Anda di halaman 1dari 28

Prostatitis

YO S E P H A. N .
13.144
F KU P N J

Definisi
1. Prostatitis adalah reaksi inflamasi pada kelenjar prostat yang dapat
disebabkan oleh bakteri maupun non-bakteri (Dasar-dasar Urologi, 2011)
2. Prostatitis is a frequently painful condition that involves inflammation of
the prostate and sometimes the areas around the prostate (NIH, 2014)
3. Prostatitis is infection or inflammation of the prostate and can therefore
occur both in the presence of UTI and also with sterile urine (ABC of
Urology 3rd ed., 2012)

Klasifikasi
National Insititute of Health memperkenalkan klasifikasi prostatitis dalam 4
kategori, yaitu:
Kategori I : Prostatitis bakterial akut
Kategori II : Prostatitis bakterial kronik
Kategori III : Prostatitis non-bakterial kronis / sindroma pelvik kronik
Kategori IV : Inflamasi prostatitis asimtomatik

Klasifikasi - Campbell

Epidemiologi
Prostatitis adalah diagnosis gangguan urologi terbanyak pada pria di bawah
usia 50 tahun dan terbanyak ketiga pada pria di atas usia 50 tahun setelah
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dan kanker prostat
Prostatitis non-bakterial kronis / sindroma pelvik kronik
Pria dengan gangguan saraf pada saluran kemih bagian bawah yang didapat dari
operasi atau trauma lebih memungkinkan untuk mengalami penyakit ini
Keadaan stress diduga memperbesar risiko

Prostatitis bacterial akut & kronik


Pria dengan ISK bawah berisiko mengalami prostatitis, ISK yang rekuren atau sulit
diobati dapat mengarah ke prostatitis kronik

Uji 4 Tabung
Untuk menentukan penyebab suatu prostatitis, diambil sample urine dan
getah kelenjar prostat melalui Uji 4 Tabung sesuai yang dilakukan oleh
Meares (1976):
Tabung 1: 10 cc pertama adalah contoh urine yang dikemihkan pertama kali
(VB1) yang dimaksudkan untuk menilai keadaan mukosa uretra
Tabung 2: urine porsi tengah (VB2) yang dimaksudkan untuk menilai keadaan
mukosa kandung kemih
Tabung 3: getah prostat yang dikeluarkan melalui masase prostat atau
expressed prostatic secretion (EPS) yang dimaksudkan untuk menilai
keadaan kelenjar prostat
Tabung 4: urine yang dikemihkan setelah masase prostat
Keempat contoh itu dianalisis secara mikroskopik dan dilakukan kultur untuk
mencari kuman penyebab infeksi

Uji 4 Tabung

Interpretasi

Prostatitis Bakterial Akut


Bakteri masuk ke dalam kelenjar prostat diduga melalui beberapa cara, antara
lain:
1. Ascending dari uretra
2. Refluks urine yang terinfeksi ke dalam duktus prostatikus
3. Langsung atau secara limfogen dari organ yang berada di sekitarnya
(rektum) yang mengalami infeksi
4. Penyebaran secara hematogen

Gambaran Klinis
oDemam
oMenggigil
oMalaise
oArthralgia
oMyalgia
oLower back/rectal/perineal pain
oFrequency, urgency, dysuria
oRetensi urin akibat pembesaran prostat
oHesitansi

Px. Penunjang
RT: prostat bengkak, hangat, nyeri pada keadaan ini tidak disarankan
melakukan massage prostat karena dapat memicu rasa sakit dan dapat
memicu bakteriemia
Urinalisis: ditemukan WBC dan hematuria
Lab Darah: leukositosis, kenaikan antigen spesifik prostat
Pemeriksaan mikrobiologi dan kultur

Diagnosa
Diagnosa prostatitis dilakukan dari pemeriksaan mikrobiologi dan kultur
dengan sample urine serta getah prostat sebelum dan setelah massage pada
prostat

Terapi
Biasanya dokter akan memberikan antibiotik oral selama 2 minggu, namun
karena infeksi bisa datang lagi, urologis menyarankan antibiotik oral selama
6-8 minggu
Pemberian obat jangka panjang dimaksudkan untuk sterilisasi jaringan
prostat dari komplikasi prostatitis kronik maupun terbentuknya abses pada
kemudian hari
Trimethoprim dan fluorokuinolon biasa dipilih karena memiliki tingkat
penetrasi yang tinggi pada prostat

