Anda di halaman 1dari 29

Anemia Defisiensi

Besi
Pembimbing:
Dr Aulia SpA

Anemia
defisiensi
besi
adalah
anemia
mikrositik hipokrom yang terjadi akibat
kekurangan zat besi untuk sintesis hemoglobin.
Menurut WHO -> anemia yang secara primer
disebabkan oleh kekurangan zat besi dengan
gambaran darah yang beralih secara progresif
dari
normositik
normokromik
menjadi
mikrositik hipokromik dan memberi respon
terhadap pengobatan dengan senyawa besi.

Pendahuluan
Di

Indonesia prevalensi anemia defisiensi besi


pada bayi dan anak masih cukup tinggi

Tahun

2007 ditemukan 40- 45 % anak balita


mengidap ADB ( data SKRT)
rumah tangga tahun 2001 Bayi 0-6
bulan 61,3%, bayi 6- 12 bulan 6,48% dan balita
48,1% menderita anemia

Survey

Peran Zat Besi


Besi

di butuhkan dalam perkembangan sistem


saraf

Kekurangan

zat besi sangat berpengaruh pada


fungsi kognitif, tingkah laku dan pertumbuhan
bayi dan anak

Besi

juga merupakan sumber energi bagi otot


sehingga membengaruhi ketahanan fisik dan
kemampuan beraktivitas

Zat

besi merupakan elemen penting


sebagai bagian dari hemoglobin yang
mengangkut oksigen ke sel-sel.

Zat

besi juga merupakan bagian dari


sistem enzim dan moglobin

Zat

besi dalam tubuh terdiri dari dua


bagian:

Bagian fungsional
Bagian simpanan

SUMBER BESI

Makanan yang mengandung banyak unsur


besi:
Hati

sapi

Daging

ayam

Cereal
Roti

Ikan

buah

Kerang

Sayursayuran

Telur

- buahan, dan

hijau
(buncis, bayam)

Untuk

menjaga tubuh agar tidak


anemia, sterjadi keseimbangan
metabolisme zat besi untuk
mempertahankan zat besi dalam tubuh.

KLASIFIKASI
MORFOLOGI SEL
DARAH MERAH

Anemia normositik
normokrom

Anemia makrositik
normokrom

Perdarahan akut
Penyakit kronik
Anemia hemolitik
Anemia aplastik

Anemia
megaloblastik
akibat defisiensi
vitamin B12 atau
asam folat

Anemia mikrositik
hipokrom

Anemia defisiensi
besi
Talasemia

Batasan kadar normal


Hemoglobin menurut WHO

Etiologi

Faktor resiko pada usia 1 tahun pertama


defisiensi besi
Diet :
* ASI tanpa pemberian suplemen besi
* Pemberian susu sapi pada usia 1
tahun pertama
* Formula rendah besi

Selama

*
*
*
*

/ sesudah melahirkan
Anemia selama kehamilan
Berat badan lahir rendah
Prematuritas
Diabetes yang tidak terkontrol

Sosio

ekonomi
Latar belakang sosio ekonomi rendah

Ditinjau dari segi umur, etiologi dibagi


1. Bayi dibawah usia 1 tahun
- Kekurangan depot besi dari lahir,
misalnya
pada prematuritas, bayi kembar,
dan bayi
yang dilahirkan
oleh ibu yang
anemia
- Pemberian makanan tambahan yang
terlambat, yaitu karena bayi hanya diberi ASI
saja

2. Anak usia 1 2 tahun


- Infeksi berulang
bronkopneumonia

seperti

enteritis,

3. Anak usia lebih dari 5 tahun


- Kehilangan darah yang kronis karena infeksi
parasit misalnya ankilostomiasis, amubiasis
- Diet yang tidak adekuat

Penyebab lain
Masukan

gizi yang berkurang


Muntah berulang pada bayi
Pemberian makanan tambahan yang tidak
sempurna
Infeksi berulang
Malabsorbsi
Pengeluaran besi yang berlebihan
Enteritis
Infeksi cacing : ankilostoma, T. Trichiura
Amebiasis
Kebutuhan besi yang meningkat
Pertumbuhan bayi
Infeksi akut berulang
Infeksi menahun

