Anda di halaman 1dari 29

Analisis Gravimetri

Irawati, S.Si
2008
Gravimetri
• Gravimetri merupakan salah satu cabang utama
kimia analisis. Gravimetri menjadi metode
klasik yang masih sering digunakan.
• Gravimetri adalah penentuan jumlah zat
didasarkan pada penimbangan. Penimbangan
merupakan penimbangan hasil reaksi setelah
zat yang dianalisis direaksikan. Hasil reaksi
dapat berupa sisa bahan atau suatu gas yang
terjadi atau suatu endapan yang dibentuk dari
bahan yang dianalisis.
• Gravimetri merupakan cara analisis
tertua dan paling murah. Hanya saja
gravimetri memerlukan waktu yang
relatif lama dan hanya dapat digunakan
untuk kadar komponen yang cukup
besar. Suatu kesalahan kecil, secara
relatif akan berakibat besar.
• Kendati demikian gravimetri masih
dipergunakan untuk keperluan analisis
karena waktu pengerjaannya yang tidak
perlu terus-menerus dilakukan analis
karena setiap tahapan pengerjaan
memakan waktu yang cukup lama.
• Sebagian analisis gravimetri
menyangkut unsur yang akan
ditentukan menjadi senyawa murni
yang stabil dan mudah diubah ke dalam
bentuk yang dapat ditimbang. Berat
analat dapat dihitung dari rumus dan
berat atom senyawa yang ditimbang.
• Pengendapan merupakan teknik yang
paling luas penggunaannya. Hal
terpenting dalam pengendapan suatu
analit adalah kemurniannya dan
kemudahan penyaringan yang pasti
dilakukan dalam teknik pengendapan.
• Gravimetri terbagi menjadi dua :
• Cara evolusi ; bahan yang direaksikan akan
menimbulkan gas. Gas didapatkan dengan
cara pemanasan atau mereaksikan dengan
pereaksi tertentu.
• Cara tidak langsung. Besar gas diperoleh sebagai
selisih berat analat sebelum dan sesudah reaksi.
Contohnya adalah penentuan kadar air. Bahan
yang akan dianalisis dipanaskan pada suhu
tertentu dalam jangka waktu tertentu sehingga air
menguap dan beratnya diperoleh sebagai selisih
berat bahan sebelum dan sesudah pemanasan.
Contoh lain adalah penentuan karbonat, karena
pemanasan, karbonat terurai dan mengeluarkan
gas CO2. Berat gas juga ditentukan dengan
menimbang bahan sebelum dan sesudah
pemanasan.
• Cara langsung. Gas yang terjadi
ditimbang setelah diserap oleh suatu
bahan yang khusus untuk gas tertentu.
− Pada penentuan kadar air, maka uap air yang
terjadi dilewatkan tabung berisi bahan
higroskopis yang tidak menyerap gas-gas lain.
Berat tabung dengan isi sebelum dan sesudah
uap diserap menunjukkan jumlah air.
• Cara pengendapan ; analat
direaksikan sehingga terjadi suatu
endapan dan endapan itu ditimbang.
− Endapan dibentuk dengan reaksi antara analat
dengan suatu pereaksi. Endapan biasanya
berupa senyawa. Cara ini biasa disebut dengan
gravimetri.
− Endapan dibentuk secara elektrokimia. Analat
dielektrolisis sehingga terjadi logam sebagai
endapan. Cara ini biasa disebut
elektrogravimetri.
Asas umum gravimetri
• Metode gravimetri untuk analisis pada umumnya
didasarkan pada suatu reaksi kimia :
aA + bB AaBb
a molekul A bereaksi dengan b molekul B.
Produk AaBa berupa zat yang sangat sedikit
larut dan dapat ditimbang setelah pengeringan
atau dapat dipijar menjadi senyawa lain yang
susunannya diketahui lalu ditimbang. Contohnya
kalsium dapat ditetapkan dalam gravimetri
dengan pengendapan kalium oksalat atau dipijar
menjadi kalium oksida.
