Anda di halaman 1dari 35

Farmasi Fisika

Difusi dan Disolusi


Dina Pratiwi, S.Farm., M.Si.

Pokok Bahasan
Difusi keadaan tunak
Prosedur dan peralatan uji
difusi
Disolusi
Pelepasan obat
Difusi dalam sistem biologis

Pendahuluan
Difusi dalam bidang farmasi:
Disolusi obat dari tablet, serbuk dan granul
Liofilisasi,
ultrafiltrasi, dan proses mekanik
lainnya
Pelepasan obat dari basis salep atau suppositoria
Lewatnya uap air, gas, obat atau zat tambahan
pada
sediaan
obat
melalui
penyalut
pengemasan, lapisan-lapisan tipis, dinding,
wadah plastik, seal, dan tutup
Permeasi dan distribusi molekul obat dalam
jaringan hidup

Transportasi zat

Transpor pasifadalah perpindahan molekul atau ion


tanpa menggunakan energi sel. Perpindahan molekul
tersebut terjadi secara spontan, dari konsentrasi
tinggi
ke
rendah.
Contoh
transpor
pasif
adalahdifusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi.

Transpor aktifadalah perpindahan molekul atau ion


dengan menggunakan energi dari sel itu.
Perpindahan tersebut dapat terjadi meskipun
menentang konsentrasi. Contoh transpor aktif
adalah pompa Natrium (Na+)-Kalium (K+),endositosis,
daneksositosis.

Transpor Pasif

Dialisis

Difusi

Osmosis

Transp
or
Pasif

Ultrafiltr
asi

1. Difusi
Difusi

adalah
suatu
proses
perpindahan
massa
molekul
suatu zat yang dibawa oleh gerakan
molekular
secara
acak
dan
berhubungan
dengan
adanya
perbedaan
konsentrasi
aliran
molekul melalui suatu batas (seperti
membran polimer).

Macam-macam Proses
Difusi
Difusi

melalui lapisan
homogen
Dipengaruhi oleh disolusi dari
molekul
yang
menembus
membran tidak berpori.

Difusi

melalui pelarut

Dipengaruhi oleh ukuran relatif


molekul yang menembusnya serta
diameter dari pori-pori tersebut.

Macam-macam Proses
Difusi

Difusi Melalui atau Antara Jalinan


Membran Serat
Dipengaruhi pada ukuran dan bentuk
dari molekul yang berdifusi. Molekulmolekul melalui pori-pori yang berkelokkelok yang terbentuk oleh tumpang
tindihnya membran polimer.

2. Dialisis

Dialisis adalah suatu proses pemisahan


berdasarkan
kecepatan
lewatnya
zat
terlarut dan pelarut yang tidak sama melalui
membran yang berpori-pori sangat kecil, yang
diangkut dengan cara paket demi paket atau
cara kontinu.
Hemodialisis membebaskan darah dari sisa
buangan metabolit.

3. Osmosis
Osmosis

adalah
suatu
proses
perpindahan
pelarut
yang
menembus
membran
semipermeabel
untuk
mengencerkan
larutan
yang
mengandung
zat
terlarut
dan
pelarut.

4. Ultrafiltrasi

Ultrafiltrasi
adalah
suatu
proses
untuk
memisahkan partikel koloid dan molekul
besar
dengan
menggunakan
suatu
membran.
Tekanan hidrolik digunakan untuk menekan
pelarut
melewati
membran,
sedangkan
membran mikropori mencegah lewatnya molekul
zat terlarut yang lebih besar.
Contoh: pemurnian albumin dan enzim.

Difusi Keadaan Tunak

Hukum
Fick I

Hukum
Fick II

Hukum Fick I

Sejumlah M benda yang Keterangan:


mengalir
melalui
satuan M = massa (gram)
penampang melintang (S) S = permukaan batas (cm )
dalam waktu (t) dikenal t = waktu (detik)
sebagai aliran (J).
2

D = Koefisien difusi (cm2/detik)


C = Konsentrasi (gram/cm3)
x = jarak (cm)

Aliran juga berbanding lurus


dengan
perbedaan
konsentrasi (dC/dx).

Konsentrasi aliran
difusi yang menurun

Hukum Fick II
Perubahan

konsentrasi
terhadap
waktu dalam daerah tertentu adalah
sebanding dengan perubahan dalam
perbedaan konsentrasi pada suatu
titik dalam sistem tersebut.

Hukum Fick II
Larutan zat
terlarut

Pelarut
kosong

Larutan zat terlarut akan berdifusi melalui membran dari sisi kiri ke kanan.
Larutan dalam kompartemen reseptor akan dipindahkan dan diganti secara
terus-menerus agar konsentrasinya selalu rendah. Keadaan ini disebut
keadaan sink.

Hukum Fick II

Dari persamaan Hukum


Fick I, dapat dituliskan:

= D ()

Koefisien permeabilitas:

(cm/detik)

Konsentrasi C1 dan C2 tidak


diketahui tetapi diganti dengan
Koefisien partisi dikalikan dengan
konsentrasi Cd (donor) dan Cr
(reseptor), maka:

Jika keadaan sink dalam reseptor


dipertahankan, maka Cr 0.

= = PSCd

Hukum Fick II

Waktu lag (lag time , tL) adalah waktu


yang dibutuhkan oleh suatu zat untuk
menyesuaikan perbedaan konsentrasi di
dalam
membran
yang
memisahkan
kompartemen donor dan reseptor.

Keterangan:

= waktu lag
D = Koefisien difusi (cm2/detik)
h = ketebalan membran (cm)

Contoh Kasus (1)

Sebuah steroid yang baru disintesis dibiarkan


melalui suatu sistem membran siloksan, yang
mempunyai luas penampang melintang 10,36
cm2 dan ketebalan 0,085 cm, dalam suatu sel
difusi pada 25oC. Dari intersep horizontal plot
Q=M/S terhadap t, diperoleh lag time, tL sebesar
47,5 menit. Konsentrasi mula-mula C0 = 0,003
mol/cm2. Jumlah steroid yang melalui membran
dalam 4,0 jam adalah 3,65x10-3 mmol.
a. Hitung parameter, DK dan Permeabilitasnya
b. Hitung koefisien difusi (D)
c. Hitung koefisien partisi (K)

Penyelesaian

Prosedur dan Alat Difusi

Sel difusi sederhana bertermostat,


sampel dikumpulkan secara otomatis
dan
dilakukan
analisis
secara
spektrofotometri.

Sel difusi untuk permeasi


melalui potongan lapisan kulit.
A Penutup gelas, B ruang
gelas, C leher aluminium, D
pemegang
membran
dan
sampel

Disolusi

s
Di

Tablet /
kapsul

ol
i
us

Disintegrasi
Granul /
agregat

Disolusi

Partikelpartikel
halus

is
ol

us
i

Deagregasi

Obat dalam
larutan
(in vitro / in
vivo)

Absorbsi
In vivo

Obat dalam
darah,
cairan
tubuh
lainnya dan
jaringan

Disolusi

Laju disolusi laju dimana suatu padatan


melarut di dalam suatu pelarut.

Nilai C pada
keadaan sink
jauh lebih kecil

atau

Keterangan:
M = massa zat terlarut
t = waktu
D = koefisien difusi (cm22/detik)
S =
luas permukaan
h = ketebalan membran (cm) C =
konsentrasi zat

Alat Disolusi
Desain penelitian
untuk menjamin
luas permukaan
yang konstan dari
tablet atau
serbuk yang
dipadatkan ketika
obat melarut ke
luar dari bentuk
sediaan

Alat Paddle Hansen


untuk granul dan tablet

Disolusi Serbuk

Untuk suatu serbuk obat yang terdiri dari partikelpartikel berukuran sama, dapat diturunkan dari
Hukum Akar Pangkat Tiga Hixson-Crowel.
Karena jari-jari partikel tidak dianggap konstan
sehingga persamaannya menjadi :

Perkiraan waktu untuk


disolusi sempurna:

Keterangan:
r00 = jari-jari partikel awal
r = jari-jari sesudah t
D = koefisien difusi
(cm22/detik)
t = waktu (detik)
Cs = kelarutan zat setelah t
= kerapatan (g/ml)

Penglepasan Obat

Laju penglepasan obat pada saat waktu t:

Persamaan tersebut menunjukkan jumlah


obat yang terlepas (Q) adalah sebanding
dengan akar kuadrat jumlah total obat
dalam satuan volume matriks (A),
koefisien difusi obat dalam matriks (D),
kelarutan obat dalam matriks polimer (Cs),

Penglepasan Obat

a)
b)
c)

Penglepasan obat dari bentuk sediaan matriks


granular dan bentuk sediaan matriks homogen.

