Anda di halaman 1dari 68

Hati, Kandung Empedu dan

Pankreas

A. HATI
Hati adalah kelenjar paling besar di dalam tubuh.
Beratnya sekitar 1.500 gr.

Hati berwarna kecokelatan, sedangkan pada kondisi


hidup hati berwana merah tua karena kaya akan
persediaan darah.

Hati berada di rongga perut sebelah kanan atas atau


lebih tepatnya di bagian atas rongga abdomen,
terletak dibawah kerangka iga dan tepat dibawah
diafragma.

Hati mempunyai dua lobus utama:


Lobus kanan, terletak diatas fleksur kolik
kanan dan ginjal kanan
Lobus kiri, terletak diatas lambung.
Lobus kanan jauh lebih besar daripada
lobus sebelah kiri.

Lobus kanan terdiri dari


lobus kaudatus dan
lobus kuadratus
Hati memiliki ligamen
falsiform yang berfungsi
untuk memisahkan lobus

Struktur Hati

Hati terdiri dari sejumlah


besar lobulus hepatika
yang tampak berbentuk
heksagonal.
Masing-masing
berdiameter sekitar 1 mm

Hati mendapat suplai darah dari pembuluh


nadi (arteri hepatica) dan pembuluh gerbang
(vena porta) dari usus.
Pada hati juga terdapat sel-selperombak sel
darah merah yang telah tua disebut histiosit.
Sebagai alat eksresi, hati menghasilkan
empedu yang merupakan cairan jernih
kehijauan, di dalamnya mengandung zat warna
empedu (bilirubin), garam empedu, kolesterol
dan juga bakteri serta obat-obatan.
Zat warna empedu terbentuk dari rombakan
eritrosit yang telah tua atau rusak dan akan
ditangkap oleh histiosit yang selanjutnya
dirombak dan haeglobinnya dilepas.

Fungsi Hati
Mengatur jumlah karbohidrat yang ada didalam tubuh. Hati juga
menjaga agar glukosa darah tetap terjaga alias tidak jauh dari 90 mg/dl
Dapat menyeimbangkan jumlah lemak dalam tubuh
Berfungsi mengatur keseimbangan asam amino, asam lemak,
trigliserida, dan kolesterol
Mengatur sirkulasi hormon
Memproduksi empedu dan mensekresi empedu
Dapat memproduksi protein plasma didalam tubuh manusia
Dapat membersihkan zat-zat berbahaya contohnya toxic.
Membersihkan antibodi residu (sisa)
Bekerja memakan antigen (dilakukan oleh sel-sel hepar)
Berfungsi memakan (memfagosit) mikroorganisme
Bermanfaat menyimpan vitamin larut lemak (Vitamin A, D, E, K) dan
vitamin B12
Menyimpan mineral didalam tubuh kita
Memproses emulsi lemak (emulsifikasi lemak)
Menghentikan kerja obat (inaktivasi obat)

B. Kandung Empedu
Kandung
empeduataukantung
empedu(Bahasa Inggris:
gallbladder) adalah organ
berbentuk buah pir yang
dapat menyimpan sekitar
50 ml empedu yang

Pada manusia, panjang


kantung empedu adalah
sekitar 7-10 cm dan
berwarna hijau gelap.
Hal ini bukan
dikarenakan warna

Bagian-bagian Kandung
Empedu

Fundus vesikafelea, merupakan bagian kandung


empedu yang paling akhir setelah korpus vesikafelea.

Korpus vesikafelea, bagian dari kandung empedu


yang didalamnya berisi getah empedu. Getah empedu
adalah suatu cairan yang disekeresi oleh sel hati
sebanyak 500-1000 cc setiap harinya, sekresinya
berjalan terus menerus, jumlah produksi cairan

Leher kandung empedu, merupakan saluran


pertama tempat masuknya getah empedu ke badan
kandung empedu lalu berkumpul dan dipekatkan
dalam kandung empedu.

Duktus sistikus. Panjangnya kurang lebih 3 cm.


berjalan dari leher kandung empedu dan
bersambung dengan duktus hepatikus membentuk
saluran empedu ke duodenum.

Duktus hepatikus, saluran yang keluar dari leher.

Duktus koledokus, saluran yang membawa

Kandung empedu tidak memiliki submukosa.


