Anda di halaman 1dari 54

LUKA

DAN PERAWATAN LUKA


SECARA MODERN
Dr. Agus Suarsana, Sp.B,
FINACS, FICS
RSU Imanuel
8 Agustus 2015

PENDAHULUAN
Luka : adalah suatu disrupsi
(keadaan putusnya kontinyuitas)
jaringan tubuh (bisa kulit, mukosa,
atau jaringan lain) yang disebabkan
oleh beberapa hal.
Penyebab luka :
Trauma
Disengaja : operasi

PENDAHULUAN
Tubuh mampu melakukan
penyembuhan alamiah dalam
waktu yang berbeda-beda.
Untuk penyembuhan yang baik
aproksimasi kedua tepi luka.

PENDAHULUAN
Peran perawatan luka sangat penting
penyembuhan luka berlangsung
dengan baik.
Konsep pengelolaan luka saat ini sdh
banyak berubah luka dikelola
berdasarkan KONDISI LUKA.
Fokus utama : PREPARASI LUKA,
sebelum ditutup.

FASE PENYEMBUHAN LUKA


FASE INFLAMASI ( 1 5 hari ) :
Pemb. Darah yg putus : kontriksi,
retraksi, disertai reaksi hemostasis.
Terjadi migrasi sel2 inflamasi (PMN dan
Makrofag), eksudasi plasma yg
mengandung ensim2 proteolitik,
antibodi, fibrin untuk membersihkan
luka dari benda asing dan jaringan
nekrotik.

FASE PENYEMBUHAN LUKA


FASE MIGRASI DAN PROLIFERASI (5
14 hari) :
Migrasi dan infiltrasi sel2 fibroblast dari
jaringan sekitar, yg akan memproduksi
kolagen, fibrinektin, fibrin, yg penting
untuk menutup luka.

FASE PENYEMBUHAN LUKA


FASE MATURASI DAN REMODELING ( 14
hari 2 tahun)
Luka kemudian mengalami remodeling,
jaringan ekses akan diabsorbsi.
Kekuatan luka (tensile strength)
bertambah, yg dapat menahan trauma
tarikan.
Jaringan tubuh mempunyai kekuatan yang
berbeda2 kulit/dermis dan fascia
sembuh perlahan tapi mempunyai tensile
strength yg sangat kuat setelah sembuh.

PENYEMBUHAN LUKA
Kulit daerah yg banyak vaskularisasinya
(leher, kepala) sembuh lebih cepat. Kulit daerah
sendi gerak sembuh lebih lambat (perlu
fiksasi sendi)
Gaster dan usus halus jar lebih lemah. Tapi
sembuh sangat cepat. Sigmoid jar kuat
sembuh lbh lambat.
Kulit : tensile strength 70 90 %, usus 100 %.
Akhir dari penyembuhan luka dapat
menimbulkan parut yang matang (scar/keloid).

PENYEMBUHAN LUKA
Yang menghambat penyembuhan luka
Usia ( > 65 tahun )
Obesitas
Status nutrisi
Dehidrasi
Blood suplay daerah luka
Respon sistem imun yang tidak adekuat
Penyakit kronis
Radioterapi

BACTERI
INFECTION

NECROTIC

EXUDATE

10

PERAWATAN LUKA
Prinsip utama ( sejak 1900 SM ) :
Pembersihan luka ( wound cleansing )
Penutupan luka ( wound closure )
Perlindungan luka ( coverage )

Yang membedakan : material perawatan


luka (pembersihan, penutupan,
perlindungan)
Mengupayakan terjadinya kondisi ideal luka
Proses penyembuhan luka baik.

Tradisional vs
Modern

Melekat, menyebabkan
kerusakan dan kesakitan

Mudah dilepaskan, tidak


menyebabkan kerusakan
pada luka

PRODUK PENGELOLAAN
LUKA
Topical agent : yang diaplikasi di
dalam luka.
Dressing : pembalut yang menutupi
luka untuk mendukung penyembuhan
serta melindungi dari trauma.
Primary dressing : yang kontak dgn jar.
Yg luka
Secondary dressing : pembalut di atas
balutan primer.

KLASIFIKASI LUKA
Luka akut : luka baru, mendadak,
dan penyembuhan sesuai dengan
waktu yang diharapkan. Contoh :
luka sayat, luka bakar, luka operasi.
Luka kronik : luka yang berlangsung
lama atau sering timbul kembali.
Contoh : ulkus dekubitus, ulkus
diabetik, dll.

