Anda di halaman 1dari 29

KELENJAR HIPOFISIS

( PITUITARI )
Kelenjar hipofisis ( Pituitari )
• Berbentuk bulat dan berukuran kecil dengan
diameter 1,3 cm dan berat 0,5-1 gram
• Terlindung oleh tulang sfenoid di dasar otak
• Dibagi menjadi tiga bagian :
1) Bagian depan : Hipofisis lobus anterior
2) Bagian tengah : Hipofisis pars intermedia
3) Bagian belakang : Hipofisis lobus posterior
• Berhubungan dengan Hipotalamus melalui
struktur berbentuk tangkai ( infundibulum )
Tata letak hipotalamus dan hipofisis di
otak
1. Hipofisis Lobus Anterior
• Menghasilkan 6 jenis hormon :
1) 2 mempengaruhi target non-endokrin
2) 4 merangsang kelenjar endokrin lainnya
(hormon tropik)
• Karakteristik semua hormon hipofisis anterior:
1) Protein atau peptida
2) Bekerja melalui sistem second-messenger
3) Dikendalikan oleh rangsang hormonal melalui
umpan balik negatif / negative feedback
Hormon hipofisis anterior
Sel-Sel Hipofisis berdasar jenis
Hormon
1. Sel-sel somatotrof :
a) Bentuk besar dengan granula sekretori
b) Diameter 350-500 nm
c) Berada di sayap lateral Hipofise
d) Penghasil hormon somatotropin (GH)
2. Sel-sel lactotroph :
a) Mengandung granula sekretori
b) Diameter 27-350 nm
c) Penghasil hormon prolaktin
3. Sel-sel Tirotroph :
a) Bentuk polihedral dengan granula sekretori
b) Diameter 50-100 nm
c) Penghasil hormon titropin (TSH)
4. Sel-sel Gonadotrof :
a) Diameter 275-375 nm dngan granula sekretori
b) Penghasil hormon gonadotropin
5. Sel-sel Kortikotrof :
a) Diameter 375-550 nm dengan granula terbesar
b) Penghasil hormon Adrenocorticotropic (ACTH)
6. Sel-sel nonsekretori :
a) Terdiri atas sel kromofob
Sekresi Hormon Hipofisis
Anterior
1. Growth Hormone (GH) / Somatotrophic (STH)
-> Mengatur pertumbuhan tubuh secara
keseluruhan dengan mempengaruhi
pembentukan protein, pembelahan sel dan
diferensiasi sel
2. Thyroid Stimulating Hormone (TSH)
-> Merangsang sekresi hormon tiroksin dan
triiodotironin dan Mengontrol laju kecepatan
dari sebagian besar reaksi kimia intraselular di
seluruh tubuh
3) Adrenocorticotrophic Hormone (ACTH)
-> Memelihara pertumbuha dan perkembangan
normal korteks dan merangsang untuk
mesekresikan kortisol dan glucocorticoid
4) Follicle Stimulating Hormone (FSH)
-> Wanita = Merangsang pertumbuhan dan
perkembangan folikel ovarium serta mendorong
sekresi hormon estrogen oleh ovarium
-> Pria = Mengatur perkembangan testis dan
merangsang proses spermatogenesis di
dalamnya
5) Lutenizing Hormone (LH)
-> Wanita = Untuk ovulasi, membentuk korpus
luteum dari folikel di dalam ovarium, dan
pengaturan sekresi hormon seks, estrogen dan
progesteron oleh ovarium
-> Pria = Merangsang sel interstisium leydig di
testis untuk menyekresi testoteron. Sehingga
juga diberi nama Interstitialcell stimulating
hormone (ICSH)
6) Prolaktin (PRL)
-> Meningkatkan perkembangan payudara dan
pembentukan susu pada wanita. Pada Pria masih
belum diketahui
Hormon Prolaktin
• Kadar prolaktin plasma normal pada wanita pria
2-15 ug/1, pada wanita hamil konsentrasinya
jauh lebih tinggi ± 300 ug/1
Pengaruh prolaktin :
1.Terhadap laktasi
-> Merangsang proses laktasi setelah melahirkan
2. Terhadap sistem repoduksi
-> Kadar prolaktin yg tinggi dapat menghambat
sekresi sekresi LH sehingga juga menghambat
ovulasi. Ini berarti menimbulkan ‘infertilitas’.
