Anda di halaman 1dari 28

HIFEMA

Pada dasarnya penanganan hifema


ditujukan untuk :
Menghentikan perdarahan atau mencegah
perdarahan ulang
Mengeluarkan darah dari BMD
Mengendalikan tekanan bola mata
Mencegah terjadinya imbibisi kornea
Mengobati uveitis bila terjadi akibat hifema
ini
Menemukan sedini mungkin penyulit yang
mungkin terjadi

Tindakan pembedahan parasentese dilakukan bila


ada tanda-tanda imbibisi kornea, glaukoma, hifema
penuh dan berwarna hitam atau bila darah setelah
5 hari tidak memperlihatkan tanda-tanda
berkurang.
Untuk mencegah atropi papil saraf optik dilakukan
pembedahan bila:
- TIO maksimal > 60 mmHg selama 2 hari
- TIO maksimal > 35 mmHg selama 7 hari

Untuk mencegah imbibisi kornea dilakukan


pembedahan bila:
- TIOrata-rata > 25mmHg selama 5 hari
- Bila terdapat tanda-tanda dini imbibisi
kornea
Untuk mencegah sinekia posterior perifer
dilakukan pembedahan bila:
- Hifema total bertahan selama 5 hari

AAO section 8 hal 365

The acute rise in intraocular pressure


(IOP) is related to red blood cells and
their by products clogging the
trabecular meshwork; another cause
is direct trauma to the meshwork,
which occurs concurrently with the
initial trauma.

Pada hifema primer penderita


dipulangkan dari perawatan bila
sesudah 5-7 hari pendarahan hilang
atau dengan koagulum yang
mengecil.

Tranexamic acid competitively


inhibits activation of plasminogen,
thereby reducing conversion of
plasminogen to plasmin (fibrinolysin),
an enzyme that degrades fibrin clots,
fibrinogen, and other plasma
proteins, including the procoagulant
factors V and VIII. Tranexamic acid
also directly inhibits plasmin activity,
but higher doses are required than
are needed to reduce plasmin
formation.

Cycloplegic: for comfort,eliminate


iris movement, prevent synechia
posterior, decrease photofobia,
accomodative spasm and pain
Corticosteroid : decrease rebleeding
and inflammation

Asam tranexamat C8H15NO2

Melakukan elevasi kepala 30-45o. Adapun


maksud dari elevasi kepala adalah untuk
membuat darah mengumpul di bagian inferior
dari COA dan tidak menghalangi tajam
penglihatan. Posisi ini juga mempermudah
dalam evaluasi harian COA tentang resorpsi
hifema sehingga dapat menunjukkan
kemajuan pengobatan. Selain itu posisi ini
merupakan posisi optimal dalam mencegah
kontak sel-sel darah merah dengan korena
dan trabekula Fontana.

Beda injeksi konjungtiva dan siliar


Injeksi konjungtiva berasal dari A. konjungtiva
posterior dan berlokasi dari perifer ke sentral
(dari forniks ke arah limbus )
Injeksi siliar berasal dari A. siliaris anterior dan
berlokasi dari limbus ke arah perifer

Patogenesis Injeksi/Kongesti
Injeksi /Kongesti adalah terbendungnya
pembuluh darah, sehingga terjadi akumulasi
eritrosit dalam darah yang diakibatkan adanya
gangguan sirkulasi pada pembuluh darah.
Timbul jika dilatasi pembuluh arteriol dan arteri
menyebabkan peningkatan aliran darah ke dalam
jaringan kapiler dengan terbukanya kapilerkapiler yang tidak aktif. Dilatasi pembuluh darah
ini disebabkan oleh lepasan zat-zat vasoaktif.

Conjunctiva hyperemia
Focal or diffuse dilation of the
subepithelial plexus of conjunctival
blood vessels, usually with increased
blood flow; other changes include
fusiform vascular dilations, saccular
aneurysms, petechiae, and
intraconjunctival hemorrhage

Atropine sulfate
Atropine is a belladonna alkaloid
Atropine Sulfate acts in the eye :
1. To block the action of acetylcholine relaxing the
cholinergically innervated sphincter muscle of the iris
dilation of the pupil (mydriasis)
2. To block the cholinergic stimulation of the accommodative
ciliary muscle of the lens is also blocked paralysis of
accommodation (cycloplegia)
Atropine Sulfate has a slower onset and more prolonged effects
than most other anticholinergics
Maximum mydriatic effect occurs in around 30-40 minutes
Maximum cycloplegia takes several hours
Mydriasis usually lasts 7 to 12 days and cycloplegia persists for
14 days or longer

Homatropine
It is a type of medicine called an antimuscarinic
It is also known as a mydriatic and a cycloplegic
Homatropine works by blocking muscarinic receptors that are
found in the muscles of the eye. These receptors are involved
in controlling the size of the pupil and the shape of the lens
By blocking the muscarinic receptors in the eye, homatropine
causes the pupil to dilate. It also temporarily paralyses the
muscle that normally changes the shape of the lens so that the
eyes can focus on an object
Homatropine eye drops are also used to relax the ciliary
muscle in a condition called anterior uveitis. In this condition
the iris (the coloured part of the eye) and the ciliary body are
inflamed. The inflammation can cause painful spasms in the
ciliary muscle and can result in the iris sticking to the lens