Luka Akut

Luka Kronis

Akut
Luka

baru

Timbul

mendadak

Dapat

diperkirakan
sembuhnya

Khas

: luka sembuh
primer

Contoh

: Luka operasi
dan luka trauma

Kronik
Melebihi

waktu yang
diperkirakan sembuh
Penyembuhan lambat atau
berhenti
Khas

: luka sembuh sekunder

Contoh

: Ulkus dekubitus,
Ulkus diabetikum

PENATALAKSANAAN LUKA

Penilaian luka
Preparasi luka
Penutupan luka
Dressing

PENILAIAN LUKA
Kulit sekitar
Luka
(warna,
Kelembaban,
Fleksibilitas)
Ukuran
dan
Dalam
luka

PENILAIA
N
LUKA
Tepi Luka
(tepi luka
dan
perlengketa
n ke dasar
luka

Bed luka
(nekrotik,
Granulasi,
eksudat,
fibrin)

PENILAIAN LUKA

I Wound Bed
II Wound Margin
III Surrounding Skin
IV Wound Exudate

Penilaian
Pasien

Algoritma

Diagnosis Luka

Preparasi bed luka

AKUT

KRONIK

Kontrol bakteri -Pengelolaan jaringan non vital Pengelolaan eksudat


-Penilaian vitalitas jaringan

Debridement

Antibiotik

Produk Absorbtif

Luka telah terpreparasi


Penutupan luka

Primer

Sekunder

Graft

Luka sembuh

Flap

Luka nekrotik

Luka infeksi

Luka sloughy

Luka fungating Luka granulasiLuka epitelialisasi

Luka bakar

Luka bakar

Trauma

Nekrotik Hitam Slough Nekrotik kuning

Granulasi
Infeksi (Kuning hijau) (merah)

Epitelialisasi
(Merah muda/Pink)

Luka gr.III/ eschar

Gr.III/nekrotik

Luka nekrotik

bulla

Gr.II/ eschar

Luka gr.II

PREPARASI BED LUKA


Suatu proses pembuangan barrier
yang terdapat di luka untuk
mempersiapkan luka supaya dapat
melalui proses penyembuhan luka
dengan baik.
Dilakukan dengan :
Debridement
Kontrol bakteri
Pengelolaan eksudat

DEBRIDEMENT
Debridement : proses usaha
menghilangkan jaringan nekrotik.
Dilakukan pada luka akut maupun
kronis.
Tujuan : mengurangi kontaminasi
pada luka untuk mengontrol dan
mencegah infeksi.

TEKNIK DEBRIDEMENT
1.
2.
3.
4.

Surgical Debridement
Autolytic Debridement
Enzymatic Debridement
Mechanical
Debridement
5. Biological Debridement

SURGICAL DEBRIDEMENT
Sharp debridement
Skalpel, gunting, kuret + irigasi
Paling cepat dan efektif

MECHANICAL
DEBRIDEMENT
Gauze debridement
Wet to dry dressing
Gauze + saline kering
Jaringan mati terbuang saat mengganti
balut

AUTOLYTIC DEBRIDEMENT
Invivo Enzymes Self Digest
Devitalized Tissue
Gelatinase
Kolagenase
Stromelisin
Membutuhkan suasana lembab
Penutup luka
Hydrocolloid, Transparent film, Hydrogel

AUTOLYTIC

31

ENZYMATIC DEBRIDEMENT
Bila surgical tidak memungkinkan
Bereaksi pada : protein, kolagen, fibrin, elastin &
nukleoprotein
Ulkus tergaung dengan terowongan yg sulit utk dilihat
Sejak 1975
Pemakaian pada luka bakar untuk melepas eschar

Pada kasus ulkus kronis : Pressure ulcer, Arterial


ulcer, Venous ulcer, Diabetes ulcer

Hari 1

Hari 11

Hari 18

Hari 6

BIOLOGICAL DEBRIDEMENT
MAGGOT DEBRIDEMENT
THERAPY
Larva therapy
Larva Phaenicica sericata
(green blow fly)
Biomechanical debridement
Sejak 1932
Abses, luka bakar, selulitis,
gangren, ulkus, osteomielitis
dan mastoiditis

Maggot Therapy

10/cm2

MEMILIH DEBRIDEMENT

KONTROL BAKTERI
Sukses tidaknya penutupan luka
tergantung ada tidaknya infeksi
Infeksi luka ditentukan keseimbangan
daya tahan luka & jumlah
mikroorganisme
< 104 /gram tissue Infeksi 6%
> 104/gram tissue Infeksi 89%
> 105/gram tissue Gagal

Exudate Management :
Direct : balut tekan disertai highly
absorbent dressing atau mechanical
vacum
Indirect : Mengurangi penyebab yang
mendasari koloni bakteri yang ekstrim

PREPARASI BED LUKA


KONTROL BAKTERI : Mungkin
diperlulan antibiotika
MENGELOLA EKSUDAT :
Direct : balut tekan, highly absorbent
dressing atau vacum mechanical, atau
dicuci.
Indirect : mengurangi penyebab yang
mendasari koloni bakteri yang ekstrim

DRESSING LUKA
Tujuan : melindungi luka dari trauma
dan infeksi.
Dalam kondisi lembab (moist) :
Penyembuhan luka lebih cepat 50 %.
Peningkatan reepitelialisasi

Dressing modern, bila tepat


mengurangi biaya dan lebih efektif.