Terapi
Trimethroprim
Dosis
Cara Kerja
Kontraindikasi

Fluorokuinolon
Dosis
Cara Kerja
Kontraindikasi

Terapi
Pasien dengan sepsis, immunocompromised, mengalami retensi urin akut,
atau disertai dengan penyakit lain, diindikasikan untuk Opname dengan
antibiotic partenteral
Ampsilin dan aminoglikosida merupakan terapi yang efektif untuk gram
negative dan enterococci
Pasien mempunyai indikasi pemasangan kateter suprapubik apabila
mengalami retensi urin
Kontraindikasi: kateter transuteral

Prostatitis Bakterial Kronik


Prostatitis Bakterial Kronik terjadi karena adanya infeksi saluran kemih yang
sering kambuh

Manifestasi Klinis
Biasanya asimtomatis
Disuria
Urgensi
Frekuensi
Nyeri perineal
Kadang nyeri saat ejakulasi atau timbul hematospermia
Nokturia

Px. Penunjang
RT: Krepitasi atau tanda kalkulosa prostat
Uji 4 tabung: tampak pada EPS dan VB3 didapatkan kuman yang lebih
banyak daripada VB1 dan VB2
Pada mikroskopik EPS tampak oval fat body
Urinalisis: WBC dan bakteri infektan
Lab Darah: biasanya normal, antigen spesifik prostat

Terapi
Biasa diberikan terapi empirik yang sama dengan prostatitis bacterial akut
Dapat juga diberikan pilihan obat berikut:
suppressive antibiotic, TMPSMX 1 singlestrength tablet daily
Nitrofurantoin 100 mg daily
Ciprofloxacin 250 mg daily

Prostatitis Non-bakterial Kronis /


Sindroma Pelvik Kronik
Defined as the presence of genitourinary pain in the absence of
uropathogenic bacteria detected by standard microbiologic methodology.
Sindrom ini dikategorikan menjadi:
Kategori 3A, CP/CPPS inlfamasi (dari ditemukan leukosit pada spesimen)
Katergori 3B, CP/CPPS non-inflamasi (tidak ditemukan leukosit pada spesimen)

Manifestasi Klinis
Nyeri atau perasaan tidak nyaman yang dirasakan selama 3 bulan atau lebih
pada sekitar area berikut:
Di antara skrotum dan anus
Abdomen tengah atau bawah
Penis
Skrotum
Punggung bawah

Nyeri selama atau setelah ejakulasi


Nyeri pada penis/uretra pada saat selagi atau setelah miksi
Urgensi
Frekuensi
Hesitansi

Evaluasi

Terapi

Inflamasi Prostatitis Asimtomatik


Sama sekali tidak ada gejala
Biasanya terdapat pada pasien dengan Benign Prostatic Hyperplasia (BPH),
kenaikan Prostatic Specific Agent (PSA), kanker prostat, atau infertilitas.
Pada banyak kasus merupakan penanda awal kanker prostat
Pada kasus ini tidak ada indikasi terapi kecuali terdapat marker Ca prostat
dan infertilitas pada pasien

Komplikasi
Infeksi bakteri pada darah (bakteriemia sepsis)
Peradangan pada bagian testikel (orchitis)
Gangguan pada semen dan kesuburan (infertilitas)

Referensi
CLINICAL MICROBIOLOGY REVIEWS , GERALD J. DOMINGUE, SR., AND WAYNE
J. G. HELLSTROM Department of Urology and Department of Microbiology and
Immunology, Tulane University School of Medicine, New Orleans, Louisiana
70112
ABC of Urology 3rd ed., Chris Dawson & Janine M. Nethercilffe, 2012
Smith & Tanaghos General Urology 18th ed., California, 2013
Prostatitis: Inflammation of the Prostate, National Institute of Health (NIH) of
Diabetes and Digestive and Kidney Disease, 2012
Lecture Notes Urology, John Blandy & Amir Kaisary, 2009
Dasar-dasar Urologi, Basuki B. Purnomo, 2011
EBSCOhost, Medscape, NCBI