Anda di halaman 1dari 23

PEMERIKSAAN RADIOLOGI

Penyakit Endokrin &


Syaraf
Sudharmadji, Sp Rad, MPH
Inst Radiologi RS Bethesda

Blok Endocrinologi &


Neurologi

Tujuan Pembelajaran

PBL

Images

Sistema endokrin dan syaraf


Sistemendokrin, dalam kaitannya dengan sistem
saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh.
Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk
mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi
mereka satu sama lain saling berhubungan, namun
dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu.
Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise
posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural).
Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka
fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih
oleh sistem saraf.
Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui
hormon, maka sistem saraf bekerja melalui
neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung
saraf

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Hipotalamus
Kelenjar
hipofisis
Kelenjar tiroid
Kelenjar
paratiroid
Pankreas
Kelenjar
adrenal
Gonad (testis
dan ovarium)

Patologis Sistema Endokrin


Hipertrophy Kelenjar Endokrin
Hipotrophy Kelenjar Endokrin

Patologis Imejing Endokrin


1.
2.
3.
4.

Congenital
Neoplasma
Trauma
Inflamasi

Patologis Syaraf
Intra Cranial & Medula Spinalis
Intra cranial
1. Congenital
2. Neoplasma
3. Trauma
4. Inflamasi
5. Degeneratif &
metabolic
6. White Matter
disease

Medula Spinalis
1. Congenital
2. Neoplasma
3. Lesi Vasculer
4. Trauma
5. Inflamasi
6. Degeneratif

Kelainan Congenital
Hydrocephalus
Meningocele dan
encephalocele
Hemimegaloencephal
y
Chiari Malformation
Stenosis
Aquaeductus
Dandy Walker
Syndrom
Arachnoid cyst
Ependymal cyst
Septum Pellucidum
Cyst

Cavum Vergae cyst


Agenesis Corpus Corpus
Callosum

Lipoma corpus
Callosum
Hamartoma
Coarctation dari
frontal Horn
Porencephaly
Hydranencephaly
Holprosencephaly
Phacomatosis

Neoplasma
Glioma
Tumor ependym
Ependymoma
Choroid plexus
papilloma
Colloid disease
Meduloblastoma
Ganglioglioma
Pituitary Tumor
Suprasellar mass
Empty sellar
syndrome
Craniopharyngioma
Rathke Cleft disease

Inclusion Tumor :
*Epidermoid
*Dermoid
*Teratoma
Pineal tumor
Acoustic neurinoma
Hemangioblastoma
Glomus jugulare
tumor
Metastase
Primary lymphoma
Chordoma
Chondroma

Tumor Primer Cerebral


Berdasar Umur
0 s/d 5 tahun Brain stem Glioma
5 s/d 15 tahun meduloblastoma, cerebeller
astrocytoma, papilloma plexus choroideus,
pinealoma, craniopharyngioma
15 s/d 30 tahun Ependymoma
30 s/d 65 tahun glioma, meningioma,
acoustic neurinoma, pituitary tumor,
hemangioblastoma
Lebih 65 tahun meningioma, acoustic
tumor, glioblastoma

Lesi Vasculer

Aneurisma
Angiomatous Malformasi
Arteriovenosus Fistula
Intra cranial Hematom
Emboli
Vascular stenosis dan Thrombosis

Trauma
SAH (Sub Arakhnoid Hematom)
EDH (Epi Dural Hematom)
ICH (Intra Cranial Hematom)

Sequalae post trauma


kepala :

Cerebral infarction
Cerebral atrophy
Hydrocephalus
Infeksi
Aerocele
CSF fistula

Inflamasi
Infeksi piogenik
Subdural abses (empyema)
Ependymitis
Tuberculoma, tuberculous meningitis
Meningitis piogenik
Infeksi fungal (mucomycosis)
Infeksi parasit protozoa (toxoplasmosis, amoebiasis, malaria,
trypanosomiasis, chaga`s disease)
Infeksi parasit metazoa (hydatid cyst), scistosomiasis, nematodes
Infeksi Viral
Non spesifik virus (post infeksi virus measles, chickenpox, rubella)
Spesifik virus biasanya akut (enterovirus, rabies, herpes simplex,
cytomegalovirus)
AIDS (infeksi yang terjadi setelah terkena AIDS)
Meningitis (Cryptococcus deformans, mycobacteriae, herpes)
Focal lesi (toxoplasma, aspergillus fumigates, candida albican,
neoplastik : lymphoma, Kaposis`s sarcoma)

Kelainan Degeneratif &


Metabolik
Atrofi cerebri dan hydrocephaly dengan TIK
rendah (dilatasi ventrikel, sulci cerebri dan
cerebelli prominen, sub arakhnoid melebar)
Spesifik dementia :
Alzeimer`s (temporal) dan Pick`s disease
(frontal dan temporal)
Huntington`s disease (atrofi brain dan
terutama atropi corpus striatum)
Parkinson`s disease (atrofi brain diffuse)

White Matter disease


Dismielinisasi (leukodistrofi,
phenilketonuria)
Demielinisasi (multiple sklerosis)
demielinisasi periventrikel, jaras
optikus, brainstem, cerebeller white
matter, spinal cord, multiple sclerosis
plaque

Pemeriksaan Radiologis
Sistema Endokrin dan Neurologi
Plain Film
Barium Study kegunaan terbatas
ERCP (endoscopic retrograde
cholangiography) kegunaan terbatas
Angiography kegunaan terbatas
USG
CT Scan
MRI
Radionuklir kegunaan terbatas