Anda di halaman 1dari 11

Abses Hepar

Abses Hepar
Abses hepar adalah penumpukan jaringan nekrotik
dalam suatu rongga patologi yang dapat bersifat
soliter atau multipel pada jaringan hepar
Untuk menegakkan diagnosis abses hepar ini selain
pemeriksaan fisik dan gejala klinik dibutuhkan
pemeriksaan penunjang berupa laboratorium dan
pemeriksaan radiologi
Modalitas radiologi yang dilakukan pada laporan
kasus ini adalah ultrasonografi tingkat
keakuratan sebesar 79 % untuk menegakkan
diagnosis abses hepar

Abses hepar piogenik


Disebabkan oleh bakteri aerob gram
negatif dan anaerob, yang tersering
adalah bakteri yang berasal dari flora
normal usus seperti Escherichia coli,
Klebsiella pneumonia,Bacteriodes,
enterokokus, streptokokus anaerob, dan
streptokokus mikroaerofilik.

Pada awal perjalanan penyakit, gejala


klinis seringkali tidak spesifik
Gambaran klasik abses hati piogenik
adalah nyeri perut
terutama kuadran kanan atas, demam
yang naik turun disertai menggigil,
penurunan berat badan ,muntah,ikterus
dan nyeri dada saat batuk. Gejala klinis
muncul selama kurang dari dua minggu.
Hepar teraba membesar dan nyeri bila
ditekan pada 24% kasus

Pada pemeriksaan penunjang , leukositosis


ditemukan pada 66% pasien, sering disertai
dengan anemia akibat infeksi kronis dan
peningkatan laju endap darah
Kadar alkali fosfatase biasanya meningkat,
lipoalbuminemia dan kadar enzim transaminase
yang sedikit meningkat
Foto polos dada dan abdomen memperlihatkan
pembesaran hati, kadangkala tampak air fluid level
di dalam rongga abses dan diafragma kanan
biasanya terangkat
Hampir semua kasus abses hati dapat diidentifikasi
dengan pemeriksaan ultrasonografi dan CT scan.

Kedua teknik pencitraan ini dapat


menentukan lokasi abses yang berukuran
minimal 1 cm di parenkim hepar.
Ultrasonografi adalah metode pencitraan
yang direkomendasikan karena cepat,
noninvasif,
cost effective, dan dapat juga digunakan
sebagai pemandu aspirasi abses untuk
diagnostik dan terapi
Ultrasonografi dan CT scan juga dapat
digunakan untuk memantau keberhasilan
terapi

USG
Pada pemeriksaan USG tampak gambaran lesi dengan ukuran yang
bervariasi , dapat multiple maupun solitair. Biasanya bentuk bulat atau oval, tepi
regular kadang irregular, dinding tipis /
Tebal
Ekogenesitas abses piogenik dapat pula bervariasi , berupa lesi
anekoik (50 %), hiperekoik (25%), hipoekoik (25 %) , dapat dijumpai
adanya fluid level atau debris, internal septa dan posterior acoustic
Enhancement
Terbentuknya gas pada lesi memberikan gambaran berupa lesi hiperekoik dengan
posterior artefak

Abses Hepar Amuba


Infeksi amuba atau
amubiasis
disebabkan oleh
Entamoeba
histolytica,
mencakup 10% dari
populasi seluruh
dunia dan 95% di
antaranya adalah
karier yang
asimptomatis

Foto dada menunjukkan


hemidiafragma kanan terangkat
dengan atelektasis atau pleural efusi
Pada pemeriksaan USG, biasanya
dijumpai lesi soliter,hipoekoik
homogen dengan fine internal
echo,bentuk bulat atau oval, batas
tegas, dengan lokasi lebih sering di
perifer (subcapsuler) (Gambar 4).