Anda di halaman 1dari 49

LAPORAN KASUS

KATARAK SENILIS IMATUR


OKULUS SINISTRA
DAN
PSEUDOFAKIA OKULUS DEKSTRA

OLEH:
MIRA RISTAMAN HARAHAP
Pembimbing: dr. Wendy H.
Lewerissa, Sp.M

I. Pendahuluan
untuk
Di
indikator
Katarak
Indonesia,
papua persentase sebesar 2,4%

II. Tinjauan Pustaka


-Anatomi-

II. Tinjauan Pustaka


-Anatomi-

cahaya

II. Tinjauan Pustaka


-FisiologiLensa berfungsi untuk
memfokuskan berkas cahaya ke
retina

Kerjasama antara korpus siliaris,


zonula, dan lensa untuk
memfokuskan benda dekat ke retina
disebut sebagai akomodasi

II. Tinjauan Pustaka


-Kataraki
n
f
e
D i
s

Katarak berasal dari


bahasa Yunani
Kattarrhakies, Inggris
Cataract, dan Latin
cataracta yang berarti air
terjun
Katarak keadaan kekeruhan
yang terjadi pada lensa mata
yang dapat terjadi akibat hidrasi
(penambahan cairan lensa),
denaturasi protein lensa atau
dapat juga akibat dari keduaduanya

II. Tinjauan Pustaka


-Katarak-

Epidemio
logi

II. Tinjauan Pustaka


-Katarak-

Etiologi

II. Tinjauan Pustaka


-Katarakn
a
h
a
b
a
u
d
r
a
e
p
P
t
a
s
u
j
n
le a lan
usi

Seiring
sinar
Serat
Epitel
Kapsul

katarak
Katarak

II. Tinjauan Pustaka


-Katarak-

Katarak
Katarak

II. Tinjauan Pustaka


-KatarakStadium
katarak
senilis
Kekeruhan
Cairan lensa

Insipien

Imatur

Matur

Hipermatur

Ringan

Sebagian

Seluruh

Masif

Normal

Bertamba

Normal

Berkurang

(air+masa lensa

(air

keluar)

Iris

Normal

masuk)
Terdorong

Bilik mata

Normal

Dangkal

Normal

Dalam

depan
Sudut bilik

Normal

Sempit

Normal

Terbuka

mata
Shadow test

Negatif

Positif

Negatif

Pseudopos

Penyulit

Glaukoma

Uveitis + Glaukoma

Normal

Tremulans

II. Tinjauan Pustaka


-KatarakKatarak stadium
insipien Spokes
of a wheel

Katarak matur

Katarak stadium
imatur

Katarak
hipermatur

II. Tinjauan Pustaka


-Katarak-

Manifestas
i Klinis

II. Tinjauan Pustaka


-Katarak-

II. Tinjauan Pustaka


-KatarakAnamnesa

D
I
A
G
N
O
S
I
S

II. Tinjauan Pustaka


-KatarakNON BEDAH

P
E
N
A
T
A
L
A
K
S
A
N
A
A
N

II. Tinjauan Pustaka


-Katarak-

Prognosis
Katarak senilis biasanya berkembang
lambat selama beberapa tahun.
Namun, jika katarak dapat dengan
cepat terdeteksi serta mendapatkan
pengobatan dan pembedahan katarak
yang tepat maka 95% penderita dapat
melihat kembali dengan normal

II. Tinjauan Pustaka


-Pseudofakiai
n
f
e
D i
s

Pseudofakia adalah suatu


keadaan dimana mata
terpasang lensa tanam setelah
operasi katarak
Lensa intra ocular (IOL) ditempatkan waktu
operasi katarakdan akan tetap disana untuk
seumur hidup. Lensa ini tidak akan
mengganggu, tidakperlu perawatan khusus,
tidak akan ditolak keluar oleh tubuh dan tidak
dirasakan pasien atau diperhatikan orang lain.
Dengan sebuah IOL kacamata baca dan
kacamata untuk melihat dekat biasanya tetap
dibutuhkan

