Anda di halaman 1dari 50

Konversi energi

 Konversi = perubahan dari satu sistem


pengetahuan ke sistem yang lain
 Energi = kemampua untuk
melaksanakan kerja mekanik
 Jadi konversi energi adalah
perubahan dari satu bentuk energi
kebentuk energi yang lain

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan 1


Apa yang akan dibahas dalam konversi energi ?

 Besaran dan Satuan


 Klasifikasi , jenis energi dan bentuk energi
 Pengertian dari bentuk-bentuk energi dan aspek-aspeknya
 Produksi energi yang meliputi
 Konversi energi termal dengan konsentrasi
pada proses pembakaran
 Konversi energi mekanik
 Produksi energi listrik dengan konsentrasi pada konversi energi
mekanik menjadi energi listrik

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan 2


Beberapa Definisi

 Dasar IPTEK adalah “pengamatan” dan selalu


dilanjutkan dengan usaha mendapatkan gambaran
kwantitatif suatu besaran fisis dan untuk itu
dilakukanlah pengukuran (measurment)
 Melakukan pengukuran untuk dilanjutkan ke “luar”,
hasilnya harus dituangkan dalam bentuk yang jelas
mencerminkan kwalitas dan kwantitas
 Karena itu kalau kita mengukur besaran fisis A bentuk
yang lazim digunakan dalam mengkomunikasikannya
adalah : A=X Z
dimana Z = satuan besaran A
X = Nilai atau harga numerik besaran A
A = Besaran
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan 3
Lanjutan Beberapa Definisi
Contoh
 Panjang meja ini p = 120 Cm
Dalam hal ini dipakai cm (centimeter) sebagai satuan
panjang. Selain itu dapat juga dipakai satuan panjang
yang lain seperti ; m (meter), mm (milimeter) , µm
(mikrometer) dsb. Sehingga nilainya akan berubah.
 Jadi satuan yang dipakai menentukan besar kecilnya
bilangan yang menyertainya
 Mengapa satuan cm dapat diganti dengan m; mm;
atau µm, ?
 Karena keempat satuan itu sama dimensinya, yakni
berdimensi panjang

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan 4


Besaran, dimensi, satuan
 Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur
 Dimensi : Ukuran ( KBBI edisi ketiga Deppenas balai pustaka
2001)
 Dimensi adalah cara penulisan dari besaran-
besaran dengan menggunakan simbol - simbol
(lambang-lambang) besaran dasar
 Dimensi diartikan sebagai ukuran ruang, ada
ukuran panjang atau dimensi panjang, ada
ukuran lebar dan ada ukuran tebal atau dimensi
tebal
 Satuan adalah ukuran dari suatu besaran

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan 5


Lanjutan besaran, dimensi, satuan
 Semua besaran mempunyai satuan tapi belum tentu
mempunyai dimensi.
 Dalam bidang ilmu fisika besaran terbagi atas :
 Besaran dasar merupakan besaran yang tak
tergantung pada besaran lain
 Besaran tambahan adalah besaran pelengkap yang
diperlukan untuk membentuk besaran turunan
 Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan
dari besaran dasar
 Nilai atau besaran numerik yang menyertai satuan
untuk bilangan yang sangat besar atau sangat kecil
dipergunakan perkalian pangkat dari bilangan 10
 Bilangan pangkat dari angka 10 menggunakan sebutan
awalan / frefix
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan 6
Besaran Dasar Satuan Lambang satuan Simbol
Dimensi
1. Panjang meter m L
2. Massa kilogram kg M
3. Waktu sekon/detik s (det) T
4. Arus listrik Ampere A I
5. Suhu Kelvin K θ
6. Intensitas cahaya Kandella/lilin cd J
7. Jumlah zat mole mol N

Besaran tambahan Satuan Lambang satuan Simbol


Dimensi
1.Sudut datar Radian/radial Rad ….
2.Sudut Ruang Steradian Sr ….

