Anda di halaman 1dari 78

SISTEM ENDOKRIN

HUDZAIFAH AL FATIH

Sistem endokrin menyediakan hubungan elektokimia


dari hipotalamus ke seluruh organ yang mengendalikan
metabolisme, pertumbuhan dan perkembangan, serta
reproduksi

Ada 2 tipe hormon yang di sekresikan oleh system


endokrin: Steroid (berasal dari lemak) dan non-steroid
(berasal dari protein)

Sistem endokrin meregulasi hormone berdasarkan


umpan balik negatif (negative feedback)
Peningkatan aktivitas hormon akan menurunkan
produksi hormon tersebut

https://youtu.be/ejq99wLEMTw

Kelenjar-kelenjar utama endokrin.


1.Kelenjar pineal
2.Kelenjar pituitary
3.Kelenjar tiroid
4.Thymus
5.Kelenjar adrenal
6.Pankreas
7.Ovarium
8.Testis

Jenis-Jenis Kelenjar
Kelenjar Eksokrin
Merupakan kelenjar yang mengeluarkan sekresi selularnya
melalui saluran (duktus) ke dalam lumen organ.
Termasuk di dalamnya: kelenjar keringat,
kelenjar saliva,
kelenjar pancreas dan kelenjar mammae. Kelenjar2 ini
tidak dianggap sebagai bagian dari system
endokrin
Kelenjar Endokrin
Merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran dan
mengeluarkan sekresinya langsung ke cairan interselular atau
ke dalam darah.

Hormon
Pembawa pesan kimia yang diproduksi oleh sel yang
mempengaruhi perubahan tertentu terhadap aktivitas
seluler sel lain (target sel)

Endocrine Glands and Their


Major Hormones
Endocrine
Gland

Associated
Hormones

Chemical Target
Class
Tissue/
Organ

Effect

Hypothala
mus

Hypothalamic
releasing and
inhibiting
hormones

Peptide

Hipofisis
Anterior

Meregulasi hormone
hipofisis anterior

Hipofisis
posterior

Antidiuretic
(ADH)

Peptide

Ginjal

Stimulates water
reabsorption by kidneys

Oxytocin

Peptide

Uterus,
kelenjar
mammae

Stimulasi kontraksi otot


uterus dan produksi susu
oleh kelenjar mammae

Thyroid
stimulating
(TSH)

Glycoprot
ein

Thyroid

Menstimulasi tiroid

Hipofisis
Anterior

Endocrine
Gland

Hormone
Released

Chemical
Class

Target Tissue/
Organ

Major Function
of Hormone

Adrenocorticotro Peptide
pic
(ACTH)

Korteks adrenal

Menstimulasi korteks
adrenal

Gonadotropic
(FSH, LH)

Glycoprote
in

Gonads

Produksi sel telur dan


sperma, produksi
hormone seks

Prolactin (PRL)

Protein

Kelenjar
mammae

Produksi ASI

Growth (GH)

Protein

Jaringan lunak,
tulang

Pembelahan sel,
sintesis protein &
pertumbuhan tulang

Endocrine
Gland

Hormone
Released

Chemical
Class

Target Tissue/
Organ

Major Function
of Hormone

Thyroid

Thyroxine (T4)
and
Triiodothyronie
(T3)

Iodinated
amino acid

Semua jaringan

Meningkatkan laju
metabolism,
mengatur
pertumbuhan dan
perkembangan

Calcitonin

Peptide

Tulang, ginjal
dan usus halus

Menurunkan kadar
kalsium darah

Parathyroids

Parathyroid
(PTH)

Peptide

Tulang, ginjal
dan usus halus

Meningkatkan kadar
kalsium darah

Adrenal
Cortex

Glucocorticoids
(cortisol)

Steroid

Semua jaringan

Meningkatkan kadar
glukosa darah,
menstimulasi
pemecahan protein

Mineralocorticoi
ds
(aldosterone)

