Anda di halaman 1dari 31

Kasus Phar Mor,Inc

Stefanus Roy T
1251044
Filbret Adriel Djaja
1251104
Fanya Nindya
1251176
Talitha Vaniandhara
1251213

Phar-Mor, Inc
Termasuk perusahaan
terbesar di Amerika Serikat
Didirikan oleh Michael I.
Monus (Mickey Monus) dan
David S. Shapira di tahun
1982

Memiliki 310 outlet besar di


hampir seluruh negara bagian
(dalam waktu 10 tahun)
Memperkerjakan 23,000
orang karyawan yang
berpusat di Youngstown,
Ohio, United States

Perusahaan retail yang


menjual produk bervariasi,
mulai dari obat-obatan,
furniture, elektronik, pakaian
olah raga hingga videotape
Ciri khas: Diskon untuk
pembelian jumlah banyak

Dinyatakan bangkrut pada


bulan Agustus 1992
berdasarkan undang-undang
U.S. Bangkruptcy Code

Kasus Phar-Mor, Inc


Desember 1995, Michael Mickey Monus (President & COO Phar-Mor)
dijatuhi hukuman penjara 19 tahun 7 bulan atas tuduhan merugikan
pemegang saham sebesar lebih dari $1 miliyar karna overstated $500
juta, dan menyebabkan 28 perusahaan di United States bangkrut.
Kecurangan dalam laporan keuangan tidak terdeteksi selama 6 tahun.
Kecurangan terbongkar saat travel agent menerima cek Phar-Mor yang
ditandatangani Monus untuk membayar beban yang tidak berkaitan
dengan Phar-Mor
Kreditor dan Investor Phar-Mor menuntut Coopers & Lybrand LLP sebagai
Auditor eksternal Phar-Mor karena telah lalai dalam melakukan audit.
Coopers & Lybrand ditemukan bersalah karena mengetahui dan atau
lalai atas permasalahan material dalam Phar-Mor.

Kecurangan (Fraud)
Kecurangan adalah istilah generik, dan mencakup semua sarana yang
dapat dirancang oleh kecerdikan manusia, yang dipaksakan oleh satu
individu, untuk mendapatkan keuntungan lebih dari yang lain dengan
memberikan keterangan palsu. Tidak ada aturan yang pasti yang dapat
ditetapkan sebagai proposisi umum dalam mendefinisikan kecurangan,
termasuk kejutan, tipu daya, kelicikan dan cara yang tidak adil oleh
orang yang melakukannya. Satu-satunya batas mendefinisikan itu adalah
mereka yang membatasi kecurangan manusia. (Fraud Examination 4 th)

Types of Fraud

Tiga Kategori Kecurangan


(Fraud)
a. Kecurangan Laporan Keuangan (Financial Statement
Fraud)
Kecurangan yang dilakukan oleh manajemen dalam bentuk salah saji
material Laporan Keuangan yang merugikan investor dan kreditor.
Kecurangan ini dapat bersifat financial atau kecurangan non financial.

b. Penyalahgunaan aset (Asset Misappropriation)


Penyalahagunaan aset dapat digolongkan ke dalam Kecurangan Kas dan
Kecurangan atas Persediaan dan Aset Lainnya, serta pengeluaranpengeluaran biaya secara curang (fraudulent disbursement).

c. Korupsi (Corruption)
Korupsi terbagi ke dalam konflik kepentingan (conflict of interest), suap
(bribery), pemberian illegal (illegal gratuity), dan pemerasan (economic
extortion).

Kecurangan (Fraud) dalam PharMor, Inc


Kecurangan Laporan Keuangan (Financial Statement Fraud)

a
ciny
n
u
K

Harga jual rendah/ Barang murah


strategi

Memberikan discount
retail untuk menyaingi
harga perusahaan
kompetitor

Membeli dari
supplier saat
penawaran
harga
terendah

Undersell wall mart


Saat bersaing di pasar
secara langsung

Faktanya : 1987 adalah tahun terakhir Phar-Mor memiliki profit


Monus bersama timnya memutuskan engage in creative
accounting
Sehingga tidak ada kerugian dalam laporan keuangan

Kecurangan (Fraud) dalam Phar-Mor,


Inc
Kecurangan Laporan Keuangan (Financial Statement Fraud)
Top Manajemen
Phar Mor
Menyusun

Laporan Bulanan Keuangan


(Monthly Financial Report)

Laporan Inventory

Laporan
Laporan inventory
inventory yang yang di adjusment,
benar
ditujukan untuk
(true report)
auditor eksternal

1. Understate COGS
2. Overstate inventory & income

Laporan keuangan
yang benar tentang
kerugian perusahaan,
ditujukan hanya
untuk jajaran
eksekutif

Laporan yang
dimanipulasi
seolah-olah
perusahaan
mendapat
keuntungan
berlimpah

Manajemen Phar Mor sengaja merekrut staf


dari akuntan publik (KAP) Cooper & Lybrand
Imbalan : diberikan kedudukan jabatan
penting.