II. Tinjauan Pustaka


-Pseudofakia-

Tanda &
gejala
Penglihatan kabur

II. Tinjauan Pustaka


-Pseudofakia-

III. LAPORAN KASUS


-Identitas-

Nama
Umur

: Ny. F.H
: 48 tahun
Jenis kelamin
: Perempuan
Alamat
: koya barat
Suku
Agama

: Serui
: Kristen Protestan
Status marital
: Sudah menikah
Pekerjaan
: Pendeta
Tanggal Pemeriksaan : 24 November 2015
No. Rekam Medik : 40 56 30

III. LAPORAN KASUS


-AnamnesisAnamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada hari selasa
tanggal 24 November 2015 pada pukul 10.30 WIT
Keluhan Utama:
mata kiri berkabut

Pasien datang ke Poli Mata RSUD Jayapura dengan keluhan mata


kiri berkabut yang dirasakan sejak 2 minggu. pasien merasa
penglihatan perlahan-lahan menjadi kabur tanpa ada penyebab
sebelumnya, selain itu os juga merasakan silau bila melihat
cahaya . Mata kanan tidak ada keluhan.

III. LAPORAN KASUS


-Anamnesis-

Riwayat Penyakit Dahulu:

Pasien memiliki riwayat katarak pada mata kanan,


diabetes melitus dan hipertensi disangkal oleh
pasien
Riwayat Penyakit Keluarga:
Tidak ada anggota keluarga yang mengalami sakit
serupa dengan pasien.

III. LAPORAN KASUS


-AnamnesisRiwayat Operasi:

Pasien mengaku 9 bulan yang lalu (bulan maret


2015) telah dilakukan operasi katarak pada mata
kanan, setelah itu mata menjadi jernih, dapat
melihat dengan jelas.
Status generalis :
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 130/80 mmHg
Nadi
: 86x / menit
Respirasi
: 18x / menit
Suhu badan: 37C
Jantung dan paru : dalam batas
normal
Abdomen : dalam batas normal

