Anda di halaman 1dari 36

NEGARA DAN

KONSTITUSI

Negara (State): An independent political


society occupying a defined territory, the
member of which are united together for the
purpose of resisting external force and the
preservation of internal order (Hood Phillips
dalam Asshiddiqie, 2010) negara adalah
masyarakat
politik
independen
yang
menempati tertentu, dan yang anggotanya
bersatu dengan tujuan untuk menghadapi
tantangan atau kekuatan dari luar dan
mempertahankan tatanan internal
Definisi negara dapat dilihat dari pendapat
Hans
Kelsen,
Wirjono
Prodjodikoro,
Notohamidjojo. Dari beberapa pendapat tsb
dpt
disimpulkan
bhw
NEGARA
adalah
organisasi masyarakat yang memiliki wilayah
tertentu dan berada di bawah pemerintahan
yang
berdaulat
yg
mengatur
kehidupan
masyarakat tsb.

Pengertian Bangsa dan


Negara
Bangsa (Nation) : suatu kesatuan solidaritas,
kesatuan yg terdiri dari orang-orang yg saling
merasa setia kawan satu sama lain, tercipta oleh
perasaan pengorbanan yg telah dibuat di masa
lampau dan bersedia dibuat di masa depan
(Ernest Renan)
Pengertian Bangsa mengandung elemen: jiwa,
kehendak,
perasaan,
pikiran,
semangat
membentuk kesatuan, kebulatan.
Bangsa bukan kenyataan yg bersifat lahiriah,
tetapi
bercorak
rohaniah.
Keberadaannya
berdasarkan
pernyataan
senasib
sepenanggungan dan kemauan membentuk
kolektivitas.

Salah satu Pulau yang membentuk


gugusan Pulau sebagai kesatuan
Wilayah Negara Republik Indonesia

Unsur-unsur
Negara
A. RAKYAT
WARGA
NEGARA ASLI

WARGA
NEGARA

PENDUDU
K
RAKYAT

ORANG
ASING
(WNA)

BUKAN
PENDUDU
kewarganegaraan
K

WARGA
NEGARA
KETURUNAN

Status
berimplikasi pada:
(a) hak atas perlindungan diplomatik di LN,
(b) kewarganegaraan menuntut kesetiaan
pd negara, mis: wajib militer; (c) suatu
negara berhak menolak mengekstradisi
warganegaranya kpd negara lain

.lanjutan.
Unsur-unsur Negara

B. Wilayah dengan batas-batas tertentu.


Wilayah suatu negara umumnya meliputi wilayah darat,
laut, dan wilayah udara.
Batas wilayah negara Indonesia ditetapkan dalam
perjanjian dg negara lain yg berbatasan. Batas wilayah
laut teritorial, batas landas kontinen, batas Zona
Ekonomi Eksklusif (ZEE)

C. Pemerintah yang Berdaulat.


Kedaulatan negara bermakna 2: kedalam, berarti
kekuasaan tertinggi utk mengatur rakyatnya sendiri.
Kedaulatan keluar, berarti kekuasaan tertinggi yg hrs
dihormati oleh negara2 lain
Kedaulatan membawakan sifat permanen, asli, tidak
dapat dibagi-bagi, dan tidak terbatas.

ALKI-III
ALKI-I
ALKI-II

C
B
A
Rep. Timor Leste

PERAIRAN NUSANTARA
PERAIARAN ZEE

PETAWILAYAH
WILAYAHR.I
R.IMENURUT
MENURUTUNCLOS82
UNCLOS82(UU
(UUNo.
No.6/1996)
6/1996)
PETA

PEMBAGIAN PERAIRAN / LAUT MENURUT


UNCLOS 1982

1. WILAYAH NEGARA
A. PERAIRAN PEDALAMAN
B. PERAIRAN KEPULAUAN (DLM HAL NEG.KEP.)
C. LAUT TERITORIAL
2. ZONA TAMBAHAN
(LEBAR 12 MIL DI LUAR LAUT TERRITORIAL)
3. ZONA EKONOMI EKSLUSIF
(LEBAR 200 MIL DI LUAR LAUT TERRITORIAL)
4. LANDAS KONTINEN
(DASAR LAUT DI BAWAH ZEE SEJAUH MAX 350 MIL)
5.

