Anda di halaman 1dari 19

R

E
F
R
E
S
H
I
N
G

Kelainan
Hiperpigmentasi pada
kulit
Sigit Prasetyo 2010730099
Pembimbing: dr. Rizqa Haerani, Sp.KK
KEPANITERAAN KLINIK RSIJ SUKAPURA
STASE KULIT KELAMIN
PERIODE 16 NOV 20 DES 2015

Pendahuluan
Warna kulit manusia ditentukan oleh berbagai

pigmen. Yang berperan pada penentuan


warna kulit adalah karoten, melanin,
oksihemoglobin dan hemoglobin dalam
bentuk tereduksi.
Pigmen yang paling berperan dalam warna
kulit adalah melanin.

Hiperpigmentasi kulit sering terjadi karena

peningkatan deposisi melanin kulit baik oleh


sintetis melanin yang meningkat atau jumlah
melanosit yang bertambah. Perubahan warna
kulit tergantung pada lokasi pengendapan
melanin.
Fitzpatrick membagi hipermelanosis
berdasarkan distribusi melanin dalam kulit
yaitu hipermelanosis coklat bila pigmen
melanin terletak di dalam epidermis dan
hipermelanosis abu-abu bila pigmen melanin
terletak di dalam dermis

Penyebab hiperpigmentasi yang paling


sering adalah sebagai berikut :
1. Kongenital
Sebagai contoh diantaranya adalah :
neurofibromatosis, sindrom Peutz-Jeghers,
sindrom leopard, dan inkontinensi pigmen.
2. Didapat
Sebagai contoh diantaranya adalah : urtikaria
pigmentosam penyakit Addison, gagal ginjal,
hemokromatosis, penyakit hati, karotenemia,
akantosis nigrikan, kloasma, hiperpigmentasi
post inflamasi.

Hiperpigmentasi post inflamasi ( HPI ) sering

terjadi pada individu yang berkulit gelap.


Selain melasma, HPI adalah salah satu kondisi
yang menebabkan pasien dating kepada
dokter untuk mendapatkan perawatan. Pasien
lebih banyak datang karena kelainan
pigmentasi daripada penyebab timbulnya
masalah kulit ini

Definisi
Hiperpigmentasi post inflamasi adalah

kelainan pigmentasi kulit yang disebabkan


oleh peningkatan melanin akibat oleh proses
inflamasi.
Hipermelanosis ini dapat terjadi pada
epidermis, dermis, atau kedua-duanya.

Epidemiologi
Semua ras rentan terhadap HPI tetapi insiden

kelainan kulit ini lebih tinggi pada orang


berkulit hitam.
Dalam sebuah survey diagnostic terhadap
2000 pasien Afrika-Amerika yang mencari
perawatan dermatologi, diagnosis ketiga yang
paling sering adalah gangguan pigmen
dimana HPI merupakan diagnosis paling
banyak.

Etiologi
Etiologi HPi adalah infeksi seperti
dermatofitosis

Patogenesis
Jika HPI terbatas pada epidermis, terjadi

peningkatan produksi dan transfer melanin ke


keratinosit sekitarnya.
Meskipun mekanisme yang tepat belum
diketahui, peningkatan produksi dan transfer
melanin dirangsang oleh prostanoids, sitokin,
kemokin, dan mediator inflamasi serta spesi
oksigen reaktif yang dilepaskan selama
inflamasi.

Patogenesis
HPI pada dermis terjadi akibat inflamasi yang

disebabkan kerusakan keratinosit basal yang


melepaskan sejumlah besar melanin.
Melanin tersebut ditangkap oleh makrofag
sehingga dinamakan melanofag. Melanofag
pada dermis bagian atas pada kulit yang
cedera memberikan gambaran biru abu-abu.

Gejala Klinis
Proses inflamasi awal pada HPI biasanya

bermanifestasi sebagai macula atau bercak


yang tersebar merata.
Hipermelanosis pada epidermis memberikan
warna coklat dan dapat hilang berbulan-bulan
sampai bertahun-tahun tanpa pengobatan.
Sedangkan hipermelanosis pada dermis
memberikan warna abu-abu dan biru
permanen atau hilang selama periode waktu
yang berkepanjangan jika dibiarkan tidak
diobati.

Gejala Klinis
Warna lesi berkisar antara warna coklat muda

sampai hitam dengan penampakan warna


coklat lebih ringan jika pigmen dalam
epidermis dan penampakan warna abu-abu
gelap jika pigmen dalam dermis.
Distribusi lesi hipermelanosit tergantung pada
lokasi inflamasi

Diagnosis
Anamnesis yang dapat mendukung penegakan

diagnosis HPI adalah riwayat penyakit sebelumnya


yang mempengaruhi kulit seperti infeksi, reaksi
alergi, luka mekanis, reaksi obat, trauma (misalnya
luka bakar), dan penyakit inflamasi seperti akne
vulgaris, liken planus, dan dermatitis atopi.
Pemeriksaan lampu Wood dapat digunakan untuk
membedakan HPI pada epidermis dan HPI pada
dermis
Pewarnaan pada spesimen biopsy dengan
menggunakan perak Fontana-Masson memudahkan
penentuan lokasi melanin pada epidermis atau
dermis.

Diagnosis Banding
1. Melasma
Melasma adalah hipermelanosis didapat yang
umumnya simetris berupa macula yang tidak
merata berwarna coklat muda sampai coklat tua.
Dapat mengenai area yang terpajan sinar
ultraviolet dengan tempat predileksi pada pipi,
dahi, daerah atas bibir, hidung dan dagu.
2. Lentiginosis
Lentigo adalah macula coklat atau coklat
kehitaman berbentuk bulat zatau polisiklik.
Lentiginosis disebabkan karena jumlah melanosit
pada hubungan dermo-epidermal tanpa adanya
proliferasi lokal.

Diagnosis Banding
3. Efelid
Efelid berupa makula hiperpigmentasi berwarna
coklat terang yang timbul pada kulit yang sering
terkena sinar matahari
Pada musim panas jumlahnya akan bertambah
lebih besar dan gelap

Pengobatan
1. Fotoproteksi

Edukasi pasien tentang penggunaan tabir surya spektrum


luas dalam kehidupan sehari-hari dengan faktor
perlindungan matahari-30 (SPF-30) sambil menghindari
paparan sinar matahari secara langsung karena efek sinar
UV merupakan faktor penting penyebab hiperpigmentasi.

2. Terapi Medis
Hidrokuinon (HQ) merupakan yang utama dalam

terapi HPI. Ini adalah senyawa fenolik yang


menghalangi konversi dihydroxyphenylalanine
(dopa) untuk menghambat melanin oleh tirosinase
Asam topikal azelat, yang telah disetujui untuk
pengobatan jerawat vulgaris, juga berguna untuk
HPI. Ini mungkin digunakan untuk mengobati akne
dengan HPI yang cenderung untuk berkembang

Pengobatan
2. Terapi Medis

Manfaat krim tazarotene 0,1% untuk pengobatan akne


vulgaris mungkin bermanfaat terutama pada orang
dengan kulit gelap untuk membantu meminimalkan
abnormalitas pigmen.

Metode pengobatan ini harus berhati-hati pada pasien


berkulit gelap karena risiko depigmentasi permanen
dan jaringan parut.

Prognosis
HPI cenderung memudar seiring waktu dan

terapi. Sisa-sisa hiperpigmentasi epidermal


dapat bertahan untuk jangka waktu yang
lama, biasanya 6-12 bulan setelah
penyembuhan proses awal inflamasi

Refferensi