Anda di halaman 1dari 32

ALAT ANGKUT

PENGERTIAN ALAT ANGKUT


Alat angkut merupakan salah alat yang digunakan dalam kegiatan
konstruksi yang memiliki fungsi memindahkan material dari satu
tempat ke tempat lain yang memiliki jarak tempuh yang jauh, dengan
cara memuat material tersebut ke wadah yang telah disiapkan pada alat
angkut tersebut .

PENGERTIAN
APA ITU ALAT ANGKUT ?
Sesuai pengertiannya alat angkut adalah suatu alat atau
kendaraan yang dirancang sedemikian rupa sehingga
dapat mengangkut benda dari suatu tempat ke tempat
lain.
CONTOH-CONTOH YANG MASUK ALAT ANGKUT APA SAJA
??
TRUK = Angkut Material
Angkot = Manusia

JENIS-JENIS ALAT ANGKUT


Dalam pekerjaan kontruksi dikenal beberapa jenis
alat angkut
1.Dump
Truck sebagai berikut :
Dump truck (dump truk) adalah truk
yang

isinya

dapat

dikosongkan

tanpa

penanganan. Dump truk biasa digunakan


untuk mengangkut barang semacam pasir,
kerikil

atau

tanah

untuk

konstruksi.

Secara umum

dilengkapi

dengan

dioperasikan

dengan

bak

keperluan
dump

terbuka

bantuan

truk
yang

hidrolik,

bagian depan dari bak itu bisa diangkat


keatas sehingga memungkinkan material
yang diangkut bisa melorot turun ke tempat
yang diinginkan.

Dump Truck dapat digolong-golongkan berdasarkan beberapa cara,


antara lain :
1. Berdasarkan macam roda penggeraknya (wheel
drive) :
1. Roda-roda depan (front wheel drive)
2. Roda-roda belakang (rear wheel drive or standard)
3. Roda-roda depan dan belakang (four wheel drive)
4. Roda-roda belakang (double rear wheel drive)
2. Berdasarkan cara mengosongkan muatan :
a)End dump or rear dump, atau mengosongkan muatan ke
belakang.
b) Side-dump, atau mengosongkan muatan ke samping.
c) Bottom-dump, atau mengosongkan muatan ke arah bawah
Pemilihan macam pengosongan truk tergantung dari
keadaan tempat kerja, artinya tergantung dari keadaan dan
letak tempat pembuangan material (dump site)

3)

Berdasarkan ukurannya
Pada umumnya ukuran truk jungkit dibagi menjadi tiga golongan,

yaitu :
a)

Ukuran kecil, yaitu truk-truk yang mempunyai kapasitas

sampai 25 ton.
b) Ukuran sedang, yaitu yang mempunyai kapasitas antara 25-100
ton.
c)

Ukuran besar, yaitu yang memiliki kapasitas di atas 100 ton.


Cara pemilihan ukuran truk memang agak sukar, tetapi sebagai

pegangan (rule of thumb) dapat dikatakan bahwa kapasitas minimum


dari truk kira-kira 4-5 kali kapasitas alat-galinya (power shovel atau
dragline)

2. LHD (Load Haul Dump)


LHD adalah suatu alat angkut padat tambang bawah tanah yang bisa
sekaligus melakukan pemuatan,pengangkutan dan dumping

3. Underground Truck
Merupakan salah satu jenis alat angkut yang digunakan untuk mengangkut material tambang pada
tambang bawah tanah.Jenis dan mekanisme kerjanya hampir mirip dengan truck pada tambang terbuka tapi
dalam bentuk yang lebih kecil karena disesuaikan dengan daerah operasinya.

Underground Truck

4.Tower Crane
Tower crane merupakan alat yang digunakan
untuk mengangkat material secara vertical dan
horizontal kesuatu tempat yang tinggi pada ruang
gerak yang terbatas

5.Truck Crane
Crane jenis ini dapat berpindah tempat dari satu proyek ke proyek
lainnya tanpa bantuan dari alat pengangkutan. Akan tetapi bagian dari crane
tetap harus dibongkar untuk mempermudah

perpindahan. Seperti halnya

crawler crane, truck crane ini dapat berputar 360 derajat.

