Anda di halaman 1dari 27

FISIOLOGI SISTEM

ENDOKRIN
Oleh : dr Nuansa Chalid Awaluddin

Pengertian
System endokrin merupakan sistem
kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless).
Respons Sistem Endokrin sifatnya lambat
: menit, jam,bulan, atau tahun.
Komunikasi Sistem Endokrin melalui
media yaitu HORMON. Hormon bertindak
sebagai "pembawa pesan melalui aliran
darah ke berbagai sel dan
menerjemahkan "pesan sebagai
tindakan

SIFAT-SIFAT HORMON
Bekerja secara spesifik pada organ, bagian
tubuh tertentu atau aktivitas tertentu
Dihasilkan tubuh dalam jumlah yang sangat
sedikit tetapi memiliki pengaruh besar
terhadap aktivitas tertentu dalam tubuh
Bekerja lambat, pengaruh hormon tidak
spontan seperti pada pengaturan oleh syaraf
Sebagai senyawa kimia, hormon tidak
dihasilkan setiap waktu. Hormon diproduksi
hanya apabila dibutuhkan

KELENJAR ENDOKRIN
Kelenjar hipofise atau pituitary (hypophysis or pituitary
gland), terletak di dalam rongga kepala dekat dasar otak
Kelenjar Pineal, di atas kel. hipofise
Kelenjar tiroid (thyroid gland) atau kelenjar gondok, terletak
di leher bagian depan
Kelenjar paratiroid (parathyroid gland), dekat kelenjar tiroid
Kelenjar suprarenal (suprarenal gland), terletak di kutub atas
ginjal kiri-kanan
Pulau langerhans (islets of langerhans), di dalam jaringan
pancreas
Kelenjar kelamin (gonad) laki-laki di tetis dan perempuan di
indung telur.
Kelenjar Timus, di dalam mediastinum di belakang os sternum

HIPOTALAMUS
Merupakan pusat tertinggi sistem kelenjar
endokrin yang menjalankan fungsinya
melalui hormonal dan saraf.
Hormon yang dihasilkan adalah faktor R
(releasing) dan I (inhibiting) yang
mengontrol sintesa dan sekresi hormon
hipofise anterior sedangkan kontrol
terhadap hipofise posterior melalui kerja
saraf.

HORMON YG DIHASILKAN
HIPOTALAMUS
ACRH ACIH
TRH TIH
GRH GIH
GnRH -- GnIH
PTRH PTIH
PRH PIH
MRH MIH

Target organ kelenjar endokrin

GLAND HYPOPHYSE
(KELENJAR PITUITARY)
Disebut sebagai Master Gland karena
mensekresi hormon yang selanjutnya
akan mengendalikan sekresi hormon oleh
kelenjar endokrin lainnya
Dibagi menjadi 3 lobus :
Lobus anterior
Lobus Posterior
Lobus intermediate

LOBUS ANTERIOR
Hormon yg dihasilkan :
GH / somatotropik merangsang pertumbuhan
jaringan tubuh dan tulang, merangsang sintesa
protein
Prolaktin merangsang pertumbuhan jaringan
payudara dan laktasi
TSH merangsang kelenjar tyroid, menambah
metabolisme lemak
Gonadotropik hormon (LH dan FSH)
mempengaruhi pertumbuhan, maturitas fungsi
organ seks sekunder dan primer
ACTH merangsang pembentukan steroid oleh

LOBUS POSTERIOR
Terdiri dari jaringan saraf sehingga disebut
neurohipofise
Hormon yg dihasilkan :
ADH/ vasopressin meningkatkan
reabsopsi air oleh tubulus distal dan tubulus
koleduktus ginjal sehingga menurunkan
produksi urin.
Oksitosin merangsang pengeluaran ASI,
kontraksi uterus, terlibat dalam transport
sperma dalam traktus reproduksi wanita.

LOBUS INTERMEDIATE
Terletak diantara lobus posterior dan
anterior.
Menghasilkan MSH/ melanotropin yang
berfungsi merangsang melanogenesis :
memberi warna gelap pada kulit.
Selain itu juga menghasilkan Endorphin:
Mengendalikan reseptor rasa nyeri

GLAND PINEAL
Terletak diatas kelenjar Hipofise.
Menghasilkan hormon Melatonin.
Fungsi: mengatur sekresi yang dilakukan
Oleh Corpus Lutheum dan mengaktifkan
sel melanosit menghasilkan melatonin
untuk warna kulit.

GLAND THYROID
Terletak di leher bagian depan, di
samping kiri dan kanan trakea.
Kelenjar tyroid menghasilkan 3 jenis
hormon :
T3 (triiodotironin)
T4 (tetraiodotironin)
Tyrokalsitonin

Bahan dasar pembtkan hormon adalah


yodium yang diperoleh dari mknan dan
minuman
Fungsi kel tyroid :
Mengatur keg metabolik
Merangsang oksidasi
Mengatur penggunaan O2 dan
pengeluaran CO2
Mempengaruhi perkemb susunan saraf
Merangsang pertumbuhan

GLAND PARATYROID
Menempel pada bagian anterior dan
posterior kedua lobus kelenjar tyroid,
menghasilkan hormon paratiroksin.
Fungsi hormon paratyroid :
Meningkatkan kadar Ca dan menurunkan
kadar fosfat
Meningkatkan resorbsi tulang shg serum
Ca meningkat
Organ target PTH tulang, ginjal dan
usus halus

KELENJAR PANKREAS
Terletak di retroperitoneal rongga
abdomen bagian atas dan terbentang
horizontal dari duodenum ke lien.
Jaringan utama pankreas terdiri atas :
Asini
Berfungsi untuk mensekresikan getah
pencernaan ke dalam duodenum
Pulau Lagerhans
Tidak mengeluarkan sekretnya keluar
tapi langsung ke dalam darah
Pulau lagerhans terdiri dari beberapa

Pulau Langerhans
Sel alfa/ sel A
Menghasilkan glukagon yang berfungsi untuk
meningkatkan kadar glukosa dalam darah dengan
cara memobilisasi glukosa, asam lemak dan asam
amino dari tempat cadangannya ke dalam darah.
Sel beta/ sel B
Mensekresi insulin yang berfungsi untuk
menurunkan kadar glukosa darah dengan cara
meningkatkan simpanan glukosa hati ke hati

Sel C
Mensekresi somatotastin yang
berpengaruh :
Menekan Gh
Menghambat saluran cerna (pengosongan
lambung, sekresi asam lambung, kontraksi
bladder)
Sel D
Mensekresi polipeptida (Gastrin)

KELENJAR ADRENAL
Terletak di kutub atas kedua ginjal
sehingga disebut juga kelenjar suprarenal
Kelenjar adrenal terdiri dari 2 lapis :
Medula adrenal
Korteks adrenal

Medulla Adrenal
Berfungsi sebagai bagian dari sistem
saraf otonom. 90% hasil sekresi medula
adrenal adalah efinefrin/adrenalin,
sisanya norefinefrin
Fungsi:
Meningkatkan denyut jantung
Menambah tekanan darah
Mempercepat pernapasan
Meningkatkan produksi gula darah di hati

Korteks adrenal
Dibagi menjadi 3 zona :
ZONA GLOMERULUS
Menghasilkan aldosteron (mineralokortikoid), Fungsi:
merangsang penyerapan ion Natrium dari tubulus ginjal
dan menurunkan penyerapan ion Kalium, sehingga
mempertahankan tekanan osmotik darah. Efek primer
pada metabolisme air dan mineral.
ZONA FASICULATE
Menghasilkan cortisol (glukokortikoid), Fungsi:
meningkatkan pembentukan glukosa dari asam Amino,
antialergi dan inflamasi, menghasilkan energi. efek primer
pada metabolisme protein, lemak, karbohidrat.
ZONA RETIKULARIS
Menghasilkan androgen (efek maskulinisasi) dan estrogen
(tidak mempunyai efek feminisasi), efek primer untuk
tanda-tanda sex sekunder.

KELENJAR TIMUS
Terletak di dalam mediastinum di
belakang os sternum. Menghasilkan
hormon timus. Hanya dijumpai pada anak
usia di bawah 18 tahun, ukurannya pada
bayi kira2 10 gr, bertambah pada masa
remaja 30-40 gr, kemudian berkerut.
Fungsi kelenjar timus
Mengaktifkan pertumbuhan badan
Mengurangi aktivitas kelenjar kelamin
Sebagai imunitas tubuh

Kelenjar Testis
Kelenjar Testis terletak di bagian
interstitial testis. Kelenjar ini dibentuk
oleh sel-sel leydig dan menghasilkan
hormon Ralaksin dan Testosteron.
Hormon Ralaksin berperan dalam
mengatur relaksasi otot-otot yang
berkaitan dengan sifat kelamin. Hormon
Testosteron berperan penting dalam
pengaturan pembentukan sperma dan ciri
kelamin skunder pria
Tiga macam sel di testis :
Spermatogonia spermatozoa

Kelenjar Ovarium
Ovarium menghasilkan 2 macam hormon
Hormon estrogen (hormon-hormon
folikuler) dihasilkan oleh folikel de Graf
Hormon progesteron korpus luteum
Hormon estrogen berperan penting dalam
mengatur siklus menstruasi dan mengatur
sistem reproduksi
Hormon Progesteron berperan penting dalam
mengatur siklus menstruasi, perkembangan
ovum dan ciri kelamin skunder wanita.

TERIMA KASIH
Selamat Belajar