LAUT LEPAS/LAUT BEBAS


(LAUT DI LUAR ZEE DARI NEG. PANTAI)

6. DASAR LAUT INTERNASIONAL (DI BAWAH KEKUASAAN INT.)

PERAIRAN
PEDALAMAN

LAUT
TERITORIAL
ZONA
TAMBAHAN
12 MIL
24 MIL

ZEE

LANDAS
CONTTNEN

200 S/D 350 MIL

LAUT
BEBAS

Sifat-sifat
Negara
Sifat memaksa
Sifat monpoli
Sifat mencakup
semua

Tujuan dan
Fungsi Negara
Tujuan negara Indonesia
dalam alinea IV
Pembukaan UUD 1945
Fungsi negara: (a).
mengupayakan
kesejahteraan warganya,
(b) meningkatkan
kecerdasan dan budi
pekerti, (c) menjaga
keamanan dan
ketertiban masyarakat,
(d) mempertahankan
dari gangguan eksternal,
(e) mewujudkan keadilan
bagi masyarakat

KONSTITUSI
Konstitusi sama pengertiannya
dengan hukum dasar, bisa tertulis
bisa tidak tertulis
Undang-undang dasar adalah hukum
dasar yang tertulis
Hukum dasar yang tidak tertulis
disebut konvensi atau kebiasaan
ketatanegaraan.
Undang-undang dasar merupakan
bagian dari konstitusi

. Lanjutan.
Unsur-unsur
Beberapa KONSTITUSI
pendapat dari Savornim, Sri
Sumantri, CF Strong, intinya unsur-unsur
konstitusi meliputi:
A. struktur organisasi negara dengan
lembaga-lembaga negara didalamnya
B. tugas/wewenang masing-masing
lembaga negara dan hubungan tata
kerja antara satu lembaga dengan
lembaga lainnya
C. jaminan hak asasi manusia dan warga
negara

Perubahan
Konstitusi
CF Strong
KC. Wheare
Oleh legislatif dg
batasan tertentu
Oleh rakyat melalui
referendum
Oleh sejumlah negara
bagian (negara
serikat)
Dengan kebiasaan
ketatanegaraan, oleh
suatu lembaga negara
khusus

Perubahan
resmi
Penafsiran
hakim
Kebiasaan
ketatanegara
an / konvensi

Menurut EC Wade : konstitusi adalah naskah yg memaparkan


rangka dan tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu
negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan itu.
Tujuan konstitusi yaitu:
1. Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak
sewenang wenang
2.

Melindungi HAM

3. Pedoman penyelengaraan negara maksudnya tanpa adanya


pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan
kokoh.
4. Konstitusi bertujuan memberikan batasan-batasan ketetapan
bagi para penguasa dalam menjalankan kekuasaannya

1. Nilai normatif
Nilai konstitusi

2. Nilai nominal
3. Nilai semantik

Macam macam konstitusi


Konstitusi tertulis dan tidak tertulis / konvensi
Konstitusi secara teoritis
Konstitusi bedasarkan sifat
Konstitusi berdasarkan unsur /substansi
Syarat terjadinya
konstitusi

Memperhatikan kepentingan rakyat. Melindungi asas


demokrasi Menciptakan kedaulatan tertinggi yang
berada ditangan rakyat untuk melaksanakan dasar
negara. Menentukan suatu hukum yang bersifat adil

Konstitusi dalam negara adalah sebuah norma sistem politik


dan hukum bentukan pada pemerintahan negara biasanya
dimodifikasikan sebagai dokumen tertulis
Negara pada pokoknya mempunyai tujuan :
a.memperluas kekuasaan,
b.menyelenggarakan ketertiban umum dan
c.mencapai kesejahtreraan umum
Fungsi Konstitusi yaitu :
1. menentukan pembatasan terhadap kekuasaan sebagai suatu fungsi
konstitusionalisme;
2. memberikan legistimasi terhadap kekuasaan pemerintah;
3. Sebagai instrumen untuk mengalihkan kewenangan dari
pemegang kekuasaan asal

Keterkaitan Dasar Negara dengan Konstitusi


Pancasila secara resmi menjadi dasar Negara Indonesia pada tanggal
18 Agustus 1945. secara rinci, rumusan Pancasila tercantum di dalam
UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia
Pancasila dan UUD 1945 mempunyai keterkaitan sangat erat yang
dapat dideskripsikan antara lain melalui proses penyusunan dan
tekstualnya
Hubungan antara Negara dan Konstitusi
Menurut Walton H. Hamilton dengan paham konstitualisme. Konstitusi
untuk pengaturan negara, sehingga dinamika kekuasaan dan proses
pemerintahan dapat dibatasi dan dikendalikan
Undang-Undang Dasar adalah konstitusi yang tertulis, sedangkan
konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun tidak tertulis

Penyusun UUD 1945 menganut


penjelasan UUD 1945 dikatakan :

pikiran

yang

sama

dalam

Undang-Undang Dasar suatu negara ialah hanya sebagian


hukum dasar negara itu
Undang-Undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis, sedang di
sampingnya UUD tersebut berlaku juga Hukum Dasar yang tidak
tertulis, yaitu aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara
dalam praktek penyelenggaraan negara, meskipun tidak tertulis.
Hukum dasar tidak tertulis disebut Konvensi
Dari dasar negara inilah kehidupan negara yang dituangkan dalam
bentuk peraturan perundang-undangan diatur dan diwujudkan