Steroid

Ginjal

Reabsorbsi Na dan
ekskresi K

Sex Hormones

Steroid

Gonads, kulit,
otot dan tulang

Menstimulasi organ
reproduksi dan

Endocrine
Gland

Hormone
Released

Chemica
l
Class

Target Tissue/
Organ

Major Function
of Hormone

Adrenal
Medulla

Epinephrine Modified
and
amino
norepinephri acid
ne

Jantung dan otot Dilepaskan pada situasi


lainnya
emergency, meningkatkan
kadar gula darah, respon
fight or flight

Pancreas

Insulin

Protein

Liver, otot dan


Menurunkan kadar glukosa
jaringan adiposa darah, meningkatkan formasi
glikogen

Glucagon

Protein

Liver, otot dan


Meningkatkan kadar glukosa
jaringan adiposa darah

Testes

Androgens
(testosteron
e)

Steroid

Gonads, kulit,
Otot dan tulang

Menstimulasi karakteristik
seksual pria

Ovaries

Estrogen
and
progesteron
e

Steroid

Gonads, kulit,
Otot dan tulang

Menstimulasi karakteristik
seksual wanita

Thymus

Thymosins

Peptide

T lymphocytes

Menstimulasi produksi dan


pematangan T limfosit

Hormon
Berdasarkan struktur kimia, hormon terbagi menjadi 2
macam:
Derived from amino acids amino, peptida, and
protein
Derived from lipids steroid

Cara Kerja Hormon


Hormon mengaktivasi sel target melalui 2 cara:
1. Hormon Larut-Lemak (hormon steroid dan hormon
dari kelenjar tiroid)
2. Hormon Larut-Air (polypeptida, protein, dan
sebagian besar hormon yang berasal dari asam
amino)

Kelenjar Hipofise
Kelenjar hipofise terdiri dari 2 bagian:
1. Kelenjar hipofise anterior
2. Kelenjar hipofise posterior

Hormon Kelenjar Hipofise


Lobus
hipofise

Hormon

Kelas Kimia

Efek

Anterior

Growth hormone
(GH)

Protein

Meningkatkan pertumbuhan jaringan


tubuh

Anterior

Prolactin (PRL)

Peptida

Meningkatkan produksi susu dari


kelenjar mammae

Anterior

Thyroid-stimulating
hormone (TSH)

Glycoprotein

Menstimulasi pelepasan hormone


tiroid dari kelenjar tiroid

Anterior

Adrenocorticotropic
hormone (ACTH)

Peptide

Menstimulasi pelepasan hormone


oleh korteks adrenal

Anterior

Follicle-stimulating
hormone (FSH)

Glycoprotein

Menstimulasi produksi gamet di


dalam gonad

Anterior

Luteinizing hormone Glycoprotein


(LH)

Menstimulasi produksi androgen


oleh gonad

Lobus hipofise

Hormon

Kelas
Kimia

Efek

Posterior

Antidiuretic hormone Peptide


(ADH)

Menstimulasi reabsorbsi air


oleh ginjal

Posterior

Oxytocin

Peptide

Menstimulasi kontraksi uterus


pada saat melahirkan

Intermediate zone

Melanocytestimulating
hormone

Peptide

Menstimulasi pembentukan
melanin di melanosit

Hipofisis Posterior: Oxytocin


Ketika perkembangan janin selesai oksitosin
menstimulasi kontraksi uterus dan dilatasi cervix
Oxytocin terus dikeluarkan selama proses melahirkan
melalui proses mekanisme positif feedback
Pertama, oksitosin penting untuk reflex milk ejection
pada wanita menyusui
Kedua, pada pria dan wanita, oksitosin diduga berperan
pada bonding anak-orang tua, yang biasa di kenal
dengan attachment

Hipofisis Posterior: Antidiuretic


Hormone (ADH)
Sebagai respon terhadap osmolaritas darah yang tinggi, yang terjadi
pada saat dehidrasi atau makan makanan yang sangat asin, sinyal
osmoreseptor hipofisis posterior melepaskan antidiuretic hormone
(ADH)
Target sel ADH adalah ginjal
Efeknya adalah meningkatkan permeabilitial epithelial terhadap air
meningkatkan reabsorbsi air
ADH juga dikenal sebagai vasopressin karena pada konsentrasi tinggi
dapat menyebabkan konstriksi pembuluh darah meningkatkan
tekanan darah dengan cara meningkatkan resistensi perifer
Pengeluaran ADH di kendalikan oleh negative feedback loop