3) Terhadap metabolisme kalsium
-> Meningkatkan perubahan 25
hidrosikholekalsiferol menjadi 1,25
dihidrosikholekalsiferol di ginjal, yang berperan
penting dalammetabolisme kalsium selama
kehamilan dan laktasi
4) Terhadap metabolisme karbohidrat
-> Meningkatkan kadar gula darah, karena
menurunkan toleransi jaringan terhadap glukosa
Hormon pertumbuhan (GH)
Berperan dalam
1. Proses metabolisme umum
2. Mempunyai efek langsung pada pertumbuhan
sel-sel otot dan tulang panjang
3. Merangsang pembentukan protein dari asam
amino di sel hati
4. Meningkatkan pemecahan lemak untuk
digunakan sebagai sumber energi
5. penambahan jumlah (hiperplasia) dan ukuran
(hipertofi) sel-sel jaringan lunak tubuh
Rangsangan Yang Meningkatkan
Sekresi Hormon GA
• Stres
• Jumlah asam amino tertentu meningkat dalam
plasma
• Defisiensi substrat energi, seperti hipoglikemia
(rendahnya konsentrasi asam lemak dalam
darah) dan puasa. Sangat tingginya jumlah
hormon pertumbuhan selama kelaparan, sangat
berhubungan erat dengan banyaknya protein
yang pecah dan jumlah glukosa yang ada
sehingga zat yang diperlukan untuk
menghasilkan energi di suatu sel menjadi
berkurang.
Rangsangan Yang Menurunkan
Sekresi Hormon GA
• Tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu tidur
dengan adanya gerakan mata yang cepat dan
acak.
• Glukosa. Pemberian infus glukosa menurunkan
kadar hormon pertumbuhan dalam plasma dan
menghambat responsnya terhadap olahraga.
• Kortisol
• Asam Lemak bebas
• Medroksiprogesteron
• Hormon pertumbuhan
Fisiologi pertumbuhan
• Suatu fenomena komplek, dipengaruhi oleh
– Hormon :
• GH-somatomedin, hormo tiroid, androgen,
estrogen, kortisol, dan insulin
– Genetik
– Nutrisi
• cukup protein, vitamin, mineral, zat-zat
esensial untuk pembentukan energi
– Kesehatan badan dan lingkungan
Periode pertumbuhan
• Pada manusia dikenal ada 2 kali pertumbuhan
cepat (growth spurt) :
1. saat usia 0-3 tahun
– Pengaruh GH dan merupakan kelanjutan
pertumbuhan fetal.
1. saat pertengahan pubertas : beberapa
waktu sebelum pertumbuhan panjang tubh
berhenti.
– Pengaruh GH, androgen dan estrogen
– Pertumbuhan anak perempuan > cepat
Pertumbuhan tulang panjang
Pertumbuhan tulang panjang
• Selama pertumbuhan, kedua ujung-ujung tulang
panjang (epifisis) masing-masing terpisah dari
batang tulangnya oleh lempengan tulang rawan
yang sel-selnya aktif membelah diri (lempeng
epifiseal)
• Tulang memanjang kedua arah karena lempeng
epifiseal meletakkan tulang baru pada kedua
ujung tulang tersebut. Lempeng epifiseal
melebar sebanding kecepatan tumbuh.
