Anda di halaman 1dari 19

GEMPA B UMI

OLEH:
YULIUS WAHYU P
Penyebab terjadinya gempa
bumi
 Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan
energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh
lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu
kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan
dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh
pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi
akan terjadi.
 Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan
lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah
biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional
dan translasional. Gempa bumi fokus dalam
kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer
yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada
kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan
magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi
gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi
(jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang
sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika.
Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau
akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa
pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal.
Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal
ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir
yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh
manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi
TIPE GEMPA BUMI
 Gempa bumi vulkanik
 Gempa bumi tektonik
Gempa bumi vulkanik
1. Gempa bumi ini terjadi akibat adanya
aktivitas magma, yang biasa terjadi
sebelum gunung api meletus. Apabila
keaktifannya semakin tinggi maka akan
menyebabkan timbulnya ledakan yang
juga akan menimbulkan terjadinya
gempabumi. Gempabumi tersebut hanya
terasa di sekitar gunung api tersebut.
Gempa bumi tektonik

1. Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu


pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang
mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat
besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau
bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu
menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik
disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena
pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet
ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan
oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik.
Teori dari tektonik plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa
bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area
dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan
seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga
berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah
yang menyebabkan terjadinya gempa tektoni.
PENGERTIAN
GEMPA BUMI
Gempa bumi merupakan gejala alam
berupa getaran atau gerakan pada
permukaan bumi yang ditimbulkan oleh
tenaga dari dalam bumi. Kekuatan
gempa dapat diukur dengan satuan yang
disebut Skala Richter. Gempa yang
terjadi dengan kekuatan tinggi akan
menimbulkan beberapa hal akibat
gempa atau biasa disebut Dampak
Gempa.
DAMPAK GEMPA
Dampak Gempa dibedakan menjadi 2
macam yaitu:

 Dampak secara fisik


 Dampak secara nonfisik atau
psikologis.
Dampak secara fisik
Dampak secara Fisik contohnya:

Banyak orang yang kehilangan tempat


tinggal
Banyak warga meninggal dan luka-luka
Banyak orang yang kehilangan keluarga
Banyak orang yang kehilangan harta benda
Dampak secara Nonfisik
atau Psikologis

Dampak secara nonfisik atau


Psikologis adalah banyak orang
yang mederita gangguan mental
akibat trauma akan kejadian ini.
Gempa bumi
Yogyakarta, Mei 2006
Gempa bumi Yogyakarta Mei 2006
adalah peristiwa gempa bumi
tektonik kuat yang mengguncang
Daerah Istimewa Yogyakarta dan
Jawa Tengah pada 27 Mei 2006
kurang lebih pukul 05.55 WIB selama
57 detik. Gempa bumi tersebut
berkekuatan 5,9 pada skala Richter.
Dampak Gempa Bumi

KORBAN
Korban tewas menurut laporan terakhir
dari Departemen Sosial Republik Indonesia
pada 1 Juni 2006 pukul 07:00 WIB,
berjumlah 6.234 orang.Sementara korban
luka berat sebanyak 33.231 jiwa dan
12.917 lainnya menderita luka ringan.
Gempa Susulan
Gempa susulan terjadi beberapa kali seperti pada pukul 06:10 WIB,
08:15 WIB dan 11:22 WIB. Gempa bumi tersebut mengakibatkan
banyak rumah dan gedung perkantoran yang rubuh, rusaknya
instalasi listrik dan komunikasi. Bahkan sampai H + 7 sesudah
gempa, banyak lokasi di Bantul yang belum teraliri listrik. Gempa
bumi juga mengakibatkan Bandara Adi Sutjipto ditutup sehubungan
dengan gangguan komunikasi, kerusakan bangunan dan keretakan
pada landas pacu, sehingga untuk sementara transportasi udara
dialihkan ke Bandara Achmad Yani Semarang dan
Bandara Adisumarmo Solo
Gedung-Gedung yang Rusak
Parah
Gedung-Gedung yang Rusak Parah,
antara lain:

Mall Shapir Square


Mall Ambaruko Plaza
GOR Universitas Ahmad Dahlan
STIE Jl. Parangteritis
ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta
Jl. Parangteritis Km.6,5.
Situs kuno dan lokasi wisata
yang rusak

 Candi Prambanan
 Makam Imogiri
 Salah satu bangsal di Kraton Yogyakarta
, yaitu bangsal Trajumas yang menjadi
simbol keadilan ambruk
 Candi Borobudur
 Obyek Wisata Kasongan
Penanganan dan bantuan
 Setelah peristiwa tersebut, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono segera memerintahkan
Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Soeyanto untuk
mengerahkan pasukan di sekitar Yogyakarta dan
sekitarnya untuk melakukan langkah cepat tanggap
darurat. Rombongan presiden sendiri langsung
terbang pada sorenya dan menginap malam itu juga
di Yogyakarta.
 Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan beberapa
negara sudah menyatakan komitmen bantuan
antara lain Jepang, Inggris, Malaysia, Singapura,
Prancis serta UNICEF.
Sekilas gempa