Anda di halaman 1dari 36

CASE PRESENTATION

DERMATITIS KONTAK
ALERGI
Pembimbing
Dr.Rompu Roger Aruan Sp.KK
Lia Angelina Simbolon
11.2014.268
Kepanitraan Klinik Ilmu Kulit dan Kelamin
Perioide 20 Juni 23 Juli 2016
RSUD KOJA

Identitas pasien

Nama
: Tn.HL
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur
: 77 tahun
Agama
: Islam
Pekerjaan
:Alamat
: Jalan Ancol Selatan

Anamnesa

Autoanamnesa
Pada tanggal : 27 Juni 2016
Jam: 10.00 WIB , Di: Poliklinik KulitKelamin RSUD Koja

Keluhan Utama

Kulit gatal dan mengelupas pada kedua


punggung kaki dan disela ibu jari dan
telunjuk jari kaki kanan sejak kurang lebih
2 bulan

Keluhan Tambahan : nyeri , demam ,


kaki kanan edema.

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang dengan keluhan gatal pada kedua


punggung kaki dan disela ibu jari dan telunjuk
jari kaki kanan sejak kurang lebih 2 bulan SMRS.
Gatal awalnya disertai warna kemerahan
membentuk tali sandal jepit.
4 minggu SMRS ditempat yang sama terdapat
bintik kecil berisi air, gatal +, kemudian digaruk
menyebabkan luka dan nyeri.
Pasien berobat ke puskesmas tetapi tidak ada
perbaikan.

Pasien memiliki kebiasaan menggunakan


sandal jepit di rumah kurang lebih sudah
1 tahun. Tetapi di awal penggunaan tidak
ada keluhan.
Pasien tidak lagi menggunakan sandal
tersebut setelah timbul gatal dan
kemerahan, tetapi keluhan masih gatal
masih ada.

Riwayat Penyakit Dahulu

Stroke sejak sejak 2003 dan masih rutin


kontrol ke dokter saraf
Diabetes Melitus sejak 2015. rutin
mengkonsumsi metformin 2x1.
Riwayat Alergi
Riwayat Asma -

Riwayat Penyakit Keluarga

Di keluarga pasien, tidak ada yang


memiliki keluhan yang serupa dengan
pasien.

STATUS GENERALIS

Keadaan umum: tampak sakit ringan

Kesadaran: compos mentis

Tanda-tanda vital:

Tekanan darah: 110/70 mmHg

Suhu: 36,5C

Frekuensi napas: 18x/menit

Frekuensi nadi: 83x/menit

Mata: tanda anemis -/-, tanda ikterik -/-, pupil simetris


ODS, refleks cahaya langsung +/+, refleks cahaya tidak
langsung +/+

THT: Normotia, serumen (-), sekret (-), Deviasi septum (-),


secret (-), Tonsil T1/T1, faring hiperemis (-)

Status Dermatologi

Distribusi: regional ,
simetris
Lokasi: dorsum pedis
dextra dan sinistra
Bentuk : sesuai gambaran
tali sandal jepit
Batas : sirkumskripta
Efloresensi:

Primer : makula eritem

Sekunder : plak tipis dengan


skuama eritem , eskoriasi,
berbatas tegas

Kiri : makula eritema

Pemeriksaan Lab

Tanggal 29 juni 2016


Kolesterol total 184 mg/dl
Kolesterol HDL 47,6 mg/dl
Kolesterol LDL 125 mg/dl
Trigliserida 61 mg/dl
Asam urat 4,5 mg/dl
Glukosa puasa 135 mg/dl
Glukosa 2 jam PP 299mg/dl

Pemeriksaan penujang
anjuran

Uji Tempel
Antigen standar : Allergen Patch Test Kit and T.R.U.E Test
(Thin-layer Rapid Use Epicutaneous)
Test panels TRUE
bacitracin, methyldibromoglutaronitrile, bronopol,
cinnamic aldehyde, propylene glycol, DMDM
hydantoin,
iodopropynyl butylcarbamate,
ethyleneurea/melamine
formaldehyde, disperse blue 106, and amidoamine
Antigen bukan standar
Hasil Positif -> kontrol 5-10 orang

