Anda di halaman 1dari 18

Kedokteran Gigi Empat Tangan

Bagi Dokter Gigi dan Perawat


Gigi

Akademi Kesehatan Gigi Ditkesad


2011

PEMANFAATAN DENTAL ASSISTANT PADA


PERAWATAN ENDODONTIK
PROSEDUR ENDODONTIK
Pendekatan

Kedokteran gigi secara duduk yang diterapkan


dengan benar, meningkatkan pandangan dan
aksesibilitas ke seluruh area mulut. Meskipun
demikian, standar-standar yang bisa diterima bagi
operative dentistry harus dimodifikasi bagi
kebutuhan perawatan endodontik, juga utk posisi
arah jarum jam.

Posisi yang dianjurkan:


Molar kiri bawah: operator posisi jam 10, pasien telentang
dengan wajah menghadap operator (menoleh ke kanan),
asisten posisi jam 3.
Molar kanan bawah: operator jam 9, pasien duduk dengan
sandaran bersudut 45 dengan wajah menghadap operator,
asisten jam 2 dan posisinya ditinggikan.
Insisive, caninus, premolar kanan dan kiri bawah: operator
jam 12, pasien telentang, asisten jam 2.
Insisiive, caninus, premolar kanan dan kiri atas: operator jam
12, pasien telentang, posisi kepala sudut -5, asisten jam 2.
Molar kanan atas: operator jam 9, pasien telentang dengan
wajah menghadap asisten (menoleh ke kiri), asisten jam 2
dan tinggi.
Molar kiri atas: operator jam 9, pasien telentang dengan
wajah menghadap operator, asisten jam 2 dan tinggi.

Penyusunan (Organization)
Seluruh
perlengkapan
endodontik
harus
ditempatkan bagi kemudahan akses dalam jarak
yang
terdekat
dengan
mulut
pasien,
mengutamakan kebutuhan pergerakan terdekat
dengan jarak saluran akar, cairan irigasi, files,
paper point, dan sterilisator (bead sterilizer],
Karena alasan inilah dianjurkan baki berputar
tambahan yang juga memperlihatkan baki
persiapan awal endodontik ditempatnya, dimana
sama bisa bergeraknya dengan baki berputar.

Lanjutan...
Penyusunan atas-meja dirancang bagi kedokteran
gigi umum yang secara mudah dimodifikasi untuk
penambahan bead sterilizer, yang harus ditempelkan
secara aman pada permukaan kerja. (lebih disukai
instalasi yang permanen)

Persiapan Baki Endodontik


Jangan dicampur adukkan baki persiapan awal
perawatan
endodontik
dengan
peralatan
endodontik, Mereka dipisahkan dan memberikan
fungsi yang terpisah. Bakinya harus memuat
peralatan dan bahan yang bisa digunakan untuk
membuka dan menumpat saluran akar. Peralatan
endodontik harus menampilkan seluruh instrumen
dan bahan yang dipergunakan pada pekerjaan di
dalam saluran akar.

Pelaksanaan
Pelaksanaan prosedur perawatan endodontik dapat
dibedakan dalam urutan sebagai berikut:

Isolasi
Pembukaan saluran akar
Pelebaran saluran akar
Pembersihan dari kotoran (debridement)
Persiapan saluran akar untuk diisi
Pengisian
Penumpatan dan pembuangan sisa-sisa pengisian.

Isolasi
Isolasi yang berarti kemudahan akses dan pandangan
dalam kondisi aseptik (tidak ada kuman), yaitu rubber
dam, Kebutuhan untuk endodontik hanya sedikit,
mencakup isolasi 1 atau 2 gigi, dan idealnya
menggunakan Hygiene Plastic Frame.
Pemilihan penjepit (clamp) rubber dam dilakukan dengan
dasar untuk mengurangi gangguan terhadap kemudahan
akses, termasuk penggunaan handpiece bagi
pembukaan kamar pulpa. Pemilihan penjepit ini dapat
dibantu dengan menggwakan model studi. Aplikasi
(pemasangan) rubber dam harus dilakukan dengan
melibatkan dental assistant secara maksimal.

Pembukaan Saluran Akar


Begitu tahap terakhir pemasangan rubber
dam selesai, dokter gigi akan mengarahkan
asisten untuk menempatkan bur yang telah
dipilih ke dalam handpiece dan tanpa
semprotan air, kemudian mentransfer
handpiece tersebut pada jari-jari dokter gigi
yang sudah siap dengan posisinya di dim
mulut untuk membuka saluran akar.

Pelebaran dan Debridement


Seluruh pelebaran dan debridement harus dicapai
melalui tahapan pergerakan yang halus, yaitu
melibatkan pergantian irigasi dan files yang
ditransfer dari dan ke asisten dan operator.
Pengukuran panjang saluran akar diberikan ke
asisten yang akan mengatur seluruh instrumen
dengan panjang yang diinginkan. (lebar peralatan
endodontik dapat diatur dengan kode warna,
seperti file no. 15, putih untuk 20 mm). Ini harus
diserahkan ke operator dalam urutan dengan pinset
yang dapat dikunci setelah disterilkan (bead
sterilization).