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan 7


Beberapa contoh besaran turunan

Besaran simbol Dimensi Satuan Turunan


Kecepatan putar ω=dQ/dt T-1 Rad/det
Volume v L3 meter 3
Gaya F= m.a MLT-2 kgm/det2 = N (Newton)
Kerja W= F.S ML2T-2 Nm = Joule
Daya PW = dw/dt ML2T-3 J/s =watt
Tekanan P = F/A ML-1 T-2 N/m2= Pascal
Kerapatan massa ρ = M/V ML-3 kg/m3
Energi E ML2T-2 Joule

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan 8


Kelipatan bilangan yang menyertai satuan
Awalan Simbol Nilai Awalan Simbol Nilai
Eksa E 10 18 deci d 10 -1
Peta P 10 15 centi c 10 -2
Tera T 10 12 mili m 10 -3
Giga G 10 9 mikro µ 10 -6
Mega M 10 6 nano n 10 -9
Kilo K 10 3 pico p 10 -12
Hecto H 10 2 fento f 10 -15
Deca D 10 1 atto a 10 -18

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan 9


Suhu/Temperatur dan Panas
Pengertian suhu dan panas
 Suhu /temperatur didefinisikan sebagai tingkat atau
level panasnya suatu zat
 Suhu tidak sama dengan panas. (Panas, dingin ada
lah kata sifat yang menggambarkan benda bersuhu
tinggi dan rendah)
 Panas adalah jumlah atau besarnya kandungan ener
gi dalam bentuk panas
 Jumlah kandungan panas dalam suatu benda berva
riasi ,tergantung pada suhu, massa dan panas jenis
dari zat tersebut

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan10


Satua suhu
Satua /skala suhu terbagi menjadi :
 Satuan suhu relatif :
 Andreas Celsius ( C0)
 Fahrenheit ( F0 )
 Reamur ( R0)
 Satuan suhu absolut
 Kelvin (K)
 Rankine (R)a

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan11


Ilustrasi Suhu dalam grafik
K C0 Ra F0
Titik didih 373,15 671,67 212,00
100,00

273,16 0,01 491,69 32,02


Titik beku H2O
273,15 0,00 491,67 32,00

0 - 273,15 0 - 459,67
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan12
Gaya
 Gaya adalah sesuatu yang mengakibatkan
suatu benda berubah dari keadaan diam
menjadi bergerak atau sebaliknya dari kea
daan bergerak menjadi diam
 Satuan gaya adalah : Newton (N); kgf ; lbf:
kilopon (kp)
 1 lb = 0,4536 kg = 4,448 N
 1 kp = 2,205 lb = 9,801 N

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan13


Tekanan
 Tekanan adalah besarnya gaya yang bekerja
pada luas bidang tertentu,yang dihasilkan oleh
fluida atau benda padat
 Bilamana gaya persatuan luas yang timbul
sebagai akibat tegangan (strain) dalam zat padat
lazim disebut tegangan (stress), sedangkan
bilamana gaya persatuan luas diberikan oleh
fluida pada dinding yang menampungnya
dinamakan tekanan (pressure)
 Untuk fluida gas besarnya tekanan yang
diakibatkan oleh fluida tsb.yakni “ volume dari
tempat dimana gas tsb. berada” atau dengan “
temperatur gas tsb “.
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan14
Satuan tekanan
 Satuan2 tekanan adalah satuan gaya persatuan luas, sehingga : N/m2(Pa),
kgf /cm ; bar ; psi (lb/in2); atm
 Satuan tekanan juga dapat dinyatakan dengan ketinggian kolom zat cair
misalnya: cmH2O ; mmHg : inHg
 1 kg/cm2 = 14,22 psi = 735,6 mmHg pada kondisi standar
 1 atm =14,7 psi =1,033 kg/cm2 =760 mmHg pada kondisi standar

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan15


Klasifikasi tekanan
Menurut cara pembacaannya tekanan dibe
dakan menjadi :
 Tekanan absolut, dan
 Tekanan relatif/ukur :
 1. Tekanan ukur positif

 2. Tekanan ukur negatif (vakum)

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan16


Ilustrasi tekanan dalam grafik

pressure

Gauge
760 mmHg
Atmospheric
101.3 kN/m2
Pressure
1.013 bar
(variable)
14.7 Psi
Gauge 1.033 kgf /cm2
Absolut
vacum

