Anda di halaman 1dari 15

RETENSIO URIN POST

PARTUM
CHRISTA LORENSA

Retensio urin
Retensio urin adalah kesulitan berkemih atau miksi
karena kegagalan mengeluarkan urin dari kandung
kemih atau ketidakmampuan kandung kemih sehingga
menyebabkan distensi kandung kemih yang tidak
lengkap.

Retensio urin

Supravesikal

Vesikal

Kerusakan
pada pusat
miksi di
medula
sakralis S2-4
dan Th1-L1

Kelemahan
otot detrusor
karena lama
teregang,
berhub
dengan masa
kehamilan
dan proses
persalinan

Infravesikal
Kekakuan
leher vesika,
striktur oleh
batu kecil,
tumor leher
vesika
urinaria

Gejala retensi urin


Mengedan bila miksi
Rasa tidak puas sehabis miksi
Nokturia atau pancaran kurang kuat
Ketidaknyamanan daerah pubis
Distensi vesika urinaria

Insiden
Pervaginam spontan : disfungsi kandung kemih 9-14

%
Kelahiran menggunakan forcep : 38 %

Retensi urin post partum


Retensio urin postpartum adalah tidak adanya proses
berkemih spontan setelah kateter menetap dilepaskan,
atau dapat berkemih spontan dengan urin sisa < 150
ml.

Penyebab
1.

Trauma intrapartum
Penyebab utama
kepala janin masuk panggul penekanan yang cukup
berat dan berlangsung lama pada uretra dan kandung
kemih perlukaan jaringan, edema mukosa kandung
kemih, uretra , meatus eksterna dan ekstravasasi
darah didalamnya hematom yang luas
pengurangan rangsangan kandung kemih retensi
urin post partum

Penyebab
2. Refleks kejang (cramp) sfingter uretra
pasien post partum ketakutan timbul perih dan
sakit jika urin mengenai episiotomi/laserasi
perineum hanya SEMENTARA

Penyebab
3. Hipotonia selama masa kehamilan nifas
epidural analgesik atau spinal anastesi memblok
sensasi normal dari kandung kemih dan fungsi
normal kandung kemih

Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan rongga pelvis
Pemeriksaan neurologik
Jumlah urin yang dikeluarkan spontan 24 jam
Pemeriksaan urinalisis dan kultur urine
Pengukuran volume residu
Pemeriksaan fungsi berkemih (uroflowmetry)

Diagnosis
Normal jika volume residu urine 50 ml
Abnormal/retensi urine jika volume residu urine

200 ml
50-200 jadi pertanyaan
Volume residu normal 25% dari total volume
vesika urinaria

Penatalaksanaan
1.

Bladder training
Kandung kemih penuh kateterisasi (kateter
foley) 24-48 jam Kateter lepas pasien
berkemih spontan dalam 4 jam setelah
berkemih kateterisasi untuk memastikan residu
urine minimal jika > 200 ml drainase
kandung kemih dilanjutkan
normal : 50 ml

Penatalaksanaan
2. Hidroterapi
Hidroterapi dengan air hangat
Suhu air (41-43C)
Suhu hangat sensasi suhu pada nerve ending
menghambat jalur transmisi sensasi lain
(blocking the gate) menghambat jalur
transmisi nyeri nyeri berkurang dan
penekanan nyeri (analgesia)
Paparan air hangat kadar beta endorphin
darah anti nyeri endogen relaksasi.

Penatalaksanaan
Hidroterapi dengan air dingin
12-24 C
Air dingin sensasi reseptor taktil blocking
the gate sensasi nyeri
Air dingin nerve ending reseptor dingin
kulit yang banyak efek elektroshock ringan
pada korteks serebri efek analgesik lebih
besar
Air dingin vasokontriksi dan meningkatkan
sirkulasi vena proses drainase pada jaringan
edema oleh pembuluh limfe edema
berkurang

Mesoprosol untuk meningkatkan kontraksi otot

destruksor