• Proses dipengaruhi oleh berbagai hormon :
pada usia 0-11 tahun terutama GH dan IGF1
• Peletakan tulang baru (perpanjang tulang),
akan berhenti bila lempengan epifiseal sudah
melekat/bersatu/ menutup/ berfusi dengan
batang tulang. Maka pertumbuhan tulang
panjang berhenti.
• Fusi tulang disebabkan oleh estrogen dan
androgen
Hipofisis Pars Intermediet
• Menghasilkan MSH = melanocyte stimulating
hormone  akan menghasilkan pigmen
melanin untuk warna kulit
• Makin banyak melanin makin hitam pigmen
kulit, makin sedikit melanin makin putih
pigmen kulit
• Sekresinya juga dirangsang oleh faktor
pengatur pelepasan hormon melanosit dan
dihambat oleh faktor inhibisi hormon
melanosit (MIF)
Hipofisis Lobus Posterior
• Terdiri dari sel gilia yang disebut pituisit
• Hipotalamus & Hipofisis posterior membentuk
sistem neuroendokrin yang terdiri dari populasi
neuron neurosekretorik yang badan selnya
terdiri dari dua kelompok di hipotalamus
• Secara fungsional dan anatomis, hipofisis ini
hanyalah perluasan dari hipotalamus
• Hipofisis ini menyimpan dan setelah mendapat
rangsangan yang sesuai maka akan mengeluarkan
dua hormon vasopresin dan oksitosin
Hipofisis Posterior
1. Vasopresin (ADH)
>. Fungsi:
a) Meningkatkan retensi H2O oleh ginjal (suatu
efek antidiuretik
b) Menyebabkan kontraksi otot polos arteriol
(efek presor pembuluh darah-vasopresor)
>. Pada keadaan normal, vasopresin adalah faktor
endokrin utama yang mengatur pengeluaran H2O
urin dan keseimbangan H2O keseluruhan
>. Pelepasan hormon juga dirangsang oleh nyeri,
stres, olahraga, kadar gula darah rendah,
angiotensin, prostaglandin dan obat-obat tertentu
2. Oksitosin
>. Sekresi oksitosin akan meningkat pada :
a) Perangsangan reseptor raba yang terdapat
disekitar papilla mammae oleh isapan mulut bayi
b) Dilatasi serviks uteri saat persalinan
>. Sekresi oksitosin akan menurun oleh alkohol
>. Efek oksitosin :
a) Kontraksi sel miopitel duktus kelenjar
mammae, akan menyebabkan ejeksi air susu dari
sinus dan papilla mammae
b) Kontraksi miometrium uteri terutama pada
saat persalinan
Hubungan anatomi-fisiologi hipotalamus
dan hipofisis
Hubungan antara hipotalamus dan
hipofisis
• Hipotalamus -> pusat pengumpul informasi
mengenai kesehatan dalam tubuh
• Hipotalamus dapat memantau perubahan kimia
dalam darah sebab tidak dijaga oleh sawar
darah-otak
• Hipotalamus melepaskan hormon-hormon
releasing dan inhibiting untuk mengontrol
produksi hormon-hormon dari hipofisis anterior.
• Hipotalamus memproduksi 2 hormon yang
ditransport ke sel neurosecretorik hipofisis
posterior.
Gangguan Kelenjar Hipofisis
1. Hormon Pertumbuhan :
- Kekurangan saat anak-anak menyebabkan
pertumbuhan terhambat / kerdil (krenisme)
- Kelebihan saat anak-anak menyebabkan
pertumbuhan raksasa (gigantisme)
- Kelebihan saat Dewasa menyebabkan
pertumbuhan tidak seimbang pada tulang jari
tangan, jari kaki, ataupun tulang hidung (akromegali)
2. Hormon Perangsang :
-> Kelebihan sekresi TSH akibat kekurangan yodium
menyebabkan penyakit gondok
Kelompok II
1. Rachmad Dermawan
2. Putra Wahyu
3. Rifta Desy
4. Yusro Miatin

XI IPA 2