Ca2+ + C2O42- CaO2O4(s)
CaO2O4(s) CaO(s) + CO2(g) + CO(g)
Syarat analisis gravimetri cara
pengendapan memberikan hasil
yang baik diantaranya :
• Zat yang akan diendapkan harus dapat
diendapkan dengan sempurna dan
endapan harus stabil dan sukar larut
• Endapan harus murni dan mudah
disaring
• Endapan harus dapat diubah menjadi
suatu senyawa dengan susunan kimia
tertentu sehingga dapat dihitung
secara stoikiometri
Syarat-syarat endapan :
• Kesempurnaan endapan
Analat yang dianalisa telah diubah sepenuhnya
menjadi endapan atau dengan kata lain kelarutan
endapan dibuat sekecil mungkin.
• Kemurnian endapan
Endapan murni adalah endapan yang bersih tidak
mengandung molekul-molekul lain yang disebut juga
dengan pengotor atau kontaminan. Endapan yang
kotor akan mengandung berat lebih besar dari
seharusnya sehingga akan menimbulkan kesalahan
yang lebih besar. Kontaminan oleh zat lain sangat
mudah terjadi karena endapan timbul dari larutan
yang berisi berbagai macam zat.
• Susunan endapan
Endapan yang terbentuk mempunyai susunan konstan
dan tertentu atau endapan yang terbentuk dapat
diubah menjadi zat yang komposisinya tertentu.
Tahapan pembentukan endapan :
• Melarutkan analat
• Mengatur keadaan larutan misalnya pH dan
suhu
• Membentuk endapan
• Menumbuhkan kristal-kristal endapan
(digestion atau aging)
• Menyaring dan mencuci endapan
• Memanaskan atau memijarkan untuk
memperoleh endapan kering dengan
susunan tertentu. Hal ini juga dilakukan
untuk menghilangkan kertas saring
• Mendinginkan lalu menimbang endapan
Jenis-jenis endapan :
• Endapan yang Kasar
Yaitu endapan yang butir-butirnya tidak
terlalu kecil, melainkan besar. Hal ini
penting untuk kelancaran penyaringan dan
pencucian endapan. Endapan yang disaring
akan menutupi pori-pori kertas saring.
Apabila endapan halus, maka butir-butir
endapan akan masuk ke dalam pori-pori
lalu lolos dan hilang atau apabila masuk
menyumbat pori-pori sehingga perhitungan
gravimetri menjadi tidak kuantitatif lagi.
Pada umumnya endapan kasar lebih murni
daripada endapan halus.
• Endapan yang bulky
Yaitu endapan dengan volume
atau berat tetapi berasal dari
analat yang hanya sedikit.
• Endapan Spesifik
Yaitu endapan yang didapat
secara spesifik dengan
menggunakan pereaksi yang
hanya mengendapkan
komponen yang dianalisa.
Pengotoran Endapan :
• Pengotoran karena pengendapan sesungguhnya
(True Precipitation)
Pengotoran yang terjadi oleh zat yang mengendap
karena hasil kali kelarutan (Ksp) zat tersebut ikut
terlampaui sehingga terjadi reaksi yang membentuk
endapan zat pengotor selain endapan yang
dihendaki.
• Pengotoran karena terbawa (Coprecipitation)
Pengotor tidak mengendap sendiri tetapi hanya
terbawa oleh analat. Ada dua hal yang dapat
menyebabkan kopresipitasi yaitu diadsorpsi (diserap
pada permukaan butir-butir endapan) dan teroklusi
(terkurung diantara butir-butir endapan yang
menggumpal menjadi satu).
Analisis dengan Gravimetri
Ada beberapa teknik analisis yang dapat
dilakukan selama proses gravimetri agar
diperoleh hasil yang baik.