Efek Obat & Penyakit Terhadap


Sekresi ADH
Konsumsi alkohol menghambat pelepasan ADH
Diabetes Insipidus penurunan produksi ADH kronis

Hipofisis Anterior: Growth


Hormone (GH)
Dikenal juga sebagai somatotropin
Fungsi primer sebagai anabolic meningkatkan
sintesis protein dan pembentukan jaringan

Dysfunction of the endocrine


systems control of growth
Gigantisme adalah gangguan pada anak yang
disebabkan oleh sekresi abnormal GH dalam jumlah
banyak pertumbuhan berlebihan
Kondisi yang sama pada dewasa disebut sebagai
acromegaly, gangguan yang mengakibatkan
pertumbuhan tulang di wajah, tangan, dan kaki sebagai
respon kelebihan GH pada individu yang sudah berhenti
tumbuh
Kadar GH rendah pada anak gangguan pertumbuhan
pituitary dwarfism

Hipofisis Anterior: Thyroid-Stimulating


Hormone (TSH)
Disebut juga thyrotropin
TSH dilepaskan oleh hipofisis anterior sebagai respon
thyrotropin-releasing hormon (TRH) dari hypothalamus
Memicu sekresi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid

Hipofisis Anterior: Adrenocorticotropic


Hormone (ACTH)
Disebut juga kortikotropin
Menstimulasi korteks adrenal untuk mensekresikan
hormon kortikosteroid, ex: kortisol

Hipofisis Anterior: FollicleStimulating Hormone dan


Luteinizing
Hormone

Pubertas di inisiasi oleh gonadotropin-releasing hormone (GnRH),


hormon yang di produksi dan disekresikan oleh hypothalamus

GnRH menstimulasi hipofisis anterior untuk mensekresikan


gonadotropins
Gonadotropins terdiri dari 2 hormone glikoprotein : folliclestimulating hormone (FSH) menstimulasi produksi dan pematangan
sel seksual, atau gamet, termasuk sel telur pada wanita dan sperma
pada pria. FSH juga meningkatkan pertumbuhan follicular; follicle ini
kemudian melepaskan estrogen di ovarium. Luteinizing hormone
(LH) memicu ovulasi pada wanita, memproduksi estrogen dan
progesterone oleh ovarium. LH menstimulasi produksi testosterone
oleh testis.

Hipofisis Anterior: Prolactin


prolactin (PRL) meningkatkan laktasi (produksi ASI)
pada wanita
Pada saat kehamilan, berkontribusi pada perkembangan
kelenjar mammae. Setelah melahirkan, menstimulasi
kelenjar mammae untuk memproduksi ASI

Intermediate Pituitary:
Melanocyte-Stimulating
Hormone (MSH)

Produksi MSH di kulit produksi melanin sebagai


respon terhadap pemaparan sinar UV
Mampu menggelapkan kulit dengan menginduksi
produksi melanin dalam melanosit kulit
Wanita menunjukkan peningkatan produksi MSH pada
saat kehamilan; berkombinasi dengan estrogen dapat
menyebabkan pigmentasi kulit menjadi lebih gelap ,
terutama pada areola dan labia minora

https://youtu.be/Vae5CcaPN_8

The Thyroid Gland

Synthesis and Release of


Thyroid Hormones

Hormon Tiroid
Associated hormones

Chemical class

Effect

Thyroxine (T4),
triiodothyronine (T3)

