Anda di halaman 1dari 51

Trauma kapitis

Pembimbing:
dr.Rini Andiani, SP.S
Oleh:
Garry Anthony (406100055)

Definisi
Menurut Brain Injury Assosiation of
America, cedera kepala adalah suatu
kerusakan pada kepala, bukan bersifat
congenital ataupun degeneratif, tetapi
disebabkan oleh serangan/benturan fisik
dari luar, yang dapat mengurangi atau
mengubah kesadaran yang mana
menimbulkan kerusakan kemampuan
kognitif dan fungsi fisik.

Etiologi

Tingkatan Trauma kapitis


berdasarkan GCS
CKR (ringan) : GCS 13-15
CKS (sedang) : GCS 8-12
CKB (berat): GCS 3-7

Jenis Trauma Kapitis

Fraktur tulang kepala/ linear fracture


Commotio cerebri/gegar otak
Contusio cere bri/ memar otak
Epidural hematom
Subdural hematom
Pendarahan subarachnoid

Skull fracture

Dibagi menjadi 3:
Linear skull fracture
Depressed skull fracture
Bassilar skull fracture

Linear skull fracture


Umumnya sering
terjadi pada anakanak
Fraktur sederhana
yg terjadi pada
tulang tengkorak
kepala yg umumny
liniear.

DEPRESSED SKULL FRACTURE


Sering terjadi setelah
benturan keras dengan
objek tumpul
Cedera ini menimbulkan
lekukan pada tulang
tengkorak
Dilakukan pembedahan
bila yg terdepresi
tebalnya >1cm atau
masuk melewati tabula
interna

Basillar skull fracture


Fraktur akibat trauma
tumpul hebat
Fraktur kranii biasanya
terhubung dengan sinussinus di tengkorak.
Hubungan ini
menyebabkan cairan atau
udara dapat masuk ke
dalam tengkorak, dan
dapat menyebabkan
infeksi

Cerebral concussion

Disebut juga gegar otak


Getaran keras pada otak yg
menyebabkan gangguan
sementara

Klinis
Penurunan kesadaran mendadak
Refleks menurun
Bradikardi
Peningkatan tekanan darah
Defisit neurologis sementara
Perubahan perilaku

Cerebral Contusion

Memar pada jaringan otak


tanpa kerusakan arsiktetur
Sering pada lobus frontal
inferior dan temporal
Coup (abnormalitasnya pada
tempat benturan)
Countercoup (abnormalitasnya
pada kontralateral karena otak
terdorong dan terbentur
dengan tengkorak)
Ct scan kepala: hiperdens

EPIDURAL HEMATOMA

Disebabkan laserasi
A.menigiea media
CT-scan: Hiperdens dengan
bentuk binkoveks (lentikular)
Klinis:
Penurunan kesadaran singkat
yang kemudian membaik
selama beberapa jam
kemudian kesadaran menurun
drastis (interval lucid)
Sakit kepala, muntah, kejang,
afasia
Hemiparesis kontralateral
Peningkatan refleks tendon
ringan, barbinski +

Epidural Hematom

Epidural Hematom

Subdural hematoma

Disebabkan oleh robeknya vena


jembatan antara korteks cerebral
dan sinus venosus
Dapat terjadi secara spontan dan
akibat trauma ringan
Berhubung dengan: contusio
cerebral,hematoma intraserebral,
laserasi otak
Klinis:
Penurunan kesadaran
Dilatasi ppil ipsilateral
TIK meningkat sakit kepala,
muntah
Defisit neurologik fokal
Perubahan status mental

Hematom Subdural

Subaracnoid hematoma
Dapat diakibatkan
oleh trauma
Darah terkumpul
pada ruang dibawah
lapisan arakhnoid yg
mengelilingi otak dan
dapar mengiritasinya
Menimbulkan sakit
kepala, muntah, kaku
kuduk

Perdarahan Subarachnoid

penetrating head injury


Objek menembus
tulang dan
merobek
duramater

Komplikasi
- Infeksi
- Meningitis
- Perdarahan

Penatalaksanaan
Tatalaksana Cedera Kepala Ringan:
Observasi untuk penegakkan diagnosa.
Rawat bila:

Amnesia postraumatika jelas (lebih dari 1 jam)