6.Crane Beroda Crawler


Tipe ini mempunyai bagian atas yang
dapat bergerak 360o dengan roda crawler
maka crane tipe ini dapat bergerak didalam
lokasi proyek saat melakukan pekerjaannya.
Pada saat crane akan digunakan diproyek
lain

maka

crane

diangkut

dengan

menggunakan Lowbed trailer.Pengangkutan


ini dilakukan dengan membongkar boom
menjadi

beberapa

bagian

untuk

mempermudah pelaksanaan pengangkutan.

7.Articulated Dump Truck


Articulated Dump Truck,disingkat ADT, digunakan untuk
memindahkan dan membuang material dengan kapasitas
terbatas dan kondisi jalan berlumpur.

8.End Dump Truck


Digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas
terbatas dan kondisi jalan aspal maupun berlumpur.

9.Side Dump Truck


Memiliki bak penampungan yang dapat membalik ke samping. Biasa kapasitas angkut
bisa mencapai 30 ton.

10.Bottom Dump Truck


Membuang muatan kebawah dan dapat memindahkan
material

berbentuk pasir maupun unit load dengan kapasitas

angkut sebesar 20 ton 30 ton.

Mini Dump Truck


Dump Truck ukuran kecil (kapasitas
18 Ton)

Intermediate Dump Truck


Dump Truck ukuran sedang ( kapasitas 35 Ton)

Big Dump Truck


Dump Truck ukuran besar (kapasitas lebih
dari 35 Ton)

EFISIENSI
APA ITU EFISIENSI kerja alat angkut?
Dari lama pengerjaan alat, berapa waktu pemanfaatnan yang baik
dari alat angkut
BERBICARA TENTANG APA SAJA/TOLAK UKUR EFISIENSI ?
EFISIENSI OPERATOR
EFISIENSI ALAT
APA/APA SAJA HUBUNGAN EFISIENSI TERHADAP ALAT ANGKUT ?
BAGAI MANA PERHITUNGANNYA ??

EFISIENSI
Efisiensi kerja adalah perbandingan antara waktu kerja produktif dengan waktu kerja
yang
tersedia, dinyatakan dalam persen (%). Adapun persamaan yang dapat digunakan
untuk menghitung efisiensi kerja adalah sebagai berikut :

Keterangan :
We

= waktu kerja efektif (menit)

Wt

= waktu kerja yang tersedia (menit)

Whd = waktu hambatan yang dapat dihindari (menit)


Wtd = waktu hambatan yang tidak dapat dihindari (menit)
Ek= efisiensi kerja (%)

Salah satu pedoman yang dapat diambil untuk


penentuan faktor efisiensi operator adalah seperti yang
terlihat pada
Tabel 1.1. Faktor pada tabel ini berlaku umum untuk
semua jenis alat berat.
Keterampilan Operator
Faktor Efisiensi
Tabel 1.1. Efisiensi
Operator
Sangat Baik

1,00

Rata-rata baik

0,75

Kurang

0,60

EFEKTIVITAS
Efektivitas adalahukuran tingkat pemenuhan output
atau tujuan proses. Semakin tinggi pencapaian target
atau tujuan proses maka dikatakan proses tersebut
semakin efektif. Proses yang efektif ditandai dengan
perbaikan proses sehingga menjadi lebih baik dan lebih
aman.
Efektifitas penggunaan alat mekanis merupakan faktor
yang menunjukan kondisi alat-alat mekanis dalam
melakukan pekerjaan dengan memperhatikan kehilangan
waktu selama kerja.
Adapun parameter efektifitas dalam penggunaan alat-

Kesediaan Mekanis (Mechanical Availability )