Absolut

Absolute zero

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan17


Kerja / Usaha
 Kerja/Usaha dilakukan,apabila suatu gaya
menggerakkan suatu benda sepanjang jarak
tertentu. (Perpindahan energi oleh suatu aksi
gaya). Usaha tdk dilakukan bila gaya yang
dialami oleh suatu benda tidak menggerakkan
benda itu. W=FxS
 Kerja juga dapat dihasilkan oleh tekanan dan
volume fluida. Dan jika fluida mengalir ia
menghasilkan daya W=PxV
 sering dinotasikan dengan”W atau U ” (work,
usaha), satuannya adalah Nm; J; kgm

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan18


Daya
 Daya adalah besarnya usaha yang dapat dilakukan
setiap satuan waktu (Laju pemakaian energi).
 Dalam teknik satuan waktu yang digunakan ialah ”detik
DAYA = USAHA
WAKTU

 Satuan daya adalah ; W (watt); hp(Horse Power)= DK


(Daya kuda) : lb.ft/s
 Daya kuda metrik 1 Ps = 75 kgm/s= 0,735 kw=0,986
hp
 Daya kuda non metrik 1 hp = 550 ft lb/s = 0,747 kw

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan19


KLASIFIKASI DAN JENIS-JENIS ENERGI
 Energi transisional ( transitional energy )
 Energi tersimpan ( stored energy )

 Energi transisional adalah energi yang sedang


bergerak,dan dapat berpindah melintasi suatu
batas sistem
 Energi tersimpan sesuai namanya adalah energi
yang tersimpan mewujud sebagai massa,posisi
dalam medan gaya,dan lain lain.
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan20
BENTUK ENERGI

• Energi mekanik
• Energi listrik
• Energi elektromekanik
• Energi kimia
• Energi nuklir
• Energi panas (termal)

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan21


ENERGI MEKANIK

 Energi mekanik : didefinisikan sebagai suatu


energi yang dapat digunakan untuk
mengangkat suatu benda.
 Bentuk transisional dari energi mekanik disebut
kerja. ( Kerja merupakan salah satu dari
berbagai mekanisme bagi perpindahan energi)
 Energi mekanik dapat disimpan dalam bentuk
energi potensial, energi kinetik. dan energi
regangan

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan22


Lanjutan ENERGI MEKANIK
 Energi potensial adalah energi yang diperoleh oleh
material tertentu sebagai akibat dari posisinya dalam
suatu medan gaya,energi medan grafitasi, energi
fluida yang terkompres si,energi yang berkaitan
dengan posisi suatu bahan ferro magnetik dalam
suatu medan magnit,energi yang berkaitan dengan
regangan elastis ( pegas dan batang puntiran ).
 Energi kinetik adalah energi yang berkaitan
dgn.massa material akibat gesekan relatifnya
terhadap benda lain (roda gila/flywheel )

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan23


ENERGI LISTRIK
 Energi listrik adalah energi yang berkaitan
dengan arus dan akumulasi elektron
 Bentuk transisional dari energi ini adalah
aliran elektron melalui konduktor.
 Energi listrik dapat tersimpan sebagai
energi medan elektostatis atau sebagai
energi medan induksi.

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan24


Lanjutan ENERGI LISTRIK
 Energi medan elektrostatis adalah energi
yang berkaitan dengan medan listrik yang
dihasilkan oleh terakumulasinya muatan
(elektron) pada pelat kapasitor
 Energi medan induksi/energi medan
elektromagnetik adalah energi yang
berkaitan dengan medan magnit yang
timbul akibat elektron melalui kumparan
induksi

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan25


ENERGI ELEKTROMAGNETIK

 Energi elektromagnetik adalah bentuk


energi yang berkaitan dengan radiasi
eloktromagnetik.
 Radiasi elektromagnetik adalah bentuk
energi murni artinya tidak berkaitan
dengan massa.
 Radiasi ini hanya sebagai energi
transisional yang bergerak dengan
kecepatan cahaya
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan26
ENERGI KIMIA
 Energi kimia adalah energi yang keluar
sebagai hasil interaksi elektron dimana
dua atau lebih atom dan/atau molekul-
molekul berkombinasi menghasilkan
senyawa kimia yang stabil.
 Energi kimia hanya dapat terjadi dalam
bentuk energi tersimpan .
 Energi kimia diperoleh melalalui reaksi
atau melalui proses pembakaran
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan27
ENERGI NUKLIR

 Energi nuklir adalah bentuk energi


tersimpan yang bisa diperoleh akibat
interaksi partikel dengan atau didalam inti
atom.Reaksi nuklir secara umum
yakni,peluluhan radioaktif, fisi dan fusi.
Energi ini umumnya dikonversi ke energi
termal

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan28


ENERGI TERMAL

 Energi ini berkaitan dengan getaran atomik dan


molekuler.
 Bentuk transisional dari energi ini adalah panas.
Energi termal dapat disimpan hampir pada semua
media sebagai panas sensibel maupun panas
laten
 Energi termal adalah bentuk dasar energi, artinya
semua bentuk energi yang lain dapat secara
sempurna dikonversi menjadi energi termal

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan29


PRODUKSI ENERGI TERMAL
 Konversi energi mekanik menjadi energi termal
dpt.disimpulkan dengan suatu perkataan yakni
gesekan
 Energi listrik dapat dikonversi secara sempurna
menjadi energi termal dalam proses
pemanasan joule (joule heating process).Inilah
yang selalu dikatakan sebagai bentuk kerugian
sebesar I E atau I2R yang terjadi bila arus listrik
sebesar I A dilewatkan melalui tahanan R Ω
sebagai hasil perbedaan potensial E V
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan30
Lanjutan produksi energi termal
 Konversi energi kimia menjadi energi termal
melalui reaksi pembakaran.
 Reaksi pembakaran adalah reaksi oksidasi
O2 dengan 3 macam unsur dapat terbakar
yakni karbon C, hidrogen H dan sulfur S
yang terdapat pada bahan bakar fosil.
 Hasil proses pembakaran berturut turut
karbon dioksida CO2,uap air H2O dan sulfur
dioksida SO2 kesemuanya sering disebut
flue gas
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan31
• Reaksi pembakaran
 KARBON (C)
Karbon adalah unsur yang dapat terbakar dan
terpenting dari bahan bakar (bb).Carbon
merupakan zat padat.
Karbon titik nyalanya 407 C0, oksidasi karbon
lebih lambat dan lebih sulit ketimbang unsur
lain, akibatnya dalam proses pembakaran S
dan H terbakar sempurna sebelum C
terbakar. Karbon teroksidasi menjadi CO
sebelum semua bagian C diubah menjadi
CO2.

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan32


Lanjutan Reaksi pembakaran
Karbon (C)
 Reaksi pembakaran unsur karbon :
C + O2 CO2
1 mol C + 1 mol O2 1 mol CO2
12 kg C + 32 kg O2 44 kg CO2
 Untuk membakar 1 kg C butuh O2 = 2,67 kg
 Jumlah CO2 yang terbentuk = 3,67 kg CO2/kg C
 Nilai pembakaran dari C = 32.778 kJ/kg C

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan33


Reaksi pembakaran
 Hidrogen (H2)
 H2 titik nyalanya 582 CO, ia berupa gas kinetika perubahan H2
berlangsung cepat sehingga begitu ketemu O2 akan terbakar
sempurna sebelum C teroksidasi menjadi CO
 Reaksi pembakaran unsur hidrogen :
2 H2 + O2 2H2O
2 mol H2 + 1 mol O2 2 mol H2O
4 kg H2 + 32 kg O2 36 kg H2O
 Untuk membakar 1 kg H2 butuh O2 = 8 kg
 Jumlah H2O yang terbentuk = 9 kg HO2/kg H2
Nilai pembakaran dari H2 = 142.097 kJ/kg H2
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan34
Reaksi pembakaran
 Sulfur ( S )
 Sulfur mempunyai titik nyala 243 CO merupakan temperatur
penyalaan terendah diantara ketiga unsur dapat
terbakar.Produk pembakaran sulfur dioksida (SO2) merupakan
polutan atmosfir
 Reaksi pembakaran unsur sulfur :
S + O2 SO2
1 mol S + 1mol O2 1 mol SO2
32 kg S + 32 kg O2 64 Kg SO2
Untuk membakar 1 kg S O2 = 1 kg
butuh