Pembungkus pada kandung empedu terdiri dari
tiga lapis :
Visceral peritoneum, yaitu permukaan
luar dari kandung empedu
Pada bagian tengah, otot dari dindingnya
terdiri dari serat otot halus (sel)
Membran mukosa, pada bagian sebelah
dalam, yang tersambung dengan lapisan
saluran empedu.

Membran mukosanya terdiri atas sel-sel


epitel sederhana yang berbentuk sel tiang
(silinder), disusun menyerupai epitel pada
permukaan lambung yang mengeluarkan
sekret musin dan cepat mengabsorpsi air
dan elektrolit, tetapi tidak mensekresikan
garam-garam empedu dan pigmen, karena
itu, cairan empedu menjadi pekat.
Kontraksi dari otot tersebut dipengaruhi
oleh sistem hormonal yang menyebabkan isi
dari kandung empedu (cairan empedu)
masuk ke pembuluh cystic.

Pada individu normal,


cairan empedu mengalir
ke kandung empedu pada
saat katup Oddi tertutup.
Dalam kandung empedu,
cairan empedu

Bila saluran empedu dan


duktus sistikus dijepit,
maka tekanan dalam
saluran empedu akan
naik sampai kira-kira 30
mm cairan empedu
dalam 30 menit dan

Cairan yang disekresikan oleh sel-sel


hepatosit dalam organ hati adalah cairan yang
berwarna kekuningan atau kecoklatan atau
kuning kehijauan yang disekresikan oleh selsel hati.
Setiap hari sel-sel hati mensekresikan 8001000 ml cairan empedu dengan pH sekitar
7,6-8,6.
Cairan empedu sebagian besar terdiri atas air,
garam-garam empedu, kolesterol, dan sebuah
fosfolipid (lesitin), pigmen-pigmen empedu
dan beberapa ion-ion, serta zat-zat lain yang
ada dalam larutan elektrolit alkali yang mirip
dengan getah pankreas.

Fungsi Kandung Empedu

Fungsi utamanya untuk menyimpan empedu dan


memekatkan cairan empedu yang ada didalamnya
dengan cara mengabsorpsi air dan elektrolit.
Cairan empedu ini adalah cairan elektrolit yang
dihasilkan oleh sel hati.

Merupakan zat yang membantu dalam proses


pencernaan dan penyerapan lemak.
Lemak yang tidak larut dalam air akan diemulsi,
sehingga diperlukan sesuatu yang khusus. Hati
memproduksi empedu dan kemudian menyimpannya di
dalam kandung empedu hingga tubuh perlu mencerna
lemak. Ketika saat ini tiba, kandung empedu mulai untuk
membiarkan aliran empedu ke dalam usus, di dalam
duodenum, di mana lemak dicerna dengan bantuan dan

Empedu juga
menetralkan beberapa
asam yang ditemukan
dalam jenis makanan
tertentu.
Sama seperti setiap organ
lain dalam tubuh, kantong
empedu dapat kerusakan

Garam empedu menyebabkan meningkatnya


kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang
larut dalam lemak, sehingga membantu
penyerapannya dari usus.
Hemoglobin yang berasal dari penghancuran
sel darah merah diubah menjadi bilirubin
(pigmen utama dalam empedu) dan dibuang
ke dalam empedu.
Berbagai protein yang memegang peranan
penting dalam fungsi empedu juga disekresi
dalam empedu.

Garam-garam Empedu

Empedu sebagian besar adalah hasil dari excretory


dan sebagian adalah sekresi dari pencernaan.
Garam-garam empedu termasuk ke dalam
kelompok garam natrium dan kalium dari asam
empedu yang berkonjugasi dengan glisin atau taurin
suatu derifat atau turunan dari sistin, mempunyai
peranan sebagai pengemulsi, penghancuran dari
molekul-molekul besar lemak menjadi suspensi dari
lemak dengan diameter 1 m dan absorpsi dari
lemak, tergantung dari sistem pencernaannya.

Terutama setelah garam-garam empedu


bergabung dengan lemak dan membentuk Micelles
(agergat dari asam lemak, kolesterol dan
monogliserida), kompleks yang larut dalam air
sehingga lemak dapat lebih mudah terserap dalam
sistem pencernaan (efek hidrotrofik).
Ukuran lemak yang sangat kecil sehingga
mempunyai luas permukaan yang lebar sehingga
kerja enzim lipase dari pankreas yang penting
dalam pencernaan lemak dapat berjalan dengan
baik.
Kolesterol larut dalam empedu karena adanya
garam-garam empedu dan lesitin.

