Anda di halaman 1dari 9

STIKES MUHAMMDIYAH

BANJARMASIN
Homeless atau tunawisma adalah orang
yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap
dan berdasarkan berbagai alasan harus tinggal
di bawah kolong jembatan, taman umum,
pinggir jalan, pinggir sungai, stasiun kereta api,
atau berbagai fasilitas umum lain untuk tidur
dan menjalankan kehidupan sehari-hari.
Sebagai pembatas wilayah dan milik pribadi,
tunawisma sering menggunakan lembaran
kardus, lembaran seng atau aluminium,
lembaran plastik, selimut, kereta dorong pasar
swalayan, atau tenda sesuai dengan keadaan
A.Tuna Wisma Akibat Ekspansi
Industri
Begitu banyaknya perijinan bagi
industri yang menguasai lahan secara
luas, telah menjadikan puspa dan
satwa langka, bahkan Kalimantan,
banyak yang menjadi tuna wisma
(kehilangan tempat hidup) di tanah
kelahirannya.
Bapedalda Kaltim mencatat terdapat 179 ijin
lokasi yang telah diberikan bagi perkebunan besar
swasta dengan luas 1.622.887,12 ha, dan 76 ijin
usaha perkebunan seluas 690.686,48 ha, serta 34
hak guna usaha (HGU) bagi perkebunan besar
swasta dengan luas 373.191,53 ha. Jumlah
perusahaan HPH yang tersisa di Kaltim sebanyak
36 perusahaan dengan luas areal 3.857.655 ha
dan perusahaan HTI sebanyak 18 perusahaan
yang terdiri dari 4 HTI Pulp, 7 HTI Pertukangan
dan 7 HTI Transmigrasi dengan total luas areal
779.367 ha.
B. Tuna Wisma Akibat Bencana Alam
Bencana alam salah satu penyebab
terjadinya homeless, salah satu contoh tragedi
lumpur lapindo yang menelan tempat tinggal
warga, bagi yang tidak memiliki keluarga hidup
berkemah merupakan salah satu pilihan
menunggu uluran bantuan dari pemerintah
C. Tuna Wisma Akibat Urbanisasi
Perpindahan masyarakat dari desa kekota
dengan tujuan mendapat pekerjaan, akan tetapi
karena tingkat penddidikan yng rendah mereka
tidak mendapatkan pekerjaan bahkan tempat
tinggal yang layak.
1. Sering terjadi kekerasan baik fisik maupun
psikis
2. Terjadinya kekerasan seksualitas
3. Kurangnya personal hygiene
4. Kurang mendapatkan akses tentang kesehatan
reproduksi
5. Meningkatnya angka kelajuan kelahiran anak
6. Kurangnya pelayanan kesehatan
7. Tingginya angka kematian yang disebabkan infeksi