• Pengendapan
Pengendapan dilakukan dalam beaker glass. Isi
beaker glass hendaknya tidak melebihi
sepertiganya pada akhir pengendapan yang
sempurna. Larutan pengendap ditambahkan ke
dalam beaker glass yang berisi larutan yang
dianalisis, sedapat mungkin dalam keadaan
encer. Larutan pengendap ditambahkan melalui
pipet secara perlahan namun konstan. Selama
penambahan larutan pengendap dilakukan,
pengocokan dilakukan terus menerus agar larutan
tetap homogen selama pengendapan. Larutan
pengendap harus ditambahkan hingga terjadi
pengendapan sempurna.
Pengendapan sempurna zat yang dianalisis dapat
diketahui dengan membiarkan endapan turun ke
alas beaker glass dan meninggalkan larutan
induknya (mother liquor). Biarkan larutan
induknya tetap jernih. Tambahkan larutan
pengendap dengan pipet. Apabila tidak ada lagi
endapan yang terbentuk maka pengendapan
dapat dikatakan telah sempurna atau zat yang
dianalisis telah mengendap seluruhnya.
Penambahan larutan pengendap harus berlebih ±
5 – 10 %. Setelah pengendapan sempurna,
endapan tidak segera disaring melainkan
dibiarkan beberapa saat dengan larutan induknya.
Endapan kristalin dapat dibiarkan dalam larutan
induknya dan dipanaskan di atas penangas air
dan ditutup agar air tidak menguap dan tidak
terjadi pengotoran dari luar. Cara ini disebut
digestion atau pencernaan untuk memperoleh
kristal endapan yang berukuran besar dan murni.
• Pencucian endapan
Endapan harus dicuci terlebih dahulu
sebelum dilakukan penyaringan. Pencucian
dilakukan dengan cara dekantasi yaitu
mengeluarkan larutan induk dari campuran
endapan dengan larutan melalui saringan.
Saringan dapat berupa kertas saring atau
cawan saring. Endapan yang menempel pada
dinding beaker glass dikumpulkan dengan
menambahkan air pencuci dari botol sempot.
Larutan diaduk dan biarkan beberapa saat
agar endapan turun. Supernatant dituangkan
ke dalam saringan melalui batang pengaduk
secara hati-hati sehingga larutan supernatant
tinggal sedikit. Tambahkan lagi air pencuci
bila perlu tambahkan ion senama agar
endapan tidak larut lagi dalam air pencuci
(peptisasi). Lakukan berulang kali.
Apabila pada saat pencucian secara
dekantasi ini selesai masih terdapat
banyak endapan dalam beaker glass
maka endapan dipindahkan ke dalam
corong saring dengan bantuan air dari
botol semprot dan rubber policeman.
Lakukan pencucian terakhir di atas
corong saring. Endapan dalam corong
saring tidak boleh dibiarkan kering
selama proses pencucian berlangsung.
Pencucian dilakukan samapai air cucian
bebas dari ion pengotor dengan cara
menampung filtrat terakhir dengan
tabung reaksi dan tambahkan pereaksi
tertentu.
• Penyaringan endapan
Penyaringan endapan dapat dilakukan
dengan dua cara yaitu :
• Penyaringan endapan dengan kertas saring
Kertas saring bebas abu merupakann kertas saring
yang digunakan untuk analisis kuantitatif. Ada
beberapa kelemahan penggunaan kertas saring
diantaranya kertas saring seringkali rusak bla
digunakan untuk menyaring basa kuat, asam pekat
dan beberapa oksidator. Penyaringan volume yang
besar dapat mengakibatkan kertas saring
mengembang dan mudah sobek. Selain itu kertas
saring tidak dapat dipakai untuk endapan yang
terurai tidak sempurna pada pemijaran karena
kompisisinya tidak diketahui dengan baik.
Setelah pencucian berulang, filtrat terakhir
ditampung di tabung reaksi dan dicek dengan
penambahan suatu zat pereaksi. Apabila
menunjukan filtrat telah bersih maka endapan
dikeringkan hingga hampir kering.
• Penyaringan endapan dengan
cawan saring (filter crucible)
Cawan saring umum digunakan
untuk menggantikan kertas saring.
