Anda di halaman 1dari 52

Sistem

Keseimbangan
Cairan,
Elektrolit, dan
Asam Basa
Tubuh
BNA
FKG 2015

Distribusi cairan tubuh


serta komposisinya
penting untuk proses
homeostasis yang diperlukan
untuk menjamin kehidupan sel.
Karena nutrien, oksigen,air, dan
zat-zat lainnya yang dibutuhkan
oleh sel untuk proses metabolisme
diambil dari CES.

Cairan
tubuh

Komparteme
n cairan
ekstrasel
Komparteme
n cairan
intrasel

Plasma
(dalam pembuluh
darah)
Getah Bening
(dalam pembuluh
limfatik)
Cairan serebrospinal
(di dalam sistem saraf)
Cairan sinovial
(di dalam persendian)
Aqueous dan vitreous
humor
(di mata)
Endolimph dan
perilimph (telinga)

dll.

C
A
I
R
A
N
I
N
T
E
R
S
T
I
T
I
A
L

Komposisi Cairan Tubuh

Martini FH, Nath JL, Bartholomew EF. Fundamentals of Anatomy&Physiology.


9th ed. San Francisco: Benjamin Cummings; 2012.

HOMEOSTASIS CES

Kontrol volume CES


penting dalam
regulasi jangka
panjang tekanan
darah

Mencegah krenasi
sel atau
pembengkakan sel
yg dapat
(mengganggu fungsi
otak)

CES sebagai
penyedia nutrisi sel

Pemasukan ke
pool internal

Pemasukan dari
lingkungan
eksternal (melalui
pencernaan,
inhalasi,
penyerapan melalui
permukaan tubuh,
atau injeksi
artifisial)

Diproduksi
secara
metabolis
oleh tubuh

Di dalam
tubuh
Depo
penyimpanan di
dalam tubuh
(tidak ada fungsi
selain untuk
menyimpan)

Pool internal
(konsentrasi
cairan
ekstrasel)
suatu bahan
Penggabungan
reversibel
menjadi struktur
molekul yang
lebih kompleks
(melaksanakan
fungsi tertentu)

Pengeluaran
dari pool
internal
Ekskresi ke
lingkungan eksternal
(melalui ginjal, paru,
saluran cerna, atau
permukaan tubuh
seperti keringat, air
mata, kulit yang
terlepas)
Dikonsumsi
secara
metabolis di
tubuh
(diubah
secara
irreversibel)

Peranan CES dalam Homeostasis Tubuh

Transportasi air melalui sel membran umumnya


dilakukan secara langsung
CES memiliki osmolaritas tertentu untuk transportasi
air
Jika osmolaritas CES berubah, transportasi air
menjadi tidak seimbang dan akan mempengaruhi CIS

Konsumsi air >

Konsumsi air <

Osmolarita
s ECF <

Air masuk
ke sel

Sel
membengkak

Osmolarit
as ECF >

Air keluar
dari sel

Sel
mengkerut

Kompartemen CES

Kompartemen CES terdiri dari:


Plasma: bagian darah yang berupa cairan
Cairan interstitial: pengisi ruang kosong pada
jaringan sel

PERAN TEKANAN HIDROSTATIK


DAN OSMOTIK CES
Semua

sel permeabel bebas terhadap H2O.


Perpindahan H2O antara plasma dan cairan
interstisium menembus dinding kapiler diatur
oleh ketidakseimbangan relatif antara tekanan
darah kapiler (tekanan cairan, atau hidrostatik)
dan tekanan osmotik koloid).
Sebaliknya, perpindahan netto H2O antara
cairan interstisium dan CIS menembus
membran plasma hanya disebabkan oleh efek
osmotik.Tekanan hidrostatik cairan interstisium
dan CIS sangat rendahdan cukup konstan
No 4

Pertukaran cairan dalam


jaringan
Cairan

dalam plasma berada di bawah tekanan


hidrostatik yang lebih besar dari tekanan
interstisial, oleh karena itu cairan dalam plasma
cenderung untuk keluar dari pembuluh kapiler.
Akan tetapi didalam plasma terdapat protein,
sedangkan cairan intertisial tidak mengandung
protein sehingga protein plasma ini
mengeluarkan tekanan osmotik yang berusaha
menghisap cairan masuk pembuluh kapiler.

No 4

Di

ujung kapiler arteri, tekanan


hidrostatik lebih besar dari pada
tekanan onkotik. Maka imbangan
kekuatan mendorong cairan masuk
jaringan, sedangkan pada ujung vena
tekanan hidrostatik kosong, tekanan
osmotik mengatasinya dan menarik
kembali cairan itu masuk kapiler.

