Anda di halaman 1dari 25

ACS dan PJK

Christine Merlinda Timotius


112014351

Definisi
SKA adalah suatu spektrum presentasi klinis yang berkisar
dari infark miokard dengan ST elevasi sampai dengan infark
miokard tanpa ST elevasi atau angina pektoris tidak stabil.
Penyakit jantung koroner (PJK) : penyakit jantung iskemik
yang dikarenakan pembuluh darah yang menyempit karena
atherosclerosis atau sumbatan plak yang ruptur pada arteri
koroner.
STEMI menggambarkan adanya oklusi total arteri koroner
yang menyebabkan nekrosis pada seluruh atau hampir
seluruh lapisan dinding jantung.
NSTEMI dan angina pektoris tidak stabil terjadi oklusi parsial
arteri koroner. Keduanya mempunyai gejala klinis dan faktor
fisiologis serupa tetapi berbeda derajat keparahannya.

KLASIFIKASI
SINDROM
ANGINA
ANGINA
PEKTORIS
KORONER
PEKTORIS
STABIL
AKUT
TIDAK STABIL

Faktor Risiko Penyakit


Jantung Koroner
Yang Dapat di ubah :
1. Merokok
2. Hipertensi
3. Diabetes
4. Hiperkolesterol
5. Obesitas
6. kurang olah raga
7. stres

Yang tidak dapat di ubah :


1. usia
2. jenis kelamin
3. riwayat keluarga

KLASIFIKASI SKA BERDASAR JENISNYA


1. ANGINA PECTORIS TIDAK STABIL
Angina pada waktu istirihat / aktifitas ringan,
Cresendo angina, hilang dengan nitrat.
Temuan EKG : - depresi segmen ST
- Inversi gelombang T
- Tidak ada gelombang Q
Enzim Jantung tidak meningkat.

2. Angina Pectoris stabil


- Rasa tidak nyaman pada dada, bisa menjalar
-

Dipicu oleh stres fisik atau emosional namun hilang dengan


beristirahat

Keluhan khas angina: nyeri dada tumpul seperti tertindih atau


berat

KLASIFIKASI SKA BERDASAR JENISNYA


2.

NSTEMI
Lebih berat dan lama (>30mnt). Tidak hilang
dengan pemberian nitrat. Perlu opium untuk
menghilangkan nyeri.
Temuan EKG : - depresi segmen ST
- Inversi gelombang T
Enzim Jantung meningkat minimal 2 kali nilai
batas normal (CKMB, troponin I).

KLASIFIKASI SKA BERDASAR JENISNYA


3.

STEMI
Lebih berat dan lama (>30mnt). Tidak hilang
dengan pemberian nitrat. Perlu opium untuk
menghilangkan nyeri.
Temuan EKG : - Hiperakut T
- Elevasi segmen ST
- Inversi gelombang T
- Gelombang Q
Enzim Jantung meningkat minimal 2 kali nilai
batas normal.

Tanda-tanda Serangan jantung akut


Angina klasik :
Sifat nyeri

Rasa sakit, seperti ditekan, rasa


terbakar, ditindih benda berat, seperti
ditusuk, rasa diperas dan dipelintir
Dada kiri (Substernal prekordial) dan
Lokalisasi
ulu hati ( epigastrium)
Leher, lengan kiri, rahang (mandibula),
Penjalaran ke
gigi, punggung
Faktor pencetus Exercise, stres emosi, udara dingin dan
sesudah makan
Gejala penyerta Mual, muntah, sulit bernafas, keringat
dingin dan lemas. Nyeri membaik atau
hilang dengan istirahat

Infark Miokard Akut

Infark Miokard Akut (IMA) adalah kerusakan jaringan miokard


akibat iskemia hebat yang terjadi secara tiba-tiba.

Aritmia Jantung

Aritmia jantung adalah gangguan urutan irama atau gangguan


kecepatan dari proses depolarisasi, atau kedua-duanya pada
jantung.

Mati Mendadak (Suddent death)

Kematian mendadak dapat merupakan manifestasi klinik


pertama penyakit koroner pada sebanyak seperempat pasien,
tetapi lebih sering terjadi pada pasien dengan riwayat infark
sebelumnya dan pada disfungsi ventrikel kiri sedang sampai
barat.

Proses Aterosklerosis yang Progresif

Normal

Fatty
streak

Fibrous
plaque

Atherosclerotic
plaque

Plaque
rupture/
fissure &
thrombosis

Angina Tak
Stabil
MI

}ACS

Ischemic
stroke/TIA

Critical leg
ischemia

Keluhan klinis (-)


Angina Stabil
Intermittent claudication

Bertambahnya Umur
ACS, acute coronary syndrome; TIA, transient ischemic attack

Kematian
Akibat Kardiovaskular

Nyeri dada
Tidak ada
Penyempitan

Penyempitan

Kematian Otot Jtg


Kematian Mendadak

Normal

Proses Penyempitan /
Pengerasan

PATOGENESIS ATEROSKLEROSIS

Patofisiologi

Jantung dialiri oleh arteri coronaria yang


mensuplai darah kebutuhan jantung sendiri.

Gangguan pada arteri inilah yang menyebabkan


terjadinya PJK.

Penyakit ini berkaitan dengan gangguan suplai


darah pada otot jantung sehingga jantung akan
mengalami kekurangan darah dengan segala
manifestasinya.

Patofisiologi

Terjadinya penyakit jantung koroner berkaitan


dengan suatu gangguan yang mengenai pembuluh
darah yang disebut arteriosclerosis.
Hal ini berarti terjadi kekakuan dan penyempitan
lubang pembuluh darah yang akan menyebabkan
gangguan atau kekurangan suplai darah untuk otot
jantung.
Keadaan ini akan menimbulkan apa yang disebut
iskemia miokard.

Patofisiologi

Terjadinya dan percepatan kejadian arterisklerosis ini


berkaitan dengan berbagai faktor yang lebih lanjut
akan menjadi risiko terjadinya penyakit jantung
koroner.
Faktor-faktor itu adalah seperti kebiasaan merokok,
kegemukan, dan tegangan psikososial

Marka Jantung

Pada pasien dg SKA Peningkatan enzinm Troponin


terjadi 4 jam setelah onset gejala
Troponin dapat bertahan selama 2 minggu didalam
darah

Pemeriksaan serial harus dilakukan dlm 6-12 jam jika


pemeriksaan pertama negatifPemeriksaan CKMB atau
Troponin T sangat bermanfaat utk mendiagnosis SKA

ESC Guidelines for the management of Acute Coronary Syndrome in


patients without persistent ST Elevation.2012

DIAGNOSA
Gejala klinis pasien
Lab darah
Pemeriksaan EKG (resting atau exercise)
Coronary Angiography

TATALAKSANA (NON MEDIKAMENTOSA)


Hindari gaya hidup yang menjadi faktor risiko
Berhenti merokok
Mengurangi berat badan
Hindari stress
Asupan makanan yang rendah garam, rendah kolesterol, perbanyak
sayur

Rajin berolahraga
Kontrol penyakit sistemik

TATALAKSANA (MEDIKAMENTOSA)
Nitrogliserin Sublingual
Beta blocker
ACE inhibitor
Calcium channel blocker
Antiplatelet
Medikasi untuk kontrol penyakit sistemik penyerta : Statin,
metformin

TATALAKSANA (TINDAKAN INTERVENSI)


Pemasangan stent / ring
Bypass Surgery