Amine

Menstimulasi basal
metabolic rate

Calcitonin

Peptide

Menurunkan kadar Ca2+


darah

Fungsi Hormon Tiroid


Hormon tiroid T3 and T4, sering disebut sebagai hormon metabolik karena
dapat mempengaruhi kecepatan metabolisme basal (jumlah energi yang
digunakan tubuh saat istirahat)
Ketika T3 dan T4 berikatan dengan reseptor intraselular yang terletak di
mitokondria menyebabkan peningkatan pemecahan nutrisi dan
penggunaan oksigen untuk memproduksi ATP
Diperlukan kadar hormon tiroid yang adekuat untuk sistesis protein dan
pertumbuhan dan perkembangan jaringan pada janin dan anak
Hormon tiroid meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap katekolamin
(epinephrine and norepinephrine) dari medulla adrenal melalui upregulation
reseptor di pembuluh darah. Ketika kadar hormon T3 dan T4 berlebihan
meningkatkan heart rate, memperkuat denyut jantung dan meningkatkan TD

GANGGUAN
Defisiensi Iodine
Hypothyroidism
Hyperthyroidism
Neonatal hypothyroidism (cretinism)

Calcitonin
Diproduksi oleh sel parafollicular
Berfungsi menurunkan konsentrasi kalsium darah
dengan cara:
Menghambat aktivitas osteoclasts, sel tulang yang
melepaskan kalsium ke dalam sirkulasi darah dengan
mendegradasi matriks tulang
Meningkatkan aktivitas osteoblastik
Menurunkan absorbsi kalsium di usus halus
Meningkatkan calcium loss melalui urine

Manifestasi Klinis: Disfungsi


Hormon Tiroid
HYPOFUNCTION

HYPERFUNCTION

Sistem Kardiovaskuler
kerapuhan kapiler

Hipertensi sistolik

kecepatan dan kekuatan kontraksi

kecepatan dan kekuatan kontraksi


jantung

Perubahan TD yang variatif

Nadi cepat, Cardiac Output

Hypertrofi jantung

Hypertrofi jantung

Suara jantung terdengar jauh

Murmur sistolik

Anemia

Disritmia

Ada kecenderungan untuk terjadi gagal


jantung, angina dan infark miokard

Palpitasi, atrial fibrilasi, angina

Manifestasi Klinis: Disfungsi


Hormon Tiroid
HYPOFUNCTION

HYPERFUNCTION

Sistem Respirasi
Dispneu

kecepatan respirasi

kapasitas pernafasan

Dispneu pada saat aktivitas ringan

Sistem Gastrointestinal
Nafsu makan

Nafsu makan , haus

Nausea & muntah

Kehilangan BB

Peningkatan BB

Peristaltik

Konstipasi

Diare, BAB sering

Distensi abdomen

Bising usus

Lidah membesar dan bersisik

splenomegali, hepatomegali

Manifestasi Klinis: Disfungsi


Hormon Tiroid
HYPOFUNCTION

HYPERFUNCTION

Sistem Integumen
Kulit kering, tebal, tidak elastis dan
dingin

Kulit hangat, halus dan lembab

Kuku tebal dan rapuh

Kuku tipis, rapuh dan mudah tercabut


(onycholysis)

Rambut kering, jarang dan kasar

Rambut rontok

Turgor mukosa jelek

Clubbing finger ( thyroid acropachy)

Edema interstisial

Eritema telapak tangan

Wajah bengkak

Rambut halus, uban prematur

Keringat

Diaphoresis

Wajah terlihat pucat

Vitiligo, pretibial myxedema

Pretibial myxedema

Clubbing finger

Vitiligo

Manifestasi Klinis: Disfungsi


Hormon Tiroid
HYPOFUNCTION

HYPERFUNCTION

Sistem Muskuloskeletal
Fatigue

Fatigue

Kelemahan

Kelemahan

Nyeri otot

Atrofi pada otot bagian proksimal

Pergerakan lambat

Dependent edema

Athralgia

Osteoporosis

Sistem Reproduksi
Waktu menstruasi memanjang,
amenorrhea

Menstruasi tidak teratur, amenorrhea

Penurunan libido

Penurunan libido

Infertilitas

Impotensi, ginekomastia, menurunnya


kesuburan

Manifestasi Klinis: Disfungsi


Hormon
Tiroid
HYPOFUNCTION
HYPERFUNCTION
Sistem Persarafan
Apatis

Kesulitan memfokuskan mata

Letargi

Gugup

Fatigue

Tremor halus (jari dan lidah)

Mudah lupa

Insomnia

Proses mental lambat

Mood labil, delirium

Suara serak

Gelisah

Relaksasi otot tendon dalam memanjang

Mudah marah, agitasi

Stupor, koma

Kelelahan

Parestesia

Hiperrefleksi reflek tendon

Cemas, depresi

Depresi, fatigue, apatis


Sulit berkonsentrasi
Stupor, koma

Manifestasi Klinis: Disfungsi


Hormon Tiroid
HYPOFUNCTION

HYPERFUNCTION

Lain-lain
Mudah terkena infeksi

Intoleransi terhadap panas

Peningkatan sensitifitas terhadap opioid,


barbiturate, anestesia

Peningkatan suhu basal

Intoleransi terhadap suhu dingin

Retraksi kelopak mata

Penurunan pendengaran

eksoftalmus

Mudah mengantuk

Goiter

Goiter

Bicara cepat

Goiter

Eksoftalmus

HASIL LABORATORIUM UNTUK


PASIEN HIPERTIROID DAN
HIPOTIROID
TEST
HIPERTIROID
HIPOTIROID
PRIMER

SEKUNDER

TSH

T4 (Thyroxine)

Kolesterol total

LDL

Trigliserida

Kreatinin kinase

Basal Metabolic Rate


(BMR)

Thyroid peroxidase
(TPO) antibodi

Positif (pada
autoimmune
hipotiroidisme)

Kelenjar Paratiroid

Kelenjar Paratiroid
Memproduksi dan mensekresikan PTH
Sekresi PTH menyebabkan pelepasan kalsium dari
tulang dengan cara stimulasi osteoklas, yang
mengeluarkan enzim yang mendegradasi tulang dan
melepaskan kalsium ke cairan interstisial
PTH menyebabkan peningkatan reabsorbsi kalsium (dan
magnesium) pada tubulus ginjal dari filtrasi urine
PTH menginisiasi produksi hormone steroid calcitriol
Calcitriol kemudian menstimulasi peningkatan absorbsi
kalsium oleh usus halus

Disorder
Hyperparathyroidism
hypoparathyroidism

Kelenjar Adrenal

Kelenjar Adrenal
Korteks adrenal
Medulla adrenal

Korteks Adrenal
Mensekresikan hormon steroid yang penting untuk
pengaturan respon stress jangka panjang, tekanan darah
dan volume darah, penyerapan dan penyimpanan nutrisi,
keseimbangan cairan dan elektrolit dan inflamasi
Menstimulasi pelepasan ACTH dari hipofisis oleh
hipotalamus
ACTH kemudian menstimulasi korteks adrenal untuk
memproduksi hormone kortisol

Korteks Adrenal
Dibagi menjadi 3 zona: zona glomerulosa, zona
fasciculata, dan zona reticularis
Setiap bagian mensekresikan hormonnya masingmasing

Medulla Adrenal
Mensekresikan epinephrine and norepinephrine
Short-term stress, respon fight-or-flight, di mediasi
oleh hormon epinephrine and norepinephrine
Berfungsi untuk mempersiapkan tubuh untuk aktivitas
fisik ekstrim

https://youtu.be/06jbq3bxKE0

Hormon-Hormon Kelenjar
Adrenal
Adrenal
gland

Associated hormones

Chemical
class

Effect

Korteks
Adrenal

Aldosterone

Steroid

Meningkatkan kadar Na+


darah

Korteks
Adrenal

Cortisol, corticosterone,
cortisone

Steroid

Meningkatkan kadar glukosa


darah

Medulla
Adrenal

Epinephrine, norepinephrine

Amine

Stimulasi respon fight-orflight

Disorder
Cushings disease gangguan yang ditandai oleh
kadar glukosa darah yang tinggi dan akumulasi lemak
pada wajah dan leher disebabkan oleh hipersekresi
kortisol
Addisons disease hiposekresi kortikosteroid
kadar glukosa darah dan Natrium darah yang rendah

Kelenjar Pineal
Memproduksi dan mensekresikan hormon melatonin
Sekresi melatonin dapat mempengaruhi irama sirkadian
tubuh
https://youtu.be/EUyBDGgsk_I

Hormon Plasenta dan Gonad


Hormon utama yang diproduksi oleh testis adalah testosteron
penting untuk perkembangan system reproduksi pria, pematangan
sel sperma, dan perkembangan karakteristik seks sekunder pria
Hormon utama yang diproduksi oleh ovarium adalah estrogen,
yang meliputi estradiol, estriol, dan estron. Estrogen berperan
penting pada berbagai proses fisiologis, termasuk pengembangan
system reproduksi wanita, regulasi siklus menstruasi,
perkembangan karakteristik seks sekunder wanita seperti
peningkatan jaringan lemak dan perkembangan payudara dan
pemeliharaan kehamilan

Hormon ovarium yang penting lainnya adalah


progesteron, yang berkontribusi terhadap regulasi
siklus menstrual dan penting untuk mempersiapkan
tubuh terhadap kehamilan dan juga untuk
mempertahankan kehamilan

Hormon Reproduksi
Gonad

Associated
hormones

Chemical
class

Effect

Testes

Testosterone

Steroid

Menstimulasi perkembangan karakteristik


seks sekunder pria dan produksi sperma

Testes

Inhibin

Protein

Menghambat pelepasan FSH dari hipofisis

Ovaries

Estrogens and
progesterone

Steroid

Menstimulasi perkembangan karakteristik


seks sekunder wanita dan mempersiapkan
tubuh untuk melahirkan

Placenta

Human chorionic
gonadotropin

Protein

Meningkatkan sistesis progesteron selama


kehamilan dan menghambat respon imun
terhadap janin

The Endocrine Pancreas


Pulau-pulau pancreas mensekresikan hormon
glucagon, insulin, somatostatin, and pancreatic
polypeptide (PP)

Sel-Sel dan Sekresi Pulau-Pulau


Pankreas
Sel alpha glucagon dan menyusun 20% dari pulau-pulau
pancreas. Glukagon berperan penting dalam regulasi gula darah;
kadar gula darah yang rendah memicu pelepasan glukagon
Sel beta insulin dan menyusun 75% dari pulau-pulau
pancreas. Peningkatan kadar glukosa darah menstimulasi
pengeluaran insulin
Sel delta menyusun 4% pulau-pulau pancreas somatostatin
menghambat pelepasan glucagon dan insulin
Sel PP menyusun 1% pulau-pulau pancreas pancreatic
polypeptide hormone. Diperkirakan berperan terhadap nafsu
makan, juga pada regulasi eksokrin pancreas dan sekresi
endokrin. Polipeptida pancreas yang dikeluarkan setelah makan
mengurangi konsumsi makanan

Pengaturan Kadar Glukosa Darah


Oleh Insulin dan Glukagon
Glukagon
Menstimulasi liver untuk mengubah cadangan glikogen
menjadi glukosa glikogenolisis. Glukosa kemudian
dilepaskan ke sirkulasi untuk kemudian dimanfaatkan oleh
tubuh
Menstimulasi liver untuk mengambil asam amino dari darah
dan mengubahnya menjadi glukosa glukoneogenesis
Menstimulasi lipolysis: pemecahan trigliserida menjadi asam
lemak bebas dan gliserol. Sebagian gliserol bebas dilepaskan
ke aliran darah menuju hati, yang kemudian mengubahnya
menjadi glukosa glukoneogenesis

Insulin
Fungsi utama insulin adalah membantu penyerapan glukosa ke
dalam sel
Adanya makanan dalam usus halus memicu pelepasan hormon
GI tract, seperti glucose-dependent insulinotropic peptide
memicu produksi dan sekresi insulin
Insulin juga mengurangi kadar gula darah dengan menstimulasi
glikolisis, metabolisme glukosa untuk menghasilkan ATP
Menstimulasi liver untuk merubah kelebihan glukosa menjadi
glikogen, dan menghambat enzim yang berperan dalam
glikogenolisis dan glukoneogenesis

http://openstaxcollege.org/l/pancreas1

Hormon-Hormon Pankreas
Associated hormones

Chemical
class

Effect

Insulin (beta cells)