Singkatnya, garamgaram empedu


terbentuk dari asam
empedu yang berikatan
dengan kolesterol dan
asam amino.
Setelah disekresi ke

Zat-zat yang dibentuk dalam empedu antara


lain adalah:
Bilirubin, yang juga dikenal sebagai pigmen
empedu, merupakan hasil dari metabolisme
hem.
Hem, yang merupakan bagian nonprotein dari
hemoglobin, akan mengalami perubahan lagi
menjadi biliverdin, lalu bilirubin. Keseluruhan
proses perubahan ini berlangsung di hati.

Sekitar 70-80% bilirubin diperoleh dari pemecahan


hem yang berasal dari hemoglobin ini, dan 20-25%
berasal dari protein hem lain seperti mioglobin,
sitokrom (yang mengandung hem) dan katalase.
Sebagian kecil diperoleh dari penghancuran sel
eritroid muda (akibat eritropoesis yang tidak
efektif).

Dalam metabolismenya, struktur bilirubin yang


dihasilkan dari perubahan-perubahan hemoglobin
itu bersifat tidak larut dalam air, tetapi sangat larut
dalam lemak. Karena sifat tidak larut dalam air ini,
maka di dalam plasma darah, bilirubin harus
diangkut dengan bantuan suatu pembawa (karier),
dan karier fisiologis tersebut adalah albumin serum.

Bilirubin dalam bentuk ikatan bilirubinalbumin akan beredar di dalam sirkulasi darah,
untuk kemudian masuk ke dalam sel hati. Pada
permukaan sinusoid hati, bilirubin tidak
terkonjugasi akan melepaskan diri dari
ikatannya dengan albumin, dan masuk melalui
membran sel hati dengan cara difusi
(facilitated diffusion).

Di dalam sel hati


(hepatosit), bilirubin diikat
oleh 2 protein intraseluler

Agar bilirubin dapat


diekskresikan ke dalam
empedu (untuk kemudian
dikeluarkan ke usus),
terlebih dulu ia harus
dibuat dapat larut dalam
air. Untuk mencapai

Karena asam deoksikolat


dan asam litokolat di
bentuk oleh kerja bakteri,
asam deoksikolat dan
asam litokolat dinamakan
asam empedu sekunder.

C. Pankreas
Pankreasadalahorgan
aksesoris padasistem
pencernaan. Pankreas
terletak pada kuadran kiri
atasabdomenatau
perutdan bagian
kaput/kepalanya

The 'pulau Langerhans' merupakan bagian endokrin


pankreas. Pankreas yang melepaskan hormon
glukagon, insulin, somatostatin, dan polipeptida
pankreas ke dalam aliran darah, masing-masing.
Hormon-hormon ini membantu menjaga gula darah
pada tingkat normal. Glukagon membantu menaikkan
gula darah bila diperlukan, sementara insulin
merangsang sel untuk menggunakan glukosa dalam
darah.

Sel-sel asinar atau sel eksokrin


menghasilkan jus pankreas yang
mengandung enzim pencernaan. Sel-sel
yang terhubung ke saluran pankreas
menuangkan jus ke dalam makanan.
Jus pankreas membantu penyerapan nutrisi
di usus kecil. Enzim-enzim pencernaan
meningkatkan proses pencernaan lemak,
protein dan karbohidrat.

Getah pankreas mengandung enzim-enzim untuk


pencernaan ketiga jenis makanan utama: protein,
karbohidrat, dan lemak.
Enzim-enzim proteolitik adalah tripsin, kimotripsin,
karboksipolipeptidase, ribonuklease, dan
deoksiribomuklease.
Tiga enzim yang pertama mencernakan protein secara
keseluruhan dan secara parsial, sedangkan nuclease
memecahkan dua jenis asam nukleat: asam
ribonukleat dan deoksiribonukleat.

Enzim pencernaan untuk karbohidrat


adalah amylase pankreas, yang
menghidrolisis pati, glikogen dan sebagian
besar karbohidrat lain kecuali selulosa untuk
membentuk disakarida.
Enzim-enzim untuk pencernaan lemak
adalah lipase pankreas, yang sanggup
menghidrolisis lemak netral menjadi gliserol,
asam lemak, serta kolesterol esterase.
Produk enzim akan disalurkan dari
pankreas keduodenummelalui saluran
pankreasutama.