Status generalis
dalam batas
normal

Status Oftalmologis
VISUS

OD
6/9

OS
6/30

Dikoreksi dengan

Dikoreksi dengan

lensa sferis

lensa sferis

-0,756/6 SS
+ 2,25

-2,256/7,5 SS
+ 2,25

OD

OS

Eksoftalmus

Tidak ada

Tidak ada

Endoftalmus

Tidak ada

Tidak ada

deviasi

Tidak ada

Tidak ada

Baik ke segala arah


OD

Baik ke segala arah


OS

Warna

Hitam

Hitam

Letak

Simetris

Simetris

25

Tajam penglihatan

Addisi
KEDUDUKAN BOLA MATA

Gerakan mata
SUPRA SILIA

PALPEBRA SUPERIOR DAN INFERIOR


Edema

OD
Tidak ada

Nyeri tekan

Tidak ada

Tidak ada

Ektropion

Tidak ada

Tidak ada

Entropion

Tidak ada

Tidak ada

Blefarospasme

Tidak ada

Tidak ada

Trikiasis

Tidak ada

Tidak ada

Sikatriks

Tidak ada

Tidak ada

10 mm

10 mm

Hordeolum

Tidak ada

Tidak ada

Kalazion

Tidak ada

Tidak ada

Ptosis
Tidak ada
KONJUNGTIVA TARSAL SUPERIOR & INFERIOR
OD
Hiperemis
Tidak ada

Tidak ada

Fisura palpebra

Folikel

26

OS
Tidak Ada

OS
Tidak ada

Negatif

Negatif

Papil

Tidak ada

Tidak ada

Sikatriks

Tidak ada

Tidak ada

Anemia

Tidak ada

Tidak ada

Kemosis

Tidak ada

Tidak ada

KONJUNGTIVA BULBI

OS

Injeksi konjungtiva

Tidak ada

Tidak ada

Injeksi siliar

Tidak ada

Tidak ada

Perdarahan subkonjungtiva

Tidak ada

Tidak ada

Pterigium

Tidak ada

Tidak ada

Pinguekula

Tidak ada

Tidak ada

Nevus pigmentosus

Tidak ada

Tidak ada

SISTEM LAKRIMASI

OD

OS

Punctum lakrimalis

Terbuka

Terbuka

lakrimasi

Positif

Positif

SKLERA

27

OD

Warna

OD
Putih

Ikterik

Tidak ada

OS
Putih
Tidak ada

KORNEA

OS

Kejernihan

Jernih

Jernih

Permukaan

Licin

Licin

Sensibilitas

Baik

Baik

Infltrat

Tidak ada

Tidak ada

Ulkus

Tidak ada

Tidak ada

Perforasi

Tidak ada

Tidak ada

Arkus senilis

Tidak ada

Tidak ada

Edema

Tidak ada

Tidak ada

COA

28

OD

Kedalaman

OD
Sedang

OS
Dangkal

Kejernihan

Jernih

Jernih

Hifema

Tidak ada

Tidak ada

Hipopion

Tidak ada

Tidak ada

PUPIL
Letak

OS
Sentral

Bentuk

Bulat

Bulat

Ukuran

3 mm

3 mm

Refleks cahaya langsung

Positif

Positif

Refleks cahaya tidak langsung

Positif

Positif

LENSA
Kejernihan

OD

OS

Jernih

Keruh

Di tengah

Di tengah

Shadow test

Negatif

Positif

BADAN KACA

OD

Letak

Kejernihan

Jernih

SLIT LAMP

OD

Kornea
COA
Iris
29

OD
Sentral

Lensa
Konjungtiva bulbi

OS
Jernih
OS

Jernih

Jernih

Sedang

Dangkal

d.b.n

d.b.n

Pseudofakia

Sebagian keruh

d.b.n

d.b.n

FUNDUS OKULI
Kornea

OD
Edema (-),

COA
Lensa
Refleks fundus

perdarahan (-)
Sedang
Pseudofakia
Positif uniform

perdarahan (-)
Sedang
Sebagian Keruh
Positif non

2/3
Positif

uniform
2/3
Positif

A/V Ratio
Makula lutea
PALPASI

OS

Nyeri tekan

Tidak ada

Tidak ada

Massa tumor

Tidak ada

Tidak ada

Tensi okuli (digital)

N/ Palpasi

N/ Palpasi

Tonometri Schiotz

15,6 mmHg

18,5 mmHg

OD
Sama dengan

OS
Sama dengan

pemeriksa

pemeriksa

KAMPUS VISI
Tes konfrontasi

30

OD

OS
Edema (-),

III. LAPORAN KASUS


-ResumePasien perempuan berumur 48 tahun, datang
dengan keluhan mata kiri berkabut sejak 2
minggu yang lalu disertai silau ketika melihat
cahaya. Riw. Operasi katarak pada mata kanan (+).
Pemeriksaaan umum dalam batas normal,
Status
oftalmologi:
OD
Keterangan
OS
6/9 SC Dikoreksi

Visus

6/30 SC

dengan lensa

Dikoreksi

sferis -0,75 add

dengan lensa

+2,25 D6/6 SS

sferis -2,25 add


+2,25 D6/7,5

Pseudofakia,

Lensa

SS
Sebagian Keruh,

III. LAPORAN KASUS


-Diagnosis & PenatalaksanaanDiagnosis kerja:
Katarak senilis imatur OS + Pseudofakia OD +
miopia ODS + Presbiopia ODS
Penatalaksanaan:
Non. Medikamentosa:
-Edukasi tentang penyakit katarak
-Resep kacamata
-Kontrol mata secara teratur sesuai saran Sp.M
setiap 6 bulan sekali
Medikamentosa:
-cendo lyteers e.d 4x1 ODS
-vitamin C

III. LAPORAN KASUS


-Prognosis-

Ad vitam
: ad bonam
Ad sanationam : dubia ad
bonam
Ad functionam : ad bonam

IV. PEMBAHASAN
-Penegakan Diagnosis katarak

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fsik


didapatkan diagnosis katarak senilis imatur
OS + Pseudofakia OD + miopia ODS +
presbiopia ODS

Keluhan utama mata kiri berkabut. Dari


keluhan kemungkinan terjadi gangguan media
refraksi, dimana keluhan ini khas pada penyakit
mata katarak. Berdasarkan teori, pasien dengan
katarak mengeluhkan penglihatan berasap
sehingga sama dengan keluhan pasien pada
kasus ini.

IV. PEMBAHASAN
-Penegakan Diagnosis katarak

Pada kasus keluhan lain yg dirasakan pasien:


merasa penglihatan perlahan-lahan menjadi
kabur dan pasien merasakan silau bila melihat
cahaya.