Obat dikeluarkan dari suatu matriks polimer homogen


Obat dikeluarkan dari matriks heterogen atau matriks polimer granular
Gambar skematis dari matriks padat dan batas pemundurannya ketika obat
mendifusi dari sediaan padat

Contoh Kasus (2)

Berapakah jumlah obat per satuan luas (Q)


yang dilepaskan dari suatu matriks tablet
pada waktu t = 120 menit?
Diketahui konsentrasi obat total dalam
matriks homogen (A) adalah 0,02 g/cm 3.
Kelarutan obat Cs adalah 1,0 x 10-3 g/cm3
dalam polimer tersebut. Koefisien difusi obat
(D) dalam matriks polimer pada 25 oC adalah
6,0 x 10-6 cm2/detik atau 360 x 10-6 cm2/menit.

Difusi Lapis Ganda

Difusi melalui batas biologis bisa meliputi sejumlah


lapisan yang terdiri dari membran-membran
terpisah, isi sel dan cairan-cairan distribusi.
Lewatnya obat yang digunakan secara topikal dari
pembawanya melalui lapisan-lapisan kulit lipoidal
dan lapisan-lapisan kulit lebih dalam yang bersifat
hidrous.
Koefisien

permeabilit
as
(P)

Tahanan
terhada
p difusi
(R)

Difusi dalam Sistem


Biologis
Absorpsi obat
dalam
gastrointestinal
(lambung-usus)
Absorpsi perkutan

Absorpsi buccal

Absorpsi obat dalam


gastrointestinal (lambung-usus)

Transpor
Pasif

Perbedaan konsentrasi
obat pada kedua sisi
membran
Konsentrasi tinggi
(saluran gastrointestin)
konsentrasi rendah
sirkulasi sistemik)
(sisi
Transpor aktif

Trasnpor
Aktif

membutuhkan energi
Konsentrasi rendah
konsentrasi tinggi melalui
kerja pompa dari sitem
transpor
Menggunakan enzim atau
pembawa biokimia untu
mengangkut obat
menyebrang membran

Absorpsi obat dalam


gastrointestinal (lambung-usus)
Koefisien

permeabilitas nyata dalam


saluran gastrointestinal diberikan
Konstanta laju orde I untuk transpor
sebagai :

zat yang melewati membran mukosa


dari usus halus:

Keterangan
Paq
= koefisien permeabilitas obat dalam lapisan
aq
air
Pm
= koefisien permeabilitas obat dalam daerah
m
lemak dan daerah air polar dari membran
V = volume ruas usus
l = panjang usus
r = diameter usus
C(0) = konsentrasi obat saat memasuki usus

Absorpsi perkutan
Perjalanan

obat melalui kulit,

meliputi :
a.
b.
c.

Disolusi
suatu
obat
dalam
pembawa
Difusi obat terlarut (solut) dari
pembawa ke permukaan kulit
Penetrasi obat melalui lapisanlapisan kulit, terutama lapisan
stratum corneum

dimana

JxSxt

Keterangan:

= Jumlah zat dalam larutan


reseptor
= Luas permukaan pemakaian
t
= Waktu
J
= Aliran
Kvs
= Koefisien partisi
vs
Rss = Tahanan dari membran

Absorpsi buccal

Absorpsi buccal dianggap sebagai proses


orde I yang memiliki obat yang tidak
terakumulasi dalam darah, dimana C
adalah konsentrasi air dari zat dalam
kompartemen donor / mukosa. Konstanta
laju absorpsi Ku adalah:

l
Keterangan:

= Luas permukaan pemakaian


t
= Waktu
Paq
= koefisien permeabilitas obat dalam
aq
lapisan air
Pm
= koefisien permeabilitas obat dalam
m
daerah lemak dan daerah air polar dari
membran
V = volume ruas usus

UTS

Materi :
1.
2.
3.
4.

Jadwal
Ujian :
Jumat,
19.00
20.30

5.

Sifat Fisikokimia
Molekul Obat
Larutan
Kelarutan
Stabilitas
Difusi dan Disolusi

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai