Anda di halaman 1dari 16

Cirrhosis Hepatic

Nurul Fauziah

Laence (1819)

Khirros
(orange
yellow),

Definisi

Penyakit hepar menahun difus


ditandai dengan adanya
pembentukan jaringan ikat
disertai nodul.

Epidemiologi
Lakilaki>perempuan
(1,6:1)

Usia rata-rata 30-59


th

Memiliki tingkat
kejadian yg tinggi di
Indonesia

Berkaitan dengan
infeksi virus
Hepatitis di Indo

Angka kejadian
semakin meningkat
sejak PD II

Virus
hepatitis
(B,C,dan
D)

Alkohol

Etiologi

Toksin dan
obatobatan

Kelainan
metabolik

KLasifikasi
Konventional

Fungsional

Mikronodular (uk nodul <3 mm)


Makronodular (uk nodul <3 mm)
Campuran (uk nodul bervariasi)

Sirosis Hepatis Kompensata


Sirosis Hepatis
Dekompensata

Manifestasi Klinis
Fisik

Laboratoris

Spider nevi,
Hepatomegali, Asites,

Peningkatan SGOT,
SGPT, dan GGT

Eritema palmaris,
ginekomastika

Bilirubing (/),
Albumin (), Globulin
()

Splenomegali, Ikterus,
warna urin seperti teh

Kelainan hematologi

Diagnosis
Px
Laboratoris
Keluhan dan tanda
fisik yang dapat
mengarah ke dx

Ax & Px Fisik

Kelainan laoratoris
yang dapat
mengarah ke dx

Sudut, permukaan,
dan ukuran hati.
Asites,
splenomegali,
skrining karsinoma
hati

USG

Sindrom
Hepatorenal

Ensefalopati
hepatic

Komplikasi

Varises
esophagus

Peritonitis
Bakterial
Spontan

Sirosis Kompensata

Terapi

Menghentikan etiologi
Hepatitis B: Lamivudine (100mg/hr, selama 1 th),
Interferon (3MIU, 3x1 minggu selama 4-6 bulan)
Hepatitis C kronik: Interferon (5 MIU, 3x1 minggu) +
Ribavirin (800-1000 mg/hari selama 6 bula)

Sirosis Dekompensata
Asites
Tirah baring
Diet rendah garam : sebanyak 5,2 gram atau 90 mmol/hari
Diuretic : spironolakton 100-200 mg/hari. Respon diuretic bisa dimonitor dengan
penurunan BB 0,5 kg/hari (tanpa edem kaki) atau 1,0 kg/hari (dengan edema kaki).
Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat, dapat dikombinasi dengan furosemide
20-40 mg/hari (dosis max.160 mg/hari)
Parasentesis dilakukan bila asites sangat besar (4-6 liter), diikuti dengan pemberian
albumin.

Ensefalopati Hepatik
Pemberian laktulosa yang bertujuan untuk membantu pengeluaran
ammonia
Neomisin, berfungsi untuk mengurangi bakteri usus penghasil ammonia
Diet rendah protein 0,5 gr/kgBB/hari, terutama diberikan yang kaya
asam amino rantai cabang

Varises Esofagus
Sebelum dan sesudah berdarah, bisa diberikan obat penyekat beta (propanolol)
Waktu perdarahan akut, bisa diberikan preparat somatostatin, diteruskan dengan
tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi

Peritonitis Bakterial Spontan (PBS)


Diberikan antibiotik golongan cephalosporin generasi III seperti cefotaxime secara parenteral
(2 x 2 gr/hari) selama lima hari/evaluasi cairan ascites ulang. Pengobatan selanjutnya
berdasar hasil kultur dan tes kepekaan antibiotik cairan ascites.
Obat pilihan yang sering dipakai:

Ceftriaxone
Kombinasi amoksisilinas. Klavulamat
Ciprofloxacin

Sedangkan untuk profilaksis terhadap PBS


ulang (terutama jika albumin < 1g/dl):

1. Norfloksasin 400 mg/hari, jangka panjang


2. Ciprofloxacin 750 mg/1x/minggu
3. Cotrimoxazole 2x2 gr/5 hari/minggu

Prognosis
Klasifikasi Child-Pugh

Angka kelangsungan hidup selama satu tahun untuk pasien dengan


Child A, B, dan C berturut-turut 100%, 80%, dan 45%.

Anda mungkin juga menyukai