Penyaringan dibantu dengan
pompa vakum untuk mempercepat
penyaringan.
Supernatan dimasukan ke dalam
cawan saring dan pompa
dihidupkan sehingga cairan
menetes ke dasar suction flask.
Penambahan supernatan
dilanjutkan hingga habis.
• Pengeringan, pemijaran dan
penimbangan endapan
• Pengeringan, pemijaran dan
penimbangan endapan dapat
dilakukan dengan dua cara seperti
halnya penyaringan endapan.
• Pengeringan endapan dengan kertas
saring
Kertas saring yang telah mongering di
corong bagian atas dilipat untuk
membungkus endapan denan sempurna
dan dijaga agar tidak sobek dan tumpah.
Pindahkan ke dalam cawan porselen yang
telah diketahui beratnya. Keringkan pada
suhu awal 100 – 125 °C lalu pindahkan ke
dalam tanur dengan suhu tinggi tertentu
hingga didapat berat konstan.
• Pengeringan endapan dengan cawan
saring (filter crucible)
Ada dua macam cawan saring yaitu :
• Cawan Gooch, cawan dengan sejumlah lubang
kecil di dasarnya. Suatu lapisan asbes dibentuk di
dasar cawan yang berfungsi sebagai medium
saringannya. Cawan Gooch dapat dibakar pada
suhu tinggi. Endapan yang tidak perlu dipanaskan
melebihi suhu 500°C dapat menggunakan cawan
dari gelas sinter atau gelas masir.
• Cawan dari gelas sinter dapat diperoleh dalam
berbagai porositas untuk menangani bermacam-
mcam jenis endapan. Dalam Corning Glass Co
Pyrex, ketiga porositas dinyatakan dengan C
(kasar), M (sedang) dan F (halus). Lambang ini
terletak dekat tepi atas cawan gelas.
• Meski suhu hingga 500 C dapat dikatakan aman, cawan
gelas sinter harus dipanaskan secara berngsur-angsur.
Alkali kuat dapat merusak cawan. Cawan dapat dibersihkan
dengan pelarut tertentu.
• Cawan gelas masir tidak dapat dipanaskan langsung dengan
api karena mudah pecah, karbon sangat sulit untuk
dihilangkan dan gas-gas yang mereduksi yang berasal dari
nyala api dapat menembus endapan lewat dasar yang
berpori. Cawan gelas masir harus ditempatkan dakam cawn
porselen biasa agar dapat mencapai suhu yang diinginkan.
• Cawan porselen berpori dapat digunakan untuk endapan
yang harus dibakar pada suhu sangat tinggi hingga 1200° C.
akan tetapi cawan ini mudah diserang alkali dan asam
fluorida.
• Cawan platina memiliki banyak keunggulan dibandingkan
dengan cawan porselen. Cawan platina dapat mencapai
suhu lebih tinggi di atas alat pembakar bukn tanur dan
mendingin relatif jauh lebih cepat. Platina merupakan logam
inert dan tahan terhadap pereaksi tertentu yang biasanya
menyerang porselen. Cawan platina dapat digunakan untuk
menentukan silikat dengan teliti dengan perlakuan endapan
dengan SiO2 yang tidak murni dengan asam fluorida,
menguapkan silikon tetrafluorida dan memperoleh silikat
murni dengan perbedaan selisih berat.
• Penimbangan endapan
Endapan yang telah dipijar
didinginkan dalam desikator.
Pemijaran, pendinginan dan
penimbangan dilakukan hingga
berat kosntan (selisih ± 0,0020 g)
Penentuan Kadar Sulfat dari Natrium
sulfat
• Pipet 25 mL larutan yang mengandung ± 0,3 gram
Natrium sulfat, masukan ke dalam beaker glass 500
mL dan tambahkan 0,3 – 0,6 mL HCl 37%
• Encerkan dengan aquadestt sampai volume ± 200
mL. Panaskan larutan hingga mendidih.