Fungsi Pankreas

Mengatur kadar gula


dalam darah melalui
pengeluaran glukogen,
yang menambah kadar
gula dalam darah dengan
mempercepat tingkat
pelepasan dari hati.

Kesimpulan

Kerongkongan membawa makanan dari mulut dan


mengosongkan ke perut. Asam lambung memecah
makanan dan kemudian makanan diteruskan ke
duodenum (bagian pertama dari usus kecil). Di sini,
empedu dan jus pankreas membantu proses
pencernaan. Enzim pankreas menetralisir asam
lambung. Campuran protein dan natrium bikarbonat
diproduksi di pankreas membantu mengurangi
keasaman makanan (chyme) masuk ke duodenum.
Enzim dan natrium bikarbonat terus-menerus
dilepaskan oleh pankreas tetapi mereka dirilis dalam
jumlah yang sangat kecil (sekitar 0,2-0,3 ml per

Sejumlah faktor memicu enzim pankreas untuk


membuang ke bagian pertama dari usus kecil. Ini
termasuk persepsi visual dari makanan, bau, rasa,
dan konsumsi makanan, distensi perut seperti
mengisi dengan makanan, kehadiran berbagai
hormon pencernaan, dll jenis tertentu dari peptida
disebut polipeptida pankreas (PP) yang diproduksi
oleh pankreas, maka pengekangan enzim sekresi.
Para saraf vagal memicu sekresi PP. Studi
menunjukkan bahwa makanan tertentu
menghambat sekresi enzim. Asam lemak dan
monogliserida sangat mempengaruhi sekresi enzim
pankreas. Dengan demikian, apa yang Anda makan
mempengaruhi fungsi pankreas sangat.

Kelompok 4 :
# Desi Anggarini Pratiwi
# Dhea Christine
_DIII B GIZI_

Pertanyaan
Adinda (kel. 1)

Apabila ada gangguan fungsi hati, apakah ada organ lain yang bisa
menggantikan fungsi hati?
Apakah pengangkatan kandung empedu akan berdampak di kemudian
hari?

Alita (kel. 1)

Mengapa pankreasdisebutorgan aksesoris padasistem pencernaan?


Apakah pankreas tidak berpengaruh besar dalam sistem pencernaan?

Cyntia Bella (kel. 3)

Maksud fungsi hati dalam mengatur sirkulasi hormon dan hormon apa
saja yang dapat mengatur sirkulasi hormon?

Henna (kel. 6)

Perbedaan kinerja lobus kanan dan lobus kiri pada hati?


Apa yang menyebabkan bilirubin pada bayi bisa naik?

Nurul (kel. 9)
7. Fungsi getah empedu?

Ratri (kel. 11)

Bagaimana cara menstabilkan kadar gula dalam darah?

Rizka A (kel. 14)

Bagaimana proses pembentukan batu empedu pada kandung


empedu?

Indah (kel. 15)

Makanan apa yang dapat menghambat dan meningkatkan sekresi


enzim?

Zashika (kel. 17)

Komponen cairan empedu sehingga berwarna hijau kegelapan?

Della (kel. 3)

Bagaimana proses mengemulsi lemak?

Cory (kel. 2)

Bagaimana kaitan fungsi kerja hati dalam pencernaan selain mencerna


karbohidrat dan mengemulsi lemak?

Andam (kel. 2)

Pigmen apa saja yang merupakan hasil pemecahan sel darah merah
dan kelebihan kolesterol?

Theodosia (kel. 16)

Berasal darimanakah garam empedu?

Karina (kel. 7)

Bagaimana proses meningkatnya kadar kelarutan kolesterol?

Jawaban
Adinda (kel. 1)

Apabila ada gangguan fungsi hati, apakah ada organ lain yang bisa
menggantikan fungsi hati?

Tidak ada organ lain yang dapat menggantikan fungsi hati. Salah satu
contoh fungsi hati adalah
- Emulsifikasi dan absorbsi lemak
- Berperan penting dalam mempertahankan kadar gula darah
- Memetabolisme protein, lemak dan karbohidrat tercerna
- Detoksifikasi zat-zat beracun di dalam pencernaan
- Menghasilkan enzim arginase
Hati juga merupakan pabrik kimia terbesar dalam tubuh atau perantara
metabolisme, artinya hati mengubah zat makanan yang diabsorpsi dari
usus dan disimpan di suatu tempat di dalam tubuh, guna dibuat sesuai
pemakaiannya di dalam jaringan.
Dan tidak ada satu pun organ yang mampu melakukan tugas-tugas
seperti diatas selain hati.