Pengaruh anemia pada Bayi


dan Anak
Penurunan
Kempuan

kekebalan tubuh

intelektual yang lebih rendah

Gangguan konsenterasi
IQ yang lebih rendah
Prestasi belajar yang kurang

Anamnesis:
Pucat

Irritabilitas,
Pica

bahan

mudah lelah

makanan yang kurang bergizi, dan


menghambat penyerapan besi
infeksi malaria, parasit cacing

Pemeriksaan

Iritabel

fisik :

dan anoreksia (<5 g/dl)


Pucat (<7 g/dl)
Tanpa organomegali
Ditemukan Koilnikia, glositis, somatitis
angularis, takikardi.
Konjungtiva berwarna lebih putih

Pemeriksaan penunjang
Hb<10

g/dl;MCV <79 cu; MCHC <32%


Mikrositik hipokrom;poikilositosis
Leukosit&trombosit normal
BMP: hiperaktif sistem eritropoetik
Serum iron menurun;iron binding
capacity meningkat

Diagnosis
Telusuri

etiologinya
Mikrositik hipokromik
SI rendah;IBC meningkat
Tidak terdapat besi dlm sumsum tulang
Reaksi baik thd pengobatan besi dlm 710 hr

Kriteria diagnosis ADB


menurut WHO
Kadar

Hb kurang dari normal sesuai usia


Konsenterasi Hb rata-rata 31% (n: 3235%)
Kadar serum < 50 g/dL (n: 80-180%)
Saturasi transferin <15% (n:20-50%)

Penanganan
Mengatasi

faktor penyebab

Pemberian

preparat besi

Oral
Parenteral

Oral

Dapat diberikan secara oral berupa besi


elemental dengan dosis 3 mg/kgBB sebelum
makan atau 5 mg/kgBB setelah makan dibagi
dalam 2 dosis.
Diberikan sampai 2-3 bulan sejak Hb kembali
normal
Pemberian vitamin C 2X50 mg/hari untuk
meningkatkan absorbsi besi.
Pemberian asam folat 2X 5-10 mg/hari untuk
meningkatkan aktifitas eritropoiesis
Hindari makanan yang menghambat absorpsi
besi (teh, susu murni, kuning telur, serat) dan
obat seperti antasida dan kloramfenikol.
Banyak minum untuk mencegah terjadinya
konstipasi (efek samping pemberian preparat
besi)

Preparat

yang tersedia

Ferous fumarat 33%


Ferous glukonas 11,6%
Ferous sulfat 20%

Dosis

besi 4-6 mg/kgBB/hari


Bila ada respon kenaika HB 2g/d; atau
lebih terapi dilajnutkan samapi 2-3
bulan

Parenteral

Indikasi:
Adanya malabsorbsi
Membutuhkan kenaikan kadar besi yang
cepat (pada pasien yang menjalani
dialisis yang memerlukan eritropoetin)
Intoleransi terhadap pemberian preparat
besi oral

Pendidikan

Pencegahan

Meningkatkan pengetahuan masyarakat :


Tentang gizi dan jenis makanan yang
mengandung kadar besi yang tinggi dan
absorpsi yang lebih baik misalnya ikan, hati
dan daging.
Kandungan besi dalam ASI lebih rendah
dibandingkan dengan susu sapi tetapi
penyerapan/bioavailabilitasnya lebih tinggi
(50%). Oleh karena itu pemberian ASI
ekslusif perlu digalakkan dengan pemberian
suplementasi besi dan makanan tambahan
sesuai usia.
Penyuluhan mengenai kebersihan
lingkungan untuk mengurangi kemungkinan
terjadinya infeksi bakteri / infestasi parasit
sebagai salah satu penyebab defisiensi besi.

Rekomendasi IDAI
Rekomendasi

Suplementasi besi diberikan kepada


semua anak, dengan prioritas usia balita
(0-5 tahun) terutama usia 0-2 tahun

Rekomendasi

Dosis dan lama pemberian suplementasi

Rekomendasi 3

Rekomendasi 4

Saat ini belum perlu dilakukan skrining secara


masal

Pemeriksaan kadar Hb dilakukan mulai usia 2


tahun dan selanjutanya setiap tahun sampai
usia remaja. Bila hasi pemeriksaan ditemukan
anemia, dicari penyebab dan perlu di rujuk.

Rekomendasi 5

pemerintah harus membuat kebijakan


mengenai penyediaan preparat besi dan alat
laboratorium untuk pemeriksaan status besi.