• Tambahkan 10 – 12 mL larutan BaCl2 0,2 M tetes
demi tetes sambil diaduk
• Biarkan endapan turun selama beberapa menit.
Periksalah pada bagian atas larutan apakah
pengendapan telah sempurna. Dengan
menambahkan beberapa tetes larutan pengendap
• Bila masih terjadi endapan, tambahkan 3 mL larutan
pengendap
• Biarkan endapan dan cairan selama 1 jam di atas
penangas air dalam keadaan tertutup kaca arloji.
Jaga larutan hingga tidak kurang dari 150 mL
• Endapan harus sudah mengendap dan larutan harus sudah
jernih. Periksa dengan beberapa tetes larutan BaCl2 hingga
tidak terbentuk endapan lagi dan siap disaring
• Dekantasi cairan bagian atas melalui kertas saring bebas
abu dan pindahkan endapan dalam kertas saring
• Bersihkan sisa endapan dengan menggunakan policeman
• Endapan di kertas saring dicuci dengan sedikit air panas
beberapa kali dan biarkan air cucian pertama habis terlebih
dahulu sebelum menambahkan air cucian baru
• Teruskan pencucian sampai ± 5 mL air cucian terakhir
hingga tidak memberikan kekeruhan dengan setetes larutan
AgNO3
• Lipat kertas saring kering dan masukan ke dalam cawan
porselen
• Keringkan endapan di atas nyala api kecil sampai kertas
saring menjadi hitam
• Pijarkan cawan tersebut dalam tanur hingga berwarna putih
• Dinginkan dan timbang hingga berat konstan
Penentuan Kadar Besi dari Feroamonium
sulfat
• Timbang dengan teliti ± 1,5 gram feroamonium sulfat
heksahidrat, masukan ke dalam beaker glass 500 mL
• Tambahkan 40 – 50 mL aquadest dan 10 mL HCL (1 : 1)
dan larutan dididihkan
• Tambahkan tetes demi tetes HNO3 (1 : 9 ) sambil diaduk
• Didihkan perlahan selama 3 – 5 menit sampai terbentuk
larutan berwarna kuning
• Periksa apakah semua ion Fe2+ berubah menjadi ion
Fe3+
• Setelah semua ion Fe2+ berubah menjadi ion Fe3+
encerkan larutan dengan aquadest hingga volume ± 200
mL lalu panaskan hingga hampir mendidih
• Tambahkan larutan ammonia (1:1) sedikit demi sedikit
sambil terus diaduk sampai sedikit bau ammonia berlebih
• Pindahkan beaker glass tersebut dari pemanas dan
biarkan endapannya turun
• Dekantasi cairan atas larutan melalui kertas saring bebas
abu
• Cuci endapan dengan cara dekantasi sebanyak 3 – 4 kali
dengan masing-masing 75 – 100 mL air panas
• Pindahkan endapan ke kertas saring secara kuantitatif dan
bilas endapan dengan aquadest
• Endapan di kertas saring cuci dengan air panas sampai air
cucian tidak memberikan reaksi lagi terhadap perak nitrat
• Keringkan endapan pada temperatur 100 - 105°C lalu lipat
dengan hati-hati dan pindahkan ke dalam cawan porselen
yang sudah diketahui beratnya
• Panaskan cawan porselen dengan nyala kecil sampai
kertas menjadi arang
• Pijarkan endapan dalam tanur 550°C sampai menjadi abu
• Dinginkan dalam desikator lalu timbang
• Ulangi hingga berat konstan
• Hitung persentase besi dari berat Fe2O3 yang diperoleh
dan hitung pula persentase feroamonium sulfat heksahidrat
Reaksi Pengendapan
• Banyak reaksi kimia yang
melibatkan endapan.
• Proses pengendapan merupakan
suatu pembentukan padatan dalam
suatu larutan dalam suatu reaksi
kimia
• Endapan merupakan zat yang
memisahkan diri sebagai suatu fase
padat yang terpisah dari larutan.