No 4

Pertukaran

antara CES dan CIS juga


bergantung pada tekanan osmotik, karena
membran sel mempunyai permeabilitas
selektif dan mengijinkan dilalui oleh beberapa
bahan seperti oksigen, CO2 dan urea secara
bebas, sehingga memompa bahan lain masuk
atau keluar untuk mempertahankan perbedaan
konsentrasi perbedaan konsentrasi dalam
cairan intra & ekstraseluler.
Mis : kalium dikonsentrasikan dalam CIS,
sedangkan natrium dipompa keluar
No 4

Fluid Gain and Losses

RESPON HOMEOSTASIS tubuh


bila VOLUME AIR TUBUH
SANGAT RENDAH

Nefron
Ginjal

Fungsi Komponen Nefron


Glomerulus

Bersama Kapsula Bowman membentuk korpuskel ginjal


Filtrasi darah -> (-) protein darah
Hanya 20% plasma yang disaring, 80% hanya numpang lewat

Tubulus

proksimal

Reabsorpsi Na+, HCO3-, Cl- , H2O, asam amino, glukosa , urea


Sekresi K+, H+, NH2

Lengkung

Henle

Descending
Ascending -> mendekati glomerulus
Juxtaglomerular Apparatus (tubulus-vascular) untuk
mengatur tekanan darah di ginjal, tdd:
Macula Densa (sel epitel columnar lengkung henle)
Juxtaglomerular (sel otot polos pada dinding arteri aferen)

Fungsi Komponen Nefron


Tubulus

distal, sel tdd:

Sel principal: reseptor ADH & Aldosteron


Sel intercalated: pH darah (ekskresi H+,
reabsorpsi HCO3-

Tubulus

kolektivus: saluran kolektor dari


banyak nefron

Mekanisme Kerja
Vasopresin

KOMPONEN DALAM DARAH DAN


PERANNYA PADA TEKANAN
OSMOTIK DARAH

PLASMA DARAH

Berwarna
kekuningkuningan

Suatu
cairan

Terdapat
zat-zat

Zat-zat

Zat makanan
dan mineral,
antara lain
glukosa, gliserin,
asam amino,
asam lemak,
kolesterol, dan
garam mineral.

Zat hasil
produksi dari
sel-sel, antara
lain enzim,
hormon, dan
antibodi.

Karbon
dioksida,
oksigen,
dan
nitrogen.

Protein

Cara Kerja Antibodi

Protein Plasma Darah


GLOBULIN
berfungsi untuk
membentuk zat antibodi
dan protrombin

FIBRINOGEN
Berfungsi untuk proses
pembekuan darah

berfungsiALBUMIN
untuk menjaga
tekanan osmotik darah, yaitu
dengan adanya albumin di
dalam plasma darah maka
tekanan osmotik di dalam sel
darah dengan plasma darah
kira-kira sama sehingga cairan
plasma tidak dapat ke dalam sel
darah.

EDEMA
Edema adalah ketidak normalan akumulasi cariran inerstitial.
Edema memiliki beberapa penyebab. Masalah utama dari semua
tipe edema adalah gangguan pada keseimbangan antara tekanan
hidrostatik dan osmotik pada tingkat kapiler.
Misalnya :
ketika kapiler bermasalah, protein plasma dapat menyeberangi
dinding kapiler dan masuk ke cairan interstitial. Kenaikan
interstitial Fluid Colloid Osmotic Pressure (ICOP) mengurangi
tingkat reabsorpsi kapiler dan menghasilkan edema lokal. Saat
kelaparan, hati tidak dapat mensintesis protein plasma yang cukup
untuk menjaga konsentrasi normal dalam darah.
Blood Colloid Osmotic Pressure(BCOP) menurun, dan cairan mulai
bergerak dari darah ke jaringan perifer. Kasus akibat edema yang
paling serius dari peningkatan tekanan darah arteri, tekanan vena,
atau tekanan total sirkulasi. Peningkatan mungkin akibat dari
masalah jantung seperti gagal jantung, pembekuan darah vena
yang meningkatkan tekanan vena, atau kelainan kardiovaskular
lainnya. Hasil akhirnya adalah peningkatan tekanan hidrostatik
kapiler (CHP) yang mempercepat gerakan cairan ke dalam
jaringan.

