Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN KASUS

URTIKARIA
PEMBIMBING :
dr. Syahfori Widiyanti., MSc, SpKK
DISUSUN OLEH :
Pradinta Bayu Krisna Dewara (0861050037)

IDENTITAS PASIEN

Nama
Jenis Kelamin
Umur
Alamat
Jaktim
Suku
Agama

: An.G
: Laki-Laki
: 1 tahun
: Jl.Usman Harum RT 2/RW 5 No.54 B
: Jawa
: Islam

IDENTITAS ORANG TUA PASIEN

Nama : Ny.A
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 30 tahun
Status : Menikah
Alamat: Jl.Usman Harum RT 2/RW 5 No.54 B Jaktim
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Pekerjaan Suami : Karyawan Swasta
Pendidikaan terakhir : SMA
Suku : Jawa
Agama: Islam

ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA
KELUHAN TAMBAHAN

: Bentol merah di tangan kiri dan wajah


: Gatal di tangan kiri dan wajah

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Kurang Lebih 1 minggu
sebelumnya pasien batuk
pilek. Kemudian pada Hari
Jumat tanggal 14
November 2015 muncul
bentol kemerahan di
tangan kiri

Kemudian bentol
kemerahan menyebar ke
wajah. Pada hari Senin
tanggal 17 November
2015 datang ke Poliklinik
Kulit RSU UKI. Karena
gatal Pasien menjadi
sering menggaruk daerah
yang bentol, pasien
menjadi rewel dan tidak
bisa tidur

Tidak ada demam dan


keluhan saluran
pencernaan, serta tidak
didapati riwayat minum
obat-obatan. Riwayat
mata merah dan berair
jika terkena debu, asma,
bersin-bersin jika terkena
debu, gatal-gatal pada
kulit sebelumnya
disangkal.

Riwayat Penyakit Dahulu


Kurang lebih 2 bulan yang lalu Pasien pernah mengalami keluhan
yang sama, dan sudah dibawa berobat ke RS UKI, dan keluhan
dirasakan membaik
Riwayat Alergi belum diketahui

RIWAYAT KELUARGA :
Ibu Pasien memiliki alergi makanan terutama Seafood
Ibu Pasien memiliki riwayat Asma

PEMERIKSAAN FISIK
Tanda Vital
Kesadaran
: Compos Mentis
Keadaan umum
: Tampak Sakit Ringan
Tekanan darah
: 120/70 mmHg
Nadi
: 100x/menit, regular, isi cukup
Pernafasan
: 24x/men22it, cepat dangkal
Suhu
: 36,5 C
Berat badan
: 13 kg

Status generalis
Kepala : Normochepalia
Mata :
Konjungtiva
: tidak anemis
Sklera : tidak ikterik
Pupil
: bulat, isokor

THT :
Faring : tidak hiperemis,
Tonsil : T1/T1 tenang
Leher : KGB tidak teraba membesar

Thorax :
Inspeksi : Bentuk dan pergerakan dinding dada simetris kanan kiri
Palpasi
: Tidak ada nyeri tekan, tidak ada krepitasi, fremitus
vokal simetris kanan dan kiri
Perkusi
: Sonor di seluruh lapang paru
Auskultasi : Bunyi nafas dasar : Vesikular , Ronki -/- Mengi -/-,
Bunyi jantung I & II murni teratur, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (-),
Hepar/Lien tidak teraba membesar
Ekstremitas

: akral hangat

Status Lokalis

Regio : fasialis

Plak urtika dengan permukaan halus


dan ukuran yang terkecil 2 x 3 cm
terbesar 3 x 5 cm, jumlah multiple,
tersebar diskret, dan bentuk tidak
teratur

Regio : humerus sinistra

Plak urtika dengan


permukaan halus dan
ukuran yang terkecil 2 x
3 cm terbesar 3 x 5 cm,
jumlah multiple, tersebar
diskret, dan bentuk tidak
teratur

PEMERIKSAAN ANJURAN
Prick test
Pemeriksaan kadar IgE, Eusinofil, dan komplemen

DIAGNOSIS KERJA DAN


DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis Kerja :

Urtikaria

Diagnosis Banding :
Ptiriasis Rosea
Urtikaria pigmentosa

PENATALAKSANAAN
Non medikamentosa :
Edukasi dan menghindari faktor pencetus
Apabila ada rasa gatal, tidak boleh digaruk.

Medikamentosa :
Sistemik
R/ Citirizine syrup 5mg/5ml No.I
S 2 dd Cth

Topikal

R/ Hidrokortison 1% cream
S 2 dd 1 ue

No.I

PROGNOSIS
Ad Vitam : Bonam
Ad Fungsionum : Bonam
Ad Sanationum : Dubia
Ad Cosmeticum : Bonam

MANIFESTASI KLINIS
URTIKARIA

Manifestasi Klinis Secara Umum


Berbatas tegas, peninggian, eritematous, biasa pruritus, Muncul lesi
bulat, timbul, ertitematous dan biasanya gatal (pruritus), edema yang
cepat hilang terjadi di daerah superficial dari dermis dikenal sebagai
urticaria
Ketika proses edema melebar ke dalam dermis dan/atau subkutan dan
lapisan submukosa, ini dikenal sebagai angioedema