Protein

Menurunkan kadar glukosa darah

Glucagon (alpha cells)

Protein

Meningkatkan kadar glukosa darah

Somatostatin (delta cells)

Protein

Menghambat pelepasan insulin dan


glukagon

Pancreatic polypeptide (PP


cells)

Protein

Berperan dalam nafsu makan

Disorder
Diabetes Mellitus
https://youtu.be/X0ezy1t6N08

Organ Dengan Fungsi Endokrin Sekunder


Dan Hormon-Hormon Utamanya
Organ

Major hormones

Effects

Jantung

Atrial natriuretic peptide


(ANP)

Mengurangi volume darah, tekanan darah,


dan konsentrasi Na

Gastrointestinal
tract

Gastrin, secretin, dan


cholecystokinin

Membantu pencernaan makanan dan


penetralisir asam lambung

Gastrointestinal
tract

Glucose-dependent
insulinotropic peptide
(GIP) and glucagon-like
peptide 1 (GLP-1)

Menstimulasi sel beta pancreas untuk


mengeluarkan insulin

Lambung

Renin

Menstimulasi pelepasan aldosteron

Lambung

Calcitriol

Membantu absorbsi Ca2+

Lambung

Erythropoietin

Memicu pembentukan sel darah merah di


sumsum tulang

Organ

Major hormones

Effects

Skeleton

FGF23

Menghambat produksi calcitriol dan


meningkatkan ekskresi phosphate

Skeleton

Osteocalcin

Meningkatkan produksi insulin

Jaringan lemak

Leptin

Meningkatkan sinyal kenyang di dalam


otak

Jaringan lemak

Adiponectin

Mengurangi resistensi insulin

Kulit

Cholecalciferol

Di modifikasi untuk pembentukan vitamin


D

Thymus (and
other organs)

Thymosins

Membantu pembentukan limfosit T pada


system imun

Liver

Insulin-like growth factor-1 Menstimulasi pertumbuhan

Liver

Angiotensinogen

Meningkatkan tekanan darah

Liver

Thrombopoetin

Menyebabkan peningkatan jumlah


trombosit

Liver

Hepcidin

Memblok pelepasan besi ke dalam cairan


tubuh

Development and Aging of the


Endocrine System
Merubah produksi, sekresi dan katabolisme hormon
Jumlah produksi hormone pertumbuhan menurun seiring
pertambahan usia, mengakibatkan berkurangnya massa otot yang
biasa kita temukan pada lansia
Kelenjar adrenal juga mengalami perubahan seiring bertambahnya
usia; jaringan fibrosa meningkat, produksi kortisol dan aldosterone
menurun
Contoh dari pengaruh proses penuaan terhadap kelenjar endokrin
adalah menopause dan penurunan fungsi ovarium
Rendahnya kadar estrogen dan progesterone dikaitkan dengan
beberapa penyakit, seperti osteoporosis, atherosclerosis, dan
hyperlipidemia, atau kadar lipid darah yang abnormal

Kadar testosteron juga menurun seiring dengan bertambahnya usia,


kondisi ini disebut sebagai andropause
Kelenjar tiroid memproduksi sedikit hormone tiroid penurunan bertahap
basal metabolic rate penurunan kecepatan metabolism mengurangi
produksi panas tubuh dan meningkatkan kadar lemak tubuh
Hormon parathyroid hormones, meningkat seiring dengan bertambahnya
usia
Kombinasi antara peningkatan hormon parathyroid dengan penurunan
kadar calcitonin (dan estrogen pada wanita) dapat menyebabkan
osteoporosis, dimana PTH menstimulasi demineralisasi tulang untuk
meningkatkan kadar kalsium dalam darah
Terjadinya peningkatan intoleransi glukosa sebagai akibat dari penurunan
sensitivitas insulin seluler