Anda di halaman 1dari 19

Pencarian Sumber

Informasi (melalui
wawancara)
Pendidikan Literasi Informasi
Oleh: AGUS RUSMANA
agsrsmana@yahoo.co.id
Pengertian Informasi

 Data dan fakta yang baru


 Data dan fakta yang sengaja
dipilih
 Data dan fakta yang digunakan
untuk pendukung pembuatan
keputusan
Fungsi Informasi

 Untuk penciptaan pengetahuan


 Untuk sumber pendidikan
 Untuk rekreasi (hiburan)
Sumber Informasi

 Terdiri dari :
 Data dan fakta tersedia

 Sumber penyedia/ pemilik


sumber
Metode Perolehan
Informasi
 Akses ke media penyimpan informasi
(dari berbagai format penyajian dan sumber
media penyedia informasi)
 Akses langsung ke pemilik informasi
(sumber pertama/ pemilik asli)
 Akses ke penyedia/ pialang informasi
(information broker)
Teknik Memperoleh
Informasi dari Pemilik
Informasi
 Akses pada karya terekam yang
dibuat oleh pemilik informasi.
 Akses pada perantara yang
mengenal pemilik informasi
 Akses langsung pada pemilik
informasi melalui wawancara.
Wawancara Sebagai Tehnik
Memperoleh Informasi
 Wawancara adalah tehnik utama untuk memperoleh
informasi untuk analisis sebuah proyek pengembangan.
 Wawancara adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh
setiap analis.
 Keterampilan wawancara menentukan kualitas dan
kedalaman informasi yang diperoleh
 Wawancara, observasi dan penelitian merupakan
perangkat utama bagi seorang analis.
Komunikasi Persuasif
Sebagai Metode dalam
Wawancara
 Komunikasi persuasif akan
menimbulkan kondisi positif
pendukung wawancara efektif:
 Kepercayaan pada pewawancara
 Keterbukaan diri sumber informasi

 Kejujuran dalam menjawab pertanyaan

 Kelengkapan informasi yang diberikan


Persiapan Wawancara
 Tetapkan informasi yang ingin didapatkan
 Tetapkan ukuran ketercapaian perolehan
 Rancang pertanyaan sesuai ukuran ketercapaian
 Tentukan profil sumber informasi yang sesuai dengan
informasi yang diharapkan.
 Tentukan waktu dan tempat yang cocok untuk
wawancara.
Awal Wawancara
 Kenali profil lengkap sumber informasi,
baik profil pribadi (karakter, kompetensi,
prestasi) maupun pihak lain yang
berhubungan dengan pribadinya
(keluarga, teman, rekan, pesaing).
 Pilih bahasa yang sesuai dengan profil
sumber informasi.
 Gunakan alat bantu yang memudahkan
perekaman dan tidak mengganggu proses
wawancara.
Pengembangan Bahan Wawancara
(1)
 Tahap 1: Tuliskan bidang umum yang akan dicakup
oleh pertanyaan wawancara. Jangan dulu dibuat jadi
pertanyaaan, melainkan pastikan dulu bahwa semua
topik sudah tercakup.
 Tahap 2: Tentukan apa yang akan diukur
(pengetahuan? Sikap? Kepercayaan, Perilaku)
Keputusan ini akan menentukan gaya pertanyaan.
 Tahap 3: Tulislah pertanyaan dengan memperhatikan
hal berikut:
 Apakah pertanyaan relevan dan perlu?
 Jika pertanyaaan tertulis diisi sendiri oleh sumber: Adakah
pedoman untuk menjawab pertanyaan dengan benar dan jelas?
Apakah tersedia cukup ruang untuk menjawab pertanyaan?
 Apakah pertanyaan terlalu panjang? Pertanyaan yang panjang
akan membosankan.
Pengembangan Bahan
Wawancara (2)
 Tahap 4: Minta umpan balik dari rekan.
 Tahap 5: Modifikasi pertanyaan dari masukan
teman.
 Tahap 6: Cobalah pertanyaan pada kelompok uji.
 Tahap 7: Kaji ulang pertanyaan
 Tahap 8: Coba kembali hasil kaji ulang
 Tahap 9: Kaji ulang akhir sebelum diajukan pada
sumber
Hindari dalam
Wawancara
 Pertanyaan yang terlalu panjang
 Mengajukan dua pertanyaan sekaligus
 Menggunakan bahasa atau istilah yang
tidak umum/ sulit dimengerti sumber yang
diwawancara.
 Pertanyaan yang mengandung jawaban
(mengarahkan jawaban)
Perlu diperhatikan…
 Simpan pertanyaan sensitif di akhir
wawancara
 Pastikan bahwa pertanyaan dalam urutan
yang logis
 Pastikan bahwa pertanyaan dapat
menghasilkan jawaban yang valid
 Berhati-hatilah saat menganalisis hasil
jawaban dan mengukur.
 Belajarlah dari banyak sumber tentang
menyusun pertanyaan wawancara.
Wawancara Sebagai
Metode Komunikasi Antar
Pribadi
 Tehnik mendapatkan informasi dalam format lisan
(oral) langsung dari sumber informasi dalam
komunikasi antar pribadi dengan menggunakan
pertanyaan yang dirancang sebelumnya sesuai
informasi yang ingin diperoleh.
 Wawancara dapat dilakukan dengan komunikasi
tatap muka maupun dengan media konvensional
(telepon) atau dengan teknologi informasi (jejaring
internet: chatting, FB, messenger, dll)
Melakukan Wawancara
(1)
 Pilihlah tempat yang tepat dan nyaman
bagi sumber informasi.
 Lakukan dengan teratur karena sumber
sudah bersedia memberikan waktu
diwawancarai.
 Awali wawancara dengan menerangkan diri
anda dan manfaat wawancara (digunakan
untuk apa)
 Jika akan menggunakan alar perekam,
mintalah ijin karena ada sumber yang tidak
nyaman melihat alat perekam.
Melakukan Wawancara
(2)
 Santailah, maka sumber yang diwawancara
akan ikut santai dan lebih terbuka.
 Jika sumber hanya bisa bahasa asing, gunakan
penerjemah. Pilihlah penerjemah yang punya
kesamaan dengan sumber (suku, budaya, usia)
 Dengarlah dengan seksama. Perhatikan gerak
tubuh/ bahasa kita (gesture).
 Jika telah selesai, tanyakan kembali apakah
sumber ingin menambahkan informasi yang
belum sempat ditanyakan.
Pedoman Umum
Wawancara (1)
 Mulai dan pelihara irama wawancara
 Beritahulah sumber tentang alasan
wawancara dan mengapa ia dipilih
menjadi sumber.
 Yakinkan sumber bahwa pengetahuan
dan pendapatnya sangat penting untuk
sebuah proses analisis.
 Lahirkan kepercayaan dan kerjasama
sumber sejak awal dan jagalah selama
wawancara.
Pedoman Umum
Wawancara (2)
 Jelaskan apa yang akan dilakukan pada
informasi yang diperoleh dari wawancara.
 Tentukan bidang informasi yang dinilai rahasia
(confidential) atau terbatas.
 Beritahu sumber bahwa hasil wawancara baru
akan digunakan (dipublikasikan) setelah
diversifikasi oleh sumber.
 Yakinkan bahwa tidak akan ada akibat negatif
dari wawancara.