Urtikaria Fisik/Angioedema
Fisik
Dermografisme > Linear Wheal

Urtikaria Tekanan > 3-6 jam setelah tekanan di kulit secara terus-menerus
Vibratory Angioedema > Kemerahan di wajah
Cold Urticaria > Munculnya wheal setelah di uji coba menggunakan es dapat di disebut
diagnostic cold contact test
Urtikaria Kolinergik > Peningkatan suhu tubuh ( Mandi air hangat, olah raga yang lama,
demam )
Local Heat Urticaria > berkembang dalam hitungan menit setelah paparan dengan panas di
kulit
Solar Urticaria > dalam hitungan menit setelah terpapar oleh sinar matahari atau sinar
buatan
Olah raga yang menimbulkan Anafilaktik > Makan sebelum berolahraga
Adregenic Urticaria > gejala bercak yang dikelilingi lingkaran putih dimana berkembang pada
saat gangguan emosi
Aquagenic Urticaria dan Aquagenic Pruritis > Terjadinya kontak kulit dengan air pada suhu
berapapun

diagnostic cold contact test

Linear Wheal

Urtikaria Kontak
Urtikaria kontak dapat terjadi setelah kontak langsung dengan
berbagai bentuk benda
pengaruh dari mediator IgE atau nonimmunologic
Protein yang terdapat pada produk yang menggunakan latex adalah
penyebab utama dari Urtikaria kontak yang disebabkan oleh mediator
IgE
Faktor predisposisi terbesar adalah didominasi oleh orang orang yang
bekerja sebagai biomedical dengan frekuensi kontak dengan latex

Papular Urticaria
Papular urticari dapat timbul secara episode, terdistribusi secara
simetris, gatal, papul dapat berukuran 3 sampai 10 mm
Hasil dari reaksi hipersensitifitas oleh gigitan serangga seperti
nyamuk, kutu, dan bedbugs
Lesi dapat terlihat berkelompok di daerah yang terekspos seperti
pada bagian ekstensor dari ekstermitas

Urtikaria/Angioedema yang termediasi oleh


Bradykinin, Sistem Komplement atau Mekanisme
efektor yang lain.

Kinins dan Defisiensi C1 inhibitor


Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitors > Angioedema berkembang
pada minggu pertama terapi, pada 72% penderita mengakibatkan
gangguan pada kepala dan leher, termasuk mulut, lidah, faring

Urticarial Venulitis
Urtikaria dan angioedema kronik mungkin menjadi manifestasi dari
cutaneous necrotizing venulitis
Gejala yang ditimbulkan adalah demam, malaise, arthralgia, nyeri
abdomen, dan sedikit pada umumnya konjungtivitis, eveitis, difus
glumerulonefritis, gangguan paru-paru, hipertensi intracanial benigna

Serum Sickness
didefinisikan sebagai reaksi yang merugikan dari pemberian serum
heterolog ke manusia
7-21 hari setelah pemberian serum
Manifestasi klinis adalah demam, urticaria, lymphadenopaty,
myalgia, arthralgia, dan arhtritis
Gejala biasanya dapat hilang sendiri dalam waktu 4-5 hari

Reaksi dari Hasil Produksi


Darah
Biasa menghasilkan pembentukan komplek immun dan aktivasi
komplemen yang mengarah secara langsung ke perubahan pembuluh
darah dan otot polos
Secara tidak langsung, melalui anafilaktoksin, ke pelepasan mediator
sel mast

Infeksi
Episode dari urtikaria akut dapat dikaitkan dengan infeksi saluran
pernafasan atas oleh virus dan biasa terjadi pada anak-anak
Urtikaria akut dapat sembuh dalam waktu 3 minggu
Virus Hepatitis B

Urtikaria/Angioedema
Setelah Degranulasi Sel Mast
Secara
Langsung
Variasi dari bahan
teraputik dan diagnosis telah dikaitkan dengan
urtikaria/angioedema

8% Pasien yang menerima media kontras radiografi mengalami reaksi


ini, dimana melibatkan secara umum setelah pemberian melalui
injeksi instravena

Urtikaria/Angioedema berkaitan dengan


Abnormalitas dari metabolisme Arachidonic Acid

Manifestasi intoleransi terhadap aspirin seperti urtikaria/angioedema


dapat terjadi pada orang normal ataupun pada pasien dengan rinitis
alergi dan/atau dengan asma bronkial
Di Inggris urtikaria/angioedema yang merupakan respon terhadap
aspirin dan antiinflamasi non-steroid terjadi pada 10%-20% individu

Urtikaria Idiopatik Kronik dan


Angioedema Idiopatic
Infeksi, alergi makanan, metabolisme abnormal, hormonal abnormal,
kondisi maligna, dan faktor emosi adalah penyebab dari kondisi ini
Pada saat ini di pertimbangkan bahwa penyebab dari urtikaria kronik
adalah infeksi dari Helicobacter pylori
Angioedema Idiopatik di diagnosis ketika terjadi recurrent, ketika tidak
ditemukan urtikaria
Episode angioedema dikaitkan dengan demam, peningkatan berat
badan, dan tidak ada nya kerusakan organ dalam
Gangguan pada wajah (bibir, lidah, regio periorbital, faring ),
ekstrimitas, dan genetalia

Terimakasih