 Jumlah SO2 yang terbentuk = 2 kg SO2/kg S


Nilai pembakaran dari S = 9257 kJ/kg S
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan35
Dari mana Oksigen (O2) untuk pembakaran ?
 Dalam proses pembakaran cara praktis dan
termudah memperoleh O2 melalui udara.
 Jumlah udara yang dibutuhkan dihitung berdasarkan
komposisi unsur yang dikandung oleh bb. yg diguna
kan, dan ini disebut kebutuhan udara minimum (stoiki
ometrik ).
 Jumlah tsb. dinyatakan dalam perbandingan udara
dengan bb. boleh mol udara permol bb, volume
udara pervolume bb, dan massa udara permassa bb.
 Jumlah O2 yang dibutuhkan adalah penjumlahan
persamaan reaksi unsur-unsur bb yang digunakan
serta O2 yang dimiliki oleh bb.tsb
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan36
 Jumlah O2 min. yang dibutuhkan dalam
pembakaran

O2 min = 2,67(C) + 8(H) – O+S kg O2/kg bb

 Jumlah O2 dalam udara = 23,2 % satuan


massa dan 21 % dalam satuan voluime
 Maka jumlah udara yang dibutuhkan untuk
membakar 1 kg bb :
Udara min = 100 (O2 min) satuan massa
23,2

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan37


Kelebihan udara pembakaran

 Dalam pembakaran yang riel selalu ada faktor


kelebihan udara besarnya tergantung pada
banyak hal diantaranya bentuk ruamg bakar
namun selalu > = 1,1(untuk M.Diesel)

U aktual = Umin ( 1 + kelebihan udara)

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan38


Udara sesungguhnya (riel)
 Udara aktual yang dimaksudkan sebelumnya merupakan
udara kering. Namun udara yang diambil dari atmosfir
lembab karenanya mengandung uap air, karena itu bila
melibatkan kelembaban udara maka jumlah udara
sesungguhnya yang dibutuhkan untuk udara
pembakaran:

f =1+ ϕ x Ps
P- ϕ x Ps

f = Faktor kelembaban udara


ϕ = Kelembaban relatif rata-rata %
Ps = Tekanan parsial uap air Pa
P = Tekanan udara atmosfir Pa
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan39
Jumlah udara sesungguhnya

U rieal = U aktual x f
Untuk pembakaran yang baik harus memenuhi MATTρ
M = Mixing /percampuran murni reaktan
A = air /udara yang cukup
T = Temperatur yang cukup
T = time/waktu yang cukup untuk berlangsungnya reaksi
ρ =kerapatan yang cukup untuk merambatkan nyala
api

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan40


Gas Asap
 Gas-gas sebagai hasil reaksi antara O2 dengan
unsur bb yang mudah terbakar (combustion
product) CO2, H2O dan SO2
 Gas-gas yang berasal dari bb tetapi tidak ikut
terbakar, Nitrogen (N2) uap air (H2O) dll.
 Gas Nitrogen yang berasal dari udara pembakar
yang tak terbakar (bereaksi) dengan unsur bb
G.asap = CO2 + SO2+H2total + N2total + O2

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan41


PRODUKSI ENERGI MEKANIK
 Energi mekanik merupakan bentuk energi yang diingini.Energi
ini dapat dikonversi menjadi energi panas dengan efesiensi
100 % dan juga dapat dikonversi menjadi energi listrik dengan
efesien yang tinggi
 Pada dasarnya energi mekanik adalah hasil konversi panas
atau konversi langsung energi listrik.
 Konversi energi panas ke energi mekanik biasanya
berlangsung pada beberapa jenis mesin kalor ( heat engine)
yang bekerja berdasarkan siklus mesin kalor termodinamika.
 Konversi energi listrik ke energi mekanis terjadi sebagai hasil
intraksi medan maknit didalam motor listrik

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan42


Lanjutan produksi energi Mekanik
( konsep mesin kalor )

