Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KASUS

ANEMIA APLASTIK

oleh :
Kiki Megasari
10700157
Pembimbing :
Dr. Kysdarmanto Sp. PD

STATUS PASIEN

I. IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny.Wantinem
Alamat
: Campur, Gondang
Jenis kelamin : Perempuan
Umur
: 68 th
Pekerjaaan : Petani
Agama
: Islam
Suku
: Jawa

II. ANAMNESA
Keluhan utama : Lemas dan ndredeg
RPS : Pasien datang dengan keluhan ndredeg dan lemas
sejak 3hari yang lalu, saat beraktivitas pasien juga
mengeluhkan pusing, mual (-), muntah (-), panas (-), makan
dan minum normal, BAB dan BAK normal. di puskesmas
sempat cek Hb ternyata rendah

RPD :HT disangkal pasien, DM disangkal pasien


RPK : dalam keluarga tak ada yg menderita penyakit yang
sama
Riwayat Pengobatan : selalu control di poli dalam setiap bulan

III. PEMERIKSAAN FISIK


Status Generalis
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis

Vital Sign
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
Suhu axilar: 36,3oC

Kepala Leher
Mata :Konjunctiva Anemis (+)/(+)
Sklera Ikterik (-)/(-)
Telinga :dalam batas normal
Hidung :dalam batas normal, nafas cuping hidung
(-)
Mulut :dalam batas normal, sianosis (-)
Leher: tidak teraba massa maupun perbesaran
kelenjar.JVP tampak normal.

Thoraks
Inspeksi :Bentuk simetris

Gerak nafas seirama


Palpasi :Fremitus raba normal.
Perkusi :Sonor / Sonor
Auskultasi:Cor : SI SII tunggal, reguller, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : Vesikuler / Vesikuler
rhonki -/-, wheezing -/-

Abdomen
Inspeksi :Bentuk flat
Auskulasi :Bising usus normal
Palpasi
:Soepel,nyeri tekan (-),hepar tidak
teraba,lien tidak teraba, Asites (-).
Perkusi
:Suara ketuk timpani
Extremitas
Akral dingin (-)
Oedem (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
HEMATOLOGI
DARAH RUTIN (nilai rujukan)

Leukosit
2,95 L 3,60 11,00
Jumlah Eritrosit 1,46 L 3,80-5,20
Hemoglobin 5,4 L 11,7 15,5
Hematokrit 16,5 L 35,0 47,0
MCV 113,0 H 80,0 100,0
MCH 37,0 H 26,0 34,0
MCHC 32,7 32,0 36,0
Trombosit 33 L 150 - 400
RDW-SD 61,8 H 37 - 54
RDW-CV 15,9 H 11,0 15,0

PDW
MPV
P-LCR
PCT

12,9
10,0
27,6
0,03

SGOT
37,2
<=31,0
SGPT
18,8
<= 34,0
GLUKOSA ACAK163
70 - 120
UREUM
34,1
15,0 40,0
CREATININ
0,87
0,60 1,10
URIC ACID
6,7
2,6 6,0

DAFTAR MASALAH SEMENTARA


Lemas
Berdebar debar

DAFTAR MASALAH PERMANEN


Anemia Aplastik

VII.PLANNING
Planning Diagnosa
LAB : DL, Glukosa acak, ureum, SGOT, SGPT, Asam
urat, BUN, kreatini serum.
Foto thorax PA
Plannning Terapi
Inf NS 20tpm
Drip NB 1x1
Inj Diphenhydramine 3x1
Transfusi WB 2 kolf/jam

Planning Monitoring
TTV
Cek DL
Planning Edukasi
Perbanyak makan
Perbanyak minum
Perbanyak konsumsi buah dan vitamin

Definisi
Anemia aplastik merupakan hasil dari kegagalan
produksi darah dari sumsum tulang belakang.
Anemia aplastik juga merupakan anemia yang
disertai oleh pansitopenia pada darah tepi yang
disebabkan oleh kelainan primer pada sumsum
tulang dalam bentuk aplasia atau hipoplasia.
Karena sumsum tulang pada sebagian besar
kasus bersifat hipoplastik, bukan aplastik total
maka anemia ini disebut juga anemia hipoplastik
(bakta, 2006).

Patofisiologi
Pansitopenia dalam anemia aplastik menggambarkan
hematopoetik yang ditunjukkan dengan penurunan
drastic jumlah sel primitive hematopoetik. 2 mekanisme
dijelaskan pada kegagalan sumsum tulang, antara lain :
Mekanisme pertama adalah cedera hematopoetiklangsung
karena bahan kimia seperti benzene, obat, atau radiasi ntuk
proses proliferasi dan sel hematopoetik yang tidak bergerak
Mekanisme kedua didukung oleh observasi klinik dan studi
laboratorium, yaitu imun sebagai penekan sel sumsum tulang,
sebagai contoh dari mekanisme ini yaitu kegagalan sumsum
tulang setelah graft versus host disease, eosinophilic fasciitis,
dan hepatitis.

Pasien dengan anemia aplstik biasanya tidak


memiliki lebih dari 10% jumlah sel batang
normal. Bagaimanapun studi labortaorium
menunjukkan bahwa sel stromal dari pasien
anemia aplastik dapat mendukung pertumbuhan
dan perkembangan dari sel induk hematopoetik
dan dapat juga menghasilkan kuantitas faktor
pertumbuhan hematopoetik dengan jumlah
normal atau meningkat (young, 2003).

Patofisiologi dari anemia aplastik oleh karena itu


disarankan dua pendekatan utama untuk
pengobatannya : penggantian sel induk yang
tidak sempurna dengan cara transplantasi
sumsum tulang dan penekanan proses
imunologi yang bersifat merusak (young, 2003).

Manifestasi Klinis
Permulaan dari suatu anemia aplastik sangat tersembunyi dan
berbahaya yang disertai dengan penurunan sel darah merah
secara berangsur sehingga menimbulkan kepucatan, rasa lemah
dan letih, atau dapat lebih hebat dengan dapat disertai panas
badan namun pasien merasa kedinginan, pusing, jantung
berdebar, nafsu makan turun, penglihatan kabur, dan faringitis
atau infeksi lain yang ditimbulkan dari neutropenia (shadduck,
2001).
Pemeriksaan fisik secara umum tidak ada penampakan kecuali
tanda infeksi atau pendarahan. Jejas purpuric pada mulutnya
(purpura basah) menandakan jumlah platelet kurang dari 10.000
l yang menandakan resiko yang lebih besar untuk pendarahan
otak (bakta, 2006).

Prognosis dan perjalanan penyakit


Prognosis atau perjalanan penyakit anemia sangat
bervariasi tetapi tanpa pengobatan pada umumnya
meberikan prognosis yang buruk (bakhshi, 2008).
Prognosis dapat dibagi menjadi 3, yaitu :
Kasus berat dan progresif rata-rata meninggal dalam
3bulan (10-15% kasus)
Pasien dengan perjalanan penyakit kronik dengan
remisi dan kambuh meninggal dalam 1tahun (50%
kasus).
Pasien yang mengalam remisi sempurna atau parsial
hanya merupakan bagian kecil penderita

Penatalaksanaan
Inf NS 21 tpm
Drip NB 1x1
Inj. Diphenhydramine 3x1
Transfuse WB 2kolf/hour

Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai