Anda di halaman 1dari 17

Pengertian Oksidasi dan

Reduksi (Redoks)

By :
Aldino Pradana Putra
XII IPA I / 03
• Pengertian oksidasi dan reduksi disini
lebih melihat dari segi transfer
oksigen, hidrogen dan elektron.
Disini akan juga dijelaskan
mengenai zat pengoksidasi
(oksidator) dan zat pereduksi
(reduktor).
Oksidasi dan reduksi dalam
hal transfer oksigen
• Dalam hal transfer oksigen, Oksidasi
berarti mendapat oksigen, sedang
Reduksi adalah kehilangan oksigen.

• Sebagai contoh, reaksi dalam ekstraksi
besi dari biji besi:

• Karena reduksi dan oksidasi terjadi


pada saat yang bersamaan, reaksi
diatas disebut reaksi REDOKS.
Zat pengoksidasi dan zat
pereduksi
• Oksidator atau zat pengoksidasi adalah
zat yang mengoksidasi zat lain. Pada
contoh reaksi diatas, besi(III)oksida
merupakan oksidator.
• Reduktor atau zat pereduksi adalah zat
yang mereduksi zat lain. Dari reaksi di
atas, yang merupakan reduktor
adalah karbon monooksida.
• Jadi dapat disimpulkan:
• oksidator adalah yang memberi oksigen
kepada zat lain,
• reduktor adalah yang mengambil
oksigen dari zat lain
Oksidasi dan reduksi dalam
hal transfer hidrogen
• Definisi oksidasi dan reduksi dalam
hal transfer hidrogen ini sudah
lama dan kini tidak banyak
digunakan.
• Oksidasi berarti kehilangan hidrogen,
reduksi berarti mendapat hidrogen.

• Perhatikan bahwa yang terjadi
adalah kebalikan dari definisi pada
transfer oksigen.
Sebagai contoh, etanol dapat
dioksidasi menjadi etanal:



• Untuk memindahkan atau
mengeluarkan hidrogen dari etanol
diperlukan zat pengoksidasi
(oksidator). Oksidator yang umum
digunakan adalah larutan kalium
dikromat(IV) yang diasamkan
dengan asam sulfat encer.
• Etanal juga dapat direduksi menjadi
etanol kembali dengan
menambahkan hidrogen. Reduktor
yang bisa digunakan untuk reaksi
reduksi ini adalah natrium
tetrahidroborat, NaBH4. Secara
sederhana, reaksi tersebut dapat
digambarkan sebagai berikut:

Zat pengoksidasi
(oksidator) dan zat
pereduksi (reduktor)
• Zat pengoksidasi (oksidator)
memberi oksigen kepada zat lain,
atau memindahkan hidrogen dari
zat lain.
• Zat pereduksi (reduktor)
memindahkan oksigen dari zat lain,
atau memberi hidrogen kepada zat
lain.

Oksidasi dan reduksi dalam
hal transfer elektron
• Oksidasi berarti kehilangan elektron, dan reduksi
berarti mendapat elektron.
• Definisi ini sangat penting untuk diingat. Ada cara
yang mudah untuk membantu anda mengingat
definisi ini. Dalam hal transfer elektron:

• Contoh sederhana
• Reaksi redoks dalam hal transfer elektron:

• Tembaga(II)oksida dan magnesium oksida
keduanya bersifat ion. Sedang dalam bentuk
logamnya tidak bersifat ion. Jika reaksi ini
ditulis ulang sebagai persamaan reaksi ion,
ternyata ion oksida merupakan ion spektator
(ion penonton).




• Jika anda perhatikan persamaan reaksi di atas,
magnesium mereduksi iom tembaga(II) dengan
memberi elektron untuk menetralkan muatan
• Dapat dikatakan: magnesium adalah
zat pereduksi (reduktor).
Sebaliknya, ion tembaga(II)
memindahkan elektron dari
magnesium untuk menghasilkan ion
magnesium. Jadi, ion tembaga(II)
beraksi sebagai zat pengoksidasi
(oksidator).
• Memang agak membingungkan untuk
mempelajari oksidasi dan reduksi
dalam hal transfer elektron, sekaligus
mempelajari definisi zat pengoksidasi
dan pereduksi dalam hal transfer
elektron.
Dapat disimpulkan sebagai berikut,
apa peran pengoksidasi dalam transfer
elektron:
• Zat pengoksidasi mengoksidasi zat
lain.
• Oksidasi berarti kehilangan elektron
(OIL RIG).
• Itu berarti zat pengoksidasi
mengambil elektron dari zat lain.
• Jadi suatu zat pengoksidasi harus
mendapat elektron

Atau dapat disimpulkan
sebagai berikut:
• Suatu zat pengoksidasi mengoksidasi
zat lain.
• Itu berarti zat pengoksidasi harus
direduksi.
• Reduksi berarti mendapat elektron
(OIL RIG).
• Jadi suatu zat pengoksidasi harus
mendapat elektron.