Mesin kalor yang mengkonversi energi


panas menjadi energi mekanik melalui
proses pembakaran, menggunakan dua
cara pembakaran, yang dikenal dengan
istilah :
 Internal Combustion engine (mesin
dgn.pembakaran dalam) / motor bakar
 External Combustion engine (mesin
dgn.pembakaran luar)
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan43
Lanjutan produksi energi Mekanik
( konsep mesin kalor )

 Mesin pembakaran dalam / Motor bakar


diantaranya :
 Siklus Diesel / Mesin Diesel
 Siklus Otto / Mesin bensin
 Mesin pembakaran luar diantaranya
 Siklus Brayton / turbin
 Siklus Rankine / siklus daya uap

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan44


Lanjutan Produksi energi Mekanik
( konsep motor listrik )

 Sistim yang mengubah energi listrik menjadi energi


mekanik tergantung dari interaksi medan magnit yang
ditimbulkan oleh aliran elektron ( arus listrik) yang
melalui konduktor.
 Jika arus searah (dc) melewati suatu konduktor,medan
magnit akan timbul disekitar konduktor tersebut. Aturan
tangan kanan menyebutkan, jika ibu jari menunjuk ke
arah aliran arus, jari-jari lain bergelung sekeliling
konduktor searah dengan garis-garis medan magnit.
Garis-garis antara 2 kutub magnit mengalir dari kutub
selatan ke kutub utara.

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan45


Lanjutan produksi energi mekanik
 Gaya pada konduktor adalah sebanding
dengan hasil kali vektor arus listrik melewati
konduktor dan kuat medan magnit
Gaya = L ( I x B )
10
Dimana: I = Arus mengalir lewat konduktor (A )
B= Kerapatan fluks magnit (weber)
L = Panjang konduktor dalam (cm)

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan46


Lanjutan Produksi energi Mekanik
( konsep motor listrik )

 Jika konduktor dengan arus mengalir


melewatinya ditempatkan diantara 2
kutub magnit garis garis medan
magnit akan mempunyai kerapatan
yang tinggi pada satu sisi konduktor
dan kerapatan yang rendah pada sisi
yang lain. Ini menimbulkan gaya
pada konduktor kearah kerapatan
fluks yang rendah atau tegak lurus
terhadap medan magnit.

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan47


PRODUKSI ENERGI LISTRIK
 1. Energi panas langsung menjadi energi listrik melalui
konversi termoelektrik yang ditemukan oleh Fisikawan
Jerman Thomas J.Seebeck. Jika dua material tertentu
yang berbeda, salah satu ujungnya digabungkan lalu
dipanasi dan kedua ujung yang lain bebas maka pada
ujung yang bebas tersebut akan dibangkitkan tegangan
listrik (voltase) sepanjang terjadi perbedaan temperatur
antara kedua ujung tsb
 2. Baterei / aki adalah merupakan konversi energi kimia
yang disimpan dalam sistem diubah menjadi energi Listrik

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan48


Lanjutan produksi energi Listrik
(Konsep generator listrik)

 3. Konversi energi mekanik menjadi energi


Listriki konsepnya dari tuan Faraday untuk
perinsip operasinya. Dan ini diwujudkan oleh
generator listrik
 4. Jika suatu kumparan digerakkan diantara
kutub-kutub magnit,maka pada kumparan
tersebut akan dibangkitkan tegangan bolak
balik ataupun tegangan searah, tergantung
apakah slipring (AC) dan komutator (DC) yang
dijadikan sebagai sarana keluarannya
Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan49
Produksi energi Listrik
(Konsep generator listrik)
 Generator dc memerlukan exitasi dengan berbagai cara.
Ada yang diexcitasi secara terpisah dari suatu sumber
arus luar misalnya melalui baterey. Ada juga diexcitasi
secara shunt, seri atau kompon yang diambil dari
generator itu sendiri.
 Generator AC juga memerlukan suplai DC untuk lilitan
medan. Daya DC ini bisa didapat dari sumber tersendiri /
dari luar , tapi kebanyakan dari generator DC kecil yang
disambung seporos dengan generator AC
 Dalam generator AC konvensional yang berdaya besar,
lilitan medan dipasang pada rotor dan tegangan
dibangkikan dalam lilitan stator

Pembidangan Prajabatan D1 Operator dan Teknisi Pembangkitan50