Adinda (kel. 1)

Apakah pengangkatan kandung empedu akan berdampak di kemudian


hari?

Sistem pencernaan dapat bekerja cukup baik tanpa kantung empedu.


Normalnya, empedu disimpan di dalam kantung empedu sebelum
disalurkan ke usus duabelas jari. Bila kantung empedu diangkat, empedu
disalurkan langsung ke dalam usus duabelas jari. Empedu tersebut kurang
pekat dibanding normalnya sehingga empedu kurang efisien dalam
melakukan pekerjaannya. Intinya, manusia akan tetap dapat hidup tanpa
kantung empedu.

Alita (kel. 1)

Mengapa pankreasdisebutorgan aksesoris padasistem pencernaan?


Apakah pankreas tidak berpengaruh besar dalam sistem pencernaan?

3. Karena secara anatomis, sistem pencernaan terdiri atas saluran


gastrointestinal dan organ-organ pencernaan aksesoris. Organ dari
saluran gastrointestinal adalah rongga mulut, faring, esofagus, lambung,
usus halus, dan usus besar. Organ aksesoris pencernaan adalah gigi,

Cyntia Bella (kel. 3)

Maksud fungsi hati dalam mengatur sirkulasi hormon dan hormon


apa saja yang dapat mengatur sirkulasi hormon?

Henna (kel. 6)

Perbedaan kinerja lobus kanan dan lobus kiri pada hati?

Henna (kel. 6)

Apa yang menyebabkan bilirubin pada bayi bisa naik?

- Faktor fisiologis
Sebelum bayi lahir, yang menghilangkan bilirubin dalam darah bayi
adalah hati si ibu. Setelah bayi lahir, hati si bayi belum matang benar
dalam melakukan fungsinya dan sering tidak dapat menghilangkan
bilirubin dengan cepat , sehingga menyebabkan kelebihan bilirubin.
Peningkatan bilirubin pada hari ke 2-3 hari kelahiran, pada hari ke 4-5
kondisi mulai membaik, pada usia 1-2 minggu kelebihan bilirubin akan
menghilang.
Faktor menyusui/ malnutrisi
Karena asupan ASI tidak memadai
Akibat ketidakcocokan golongan darah (Rhesus dan A B O)
Peningkatan bilirubin terjadi pada 24 jam pertama kehidupan. Pada
keadaan ini juga dapat terjadi tingkat berbahaya atau bahkan sampai
meninggal.

Nurul (kel. 9)

Fungsi getah empedu?

- Fungsi koleterik : menambah sekresi empedu


- Fungsi kolagogi : menyebabkan kandung empedu mengosongkan diri
- Memperluas butiran-butiran lemak menjadi emulsi sehingga mudah
larut dalam air dan diserap oleh usus

Ratri (kel. 11)


Bagaimana cara menstabilkan kadar gula dalam darah?

Pada pankreas, terdapat bagian yang bernama pulau


Langerhans'. Di sini, jutaan sel yang diatur dalam cluster dan tali.
Mereka diklasifikasikan sebagai , , , dan PP atau delta sel
yang melepaskan hormon glukagon pankreas, insulin,
somatostatin, dan polipeptida pankreas ke dalam aliran darah,
masing-masing. Hormon-hormon ini membantu menjaga gula
darah pada tingkat normal.

Glukagon membantu menaikkan gula darah bila


diperlukan, sementara insulin merangsang sel
untuk menggunakan glukosa dalam darah.
Mengatur kadar gula dalam darah melalui
pengeluaran glukogen, yang menambah kadar gula
dalam darah dengan mempercepat tingkat
pelepasan dari hati.
Pengurangan kadar gula dalam darah dengan
mengeluarkan insulin yang mana mempercepat
aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama
otot. Insulin juga merangsang hati untuk mengubah
glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di
dalam sel-selnya.

Rizka A (kel. 14)

Bagaimana proses pembentukan batu empedu pada kandung


empedu?