Kecurangan (Fraud) dalam PharMor, Inc


Penyalahgunaan aset (Asset
Misappropriation)

Tahun 1989
Inventory : $11 Juta

Tahun 1990
Inventory : $36 Juta

Pencatatan Inventory Perpetual


:

Tahun 1991
Inventory : $153 Juta

Penilaian Inventory : Metode Retail

Membuat kontrak dengan perusahaan luar (Outsourcing) untuk menghitung


persedaan fisik dan menentukan harga retail untuk satuan item dalam
inventory
2x dalam setahun
Menggunakan biaya pelengkap untuk menentukan Biaya Inventory
Menaikkan barang
dagangan 20%

Gross Margin 16,7%

Biaya Pelengkap
83,3%

Menurunkan margin
untuk bersaing

Anggaran keseluruhan
gross margin 15,5%

Biaya Peengkap
84,5%

Kecurangan (Fraud) dalam PharMor, Inc


Korupsi (Corruption)
Kecurangan Phar-Mor terungkap saat sebuah
cek Phar-Mor yang ditandatangani Monus
digunakan untuk membayar biaya yang tidak
ada kaitannya dengan Phar-Mor.

Monus diketahui membelikan kado mahal untuk


temannya, membangun tempat tinggal mewah
lengkap dengan lapangan basket indoor,
memberi temannya ribuan dolar untuk berjudi.

The Fraud Triangle


Pressure/Insentive

1. Financial pressures
keuntungan dan alasan pribadi
pelaku : tamak, hutang, kerugian
finansial, kebutuhan tak terduga
2. Vice Pressure
Elemen yang mendukung financial
pressure: Berjudi, narkoba, alkohol,
dan gaya hidup kelas atas
3. Work-related Pressure
Elemen lain selain financilal dan
vice pressure: performa pekerjaan
yang tidak dianggap, tidak puas
dengan pekerjaan , takut
kehilangan pekerjaan, ingin
dipromosikan , merasa gaji tidak
sesuai
4. Other Pressures
contohnya : ingin meningktakan
gaya hidup mewah atau mencoba
melawan sistem yang berlaku.

The Fraud Triangle


Opportunity
1. Kelemahan kontrol
terhadapa pencegahan
dan atau pendeteksian
kecurangan
2. Ketidakmapuan untuk
menilai kualitas
peforma
3. Kegagalan untuk
mendisplinkan pelaku
kecurangan
4. Kelemahan dalam
mengakses Informasi
5. Apatis dan incapacity
6. Lemahnya audit trail

The Fraud Triangle


Rationalization
1. Organisasi mengandalkan
saya
2. Perusahaan meminjamkan
uang
3. Tidak akan ada yang
dirugikan
4. Saya berhak mendapat
yang lebih baik
5. Untuk tujuan yang baik
6. Akan dibetulkan nanti
setelah permasalahan
selesai
7. Sesuatu harus
dikonbankan, integritas
atau reputasi, karena jika
tidak mampu saya malu
sebagai profesional.

Fraud Triangle dalam PharMor


Insentive/Pressure

Top manejemen sengaja


merekrut staf dari KAP Cooper
& Librand dengan insentive
berupa posisi sebagai Vice
President bidang financial dan
kontroler.

Opportunity

Lemahnya pengendalian
internal Phar-Mor
memudahkan
kecurangan dilakukan

Rasionalisasi

Karena diberikan kedudukan


tinggi, harus membayar balik
perusahaan dengan
mengorbankan integritas

Kolusi dalam Phar-Mor

Michael
Monus

Patrick Finn/
Staf
accounting

Kecurangan (Fraud) dalam PharMor, Inc


7 Faktor Penting yang berkontribusi dalam terjadinya kecurangan:
1. Kurangnya sistem informasi manajemen yang memadai
Wakil presiden Phar-Mor membuat sebuah komite untuk memperbaiki
masalah sistem informasi manajemen, namun pejabat senior yang turur
melakukan fraud menolak dan membubarkan komite itu.

