Anda di halaman 1dari 19

INTERVENTIONAL PAIN

MANAGEMENT :
IMAGE-GUIDED PROCEDURES
(PELVIC SPINAL NEUROAXIAL
PROCEDURE)
Oleh:

Dea Fiesta Jatikusuma


G99142103

Pembimbing

dr. Heri Dwi Purnomo, Sp. An., M.Kes, KMN


KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU ANESTESI DAN TERAPI INTENSIF
FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/ RSUD DR. MOEWARDI
SURAKARTA
2016

SACRAL EPIDURAL
STEROID INJECTION

Indikasi

Indikasi yang paling sering untuk sindrom


lumbosakral radikuler adalah:

Herniasi diskus, atau stenosis spinal

Adanya skar pada akar nervus sakral

Coccygodynia

Nyeri rektal

Neuralgia pudenda

Fraktur sakralis

Post radiasi radikulopati sakralis

Metastasis sakral.

Kontraindikasi

Infeksi

Altered coagulation, terutama


dari obat-obatan terapeutik untuk
diagnosis kardiovaskular yang
membutuhkan antikoagulasi

Kehamilan trimester pertama

Failed back surgery dengan


arakhnoiditis

Persiapan

Teknik

Persiapan pasien

(monitor,
anestesi lokal dg
ropivakain 2%,
bupivakain 0.25%,
fluoroskopi,
kortikosteroid
bebas alkohol,
spuit & jarum, Tpiece)

Persiapan alat

Metilprednisolon 40 mg,
triamsinolon 40 mg,
deksamethasone 4 mg,
betamethasone 15 mg

Pasien diposisikan telentang


Pentuan titik tusuk dg melihat
kurvatura sakrum & kedalaman
hiatus
Anestesi lokal perlu
diinfiltrasikan sepanjang jalur
potensial jarum epidural
dibandingkan hanya pada kulit
dan jaringan subkutan yang
berdekatan

Monitoring Pasca
Tindakan

Komplikasi

Monitoring minimal 30 menit

Edukasi mengenai efek mati rasa yang


mungkin masaih dirasakan beberapa jam
setelah tindakan selesai

Segera hubungi dokter apabila terdapat


keluhan

Hipotensi
Mati rasa pada daerah perianal
dan luka pada akar nervus sakral
Luka pada korda spinalis akibat
dari lokulasi injeksi volume besar
Nekrosis avaskular
Disfungsi bowel dan kandung
kemih
Perdarahan atau hematom.

KEBERHASILAN
Masih

terdapat kontroversi mengenai


keberhasilan serta keefektifan injeksi
steroid epidural
Panduan American Society of
Interventional Pain Practice (ASIPP)
mendukung penggunaan injeksi
kortikosteroid epidural

CAUDAL DECOMPRESSIVE
NEUROPLASTY

Indikasi
Kontraindikasi

Failed back surgery syndrome

Fibrosis epidural

Radikulopati lumbal

Infeksi

Stenosis spinal

Lateral recess stenosis

Koagulopati

Unstable lumbar spine

Ketidakmampuan berbaring pada

Nyeri punggung dan radikulopati

Herniasi diskus

Nyeri neuropati radikular

Neuropati post radiasi

Perlukaan epidural post meningitis.

posisi telentang

Arakhnoiditis.

Perlengkapan

Jarum infiltrasi 25-gauge, 3/4 inchi

Jarum 18-gauge, 1-1/2 inchi

Jarum epidural Epimed RX Coud 15-16


gauge

Obat-Obatan

Kateter Epimed Tun-L atau Epimed Brevistiff untuk dense scarring

Spuit tanpa resistensi

Spuit 3 cc

2 spuit 10 cc

Needle holder

Cutting needle dengan benang nylon 3-0

Gunting

Lidokain 1.5% untuk infiltrasi


kulit
Lidokain preservative-free 2%
Ropivakain preservative-free 0.2%
atau levobupivakain 0.25% atau
bupivakain
Normal saline preservative-free
0.9%
Saline hipertonis preservative-free
10%

Hialurodinase 1500 U

Persiapan

Teknik

Pasien diposisikan telentang di


atas meja fluoroskopi dg perut
diganjal bantal

Persiapan pasien (anamnesis, pemeriksaan


fisik, pemeriksaan penunjang)

Persiapan alat

Monitor terpasang

Area sakralis disterilisasikan


dengan gerakan melingkar dari
atas krista iliaka sampai bawah
pantat

Kornu sakralis dan hiatus sakralis


dipalpasi dengan jari telunjuk
Lokasi penusukan kira-kira
berjarak 1 inchi ke lateral dan 2
inchi ke inferior dari hiatus
sakralis

PASCA TINDAKAN
Pada

masa preoperasi dan selama dirawat


inap, pasien akan diberikan antibiotik IV
dalam bentuk sepalosporin, seperti 1 gr
ceftriaxone (Rocephin)/hari
Antibiotik profilaksis juga diberikan untuk
mencegah kolonisasi bakteri yang dapat
terjadi dengan parah akibat pemberian
steroid epidural
Saat pasien pulang antibiotik diganti
per oral untuk 5 hari sebagai profilaksis
abses epidural.

TERIMA KASIH