Anda di halaman 1dari 11

Referat

Anemia Pada Penyakit


Kronis
OLEH
Nur Afiat Fachrid
PEMBIMBING :
dr. Haeril Aswar, Sp. PD

Definisi
Anemia penyakit kronis adalah anemia yang dijumpai
pada pasien dengan infeksi, inflamasi kronis, maupun
keganasan. Anemia ini umumnya ringan atau sedang,
disertai dengan rasa lelah atau penurunan berat badan.
Biasanya anemia akan muncul setelah penderita
mengalami penyakit tersebut selama 1-2 bulan.

Pada umumnya, anemia pada penyakit kronis ditandai


oleh kadar Hb berkisar 7-11 g/dL, kadar Fe serum
menurun disertai TIBC yang rendah, cadangan Fe yang
tinggi di jaringan serta produksi sel darah merah
berkurang.

Epidemiologi
TB PARU 16-94 %

Etiologi
Tabel 1. Etiologi anemia penyakit kronik.
Infeksi kronik

Keganasan

Autoimun

Ginjal

Jantung

Virus

Hematologi

Artritis

Chronic

Chronic heart

reumatoid

renal

failure

(Human
Immunodeficien

failure

cy virus)
Bakteri
(endokarditis

Tumor solid

Systemic lupus
erythematous

bakterial)
Vasculitis
Parasit

Fungi

Sarcoidosis
Inflammatory
bowel disease

Patogenesis
1.
2.
3.

Pemendekan masa hidup eritrosit


Penghancuran eritrosit
Produksi eritrosit pada gangguan
metabolisme zat besi

Patogenesis

Gejala klinis

Sering kali gejalanya tertutup oleh


gejala penyakit dasarnya, karena Hb
sekitar 7-11 gr/dL, umumnya
asimtomatik.
Pada pemeriksaan fisik umumnya hanya
dijumpai konjungtiva yang pucat tanpa
kelainan yang khas dari anemia jenis ini
dan diagnosis biasanya tergantung dari
hasil pemeriksaan laboratorium.

Diagnosis
1.

2.

Tanda dan gejala klinis anemia yang mungkin


dapat
dijumpai,
misalnya
muka
pucat,
konjungtiva pucat, cepat lelah, lemah dan lainlain.
Pemeriksaan laboratorium, antara lain :
Anemianya ringan sampai dengan sedang,
dimana hemoglobinnya sekitar 7-11 gr/dl.
Gambaran morfologi darah tepi, biasanya
normositik-normokrom atau mikrositik ringan.
Gambaran mikrositik ringan dapat dijumpai
pada sepertiga pasien anemia penyakit kronik.

Diagnosis
Volume korpuskuler rata-rata (MCV) normal atau
menurun sedikit ( 80 fl)
Serum iron, menurun (<60 g/dl)
Total Iron Binding Capacity (TIBC), menurun
(<250 g/dl)
Saturasi transferin, menurun (<20%)
Serum ferritin, normal atau meninggi
(>100ng/ml)
3. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan yaitu
pemeriksaan sumsum tulang dan konsentrasi
protoporfirin
eritrosit
bebas
(FEP),
namun
pemeriksaannya jarang dilakukan

Penatalaksanaan

Terapi utama pada anemia penyakit


kronis adalah mengobati penyakit
dasarnya.
Untuk mengobati anemia :
1.Transfusi
2.Preparat besi
3.Eritropoietin

TERIMA KASIH