Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN KASUS

Nama : Saidil Mursalin


NIM : 15174054
Pembimbing : dr Agustina, Sp.KK

Pendahuluan
Urtikaria

penyakit kulit yang sangat


sering dijumpai
akut dan kronik.
Ada beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi terjadinya urtikaria

Defenisi
Suatu reaksi pada kulit yang
timbul akibat pelebaran dan perembesan
cairan dari pembuluh darah dermal yang
ditandai dengan bengkak setempat,
berwarna merah, di sertai rasa gatal

Urtikaria

Sinonim
Hives,
Nettle rash
Biduran

Epidemiologi
Menurut Sheldon (1951) umur rata-

rata penderita urtikaria ialah 35 tahun.


Ditemukan 40% bentuk urtikaria saja,
49 % urtikaria bersama-sama
angioedema, dan 11 % dalam bentuk
angioedema.
Ditemukan pada semua ras dan suku
bangsa, dan berbagai kelompok umur.

Etiologi
Penyebab belum dapat di pastikan tetapi

menurut para ahli kalau histamin dan mastosit


yang memegang peranan penting.

Beberapa faktor yang dapat

menyebabkan pelepasan mediator


mastosit dan basofil yang kemudian
dapat menyebabkan timbulnya
urtikaria :
1. Faktor non imunologik.
2. Faktor imunologik.
3. Faktor genetik.
4. Faktor pemberat (modulasi).

PATOFISIOLOGI
Urtikaria

vasodilatasi pembuluh
darah dermal disertai permeabilitas
kapiler yang meningkat
transudasi cairan yang
mengakibatkan pengumpulan cairan
setempat.
Sehingga secara
klinis tampak edema setempat
disertai kemerah.

Klasifikasi
Berdasarkan lamanya serangan berlangsung,

urtikaria dibedakan atas:


1. Urtikaria akut.
2. Urtikaria kronik.

GEJALA KLINIS
Keluhan utama biasanya

Gatal
rasa terbakar
tertusuk
tampak eritema dan edema setempat yang berbatas tegas
memutih bila ditekan.
Ukuran lesi dapat bervariasi mulai dari beberapa milimeter
sampai beberapa sentimeter. Lesi dapat berbentuk
oval,asiformis,anuler,polisiklik atau serpiginosa (merambat
)

Bentuk urtikaria dapat papular

seperti pada urtikaria akibat


sengatan serangga, besarnya dapat
lentikuler, numular sampai plakat.

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan darah, urin dan feses
rutin.
Pemeriksaan imunologi seperti kadar
IgE,
eosinofil dan komplemen.
Tes eliminasi makanan

Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan

anamnesis dan gejala klinis yang khas


yakni adanya oedem setempat yang timbul
mendadak dan hilang secara perlahanlahan,eritem, memutih bila ditekan disertai
rasa gatal, rasa terbakar atau tertusuk

Diagnosa banding
Urtikaria
Dermatitis kontak alergi

Penatalaksanaan
UMUM

1. Menghidari penyebab yang dicurigai dan


faktor pemberat.Memberitahukan kepada
pasien tentang penyakit urtikaria tersebut
untuk tidak menggaruk lesi dan pentingnya
mematuhi pengobatan.

Khusus
1. Topikal
o Antipruritus:Bedak tabur atau bedak kocok

(seperti bedak salisil atau smersel yang


mengandung menthol 0,5%, acid salicyl 6%,
oxyd zink 6%, kemicetin 2%, talk venetoium
20%, gliserin 10% dalam aquadest 20cc.
2. Sistemik
o Antihistamin H1
Difenhidramin 25-50 mg, 4x1 cap/hari
Metildifenhidramin 20-40 mg, 3x1/hari
Chlorpheniramine maleat 4mg, 3x1 tablet/hari
Loratadin 10 mg, 1x1 tablet/hari
Terfenadin 10 mg, 1x1 tablet/hari

Kortikosteroid.

Metilprednisolon 4 mg/dosis, sehari 3


kali
Dexametasone 0,5-1 mg/dosis, sehari
3 kali

Prognosis
Pada umumnya prognosis urtikaria

baik. Urkiraria akut lebih baik


daripada kronik,karena penyebabnya
lebih mudah diketahui

Laporan Kasus
Identitas Pasien
Nama
: Faiz Mubassyir
Usia
: 3 tahun
Jenis Kelamin : Laki Laki
No. RM
:Alamat
: Desa Dayah teungoh Pandee Kab.

Pidie

Anamnesis

Keluhan Utama
Pasien datang dengan keluhan gatal gatal di kepala, dada dan perut.

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke Poliklinik Kulit Kelamin RSUD Tgk Chik Di Tiro dengan
keluhan utama gatal gatal di kepala, dada dan perut sejak 3 bulan
yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Awalnya muncul benjolan kecil
pertama kali didaerah kepala lalu membesar dan menyebar ke seluruh
tubuh. Pasien menjelaskan bahwa pasien dia merasakan gatal gatal
pada saat memakan makanan laut. Pasien menjelaskan bahwa gatal
gatalnya berbentu bentol bentol berwarna merah seperti di gigit
semut. Pasien juga sering merasakan gatal gatal pada saat di bawah
sinar matahari yang terik.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah mengalami hal yang sama
sebelumnya.
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada keluarga mengalami hal yang sama dengan
pasien.

Riwayat Pengobatan
Paien menjelaskan bahwa pernah mengkonsumsi obat
dari puskesmas

Pemeriksaan Visik
Vital Sign
-Tidak di lakukan pemeriksaan
Pemeriksaan Fisik
-Tidak di lakukan pemeriksaan
Ujud Kelainan Kulit
-Tidak di dapatkan adanya lesi pada saat
pemeriksaan

Diagnosa Banding
Urtikaria
Dermatitis kontak alergi
Dermatitis kontak iritan

Pemeriksaan Penunjang
Pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan
lebih lanjut. Namun pemeriksaan penunjang
yang dapat dilakukan adalah:
Cek Lab darah rutin
Tes Imunologi seperti kadar igE

Diagnosa
Urtikaria

Terapi
Cetirizine Syr 1 x 1 cth.
Salicil Talk 2x1

Edukasi
Memberikan penjelasan tentang penyakit
Urtikaria pada pasien yaitu mengenai
pengertian, faktor resiko penyakit Urtikaria
Menganjurkan pasien untuk mengontrol dan
diet makanan laut
Menjelaskan pada pasien untuk menghindari
kontak langsung dengan sinar matahari.

Selalu menjaga kebersihan diri dan

lingkungan.
Meyakinkan pasien dan memberikan support
pada pasien bahwa penyakit ini dapat sembuh
apabila pasien rutin berobat dan mengikuti
saran dokter.
Mengevaluasi hasil pengobatan dan kemajuan
penyembuhan penyakit.

Terima Kasih