Yang harus diperhatikan

Dermatitis harus sudah tenang/ sembuh


Tes dilakukan sekurang2 nya 1 minggu
setalah terapi kortikosteroid sistemik di
hentikan
Uji tempel dibuka setelah 48 jam-dibaca,
pembacaan kedua dilakukan hari ke 3- 7
Hindari aktivitas -> uji tempel menjadi
longgar
Tidak mandi sekurang2 nya 48 jam, jaga
punggung selalu kering

Interpretasi Hasil Patch


tests

Setelah dibiarkan menempel selama 48 jam, uji tempel


dilepas. Pembacaan pertama dilakukan 15-30 menit setelah
dilepas, agar efek tekanan bahan yang diuji telah
menghilang atau minimal. Hasilnya dicatat seperti berikut :
+1 = reaksi lemah (nonvesikular) : eritema, infiltrat, papul
(+)
+2 = reaksi kuat : edema atau vesikel (++)
+3 = reaksi sangat kuat (ekstrim) : bula atau ulkus (+++)
= meragukan : hanya makula eritematosa ?
IR = iritasi : seperti terbakar, pustul, atau purpura
NEGATIF = reaksi negatif (-)
NT = tidak dites (NT=non tested)
Excited skin / angry back : positif palsu

Excited skin / angry back : positif palsu


Pembacaan ke 2 : 72 jam setelah aplikasi
-> untuk membedakan respon alergi
atau iritan
Respon alergi : pembacaan ke dua
lebih jelas ( reaksi tipe crescendo )
Respon Iritan : cenderung menurun
( reaksi tipe decrescendo)

Reaksi positif palsu

Konsentrasi terlalu tinggi


Bahan bersifat iritan jika kedaan tertutup
( oklusi)
Efek pinggir uji tempel ( edge effect)

Reaksi negatif palsu

Konsentrasi yang digunakan terlalu


rendah
Vehikulum tidak tepat
Bahan uji tempel tidak melekat dengan
baik
Kurang cukup waktu penghentian
pemakaian kortikosteroid sistemik
Pemekaian kortikosteroid topikal potensi
kuat

Diagnosa

Dermatitis Kontak Alergi

Diagnosa banding

Dermatitis Kontak Iritan


Penyebab : bahan yang bersifat iritan
( bahan pelarut, deterjen , minyak
pelumas , asam alkali.
Secara PF tidak dpt dibedakan dengan
DKA, Vesikel timbul pada iritasi yang
sangat kuat, rasa terbakar/panas > gatal
Tidak menyebar diluar area kontak
dengan paparan lanjutan

Terapi

Stop penggunaan bahan alergen


Kompres Nacl 0.9%
Paracetamol 3x500mg ( bila perlu )
Cetirizin 1x 10 mg
Ciprofloxsasin 2x 500mg

Tinjauan Pustaka

Dermatitis Kontak Alergi

Peradangan kulit ( epidermis dan


dermis ) yang diperantarai oleh cell
mediated ( tipe IV ) , tipe lambat , reaksi
hipersensitivitas yang disebabkan oleh
kulit yang kontak dengan alergen
lingkungan.

Epidemiologi

Berdasarkan datatahun 1966 - 2007, prevalensi DKA


ada 21,2% pada populasi umum yang memiliki satu
alergen
alergen kontak yang paling umum : nikel,
thimerosal, dan aroma campuran
Prevalensi alergi kontak terhadap alergen tertentu
berbeda antara berbagai negara dan tidak harus
statis, -> dipengaruhi oleh perubahan dan
perkembangan lingkungan regional, pola paparan,
standar peraturan, dan kebiasaan masyarakat dan
nilai-nilai kehidupan.

sekitar 6% dari populasi umum


diperkirakan memiliki alergi kosmetik
terkait kontak allergi
Usia tua >>
Wanita > pria