Mekanisme
Obstruksi Drainase Vena (dan Limfatik) pada Ekstremitas
Pada keadaan obstruksi, tekanan hidrostatik dalam anyaman kapiler
bagian hulu dari obstruksi meningkat, sehingga cairan dalam jumlah
abnormal berpindah dari vaskuler ke ruang interstitial. Karena rute
alternatif (yaitu limfatik) dapat juga mengalami obstruksi, maka terjadi
peningkatan volume cairan interstital di ekstremitas (terdapat cairan
terjebak dalam ekstremitas) yang menyebabkan edema lokal. Keadaan
tersebut akan mengurangi volume darah efektif arteri.
Apabila obstruksi vena dan limfatik terjadi pada sebelah ekstremitas,
cairan akan terakumulasi dalam interstitial, sehingga mengurangi
volume plasma. Volume plasma yang berkurang akan merangsang
retensi garam dan air sampai defisist volume plasma terkoreksi. Pada
ekstremitas yang terkena akan terjadi regangan jaringan sampai
keseimbangan hukum Starling dapat dicapai, di mana tidak terjadi lagi
akumulasi cairan. Efek yang terjadi adalah peningkatan volume cairan
interstitial lokal. Keadaan yang sama terjadi pada asites dan hidrotoraks,
di mana cairan terjebak atau terakumulasi di dalam kavitas, mengurangi
volume intravaskuler, dan menyebabkan retensi garam dan air
sekunder.

Hubungan Garam dan Cairan


Tubuh

Reabsorpsi
Natrium

Sherwood, Lauralee. 2010. Human Physiology: From Cells to Systems. USA:


Department of Physiology and Pharmacology School of Medicine West Virginia

Peran Hormon

SISTEM BUFFER
Buffer adalah senyawa yang menstabilkan pH
larutan dengan menghapus atau mengganti ion
hidrogen.

Buffer

mempertahankan pH
Sistem
buffer
biasanya
melibatkan asam lemah dan
garamnya,
yang
berfungsi
sebagai basa lemah.

Sistem penyangga
utama dari fluida
tubuh adalah sistem
penyangga protein,
sistem asambikarbonat
penyangga karbonat,
dan sistem dapar
fosfat

Sistem

buffer dapat mempertahankan pH karena


dengan
penambahan
sedikit
asam
yang
meningkatkan konsentrasi H+ atau basa yang
meningkatkan konsentrasi OH-, akan dinetralisir
oleh
basa
atau
asam
nya
sehingga
kesetimbangan bergeser ke arah kanan yaitu ke
arah garamnya yang membuat konsentrasi
H+/OH- menjadi tetap sehingga pH menjadi
tetap.

Contoh:

HCl + NaOH

H2O + NaCl

Fungsi
Sistem
Pernapasan
dalam
Sistem
Buffer

Membantu

menstabilkan pH dari ECF


(Extracellullar Fluid)
Sistem pernapasan mempunya efek langsung
pada sistem buffer carbonic acid-bicarbonate
Menaikkan atau menurunkan kecepatan akan
mengubah pH tubuh dengan cara menaikkan
atau menurunkan PCO2

Saat PCO2 turun, pH meningkat karena pengurangan


jumlah CO2

Kemoreseptor

pembuluh nadi aorta sensitif


terhadap PCO2 dari darah yang sedang
bersirkulasi
Kemoreseptor pada permukaan ventrolateral
dari medulla oblongata mengatur PCO2 dan
mengembalikannya pada level normal

Reaksi Kimia Buffer


Bikarbonat

Reaksi Kimia Buffer


Bikarbonat

RESPIRASI & METABOLISME


Alkalosis

terjadi jika pH diatas 7,45


Acidosis terjadi jika pH dibaawah 7,35

Respirasi
Alkalosis

Respirasi Acidosis

Metabolic
Alkalosis

Metabolic
Acidosis

Peran Ginjal Mempertahankan pH


CES

Pengaturan melalui ekskresi urin asam


maupun basa

Saat pH bersifat asam, ginjal mengeluarkan


lebih banyak ion hidrogen dan mereabsorbsi
lebih banyak ion bikarbonat

Saat pH bersifat basa, ginjal mengeluarkan


sedikit ion hidrogen dan mereabsorbsi lebih
sedikit ion bikarbonat saat pH darah lebih
basa.

Peran Ginjal Mempertahankan


pH CES
Ekskresi

H+
Reabsorpsi
HCO3 Sekresi
amonia (NH3)

Tortora GJ, Derrickson B, Principles of


Anatomy&Physiology. 13th ed. USA: John Wiley&Sons, Inc;

12/3/15

Sumber Referensi
Sherwood,

L., 2009 ,Fisiologi Manusia, 4th ed.,


Brooks/Cole,Pacific Grove, CA,605-640.
S.Mader,Sylvia.,1996,Understanding Human
Anatomy and Phisiology, 210-214.
Silverthorn, D.U. Human Physiology An Integrated
Approach 6th edition. United States of America:
Pearson Education, Inc. 2013, 650-685.
Sherwood,Lauralee. 2011.Fisologi Manusia dari Sel
ke Sistem.Jakarta: EGC.
Sherwood, Lauralee. 2010. Human Physiology: From
Cells to Systems. USA: Department of Physiology
and Pharmacology School of Medicine West Virginia
University