Riwayat kehilangan kesadaran (lebih dari 15 menit)
Penurunan tingkat kesadaran
Nyeri kepala sedang hingga berat
Intoksikasi alkohol atau obat

Penatalaksanaan

Fraktura tengkorak
Kebocoran CSS, otorrhea atau rhinorrhea
Cedera penyerta yang jelas
Tidak punya orang serumah yang dapat
dipertanggungjawabkan

CT scan abnormal

Penatalaksanaan
Dipulangkan bila:
Pasien tidak memiliki kriteria rawat
Beritahukan untuk segera kembali bila timbul
masalah

Penatalaksanaan
Tatalaksana Cedera Kepala Sedang :
Pasien datang disertai penurunan kesadaran.
Pemeriksaan CT-scan kepala
Perawatan selama 7-10 hari
Setelah dirawat:
- Pemeriksaan neurologis setiap setengah jam
- CT scan ulangan hari ketiga atau lebih awal
bila ada perburukan neurologis.

Penatalaksanaan
- Pengamatan TIK
- Kondisi membaik: Pulang, kontrol di klinik spesialis

Terapi :
- Anti cerebral edem
- Anti perdarahan
- Simptomatik
- Neurotropik
- Operasi jika ada komplikasi

Penatalaksanaan
Tatalaksana Cedera Kepala Berat:
Pasien datang dengan kesadaran yang
sangat menurun
Dirawat di ruang intensif
Pemeriksaan:
ABCDE
Survei primer dan resusitasi
Survei sekunder dan riwayat AMPLE

Penatalaksanaan
Reevaluasi neurologis:

- Respon buka mata


- Reflex cahaya pupil
- Respon motorik
- Reflex okulosefalik (Dolls eyes)
- Respon verbal
- Reflex okulovestibuler (Test kalori)

Penatalaksanaan
Manajemen:
- Manitol 20% (1 gr/BB) bolus dalam 5 menit
- Furosemid bersama manitol menurunkan
TIK (0,3-0,5 mg/BB)
- Antikonvulsan Fenobarbital dan fenitoin
untuk fase akut
- Hiperventilasi sedang (pertahankan PCO2 2530 mmHg)

Penatalaksanaan
- Test diagnostik:

CT scan
Ventikulografi udara
Angiogram
Antibiotik dosis tinggi
Konsultasi bedah saraf, kemungkinan operasi
tergantung keadaan umum.

Penatalaksanaan
Bila terjadi peningkatan tik : elevasi kepala
> 30, hiperventilasi, manitol
Berikan ventilasi
Beri obat anti hipertensi (beta
bloker,ACEI)
NACL 0,9 3% (pd edem otak dan
hipertensi)
operatif

Prognosis
Tergantung dari:
Berat ringannya cedera kepala
Lokasi

Identitas Pasien

Nama: Tn. T
Jenis kelamin: Laki-Laki
Umur: 32 tahun
Alamat: jl.Rawa Bebek rt 05/ rw 12 no 81, Penjaringan
Pekerjaan: Tukang Roti Keliling (Wiraswasta)
Status pernikahan: Sudah menikah
Tanggal masuk: 25 September 2011
Tanggal pemeriksaan: 29 September 2011
Jam pemeriksaan : 15.30 WIB

Anamnesa
Keluhan utama: pingsan setelah terjatuh dari sepeda
Riwayat perjalanan penyakit:
6 jam SMRS os tertabrak mobil saat sedang
mengendarai sepeda di depan mall Emporium.Os
terjatuh membentur aspal dan pingsan, tidak ada yg
melihat secara persis kejadiannya. Dari tempat
kejadian Os dibawa ke igd RS Atmajaya. Perjalanan
sekitar 30 menit. Selama perjalanan os masih belum
sadar.

