Anda di halaman 1dari 35

GIZI BURUK

STASE ANAK RSUD TARAKAN

Lili Andriani
112012124

Pembimbing :
Dr. Melani, Sp.A

Pendahuluan
Malnutrisi masalah kesehatan utama di Negara yang

sedang berkembang & melatar belakangi > 50% kematian


balita.

Definisi
Gizi buruk : Keadaan dimana seseorang anak tampak

sangat kurus, ditandai dengan BB/PB< - 3 SD dari


median WHO child growth standard, atau didapatkan
edema nutrisional, dan pada anak umur 5-59 bulan
Lingkar Lengan Atas (LLA) < 115 mm: 11,5 cm.
Gizi buruk dibagi atas tiga bentuk klinis yaitu :
Kwashiorkor, marasmus, dan marasmik-kwashiorkor

WHO menganjurkan tatalaksana penderita gizi buruk

dengan rawat inap di RS dalam jangka waktu setidaknya


satu bulan.
Keterbatasan kapasitas, sarana dan tenaga kesehatan yang
terampil.
Keterbatasan cakupan

Epidemiologi

Riskesdas 2013 17,9% balita gizi kurang, dan 5,7 %

Gizi buruk.
SUSENAS 2007 5,5 % balita mengalami gizi buruk,
dan 13 % balita mengalami gizi kurang

Etiologi
2 faktor penyebab gizi buruk :
Langsung
Tidak langsung

Alur Pemeriksaan dan Penemuan Kasus

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Berat Badan dan Panjang / Tinggi Badan
Umur 0 5 tahun : Grafik WHO 2006

Grafik WHO 2006

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik
Lingkar Lengan Atas
LILA di pita berwarna merah (LILA < 115 MM) : Malnutrisi Akut
Berat (MAB)
LILA di pita kuning : Global Acute Malnutrition (GAM)
LILA di pita hijau : Gizi Baik

Marasmus
tubuh yang sangat kurus dan lemah
Kehilangan massa otot dan simpanan

lemak subkutan
Kepala tampak besar
Bradikardi dan hipotermia
stomatitis monilia
atrofi papila filiformis lidah
Kulit keriput ( Lemak subkutis sedikit)

Kwashiorkor
Berat badan anak berkisar antara 60-80%

dari berat badan yang diharpakan menurut


usia
Jaringan adiposa subkutan relatif
terpelihara
Atrofi massa otot yang mencolok
Rambut jarang, mudah dicabut, dan
tampak cokelat, merah, atau kuning kusam
Warna rambut (flag sign)
Hiperkeratosis hiperpigmentasi sampai
ruam makular eritematosus
Hepatomegali

Tatalaksana malnutrisi

Formula F75 dan F100

Langkah 1 Atasi / cegah hipoglikemia


GD < 3 mmol/dl atau <54 mg /dl)

Langkah 1. Atasi / cegah hipoglikemia


Monitor
Kadar gula darah <54mg/dL
Monitor; Tingkat kesadaran
Pencegahan
Berikan F75

Langkah 2. Atasi / cegah hipotermia


suhu aksila < 35,0 0C /suhu rektal < 35,50C
Terapi
Makanan
Hangatkan anak
Antibiotik spektrum luas
Monitor
Suhu
Tutupi seluruh tubuh

Langkah 2. Atasi / cegah hipotermia


Pencegahan
Tempat tidur kering
Hindari suasana dingin
tidur dengan dipeluk orang tuanya
Beri makan F-75 setiap 2 jam sepanjang hari, siang dan
malam

Langkah 3. Atasi/cegah dehidrasi.

Terapi :
Beri ReSoMal secara oral atau NGT
1. 5 ml/kgBB 30 menit (2 jam pertama)
2. ReSoMal 510 ml/kgBB/jam selang-seling dengan
F-75 dengan jumlah yang sama, setiap jam selama
10 jam.
3. F-75 secara teratur tiap 2 jam
Jika masih diare, beri ReSoMal setiap kali diare.
usia < 1 th: 50-100ml setiap BAB.
usia 1 th: 100-200 ml setiap BAB.

Langkah 3. Atasi/cegah dehidrasi.

Monitor
Memeriksa : frekuensi nafas, nadi, miksi dan jumlah
produksi urin, frekuensi BAB dan muntah.
Tanda-tanda kelebihan cairan!!!

Frekuensi napas,
Frekuensi nadi,
Timbul / bertambahnya
edema
Palpebra bengkak
Hentikan cairan & nilai
ulang setelah 1 jam

Langkah 3. Atasi/cegah dehidrasi.

Pencegahan
Pemberian ASI
Pemberian F-75
Beri ReSoMal sebanyak 50-100 ml setiap buang air besar
cair.

Langkah 4. Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit.

Terapi :
Ekstra Kalium 3-4 mmol/kg/hari,
Ekstra Magnesium 0,4-0,6 mmol/kg/hari.

Langkah 5. Obati / Cegah Infeksi


Pilihan antibiotika spektrum luas :

kotrimoksasol 5 ml 2x1 (BB<6kg dosis 1/2)


Ampisilin 50 mg/kg IM/IV per 6 jam untuk 2 hari
dilanjutkan amoksisilin per oral 15 mg/kg per 8 jam untuk 5 hari,

atau
ampisilin per oral 50 mg/kg per 6 jam

Langkah 6. Koreksi defisiensi mikronutrien.

Terapi
Vit A p.o (>12 bulan : 200.000 SI, 6-12 bulan 100.000 SI,
0-5 bulan 50.000 IU).
Asam folat 5 mg. p.o
Pemberian harian selama 2 mingguan.
Suplemen multivitamin
Asam folat 1 mg/hari
Zinc 2 mg/kgbb/hari
Copper 0,3 mg/kgbb/hari
Fe 3 mg/kg/hari

Langkah 7. Pemberian makanan.

Terapi
Secara oral/NGT (Hindari pemberian parenteral)
Energi : 100 kkal/KgBB/hari
Protein : 1-1,5 g/KgBB/har
Cairan : 130 ml/KgBB/hari (bila edema berat 100ml/KgBB)
Lanjutkan ASI setelah formula diselesaikan

Langkah 7. Pemberian makanan.

Monitor
Frekuensi muntah
Frekuensi BAB cair
Berat badan harian

Langkah 8. Mencapai kejar-tumbuh

Terapi :
Mengganti formula F75 dengan F100 dalam
jumlah yang sama selama 48 jam,

Langkah 8. Mencapai kejar-tumbuh


Monitor :
Menghitung dan mencatat pertambahan BB dalam satuan
gram/kgbb/hari tiap minggu.

Buruk (<5gram/kgbb/hari)

Penilaian ulang secara


menyeluruh
Sedang ( 5-10 gram/kgbb/hari) lanjutkan tatalaksana
Baik ( > 10gram/kgbb/hari)

lanjutkan tatalaksana

Langkah 9. Memberikan stimuli fisik, sensorik dan dukungan emosional.

Terapi :
1) Perawatan dengan kasih sayang,Kegembiraan dan
lingkungan nyaman.
2) Terapi bermain terstruktur 15-30 menit/hari

Langkah 10. Persiapan tindak lanjut setelah perawatan.


Jika anak telah mencapai persentil 90% BB/TB (setara

-1SD).