Merupakan suatu cara untuk mengetahui kondisi mekanis yang sesungguhnya dari
alat yang sedang dipergunakan. Persamaan untuk Mechanical Availability adalah
sebagai berikut :

Keterangan :
W= Working hours, atau jumlah jam kerja merupakan waktu yang dibebankan kepada
seorang operator suatu alat yang dalam kondisi dapat dioperasikan artinya tidak
rusak, meliputi setiap keterlambatan yaitu pulang ke lokasi kerja, pindah tempat,
pelumasan dan pengisian bahan bakar serta keadaan cuaca.
R= Repair hours, merupakan waktu untuk perbaikan dan waktu yang hilang karena
menunggu saat perbaikan termasuk juga waktu untuk penyediaan suku cadang serta
waktu untuk perawatan preventif.

Kesediaan Fisik (Physical


Availability)
Faktor yang menunjukan kesediaan alat untuk melakukan
kerja dengan memperhitungkan waktu yang hilang karena
rusaknya jalan, faktor cuaca dan lain-lain

Keterangan :
S = Standby hours, atau jumlah jam kerja suatu alat yang
tidak dapat dipergunakan padahal alat tersebut tidak rusak
dan dalam keadaan siap operasi.
ST = Scheduled Time (W+R+S) atau jumlah seluruh jam
kerja dimana alat dijadwalkan untuk beroperasi.

Penggunaan Kesediaan (Use of


Availability)
Menunjukan berapa persen waktu yang dipergunakan oleh suatu alat untuk beroprasi pada saat

alat tersebut dapat di pergunakan (Avaibillity). Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut:
Keterangan :
W = Working hours atau jumlah jam kerja.
S= Standby hours atau jam kerja suatu alat yang tidak dapat dipergunakan
padahal alat tersebut tidak rusak dan dalam keadaan siap operasi.

Penggunaan Efektif (Effective


Utilization)
Faktor yang menunjukkan berapa persen dari seluruh
waktu kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk
bekerja atau persen waktu yang dimanfaatkan oleh alat
untuk bekerja dari sejumlah waktu kerja yang tersedia.
Keterangan :
W = Working hours atau jumlah jam kerja.
ST= Scheduled Time (W+R+S) atau jumlah seluruh jam
kerja dimana alat dijadwalkan untuk beroperasi.

Faktor Pengembangan (swell factor)


Pemberaian merupakan prosentase pengembangan
volume material dari volume asli, yang dapat
mengakibatkan bertambahnya jumlah material yang
harus dipindahkan dari kedudukan aslinya.

Penilaian terhadap faktor keserasian (Match Factor)


Untuk menyatakan keserasian (synchronization) kerja alat muat dengan alat angkut dapat
dilakukan penilaian terhadap faktor keserasian (match factor), yaitu dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:

Dimana :
Na= Jumlah alat angkut, buah
Nm= Jumlah alat muat, buah
Ctm= Waktu edar alat muat, menit
Cta= Waktu edar alat angkut

Bila hasil dari perhitungan ternyata :


a.Faktor keserasian < 1. Maka alat muat akan sering menganggur
b.Faktor keserasian > 1. Maka alat angkut kan sering menganggur.
c.Faktor keserasian = 1. Maka alat angkut dan alat muat akan sama-sama sibuk ( sudah
serasi ) dan tidak ada yang menunggu.

SIKLUS WAKTU
APA MAKSUD DARI SIKLUS WAKTU?
APA SAJA YANG MENJADI TOLAK UKUR SIKLUS WAKTU ?
HUBUNGAN DARI SIKLUS WAKTU PADA ALAT ANGKUT ?
BAGAI MANA PERHITUNGANNYA ?

PRODUKTIVITAS
APA ITU PRODUKTIVITAS ALAT ?
APA SAJA TOLAK UKURNYA ?
KAITAN PRODUKTIVITAS DENGAN ALAT BERAT ??
BAGAI MANA PERHITUNGANNYA ??

Faktor yang memb

Contoh Perhitungan