Lanjutan...
Penyerahan dapat dilakukan yang terbaik dengan
tangan kiri asisten ke tangan kanan operator.
Penyerahan semprit irigasi dilakukan dengan tangan
kanan asisten, membiarkan tangan kiri agar lebih
mudah mengakses peletakan ujung pembuangan.
Hal ini juga membuat penarikan kembali semprit
lebih mulus dan penyerahan dan penggantian///es
dilanjutkan dengan tangan kiri.

Pengisian Saluran Akar


Semua bahan pengisi saluran akar baik dari gutta
percha atau logam diperlakukan dengan sama, dari baki
ke sterilisator ke operator. Kemasan instrumen
diserahkan dan diganti dengan teknik rutin transfer
instrumen, juga dengan tangan kiri.
Penumpatan Saluran Akar
Penumpatan terakhir saluran akar dicapai dengan
peletakan pasta tumpatan sementara di ujung plastis
instrumen oleh asisten dan diserahkan dengan tangan
kirinya ke tangan kanan operator. Kebutuhan terakhir
adalah ujung kapas pengoles yang basah. Kemudian
berikutnya adalah proses pemulangan rutin.

PERAWATAN EXODONTIA SECARA DUDUK


ALASAN-ALASAN YANG MENOLAK PENGGUNAAN
KEDOKTERAN GIGI CARA DUDUK
Ada berbagai alasan yang diberikan untuk tidak
menggunakan kedokteran gigi cara duduk pada perawatan
bedah mulut. Alasan yang paling populer mungkin karena
tidak
adanya
teknik
yang
membuktikan
untuk
meningkatkan kemudahan akses dan pandangan. Alasan
lain adalah ketidakmampuan untuk mengembangkan daya
ungkit, juga ketakutan bahwa pasien mungkin dapat
menghirup/menelan benda asing, gigi, dan pecahan gigi,
dan alasan-alasan lain yang tidak bisa menerima
penggunaan kedokteran gigi cara duduk.

Kemudahan Akses dan Kemudahan Pandangan


Jika lesi karies disto-oklusal pada gigi molar dapat
diekskavasi dan ditumpat dengan meningkatkan
kemudahan akses melalui pendekatan cara duduk
dan posisi pasien telentang, hal ini dapat
diterapkan juga bahwa setiap prosedur intra oral
dapat dan harus dilakukan perawatannya dari
posisi perawatan yang sama.

Daya Pengungkit
Setiap operator dalam posisi istirahat fisiologis, yaitu
duduk dengan benar, harus dan akan mempunyai
kontrol maximal terhadap jari-jari dimana bila
menggunakan cara lain memerlukan energi lebih untuk
mempertahankan postur menggeliat dari kedokteran gigi
cara berdiri.
Daya ungkit adalah sejumlah kekuatan yang dibutuhkan
untuk melepaskan setiap gigi atau akar dari soket
tulangnya, hal ini dapat dihasilkan oleh jari dan
pergelangan tangan oleh setiap dokter gigi yang sehat.
Kekuatan diluar titik ini, yaitu bila melibatkan otot-otot
lengan bawah atau extrimtas atas (lengan atas),
tentunya akan mengakibatkan patahnya gigi atau
rahang, dan ini tidak perlu bahkan juga berbahaya.

Terhirup/tertelan
Terhirup/tertelannya gigi atau pecahan-pecahan gigi
dan benda asing lainnya dapat terjadi pada pasien
dengan posisi telentang atau duduk tegak, tetapi
dapat dikurangi pada pasien telentang. Dalam hal ini
diharuskan hati-hati dan memperhatikan
pengemasan kerongkongan, serta melatih kehatihatian secara maksimal.

TAHAP-TAHAP PADA PENCABUTAN


Pemposisian
Kemudahan akses dan kemudahan pandangan yang
dibutuhkan untuk pencabutan hanya sedikit berbeda
dalam hubungannya dengan posisi duduk bagi perawatan
klinis lainnya.
Posisi arah jarum jam yang direkomendasikan adalah
sbb:
1. Untuk molar kiri atas; pasien telentang, wajah menoleh
menghadap dokter gigi, bidang oklusal gigi geligi RA sejajar
dengan lantai, asisten duduk di posisi jam 2, operator posisi
jam 8.30.
2. Untuk insisive, caninus, dan premolar kiri atas; sama
seperti untuk molar kiri atas, kecuali operator bergeser ke
posisi jam 9.

3. Untuk molar kanan atas; pasien telentang, wajah menoleh


menghadap asisten yang duduk di posisi jam 2, operator di
jam 8.
4. Untuk insisive, caninus, dan premolar kanan atas; sama
seperti untuk molar kanan atas, tetapi dengan operator di
jam 9.
5. Untuk molar kiri bawah; pasien telentang dengan wajah
menghadap operator, asisten pada jam 3, operator jam 10.
6. Untuk insisive, caninus, dan premolar kiri bawah; pasien
telentang dengan wajah menghadap operator, asisten pada
jam 2, operator duduk pada posisi jam 12.
7. Untuk insisive, caninus, dan premolar kanan bawah; sama
dengan di atas, dengan wajah pasien menghadap ke arah
asisten.
8. Untuk molar kanan bawah; pasien semi telentang (45
derajat), wajah menghadap operator, asisten pada jam 2
dengan duduk tinggi, operator duduk pada posisi jam 8.