendahuluan

Bila tlg fracture


tjd serangkaian proses mulai
mobilisasi sel radang sampai kembalinya btk tlg
ke keadaan sblm fracture ( Rockwood,1991)
Bone healing = proses regenerasi : tlg yg rusak
diganti dgn tlg yg baru tanpa jar.parut (sikatrik)
Bone healing melibatkan peran sel mesenkim &
sel hematopoetik

II. Tahapan bone healing

Rockwood (1991):
- inflammatory phase
- reparative phase
- remodeling phase

Gambar 1. Tahapan penyembuhan fraktur dan


perkiraan waktu yang dibutuhkan mulai fase
hematoma sampai fase remodeling (Yeo Li, 1994).

1. Fase inflamasi

Jejas pembuluh darah rusak vasokonstriksi


clotting & agregasi trombosit
Clotting mengandung sel inflamasi (neutropil &
makrofag) sekresi sitokin (IL-1 & IL-6) reaksi
inflamasi
Trombosit yg teragregasi sekresi mediator
sitokin & growth factors (PDGF,IGF-1,EGF,TGF- )
Growth factors yg terbentuk mengakibatkan
endotel & fibroblas bergerak ke tempat jejas
terbentuk jaringan granulasi yg kaya pembuluh
darah (provisional matrix) suplai O2 & nutrisi
lancar

2. Fase reparasi

Dimulai dgn terbentuknya hematom yg banyak


mengandung pembuluh darah
Sel inflamasi mensekresi growth factor :
sel mesenkim bergerak ke tempat jejas
sel mesenkim berproliferasi & diferensiasi mjd
fibroblas dan osteoblas
Fibroblas dan osteoblas akan mensintesa jaringan
fibrous,kartilago dan woven bone (fracture callus)
Kalus yg terbentuk pd periosteum : hard callus
Kalus yg terbentuk pd medulla
: soft callus

Kalus akan dimineralisasi oleh osteoblast dan


kondrosit menjadi matriks tlg yg mengandung
serat kolagen.
Kondrosit
membantu
stabilisasi
kadar
glikosaminoglikan dgn cara mensekresi enzim
proteoglikenase

3. Fase remodeling

Remodeling ttd 2 proses :


- bone formation yg dilakukan oleh osteoblas
- bone resorption yg dilakukan oleh osteoklas
Kerjasama antara osteoblas dan osteoklas dlm
bone remodeling coupling phenomenon
Aktivitas penyerapan dan pembentukan tlg
dipengaruhi oleh elektronegatifitas daerah fraktur

Gambar 2. Aktivitas penyerapan tulang yang dilakukan sel osteoklas


dikontrol osteoblas melalui jalur OPG/RANK/RANK-L. Diferensiasi
osteoklas precursor menjadi osteoklas dapat terjadi bila reseptor
RANK yang terdapat pada osteoklas precursor berikatan dengan ligan
yang disekresi oleh osteoblas. Di samping itu osteoblas juga
mensekresikan osteoprotegerin yang bersifat inhibisi terhadap
RANKL. Anak panah yang berada di sisi kiri osteoblas meningkatkan
aktivitas penyerapan tulang melalui rangsangan osteoblas untuk
mensekresi RANKL, sementara anak panah yang terputus-putus
mengurangi aktivitas penyerapan tulang dengan menghambat jalur
RANKL. Osteoklas menempel pada permukaan tulang melalui integrin
(V3) yang kemudian akan
mensekresikan ion H+ dan enzim
cathepsin untuk mendegradasi kolagen (Joseph T. Dipiro).

Terima kasih !