2. Lemahnya Pengendalian Internal


Departemen akuntansi Phar-Mor dapat membuat cek kosong dengan dua
akun Bank

3. Gaya Manajemen Hands-off David Shapira (CEO)


Dalam dua insansi, saphira mengetahui adanya permasalahan yang potensial
dengan kebiasaan Monus dan informasi keuangan Phar-Mor, tetapi Shapira
memilih untuk menjauhkan dirinya dari masalah itu

Kecurangan (Fraud) dalam PharMor, Inc


4. Fungsi audit internal yang tidak memadai
Michael monus ditunjuk untuk menjadi anggota komite audit, saat auditor
internal melaporkan bahwa ia akan menginvestigasi penggajian dengan
pihak terkait, Monus dan CFO Finn mengeliminasi fungsi tersebut.

5. Kolusi manajemen puncak


Setidaknya 6 anggota manajemen puncak dan juga pegawainya di
departemen akuntansi, termasuk dalam pelaku kecurangan

6. Pengetahuan Phar-Mor tentang prosedur dan tujuan audit


Tim kecurangan Phar-Mor terbentuk dari beberapa auditor, salah satunya
pernah bekerja di Coopers & Lybrand saat mengaudit Phar-Mor.
7. Pihak terkait
Pihak-pihak luar yang bekerja sama dengan Phar-Mor dalam kecurangan

Fraud Prevention

Fraud Prevention
Creating a Culture of Honesty, Openness and Assistance

Fraud Prevention
Eliminating Opportunities for Fraud to Occur
(1) segregation of duties,
having two people do a
task together or splitting
the task into parts so that
no one person handles the
complete assignment
(2) having a system of
proper authorizations so
that only authorized or
designated individuals
have permissions
to complete certain tasks
(3) Implementing physical safeguards such as locks, keys, safes, fences, and
so on, to prohibit access to assets and records
(4) implementing a system of
independent checks such as job
rotations, mandatory vacations,
audits, and so on

(5) having a system of documents and


records that provide an audit trail that
can be followed to check on suspicious
activity and to document transactions

Fraud Prevention
Eliminating Opportunities for Fraud to
Occur
Discouraging Collusion between Employees and Others
and Alerting Vendors and Contractors to Company
Policies
A related precaution that is often effective in discouraging
collusive-type frauds is printing a right to- audit clause on the
back of all purchase invoices.
Monitoring Employees and Having a Whistle-Blowing
System
four reasons why some whistle-blowing systems fail in their
attempts to detect misconduct: Lack of anonymity, Culture
Policies, Lack of awareness
for a whistle-blowing system to work effectively, it must have
the following elements: Anonymity, Independence,
Accessibility, Follow up

Fraud Prevention
Eliminating Opportunities for Fraud to
Occur
Creating an Expectation
of Punishment
A strong prosecution policy
that is well publicized lets
employees
know
that
dishonest
acts
will
be
harshly punished, that not
everyone is dishonest, and
that unauthorized borrowing
from the company will not
be tolerated.

Conducting Proactive Fraud


Auditing
Good fraud auditing involves four
steps:
(1) identifying fraud risk
exposures,
(2) identifying the fraud
symptoms of each exposure,
(3) building audit programs to
proactively look for symptoms and
exposures, and
(4) Investigating fraud symptoms
identified.

Fraud Detection

Fraud Investigation

Fraud investigation
Surveillance
Operations

and

Covert

The three types of surveillance


are:
(1) stationary or fixed point,
(2) moving or tailing, and
(3) electronic surveillance.

Invigilation

is a theft act investigative


technique that involves close
supervision of suspects
during an examination period.

Physical Evidence

Physical evidence can be useful in


some cases, especially those
involving
inventory
where
physical stock can be counted
and missing inventory can be
searched for

Electronic Evidence

Pertanyaan dan Jawaban


Kasus Phar-Mor
1.

Beberapa anggota dari tim manajemen keuangan Phar-Mor


adalah mantan auditor di Coopers dan Lybrand.
(a) Mengapa perusahaan ingin mempekerjakan anggota dari tim
audit eksternal?
(b) Jika klien telah mempekerjakan mantan auditor, akankah hal
ini mempengaruhi independensi auditor eksternal ?
(c) Apakah tepat bagi auditor untuk percaya pada eksekutif dari
klien?

Pertanyaan dan Jawaban


Kasus Phar-Mor
a.

b.
c.

