Anda di halaman 1dari 20

Tinea Pedis pada Sela Jari Kaki

Riska Cerlyan Mustamu


102013302
Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Krida
Wacana

Skenario

Seorang
perempuan
berusia
21
tahun,
pekerjaan tukang cuci baju, datang ke
puskesmas dengan keluhan gatal pada selasela jari kaki kanan dan kiri, sejak 2 bulan lalu.

Mind Map

Rumusan Masalah
Seorang perempuan berusia 21 tahun
mengeluh gatal pada sela-sela jari kaki
kanan dan kiri sejak 2 bulan yang lalu

Hipotesis
Seorang perempuan berusia 21 tahun
mengalami gatal-gatal pada sela kaki kanan
dan kiri. Diduga wanita ini terkena tinea pedis

Anamnesis
Identitas Pasien

perempuan 21 tahun
Keluhan Utama
Datang dengan keluhan gatal pada sela-sela jari kaki
Riwayat Penyakit Sekarang
- sejak kapan?
- Gatal/tidak (menjalar, terus menerus, hilang timbul)
- bersisik/tidak
- Basah atau kering
-nyeri/tidak
-Pengobatan
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat sosial-ekonomi

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan
fisik
1. Interdigitalis, terlihat fisura yang
dilingkari sisik halus dan tipis, maserasi
berupa kulit putih dan rapuh
2. Moccasin foot (plantar), Seluruh kaki,
dari telapak, tepi sampai punggung
kaki terlihat kulit menebal dan bersisik;
eritema ringan
3.Lesi Vesikobulosa, vesiko-pustul pada
daerah sela jari, punggung kaki atau
telapak
kaki.
Vesikel
pecah
meninggalkan sisik disebut koleret.
4.Tipe Ulseratif, infeksi sekunder (bakteri);
ulkus dan erosi pada sela-sela jari

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan KOH

kerokan sisik kulit akan terlihat hifa bersepta,


dikotomi (bercabang dua). Selain itu di
dapatkan artrokonidia yaitu deretan spora di
ujung hifa.
Kultur jamur

- dilakukan menentukan spesis jamur.


- menanam bahan klinis pada media
buatan.Dengan menggunakan medium agar
dekstrosaSabouraud
ditambahkandenganantibiotik (kloramfenikol
atau sikloheksimid).

KOH: Tampak hifa dan


spora (mikrokonidia)

Trichophyton
rubrum;
koloniDowny

Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan gejala klinis


khas.

Pemeriksaaan laboratorium berupa


a) Pemeriksaan langsung dengan KOH 10-20%.
Apabila Hasil KOH (-) tidak menyingkirkan
diagnosis bila klinis menyokong.
b) Kultur ditemukan dermatofit.

WD: TINEA PEDIS

Diagnosis banding

Kosmopolit, yang paling sering terjadi.

Tinea pedis lazim ditemukan pada daerah beriklim tropis dan


sedang.

usia

dewasa

terutama

pada

laki-laki

dan

jarang

pada

perempuan dan anak-anak.

Kemungkinaninfeksi

berkaitan

dengan

paparan

ulangan

dermatofita sehingga orang yang menggunakan fasilitas mandi


umum seperti pancuran, kolam renang, kamar mandi lebih
cenderung terinfeksi

Jamur penyebab tinea pedis : Trichophyton

sering),danEpidermophyton floccosum.

rubrum(paling

T. rubrummenyebabkan lesi yang hiperkeratotik, kering

menyerupai bentuk sepatu sandal (mocassinlike) pada kaki

T.mentagrophyteseringkali

vesikular dan lebih meradang

menimbulkan

lesi

yang

Patogenesis
Jamur harus tahan efek sinarultraviolet, variasi suhu

dan kelembaban, persaingan dengan flora normal,


asam lemak fungistatik dan sphingosines yang
diproduksi oleh keratinosit.
spora harus tumbuh&menembus stratum korneum
dengan kecepatan lebih cepat daripada proses proses
deskuamasi.
penetrasimelalui sekresi proteinase, lipase, dan enzim
musinolitik, yang juga memberikan nutrisi.
Keadaan basah dan hangat dalam sepatu memainkan
peran penting dalam pertumbuhan jamur.
pada infeksi dermatofita sela jari. Keadaan basah
menunjang pertumbuhan jamur dan merusak stratum
korneum pada saat yang bersamaan.

Gejala klinik
Di antara jari IV dan V terlihat fisura yang

dilingkari sisik halus dan tipis. Oleh karena


daerah
ini
lembab,
maka
seringterdapatmaserasi. Aspek klinis maserasi
berupa kulit putih dan rapuh.
Jika memakai sepatu karet/boot, mobil yang
terlalu panas maka inflamasi akut akan terjadi
sehingga pasien terasa sangat gatal.
Bentuk klinis ini dapat berlangsung bertahuntahun . Kelainan ini dapat disertai infeksi
sekunder oleh bakteri sehingga terjadi selulitis,
limfangitis dan limfadenitis

Topikal

Pengobat
an

- As.benzot&salisilat(Salep AAV/ whitfield


- Derivat imidazol (Klotrimazole 1 %, ketokonazole2%,

mikonazol krim)
- Tolnaftat 1%
Sistemik
- Gliserofulvin(Dewasa: dosis 0,5 1 g ; anak: 0,25 - 0,5

g)
- Ketokonazole (200 mg per hari selama 10 hari 2
minggu)
- Itrakonazole(2 x 100-200 mg sehari)
- Terbinafin(dosisnya 62,5 mg 250 mg terapi 2-3mg)

Komplikasi
Selulitis Infeksi tinea pedis, terutama tipe interdigital.

Terjadi
pada
ektermitas
bawah
pada
daerah
subkutaneus sebagai akibat dari infeksi sekunder pada
luka
merupakan
infeksi
jamur
yang
Tinea Ungium.
menyerang. Kuku biasanya tampak menebal, pecahpecah, dan tidak berwarna.
merupakan suatu penyakit imunologik
Dermatofid
sekunder tinea pedis menyebabkan vesikel atau erupsi
pustular di daerah infeksi sekitar. Komplikasi pada
pasien dengan edema kronik, imunosupresi, diabetes.

Prognosis
Prognosis baik. Beberapa

minggu setelah pengobatan


dapat menyembuhkan tinea
pedis, baik akut maupun
kronik.
Kasus yang lebih berat dapat
diobati dengan pengobatan
oral.

Pencegahan
menjaga kaki tetap dalam keadaan kering dan

bersih
menghindari lingkungan yang lembab
menghindari pemakaian sepatu yang terlalu
lama
tidak berjalan dengan kaki telanjang di tempattempat umum
menghindari hindari kontak dengan pasien
yang sama

Kesimpulan
Tinea pedis merupakan infeksi dermatofita

terutama mengenai sela jari dan telapak


kaki.Penyakit ini sering dijumpai pada laki-laki
usia dewasa. Keadaan lembab dan hangat
pada sela jari kaki , berada di daerah tropis
yang lembab menguntungkan pertumbuhan
jamur. Pengobatan dapat berupa antifungal
topikal maupun oral dan apabila ditemukan
infeksi sekunder maka indikasi penggunaan
antibiotik.