Etiologi

Bahan kimia sederhana dengan BM < 1000 dalton


( hapten )
nikel sulfat (bahan-bahan logam), potassium
dichromat (semen, pembersih alat -alat rumah
tangga), formaldehid, etilendiamin (cat rambut, obatobatan), mercaptobenzotiazol (karet), tiuram
(fungisida) dan parafenilendiamin (cat rambut, bahan
kimia fotografi)
Lipofilik
Sangat reaktif
Dapat menembus tratum korneum hingga mencapai
sel epidermis bagian dalam yang hidup

Faktor yang berpengaruh

Potensi sensitisasi
alergen
Dosis per unit
area
Luas daerah yang
terkena
Lama pajanan
Suhu dan
kelembaban
lingkungan

Faktor individu :

Keadaan kulit pd lokasi kontak ( keadaan


stratum korneum , ketebalan stratum
basalis )

Status imunitas

Patofisologi

Lokasi kejadian DKA


Lokasi
Tangan

Kemungkinan Penyebab
Pekerjaan yang basah (Wet Work) misalnya memasak makanan (getah
sayuran, pestisida) dan mencuci pakaian menggunakan deterjen.

Lengan

Jam tangan (nikel), sarung tangan karet, debu semen, dan tanaman.

Ketiak

Deodoran, anti-perspiran, formaldehid yang ada di pakaian.

Wajah

Bahan kosmetik, spons (karet), obat topikal, alergen di udara (aero-alergen),

Bibir

nikel (tangkai kacamata).


Lipstik, pasta gigi, getah buah-buahan.

Kelopak mata

Maskara, eye shadow, obat tetes mata, salep mata.

Telinga

Anting yang terbuat dari nikel, tangkai kacamata, obat topikal, gagang telepon.

Leher

Kalung dari nikel, parfum, alergen di udara, zat warna pakaian.

Badan

Tekstil, zat warna, kancing logam, karet (elastis, busa), plastik, deterjen, bahan
pelembut atau pewangi pakaian.

digambarkan oleh Marks dan DeLeo


Bahwa :
DKA tidak selalu bilateral bahkan ketika antigen
paparan bilateral (misalnya, sepatu atau alergi
sarung tangan).
Bahkan ketika paparan alergen sama (misalnya,
paparan alergi terhadap bahan dari krim yang
digunakan pada semua wajah), manifestasi
eczematosa sangat seringat gatal
DKAdapat dan tidak mempengaruhi telapak
tangan dan telapak kaki.

Anamnesa

Riwayat pengobatan dan riwayat paparan


lingkungan.
Riwayat penyakit kulit, atopi, dan kesehatan umum
Riwyat penggunaan produk perawatan pribadi
(sabun, shampoo, conditioner , deodoran, lotion,
krim, obat, styling rambut , dll),
Riwayat hobi
Riwayat pekerjaan : paparan alergen , pekerjaan
yang membutuhkan mencuci tangan,
menggunakan sarung tangan, atau sering terkena
paparan kimia

Manifestasi Klinis

Keluhan umum : gatal


Stadium akut : dimulai dengan bercak
eritematosa berbatas tegas, diikuti
edema, papulovesikel, vesikel atau bula
-> ( pecah ) -> erosi dan eksudasi
Kronik : kulit kering, berskuama , papul ,
likenifikasi , fisur berbatas tidak tegas.

penatalaksaan

Upaya pencegahan pajanan ulang


dengan alergen penyebab -> mereda
beberapa hari
Kortikosteroid ( prednison 30 mg/hari )
jangka pendek -> mengatasi
peradangan akut
Topikal : kompres dengan larutan garam
fisiologis atau larutan asam salisilat
1;1000
Kortikosteroid topikal

Prognosis

umumnya baik, sejauh bahan kontaknya dapat


disingkirkan. Prognosis kurang baik
Menjadi kronis bila bersamaan dengan
dermatitis yang disebabkan oleh
faktorendogen(dermatitis atopik, dermatitis
numularisatau psoriasia)
Faktor lain yang membuat prognosis kurang
baik adalah pajanan alergen yang tidak
mungkin dihindari misalnya berhubungan
dengan pekerjaan tertentu atau yang terdapat
di lingkungan penderita