Gangguan penglihatan bervariasi, tergantung


pada jenis dari katarak ketika pasien datang.
Sedangkan silau, Keluhan ini termasuk seluruh
spektrum dari penurunan sensitivitas kontras
terhadap cahaya terang lingkungan atau silau
pada siang hari hingga silau ketika mendekat ke
lampu pada malam hari.

IV. PEMBAHASAN
-Penegakan Diagnosis katarak

Katarak umumnya merupakan penyakit pada


usia lanjut, akan tetapi dapat juga akibat
kelainan congenital atau penyulit penyakit
mata local menahun. Penyakit sistemik juga
berpengaruh pada katarak yang dapat
menimbulkan katarak komplikata.

Pada kasus ini, penyebab katarak dapat


diketahui berhubungan dengan factor usia
yang sudah lanjut karena berdasarkan
identitas, usia pasien adalah 48 tahun,

IV. PEMBAHASAN
-Penegakan Diagnosis katarak

Berdasarkan anamnesis keluhan ini baru dirasakan 2


minggu kelainan congenital disingkirkan. Dan
sebelumnya pasien mengaku mata kirinya baik-baik
saja tidak pernah ada keluhan lain penyakit mata
menahun disingkirkan. Penyakit sistemik diabetes
mellitus juga disangkal oleh pasien katarak
komplikata disingkirkan.

Berdasarkan usia, katarak dapat diklasifkasikan


menjadi 4 jenis yaitu Katarak kongenital, Katarak
juvenil, Katarak presenil, dan Katarak senil. Pada kasus,
pasien berusia 48 tahun sehingga dapat dikelompokan
katarak pada kasus termasuk dalam katarak senilis.

IV. PEMBAHASAN
-Penegakan Diagnosis katarak

Dari pemeriksaan fsik dilakukan pemeriksaan


tajam penglihatan. Hal ini dilakukan karena pada
pasien katarak terjadi penurunan tajam penglihatan
secara perlahan. Dari ketajaman visus ini
berdasarkan teori dapat dibedakan pada katarak
imatur visus antara 6/9- 3/60, visus katarak matur
2/60-1/300, dan pada katarak hipermatur 1/300-1/~

Pada kasus, tajam penglihatan didapat AVOD 6/9


DAN AVOS 6/30. Berdasarkan visus tersebut maka
katarak pada kasus dapat diklasifikasikan kedalam
katarak imatur.

IV. PEMBAHASAN
-Penegakan Diagnosis katarak

Selain itu, pada pemeriksaaan menggunakan


slitlamp, lensa terlihat sebagian keruh dan
shadow test (+) pada ofthalmoskop reflex fundus
(+) non uniform. Hal ini menandakan katarak
senilis pada kasus berada pada stadium imatur.

Berdasarkan teori pada katarak senilis imatur


yang terlihat pada pemeriksaan adalah sebagian
lensa keruh, lensa masih memiliki bagian yang
jernih. Katarak yang belum mengenai seluruh
lapisan lensa dan shadow test (+)

IV. PEMBAHASAN
-Penegakan Diagnosis katarak

Jika kekeruhan lensa hanya sebagian saja,


maka sinar obliq yang mengenai bagian
yang keruh ini, akan dipantulkan lagi,
sehingga pada pemeriksaan, terlihat
dipupil, ada daerah yang terang sebagai
reflek pemantulan cahaya pada daerah
lensa yang keruh dan daerah yang gelap,
akibat bayangan iris pada bagian lensa
yang keruh. Keadaan ini disebut shadow
test (+).

IV. PEMBAHASAN
-Penegakan Diagnosis
pseudofakia

Selain itu, pada pemeriksaan slitlamp pada


mata kanan terlihat pseudofakia.

Pseudofakia adalah suatu keadaan dimana


mata terpasang lensa tanam setelah
operasi katarak. Lensaini akan
memberikan penglihatan lebih baik. Lensa
intra ocular (IOL) ditempatkan waktu
operasi katarakdan akan tetap disana
untuk seumur hidup.

IV. PEMBAHASAN
-Penegakan Diagnosis
pseudofakia

Gejala dan tanda pseudofakiaPenglihatan kabur,


Visus jauh dengan optotype Snellen, Dapat
merupakan myopi atau hipermetropi tergantung
ukuran lensa yang ditanam (IOL), Terdapat bekas
insisi atau jahitan.
Hal ini sesuai dengan anamnesis pasien bahwa
pasien memiliki riwayat katarak pada mata kanan
dan 9 bulan lalu telah dilakukan operasi. Walaupun
dilakukan pemasangan lensa buatan, pasien tidak
mengeluhkan apapun pada mata kanan, hanya
memang pada pemeriksaan tajam penglihatan
terdapat penurunan penglihatan yaitu 6/9.

IV. PEMBAHASAN
-Penatalaksanaan

Katarak hanya dapat diatasi melalui prosedur operasi.


Akan tetapi jika tidak terdapat indikasi pembedahan
seperti tidak ada gangguan penglihatan dan tidak ada
indikasi medis maka tindakan operasi tidak diperlukan.

Pada kasus, terapi non medikamentosa yang diberikan


adalah edukasi tentang penyakit katarak sehingga
pasien dapat mengetahui kondisinya, diberikan resep
kacamata sesuai dengan hasil koreksi pada kelainan
refraksi myopia yang dialami pasien yaitu pada AVOD
dikoreksi dengan lensa sferis -0,75 D visus menjadi 6/6
dan pada AVOS dikoreksi dengan lensa sferis -2,50 D
visus menjadi 6/7,5 dengan pemberian addisi +2,25 D
yang disesuaikan dengan usia pasien yaitu 48 tahun.

IV. PEMBAHASAN
-Penatalaksanaan

Selain itu, pasien dianjurkan untuk rajin kontrol ke


dokter spesialis mata setiap 6 bulan sekali sehingga
dapat terus dipantau perjalanan katarak pada pasien
tersebut.

Untuk terapi medikamentosa diberikan obat tetes cendo


lyteers 4x1 pada kedua mata, obat tetes ini
mengandung ion kalium dan natrium dengan
benzalkonium dengan indikasi sebagai
emolien/pelembut dan pengganti air mata. Hal ini
sesuai teori bahwa diberikan kalium selain diindikasikan
sebagai emolien/pelembut dan pengganti air mata, juga
dapat memperlambat progresi kataraktogenesis.

IV. PEMBAHASAN
-Penatalaksanaan

Prognosis katarak pada pasien ini: ad bonam


pada prognosis vitam katarak senilis imatur
tidak mempengaruhi tanda-tanda vital,

Prognosis ad sanationam adalah dubia ad


bonam katarak senilis terjadi karena faktor
usia sehingga kekeruhan tidak dapat dihindari,
katarak senilis imatur akan berkembang
lambat selama beberapa tahun sehingga yang
dapat dilakukan adalah mencegah perburukan
kekeruhan dari katarak.

IV. PEMBAHASAN
-Penatalaksanaan

Selain itu prognosis funcionam: ad


bonam pada katarak senilis imatur,
fungsi penglihatan dapat dikoreksi dengan
pemakaian kacamata dan bila penglihatan
terus memburuk dapat dilakukan tindakan
pembedahan yang secara teori operasi
katarak biasanya aman,

V. kesimpulan

Dari anamnesis dan pemeriksaan fsik


pada pasien, diketahui bahwa diagnosis
kasus ini adalah pseudofakia OD + katarak
senilis stadium imatur OS,

Katarak adalah keadaan kekeruhan yang


terjadi pada lensa mata yang dapat terjadi
akibat hidrasi (penambahan cairan lensa),
denaturasi protein lensa atau dapat juga
akibat dari kedua-duanya.

V. kesimpulan

Penatalaksanaan katarak pada kasus dinilai


sudah tepat sesuai jenisnya yaitu terapi non
medikamentosa diberikan edukasi tentang
penyakit katarak, diberikan resep kacamata, dan
pasien dianjurkan untuk rajin kontrol ke dokter
spesialis mata. Untuk terapi medikamentosa
diberikan obat tetes cendo lyteers 4x1 pada
kedua mata dan vitamin C.

Prognosis pada pasien ini adalah ad bonam


untuk vitam dan functionam, dubia ad bonam
untuk sanationam.

TERIMA KASIH