Batu empedu akan terbentuk bila cairan empedu yang tersimpan di


kantong empedu mengendap dan mengeras menjadi butir batu.
Pengendapan ini dapat terjadi akibat pembentukan komponen empedu
(kolesterol atau pigmen empedu) meningkat atau karena pengosongan
kandung empedu terhambat.
Batu empedu dapat tetap berada dalam kantong empedu, akan tetapi
tidak jarang batu terbawa masuk ke dalam saluran empedu dan
menimbulkan penyumbatan dengan segala akibatnya.

Indah (kel. 15)

Makanan apa yang dapat menghambat dan meningkatkan sekresi


enzim?

13. Kolesistokinin pengaturan sekresi enzim oleh


pankreas. Adanya makanan dalam usus halus bagian atas
juga menyebabkan hormone kedua, kolesistokinin, suatu
polipeptida yang mengandung 33 asam amino, disekresi dari
mukosa. Hal ini terutama akibat adanya lemak dan juga
proteosa dan pepton, yang merupakan hasil pencernaan
parsial protein, akan tetapi, asam juga akan menyebabkan
pengeluaran kolesistokinin dalam jumlah sedikit.
Kolesistokinin, seperti sekretin, masuk ke dalam darah menuju
ke pankreas, tetapi ketimbang menyebabkan sekresi air dan
bikarbonat, ia menyebabkan sekresi enzim-enzim pencernaan
dalam jumlah besar, yang efeknya sama seperti
perangsangan vagus. Jumlah total yang disekresi setiap hari
sekitar 1200 ml.

Zashika (kel. 17)

Komponen cairan empedu sehingga berwarna hijau kegelapan?

Empedu pada
Hepar

Empedu pada
Kandung
Empedu

Air

97,5 g.%

92 g.%

Garam-garam
empedu

1,1 g.%

6 g.%

Bilirubin

0,4 g.%

0,3 g.%

Kolesterol

0,1 g.%

0,3 0,9 g.%

Asam-asam
lemak

0,12 g.%

0,3 1,2 g.%

Lesitin

0,04 g.%

0,3 g.%

Na+

145 mEq/l.

130 mEq/l.

K+

5 mEq/l.

12 mEq/l.

Ca+

5 mEq/l.

23 mEq/l.

Cl-

100 mEq/l.

25 mEq/l.

HCO3-

28 mEq/l.

10 mEq/l.

Della (kel. 3)

Bagaimana proses mengemulsi lemak?

15. Lemak yang tidak larut dalam air akan diemulsi, sehingga diperlukan sesuatu
yang khusus, yaitu garam empedu. Garam empedu mengemulsi globulus lemak
besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan globulus lemak lebih kecil,
sehingga mempermudah enzim mengerjakan tugasnya. Hati memproduksi
empedu dan kemudian menyimpannya di dalam kandung empedu. Dalam cairan
empedu inilah terdapat garam empeduyang disimpan hingga tubuh
memerlukannya untuk mencerna lemak. Ketika saat ini tiba, kandung empedu
mulai untuk membiarkan aliran empedu ke dalam usus, di dalam duodenum, di
mana lemak dicerna dengan bantuan dan kemudian diserap oleh organisme.

Cory (kel. 2)

Bagaimana kaitan fungsi kerja hati dalam pencernaan selain


mencerna karbohidrat dan mengemulsi lemak?

Andam (kel. 2)

Pigmen apa saja yang merupakan hasil pemecahan sel darah


merah dan kelebihan kolesterol?

Theodosia (kel. 16)

Berasal darimanakah garam empedu?

18. Garam empedu berasal dari cairan empedu yang tersimpan di kantung
empedu mengendap dan mengeras menjadi butir batu. Pengendapan ini
dapat terjadi akibat pembentukan komponen empedu (kolesterol atau pigmen
empedu) meningkat atau karena pengosongan kandung empedu terhambat.

Karina (kel. 7)

Bagaimana proses meningkatnya kadar kelarutan kolesterol?

h
ttp://dengan-ku.blogspot.com/2013/03/pengertian-dan
-fungsi-hati-empedu-serta.html
http://venusonline.wordpress.com/2012/02/09/fungs
i-kandung-empedu-dan-penyakit-kandung-empedu/
http://pelajaribiologi.blogspot.com/2012/05/kandung
-empedu-dan-fungsinya.html

http://www.biologi-sel.com/2013/06/fungsi-pankreas.h
tml

Ada berapa jenis batu empedu ?


