Anda di halaman 1dari 18

Kelompok 1

Gangguan pada Indera


Penglihatan
Bahasan :
Katarak
Konjungtivitis
Ablasio blastoma

Kelompok 1 :
Agus Arianto Ari Yunisa
Andri Sutarja Desilina
Andi Suryawan Diana Marina
Andriyadi Cindy Olivia
Dendy Juwisani
The human eye is the organ which gives us the sense of sight,
allowing us to learn more about the surrounding world than we
do with any of the other four senses.

We use our eyes in almost every


activity we perform, whether reading,
working, watching television,
writing a letter, driving a car,
and in countless other ways.
Probably most people would agree
that sight is the most precious
of the five senses, and many people fear blindness more than
any other disability.
Anatomi Mata
Anatomi mata
Mata manusia dilindungi oleh bagian mata berikut ini :
 Kelopak mata yang berfungsi untuk berkedip dan
menghalau masuknya kotoran ke dalam mata.
 Bulu mata yang berfungsi untuk melindungi mata dari
debu.
 Alis yang berfungsi untuk menghalangi jatuhnya keringat
dari dahi ke mata.
 Kelenjar air mata yang berfungsi untuk menghasilkan air
mata sehingga mata tidak kering. dan membersihkan
kotoran yang terdapat di permukaan mata.
Mata terdiri dari bagian-bagian di
bawah ini :
 Kornea yang disebut juga selaput tanduk, berupa selaput bening yang
merupakan
 lapisan terdepan dari mata untuk melindungi bagian dalam mata dan
menerima rangsang cahaya.
 Aqueous humor yang berupa cairan dan terdapat di belakang kornea
memiliki fungsi untuk membiaskan cahaya yang masuk ke dalam
mata.
 Pupil yang berupa lubang di bagian tengah iris untuk mengatur
kuantitas cahaya yang masuk. Itulah sebabnya apabila berada di
tempat gelap pupil akan melebar sedangkan di tempat terang pupil
akan mengecil.
 Lensa yang berbentuk transparan bikonveks dan bersifat elastis,
sehingga dapat mengalami perubahan dari cembung ke pipih dan
sebaliknya. Lensa berfungsi untuk mengatur pembentukan bayangan
agar cahaya tepat jatuh pada retina.
 Iris yang merupakan diafragma di sekitar pupil berupa tirai berpigmen
terletak di depan lensa, disebut juga sebagai selaput pelangi karena
memberi warna pada mata. Fungsinya untuk mengatur banyak
sedikitnya cahaya yang masuk
Anatomi..lanjutan...

 Sklera yang yang disebut juga selaput keras dengan lapisan berwarna
putih dan tidak tembus cahaya berfungsi untuk melindungi mata bagian
dalam.
 Selaput koroid yang disebut juga selaput pembuluh karena
mengandung banyak pembuluh darah, letaknya di lapisan tengah bola
mata dan berwarna coklat kehitaman berfungsi untuk memberi zat
makanan dan oksigen ke retina.
 Retina yang disebut juga selaput jala merupakan lapisan terdalam dari
bola mata yang lunak dan peka terhadap cahaya. Fungsinya untuk
menangkap bayangan.
 Bintik Kuning yang banyak mengandung sel-sel saraf berupa:
 a. sel kerucut yang peka terhadap cahaya terang dan membedakan
warna hijau, merah, biru.
 b. sel batang yang peka terhadap cahaya kurang terang dan
membedakan warna hitam putih.
 Otot mata yang memiliki 6 otot penggerak terdiri dari:
 a. 4 otot rektus (lurus) untuk menggerakkan otot mata ke atas dan ke
bawah.
b. 2 otot obliq (menyerong) untuk menggerakkan bola mata ke bawah-
sisi luar dan ke atas-sisi luar.
Berikut adalah proses penglihatan :
 Cahaya masuk lewat pupil dan diteruskan
melalui lensa mata, yang memusatkan
bayangan ke retina.
 Ukuran pupil dikendalikan oleh otot. Bila perlu
banyak cahaya, pupil membesar. Bila cahaya
bertambah terang, pupil bertambah kecil.
 Kemudian cahaya masuk ke Retina dan oleh
Retina diubah menjadi sinyal saraf yang
kemudian di salurkan ke Otak melalui saraf-
saraf mata
Perkembaangan Penglihatan
 Penglihatan bayi saat baru lahir, jauh dari sempurna. Pertama kali
mereka membuka mata, penglihatannya masih samar. Artinya dia
belum bisa melihat objek secara jelas. Sampai sekitar 3 bulan, bayi
belum mampu memfokuskan matanya pada satu objek tertentu. Baru
sekitar usia 8 bulan, mereka bisa melihat objek-objek dalam bentuk 3
dimensi.