DRESSING LUKA

DRESSING LUKA
Kemampuan hidrokoloid :
Signifikan lebih baik dari kasa NaCl 0,9
%
Dressing time lebih sedikit
Lama perawatan ulkus lebih sedikit

Perawatan tertutup peningkatan


migrasi dini epitel proses
penyembuhan dibanding perawatan
terbuka

PEMILIHAN BALUTAN

Dapat mempertahankan kelembaban luka


Harus berdasarkan evaluasi klinis
Luka lembab, kulit sekitar luka tetap kering
Dapat mengontrol eksudat tidak kering
dan tidak basah
Tidak sering diganti
Mengisi tiap rongga mencegah invasi
bakteri.

PEMILIHAN BALUTAN
Hindari balutan berlebihan
menghambat pembentukan jaringan
granulasi.
Seluruh balutan dapat dimonitor
dengan benar.

Modern
-

Hydrocolloids
Hydrogels
Absorbent dressing
Hydrofibre
Alginates
Foams
Transparent film

KONSEP MOIST WOUND DRESSING


LUKA
BASAH

Absorbent Dressing
Antimicrobial Dressing
Calcium Alginate
Foam Dressing

Menyerap cairan

LUKA
KERING

MOIST

Hidrocolloid
Transparent
Dressing

Hidrogel
Antimicrobial
dressing with
hidrogel

Menjaga kelembaban
Courtesy ofMemberi
Prof. DR. dr. David Perdanakusuma,
SpBP(K)
kelembaban

KESIMPILAN

1. MENGETAHUI TENTANG TAHAPAN PENYEMBUHAN


LUKA
2. MENGETAHUI TENTANG KLASSIFIKASI LUKA,
SEHINGGA MODALITAS TERAPI JUGA JELAS
3. MENGETAHUI PEMILIHAN ANTIBIOTIKA YANG
HARUS DIGUNAKAN.
4. PENGGUNAAN DRESSING YANG TEPAT SEHINGGA
KELEMBABAN LUKA DAPAT TERJAGA.

TERIMA KASIH

Mencuci Tangan
Sarung Tangan
Buka Balutan
Ganti Sarung Tangan

Desinfeksi Mulai Pinggir Luka Keluar

Akut
anestesi lokal infiltrasi
Cuci dg Sabun
Antiseptik (Savlon)

Kronik
Hitam, Kering
(Nekrotik)

Cuci dg Sabun
Antiseptik (Savlon)

Bilas dengan NaCl 0,9% Bilas dg NaCl 0,9%


Surgical Debridement
Pembersihan luka dari
Jika memungkinkan,
jaringan non-vital &
benda asing (Surgical Debridement) jika tidak
pinset + pisau no. 10 / 20
Irigasi
NaCl 0,9% / Aquadest
Irigasi NaCl 0,9% / Aquadest

Kronik
Kronik
Kronik
Kuning, Basah
Merah dengan cairan
Merah, Basah
(Slough) Kuning Kehijauan / Pus (Infeksi)(Granulasi)

Cuci dg Sabun
Antiseptik (Savlon)
Bilas dg NaCl 0,9%
Surgical Debridement
Jika memungkinkan,
jika tidak
Irigasi
NaCl 0,9% / Aquadest

Kultur Pus
Cuci dg Sabun
Antiseptik (Savlon)
Bilas dg NaCl 0,9%
Surgical Debridement
Jika memungkinkan,
jika tidak

Cuci dg Sabun
Antiseptik (Savlon)
Bilas dg NaCl 0,9%

Merah Muda
(Epitelialisasi)

Cuci dg Sabun
Antiseptik (Savlon)

Bilas dengan NaCl 0,9%

Kasa Absorben +
Perawatan Lembab
Transparan dressing Merangsang epitelialisas
- Hydrofiber
- Calcium Alginate
- Foam
-Hydrokoloid
- Transparan Dressing

Irigasi
Keringkan dg kasa sterilKeringkan dg kasa steril NaCl 0,9% / Aquadest

Keringkan dg kasa steril


Keringkan dg kasa steril
- Autolytic Debridement.-Enzymatic Debridement
Penutupan Luka jika mungkin
- Enzymatic Debridement
-Kasa Absorben
(Primer, Graft, Flap)
- Transparan Dressing
(Hydrofiber, Foam)
-Mechanical Debridement
-Transparan Dressing
-Antibiotik lokal & sistemik
-Kasa Absorbent+ Antiseptik (Silver)
Dressing Luka
-Transparan Dressing
(Lembab + Kasa Non adherent + Transparan Dressing)

Algoritma