Berdasarkan komponen utama, maka batu empedu pada dasarnya dapat
dibagi menjadi
Batu kolesterol.
Batu berpigmen/batu bilirubin.
Menurut statistik, batu kolesterol lebih banyak ditemukan di benua
Eropah, sedangkan orang Asia lebih banyak menderita batu bilirubin.
Apa penyebab batu empedu ?
Batu empedu akan terjadi kalau :
Kadar komponen cairan empedu meningkat.
Ada hambatan pengosongan kandung empedu yang berkepanjangan
sehingga memungkinkan cairan empedu mengendap dan membatu.
Para ahli menduga batu kolesterol terjadi akibat cairan empedu
mengandung terlalu banyak kolesterol, sedikit garam empedu dan ada
hambatan pengosongan kandung empedu. Batu bilirubin lebih sering
terjadi pada penderita penyakit sel darah merah yang disebutsickle cell
anemiadimana produksi bilirubin berlebihan, penyebab lain ialah infeksi
saluran empedu dan sirosis hepatis (penyakit liver menahun).

Faktor-faktor yang telah diketahui berperan dalam pembentukan batu empedu


ialah :
Usia, makin lanjut usia makin sering.
Jenis kelamin, wanita lebih banyak dari laki.
Kegemukan.
Diabetes mellitus.
Penurunan berat badan yang terlalu cepat, karena mobilisasi lemak akan
menyebabkan liver membuang banyak kolesterol ke dalam empedu.
Puasa berkepanjangan (lebih dari 5 hari). Puasa akan mengurangi pergerakan
dan pengosongan kandung empedu, sehingga empedu lebih mengental dan
mudah mengendap.
Hormon estrogen. Peningkatan estrogen pada kehamilan, pemakaian pil KB,
peserta terapi sulih hormon. Hal ini disebabkan estrogen selain meningkatkan
kadar kolesetrol dalam empedu juga mengurangi kontrakasi kandung empedu.
Obat2an. Khusunya obat2 golongan fibrate yang dipakai untuk menurunkan
lemak darah, karena obat tersebut meningkat pembuangan kolesterol dan
trigliserid ke dalam empedu.
Apakah gejala batu empedu ?
Gejala batu empedu sering timbul mendadak, biasanya timbul setelah pesta
makanan yang kaya lemak, di kalangan kedokteran disebut colic dan
berupa :
Nyeri diperut kanan atas, makin lama makin parah, berlangsung beberapa
jam.
Nyeri di punggung antara dua tulang belikat.
Nyeri di bahu kanan.
Nyeri di daerah lambung, sehingga sering diduga sakit maag.

Mual dan muntah.


Kembung, bersendawa terus.
Bila disertai radang kantong empedu (Cholecystitis), akan disertai demam dan menggigil.
Mata dan kulit menjadi kuning serta tinja yang berwarna abu-abu.
Sebanyak 80% penderita batu empedu tidak mempunyai keluhan, keadaan ini disebut
silent tone. Kalau tidak mengganggu fungsi kandung empedu, liver, atau organ
sekitarnya maka batu ini umumnya tak memerlukan pengobatan, cukup observasi
berkala.
Bagaimana Mengetahui ada batu empedu ?
Silent stone biasanya diketemukan secara kebetulan waktu check up rutin atau saat
pemeriksaan untuk penyakit lain. Pada penderita yang menunjukkan tanda yang
mencurugakan ada batu empedu maka pemeriksaan dengan Ultrasonografi (USG), atau
foto rongent khusus kantong empedu (cholecystography) dapat memastikan adanya
batu empedu tsb (termasuk letak, ukuran dan jumlahnya).
Apakah komplikasi batu empedu ?
Komplikasi yang dapat terjadi antara lain, infeksi kantong empedu (choloecystitis)
sampai pernanahan, kantong empedu pecah tertembus, radang liver (hepatitis) dan
radang kelenjar pankreas akibat sumbatan saluran empedu yang berkepanjangan.
Bagaimana pengobatan batu empedu ?
Tindakan pembedahan (cholecystectomy) adalah pilihan terbaik untuk batu empedu
yang telah menimbulkan gangguan. Umumnya batu yang telah berukuran < 3 cm atau
yang telah di sertai pengapuran kantong empedu, memerlukan pengobatan operatif.
Teknik operasi ada dua

Anda mungkin juga menyukai