 Dalam bulan-bulan awal kehidupan, sistem visual masih belum


sepenuhnya berkembang pada saat kelahiran (dan bahkan kurang
berkembang pada bayi prematur). Sejak lahir hingga dewasa, mata
meningkat menjadi tiga kali ukuran saat lahir, dan sebagian besar
pertumbuhan ini selesai pada usia 3; sepertiga dari diameter mata
tumbuh pada tahun pertama kehidupan

 Saat dewasa maka perkembangan bola mata akan maksimal, yang


juga akan mempengaruhi kemampuan penglihatan. Semakin
bertambahnya usia maka kemampuan mata akan semakin berkurang,
hal ini juga dapat diakibatkan oleh proses degeneratif pada lansia.
Perkembaangan Penglihatan..
..lanjutan..
 Age-related Macular Degeneration (AMD)
atau kemunduran makuler yang
dihubungkan dengan usia adalah penyakit
degeneratif pada retina yang bisa
menyebabkan hilangnya penglihatan
sentral. Kemunduran makular ini membuat
mata tidak bisa melihat dengan baik.
keadaan ini menjadi penyebab utama
kehilangan penglihatan yang berat pada
orang usia lebih dari 65 tahun beberapa
bahkan menyebutkan sudah dimulai pada
usia 50 tahun ke atas.
Konjungtivitis

• Suatu peradangan konjungtiva yang


disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, clamida,
alergi atau iritasi dengan bahan-bahan kimia.
Conjunctivitis (konjungtivitis, pink eye)
merupakan peradangan pada konjungtiva
(lapisan luar mata dan lapisan dalam kelopak
mata) yang disebabkan oleh mikro-organisme
(virus, bakteri, jamur, chlamidia), alergi, iritasi
bahan-bahan kimia.
Klasifikasi Konjungtivitis

• Konjungtivitis Kataral.
Konjungtivitis Kataral Akut.
Disebut juga konjungtivitis mukopurulenta,
konjungtivitis akut simplek, “pink eyes”.
Penyebab:
Koch Weeks, stafilokok aureus, streptokok viridan,
pneukok, dan lain-lain.

• Konjungtivitis Purulen.
Dapat Disebabkan :
Gonorrhoe dan Nongonorrhoe akibat pneumokok,
streptokok, meningokok, stafilokok, dsb.
Kondisi mata ketika terjangkit Konjungtivitis
Etiologi
• Pembagian konjungtivitis berdasarkan penyebabnya :
• Konjungtivitis akut bacterial, mis: konjungtivitis blenore,
konjungtivitis gonore, konjungtivitis difteri, konjungtivitis
folikuler, konjungtivitis kataral.
• Konjungtivitis akut viral, mis: keratokonjungtivitis epidemik,
demam faringokonjungtiva, keratokonjungtivitis herpetic.
• Konjungtivitis akut jamur
• Konjungtivitis akut alergik
• Konjungtivitis kronis, mis: trakoma.
• Personal hygiene dan kesehatan lingkungan yang kurang,
alergi, nutrisi kurang vitamin A, iritatif (bahan kimia, suhu,
listrik, radiasi ultraviolet), juga merupakan etiologi dari
konjungtivitis.
Patofisiologi
Konjungtiva berhubungan dengan dunia luar
kemungkinan konjungtiva terinfeksi dengan mikro
organisme sangat besar. Pertahanan konjungtiva
terutama oleh karena adanya tear film, pada
permukaan konjungtiva yang berfungsi melarutkan
kotoran dan bahan-bahan yang toksik kemudian
mengalirkan melalui saluran lakrimalis ke meatus nasi
inferior.

Tear film mengandung beta lysine, lysozyne, Ig A, Ig


G yang berfungsi menghambat pertumbuhan kuman.
Apabila ada kuman patogen yang dapat menembus
pertahanan tersebut sehingga terjadi infeksi
konjungtiva yang disebut konjungtivitis.
Manifestasi Klinik
 Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah
dan mengeluarkan kotoran. Konjungtivitis karena bakteri
mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih.
Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan
kotoran yang jernih. Kelopak mata bisa membengkak dan
sangat gatal, terutama pada konjungtivitis karena alergi.

 Gejala lainnya adalah:


- mata berair
- mata terasa nyeri
- mata terasa gatal
- pandangan kabur
- peka terhadap cahaya
- terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun
pada pagi hari.
Pengobatan

Pengobatan spesifik tergantung dari identifikasi penyebab.


Konjungtivitis karena bakteri dapat diobati dengan sulfonamide
(sulfacetamide 15 %) atau antibiotika (Gentamycine 0,3 %;
chlorampenicol 0,5 %). Konjungtivitis karena jamur sangat jarang
sedangkan konjungtivitis karena virus pengobatan terutama
ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder,
konjungtivitis karena alergi di obati dengan antihistamin
(antazidine 0,5 %, rapazoline 0,05 %) atau kortikosteroid
(misalnya dexametazone 0,1 %).
Pencegahan
Untuk mencegah makin meluasnya penularan konjungtivitis, kita
perlu memperhatikan langkah-langkah berikut:

 Usahakan tangan tidak megang-megang wajah (kecuali untuk


keperluan tertentu), dan hindari mengucek-ngucek mata.
 Mengganti sarung bantal dan handuk dengan yang bersih setiap
hari.
 Hindari berbagi bantal, handuk dan saputangan dengan orang
lain.
 Mencuci tangan sesering mungkin, terutama setelah kontak
(jabat tangan, berpegangan, dll) dengan penderita konjungtivitis.
 Untuk sementara tidak usah berenang di kolam renang umum.
 Bagi penderita konjungtivitis, hendaknya segera membuang
tissue atau sejenisnya setelah membersihkan kotoran mata.
Terima Kasih, semoga bermanfaat…