Konstitualisme

kekuasaan dalam proses pemerintahan dapat dibatasi dan


dikendalikan sebagaimana mestinya. Gagasan mengatur dan
membatasi kekuasaan ini secara alamiah muncul karena adanya
kebutuhan untuk merespons perkembangan peran relatif
kekuasaan umum dalam kehidupan umat manusia.

konstitusionalisme di zaman sekarang dianggap sebagai


kesepakatan umum atau persetujuan di antara mayoritas rakyat
mengenai bangunan yang di idealkan berkenaan dengan negara.
Organisasi negara itu diperlukan oleh warga masyarakat politik
agar kepentingan mereka bersama dapat dilindungi atau
dipromosikan melalui pembentukan dan penggunaan mekanisme
yang disebut negara
Hubungan antara Negara dan Konstitusi. Menurut Walton
H. Hamilton dengan paham konstitualisme. Konstitusi
untuk pengaturan negara, sehingga dinamika kekuasaan
dan
proses
pemerintahan
dapat
dibatasi
dan
dikendalikan

Konstitusi di satu pihak, menentukan pembatasan


terhadap
kekuasaan
sebagai
satu
fungsi
konstitusionalisme, tetapi di pihak lain memberikan
legitimasi terhadap kekuasaan pemerintahan. Konstitusi
juga berfungsi sebagai instrumen untuk mengalihkan
kewenangan dari pemegang kekuasaan asal (baik rakyat
dalam sistem demokrasi atau Raja dalam sistem Monarki)

KONSTITUSI NEGARA
Yaitu : Undang-Undang Dasar 1945

UUD 1945 disahkan sbg undang2 dasar negara


oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia) pd tanggal 18 Agustus 1945.

PENTINGNYA KONSTITUSI DALAM SUATU NEGARA


1. Membatasi kekuasaan pemerintah
2. Sebagai alat untuk menjamin hak-hak warga negara.
Dengan adanya konstitusi akan tercipta pembatasan kekuasaan
melalui pembagian kekuasaan dalam menjalankan Negara.
Selain itu, adanya konstitusi juga menjadi suatu hal yang
sangat penting untuk menjamin hak-hak asasi warga Negara,
sehingga tidak terjadi penindasan dan perlakuan sewenangwenang dari pemerintah.

Berbagai konstitusi yg Pernah Berlaku di Indonesia


a. UUD 1945 ( 18 Agustus 1945-27 Desember 1949 ) semua
Negara perlu memiliki UUD/ konstitusi. Indonesia sebagai suatu
Negara juga memiliki UUD yg kita sebut UUD 1945. Untuk lebih
jelas mempelajari UUD 1945, akan diuraikan sebagai berikut :
1) Persiapan Pembentukan UUD 1945
2) Pengesahan UUD 1945
3) Sistematika UUD 1945
b. Konstitusi RIS 27 Desember 1949-17 Agustus 1950
Pada tanggal 23 Agustus 1949-2 September 1949 , dikota denhaag
(Belanda) diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB) .
Dgn bentuk Negara federasi, RIS meliputi beberapa daerah
Indonesia seperti dinyatakan dalam pasal 2 konstitusi RIS 1949

Pd kurun waktu 1999 - 2002 UUD 1945 mengalami 4 kali


perubahan (amandemen), yg mengubah susunan lembaga2
dlm sistem ketatanegaraan RI.

1. Pembukaan
2. Batang Tubuh (16 bab, 37 pasal, 65 ayat)
3. Aturan Peralihan (4 pasal)
4. Aturan Tambahan (2 ayat)
5. Penjelasan

Sebelum
dilakukan
perubahan, UUD
1945 terdiri atas:

Setelah dilakukan 4 kali amandemen UUD '45 terdiri atas:


1. Pembukaan
2. Batang Tubuh (20 bab, 73 pasal, 194 ayat)
3. Aturan Peralihan (3 pasal)
4. Aturan Tambahan (2 pasal)
5. Penjelasan

UUD 1945 SEBAGAI KONSTITUSI NEGARA


INDONESIA
Dalam ketatanegaraan RI Konstitusi / UUD dapat
diartikan peraturan dasar dan yang memuat ketentuan
ketentuan pokok dan menjadi satu sumber
perundang- undangan. Konstitusi adalah keseluruhan
peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis
yang mengatur secara mengikat.

Kedudukan konstitusi dengan adanya UUD, penguasa dapat


mengetahui aturan / ketentuan pokok mendasar mengenai
ketatanegaraan. Sebagai hukum dasar, yang tertinggi
Perubahan konstitusi /
UUD yaitu:

Secara revolusi

Secara evolusi

Pemerintahan baru terbentuk sebagai


hasil revolusi ini yang kadang
kadang membuat sesuatu UUD yang
kemudian
mendapat
persetujuan
rakyat
UUD/konstitusi
berubah
secara
berangsur angsur yang dapat
menimbulkan suatu UUD, secara
otomatis UUD yang sama tidak
berlaku lagi.

Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi yaitu:


Nampak pada gagasan dasar, cita cita dan tujuan negara yang
tertuang dalam pembukaan UUD suatu negara. Dasar negara
sebagai pedoman penyelenggaraan negara secara tertulis
termuat dalam konstitusi suatu negara

Keterkaitan konstitusi dengan UUD yaitu:


Konstitusi adalah hukum dasar tertulis dan tidak tertulis
sedangkan UUD adalah hukum dasar tertulis. UUD memiliki sifat
mengikat oleh karenanya makin elastik sifatnya aturan itu makin
baik,
konstitusi
menyangkut
cara
suatu
pemeritahan
diselenggarakan

Konstitusi dinegara kita adlah UUD 1945. UUD 1945 ialah


sumber hukum dasar yg tertulis. Jadi, semua perundang
undangan dan peraturanperaturan harus bersumber
pada UUD 1945

Undang-undang Dasar mempunyai fungsi yang khas yaitu


membatasi kekuasan pemerintah sedemikain rupa
sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat
sewenang-wenang. Dengan demikian diharapkan hak-hak
warga Negara akan lebih terlindungi

SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA

Keseluruhan sistem ketaatanegaraaan suatu negara yang berupa


kumpulan peraturan yang membentuk mengatur /memerintah dalam
pemerintahan suatu negara
Salah satu perwujudan dalam mengatur dan menyelenggarakan
kehidupan ketatanegaraan suatu negara adalah dalam bentuk
Konstitusi atau Undang-Undang Dasar.
Kontitusi diartikan sebagai hukum dasar atau undang-undang dasar.
Istilah itu menggambarkan keseluruhan system ketatanegaraan
suatu Negara.

KETATANEGARAAN RI SEBELUM DAN SESUDAH


PERUBAHAN UUD 1945
Tentang kedudukan, susunan, dan tugas kewenangan MPR RI
1. Sebelum Perubahan UUD 1945
MPR RI sebagai lembaga tertinggi negara,
pelaksana kedaulatan rakyat dinegara RI

juga

sebagai

Sesuai dengan pasal 1 ayat 2 UUD 1945 (lama) bahwa


kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya
oleh Majelis Permusyawarahan Rakyat.
Susunan MPR RI terdiri atas anggota DPR ditambah utusan
daerah dan utusan golongan, yang anggota DPR dipilih
melalui pemilu, sedangkan anggota utusan daerah dan
utusan golongan berdasarkan pengangkatan
Tugas dan Kewenangan MPR RI, menurut pasal 3 UUD 1945
(lama) adalah menetapkan undang-undang dasar dan
garis besar haluan negara (GBHN)

2. Sesudah Perubahan UUD 1945


Dalam pasal 1 ayat 2, yang telah mengalami perubahan perihal
kedaulatan, disebutkan bahwa kedaulatan berada ditangan
rakyat dan dilaksanakan menurut UUD sehingga tampaklah
bahwa MPR RI tidak lagi menjadi pelaksana kedaulatan rakyat
Keanggotaan MPR RI sesudah perubahan UUD 1945 yaitu :
anggota DPR dan dewan perwakilan daerah (DPD) yang
semuanya direkrut melalui pemilu.
Susunan ketatanegaraan dalam kelembagaan negara juga
mengalami perubahan yaitu dengan pemisahan kekuasaan.
Antara lain adanya lembaga negara yang dihapus maupun
lahir baru, yaitu sebagai badan legislatif terdiri dari anggota
MPR, DPR,DPD,badan eksekutif presiden dan wakil presiden
sedangkan badan yudikatif terdiri atas kekuasaan kehakiman
yaitu mahkamah konstitusi (lembaga baru), mahkamah
agung, dan komisi yudisial (lembaga baru)

Lembaga negara lama


yang dihapus yaitu :
dewan pertimbangan
agung (DPA)
Tugas dan kewenangan MPR RI, sesudah perubahan
menurut pasal 3 UUD 1945 (perubahan ketiga)

1. MPR berwenang mengubah dan menetapkan UUD


2. MPR melantik presiden dan/atau wakil presiden
3. MPR hanya dapat memberhentikan presiden dan/atau wakil
presiden dalam masa jabatannya menurut UUD