Anamnesa
Riwayat perjalanan penyakit:
Di Rs Atmajaya kesadaran os membaik ( 1 jam setelah
kejadian) dan merasa sakit kepala dan muntah 2 kali.
Os tidak ingat saat ditabrak tetapi masih bisa mengingat
saat sebelum ditabrak. Karena terbatasnya fasilitas, Os
dirujuk ke RS Sumber Waras. Os tiba di Rs Sumber
Waras pukul 10.45 ( 6 jam setelah kejadian).
Kejang (-), Perdarahan telinga (-), Perdarahan
hidung(-), Perdarahan mulut(-), demam (-)
Baal (-), kesemutan (-), bicara pelo (-)
Gangguan menelan (-)

Anamnesa

Riwayat makan: 3 kali sehari, porsi cukup, gizi cukup


Riwayat BAB dan BAK: Lancar
Riwayat merokok (+), Riwayat konsumsi alkohol (-)
RPD:
- Darah tinggi disangkal
- Kencing manis disangkal
- Sakit jantung disangkal
- Ayan disangkal
- Alergi Obat disangkal

Anamnesa
RPK
- Darah tinggi disangkal
- Kencing manis disangkal
- Sakit jantung disangkal
- Ayan disangkal
- Alergi obat disangkal

Status internis (saat masuk)

Keadaan umum: tampak sakit sedang


Tekanan darah: 170/80
Nadi: 88x/menit
RR: 20X/menit
Suhu: 36,8 c

Status internis (saat pemeriksaan)

Keadaan umum: tampak sakit ringan


Tekanan darah: 150/90
Nadi: 72x/menit
RR: 20X/menit
Suhu: 36,3 c

Status neurologis (saat masuk)

Kesadaran: Compos Mentis GCS 15 (E4M6V5)


R.Meningeal: Peningkatan TIK: +
Pupil : bulat, isokor 3mm, RC+/+
Nn.Craniales: belum dapat dinilai
Motorik: belum dapat dinilai
Sensorik: belum dapat dinilai
Fungsi cerebelum dan koordinasi: blm dapat dinilai
Fungsi luhur: blm dapat dinilai
Refleks fisiologis: +/+
Refleks patologis: -/-

Status neurologis (saat pemeriksaan)

Kesadaran: Compos Mentis GCS 15 (E4M6V5)


R.Meningeal: Peningkatan TIK: Pupil : bulat, isokor 3mm, RC+/+
Nn.Craniales:baik
Motorik: baik
Sensorik: baik
Fungsi cerebelum dan koordinasi: baik
Fungsi luhur: baik
Refleks fisiologis: +/+
Refleks patologis: -/-

Status lokalis (saat masuk)


Telah terjahit + perban pada dahi kanan ( 6
jahitan, disertai eksoriasi di sekitarnya)
Eksoriasi:
Kelopak mata kanan atas+bawah 5X5 cm
Hidung 3X2 cm
Lengan kanan bawah 3X3 cm
Punggung tangan kanan 2X2 cm
Punggung tangan kiri 2X1 cm
Punggung jari tangan kanan 2X1 cm

Resume
Telah diperiksa seorang laki-laki berusia 32 tahun
dengan keluhan utama pingsan setelah terjatuh dari
sepeda .
Os pingsan +/- 1 jam, mengalami amnesia anterogade.
Saat os sadar, os mengeluh sakit kepala dan muntah
2kali.
Kejang (-), perdarahan hidung/mulut/telinga (-)
Demam (-), Baal (-), kesemutan (-), bicara pelo(-),
gangguan menelan (-)

Riwayat penyakit terdahulu


Tidak ada

Status internis
Tidak ada kelainan

Status Neurologis
Compos Mentis GCS15 (E4M6V5)

Status lokalis

Telah terjahit + perban pada dahi kanan ( 6 jahitan, disertai eksoriasi di sekitarnya)
Eksoriasi:
Kelopak mata kanan atas+bawah 5X5 cm
Hidung 3X2 cm
Lengan kanan bawah 3X3 cm
Punggung tangan kanan 2X2 cm
Punggung tangan kiri 2X1 cm
Punggung jari tangan kanan 2X1 cm

Diagnosis
Klinis:penurunan kesadaran
peningkatan tik
Topik: hemisfer cerebri dextra
Etiologi: contusio cerebri
DD/ Perdarahan epidural
Perdarahan subdural

Pemeriksaan Penunjang
CT scan kepala
Lab darah rutin
Foto thorax

Terapi

Non medikamentosa: tirah baring


Medikamentosa:
Anti serebal edema: manitol 4 x 150
Anti pendarahan: kalnex 2x1 amp
Vit C 1x2 amp
Vit k 2x1 amp
Analgetik: novalgin 2x1 amp
Neurotropik:neurobion 5000 2 amp/hari

Prognosa
Ad vitam: bonam
Ad functionam: dubia ad bonam
Ad santionam: dubia ad bonam