Karena Phar-Mor ingin agar kecurangan yang


mereka lakukan dapat disembunyikan dengan
baik, jika mantan auditor yang dipekerjakan
dalam hal itu maka ia tau persis apa yang akan
dicari oleh auditor saat proses audit.
Ya
Tidak, karena independensi secara penampilan
saja tidak ada bagi eksekutif Phar-Mor

Pertanyaan dan Jawaban


Kasus Phar-Mor
2. (a.) Faktor apa dalam hubungan klien dengan auditor yang dapat
menempatkan klien memiliki posisi lebih kuat dibanding auditor?
(b.) langkah-langkah apa yang telah dan / atau dapat profesi
ambil untuk mengurangi potensi konsekuensi dari
ketidakseimbangan kekuatan ini?
Jawab:
a.

b.

Jika auditor mencoba untuk menawarkan jasa tambahan bagi


klien
Dengan tidak memberikan jasa tertentu untuk klien seperti
pembukuan yang terkait dengan catatat akuntansi atau laporan
klien, layanan penilaian atau evaluasi dan layanan perbankan.

Pertanyaan dan Jawaban


Kasus Phar-Mor
3. (a) Asumsikan Anda seorang investor saham, apakah Anda
mengambil tindakan hukum terhadap auditor? Jika jawabannya
adalah ya, di bawah hukum apa Anda akan menuntut dan apa yang
akan menjadi dasar klaim Anda?
(b) definisikan kelalaian seperti yang terjadi dalam kasus-kasus
hukum yang melibatkan auditor independen
(c) apa perbedaan utama antara kelalaian dan kecurangan, antara
kecurangan dan kecerobohan?
Jawab:
a. Kami akan mengajukan gugatan hukum terhadap auditor, jika ada
kelalaian penyajian dan kelemahan dalam informasi keuangan yang
diberikan serta ketidakakuratan keuangan perusahaan.
b. Kegagalan untuk melakukan audit dengan profesional dalam
pelaksanaan tugas
c. Fraud atau kecurangan adalah kesengajaan pelaku untuk membuat
salah saji informasi dalam laporan , sedangkan kelalaian adalah
kurangnya ketelitian pelaku sehingga menyebabkan salah saji
material. Kecerobohan adalah ketika mengabaikan prispip tertentu
atau standar tertentu.

Pertanyaan dan Jawaban


Kasus Phar-Mor
4.

Sumber terkemuka mengindikasikan bahwa kecurangan persediaan adalah


salah satu alasan terbesar dalam skandal akuntansi.
(a) beri contoh dua kasus besar perusahaan yang melakukan kecurangan
persediaan?
(b) Apa yang membuat kesalahan dalam pencatatan persediaan sulit dideteksi?
Bagaimana Phar-Mor sukses menipu Coopers selama bertahun-tahun tentang
persediaan yang overstated?
(c) Untuk membantu pencegahan atau pendeteksian overstatement di
persediaan, prosedur audit seperti apa yang bisa dilakukan?

Jawab:
a. Kasus Bristol-Myers Squibb Company dan Kasus Leslie Fay
b. Karena auditor hanya mengambil sedikit sampel tidak keseluruhan saat
pengujian, karena sistem informasi manajemen Phar-Mor yang telah diatur
sedemikian rupa , sehingga kolusi benar-benar berjalan lancar di perusahaan.
Serta karna sudah tidak ada lagi lingkungan yang berintegritas.
c. Perusahaan harus memiliki pengendalian internal yang baik.
Mengamati inventory dengan pemeriksaan fisik kemudian mencocokkan dengan
dokumen yang di simpan perusahaan.

Pertanyaan dan Jawaban


Kasus Phar-Mor
5. (a) Auditor menganggap Phar-Mor sebagai klien yang memiliki
risiko inheren yang tinggi. Sebutkan beberapa faktor yang
bekontribusi pada risiko inheren yang tinggi?
(b) Haruskah auditor memiliki tanggung jawab yang sama untuk
mendeteksi kesalahan material karena error dan kecurangan?
(c) Kondisi, perilaku, dan motivasi seperti apa yang Phar-Mor
ciptakan dalam lingkungan kondusif untuk berbuat kecurangan
yang dapat diidentifikasi sebagai red flag oleh auditor eksternal?
Jawab:
a. Lemahnya sistem manajemen informasi Phar-Mor, pengendalian
internal yang lemah, kolusi manajemen puncak, kegagalan fungsi
audit internal
b. Ya
c. Kolusi di antara manajemen puncak, membuat tekanan serta
insentive pada karyawannya