Anda di halaman 1dari 26

Diabetes Mellitus

Gestasional
Annisa Dienda Amanda P.S
1102010028

PEMBIMBING : dr. M. Birza Rizaldi, Sp. OG


Kepaniteraan Obstetri dan Ginekologi
RS MOH. RIDWAN MEURAKSA
21 Desember 2105 28 Febuari 2016

DIABETES MELITUS

Definisi Diabetes mellitus secara umum


menurut American Diabetes Association,
adalah
penyakit
metabolic
yang
dikarakteristikkan
dengan
hiperglikemia
akibat gangguan sekresi insulin, gangguan
metabolisme insulin atau keduanya.

KLASIFIKASI DIABETES
MELLITUS

DIABETES
MELITUS TIPE I

DIABETES
MELITUS TIPE II

TIPE SPESIFIK
DIABETES
LAINNYA

DIABETES
MELITUS
GESTASIONAL

DIABETES MELLITUS
GESTASIONAL

Diabetes Melitus Gestasional adalah

gangguan intoleransi glukosa yang dipicu


oleh kehamilan, diketahui pertama kali saat
hamil, dan biasanya menghilang setelah
melahirkan.
Diabetes gestasional terjadi pada minggu ke
24 sampai ke 28 pada masa kehamilan

Klasifikasi DM dengan Kehamilan


menurut Pyke:

Klasifika Klasifika
si II
si I

Klasifikasi
III

Gestasional Pregestasio
nal diabetes
diabetes

Pregestasiona
l diabetes

yang
Diabetes
yang Diabetes
sejak
timbul pada waktu dimulai
hamil
hamil
dan sebelum
dan
berlanjut
menghilang
setelah
setelah hamil.
melahirkan

Disertai
dengan
komplikasi
penyakit
pembuluh darah seperti
retinopati,
nefropati,
penyakit
pemburuh
darah
panggul dan
pembuluh darah perifer.

Faktor Risiko
Risiko rendah
Usia < 25 tahun
Berat badan normal
sebelum hamil
Tidak ada riwayat
keluarga DM
Tidak ada riwayat
kelainan toleransi
glukosa
Tidak ada riwayat
obstetri yang buruk
Bukan dari kelompok
etnis dengan
prevalensi tinggi untuk
DM

Risiko tinggi

Usia > 30 tahun


Obesitas
Polycystic ovary syndrome (PCOS)
Kehamilan dengan intoleransi
glukosa
Kehamilan dengan bayi besar
(>4000gr)
Riwayat kematian janin dalam rahim
yang tidak diketahui sebabnya
Keluarga dengan DM tipe 2
Riwayat abortus berulang
Riwayat pre-eklampsia pada
multipara
Polihidramnion
Dari kelompok etnis dengan

PATOFISIOLOGI
Trimester 1 :
Hormon
estrogen &
progesterone

Trimester 2 dan 3
fetoplasenta
mengakibatkan
pe sensitivitas
insulin

Insulin
Glukosa

Plasenta
mensistesis
progesteron

Hiperplasia
sel
langerhans

Insulin masih
cukup di awal
kehamilan

Efek dari me
hormone estrogen,
progesterone,
kortisol, laktogen

Semakin tinggi
usia kehamilan
resistensi insulin
me

Dlm tubuh ibu


terjadi lipolysis
dan
glukoneogenesis

Krn janin tetap


butuh suplai
glukosa dari ibu

Progesteron
memasuki
sirkulasi
janin

Juga sbg
pembentuka
n kortisol di
kel. Adrenal
janin

Menurunkan
toleransi
glukosa

hPL terpengaruh
kadar glukosa

Tinggi bila
hipoglikemia,
dan sebaliknya

Pada trimester
2, kadar hPL me
10x lipat

Bersifat
antagonis
terhadap insulin

Stimulasi
lipolysis
kadar asam
lemak utk
membentuk
glukosa

hipoglikemia

Hambatan
penyimpanan
glukosa dalam
sel

PENYEBAB DIABETES
MELLITUS GESTASIONAL

Perubahan hormone ibu hamil kerja insulin tidak


efektif jumlah glukosa dalam darah meningkat
FAKTOR
KETURUNAN/
IDIOPATIK

POLA
MAKAN
KONSUMSI
KARBOHIDRAT
BERLEBIHAN
KERUSAKAN
SEL
PANKREAS

OBESITAS

DIAGNOSIS

TTGO
Sebelum dilakukan tes, penderita harus berpuasa selama
10-12 jam. Pengambilan sampel darah dilakukan sebagai
berikut :

Pagi hari setelah puasa, ibu hamil diambil darah


vena 3-5 ml untuk uji glukosa darah puasa. Ibu hamil
mengosongkan kandung kemihnya dan diambil
sampel urinenya.
Ibu hamil diberikan minum glukosa 75 gram yang
dilarutkan dalam segelas air (100ml).
Pada waktu 1 jam, dan 2 jam, penderita diambil
darah
untuk
pemeriksaan
glukosa,
juga
mengosongkan
kandung
kemihnya
dan

Intepretasi hasil Lab TTGO bagi


DMG

Puasa: 95 mg / dL atau lebih


tinggi
Jam Pertama: >180 mg / dL atau
lebih tinggi
Jam Kedua: 155 mg / dL atau lebih
Jam Ketiga: 140 mg / dL atau lebih

Terapi

American
Diabetes

Diet
:
Association
merekomendasikan
pemberian
makanan
30
kkal/kg/hari dihitung berdasarkan IMT normal
pasien.
Insulin : digunakan jika diet tidak dapat
menurunkan kadar glukosa puasa <95mg/dl atau
<120mg/dl 2 jam post prandial 2 minggu
setelah diet dimulai.
Latihan / Aktivitas fisik ringan, namun tidak
mengangkat beban
Pengukuran gula darah harian

Perencanaan
Diet

3 kali makan dan 3 kali snack


Kalori: 25-35 kcal/kg normal body
weight, total 2000-2400 kcal/ hari
Komposisi:
karbohidrat
40-50%,
kompleks dan tinggi serat
Protein 20%, lemak 30 - 40%
(asam lemak jenuh/ saturated < 10%)
Pertambahan berat badan ibu 10 -11 kg

Pemberian Insulin dan


Pengukuran Kadar Gula
Harian

Kebutuhan insulin berubah-ubah sesuai dengan


usia kehamilan.
Sebaiknya
pada
ibu
hamil
yang
sudah
terdiagnosis diabetes mengukur kadar gula darah
harian dan dicatat untuk di evaluasi dokter
untuk menentukan peningkatan/tidak dosis insulin
Dosis insulin berkisar 0,7 U/KgBB/hari 1,0
U/KgBB/hari, dibagi dalam 3 dosis, dipakai
sebelum makan di area perut.

Rencana Persalinan
Pemantauan Janin

1. Profil Biofisik Janin.


2. Pemeriksaan

USG

untuk

memantau

pertumbuhan janin
3. Amniosentesis

bila

diperlukan,

untuk

memperkirakan pematangan paru janin bila


direncanakan

sectio

saecaria

sebelum

40

Saat persalinan

Risiko rendah.
Risiko Tinggi

Regulasi baik
Tidak ada vaskulopati
Pertumbuhan janin
normal
Pemantauan
kesejahteraan janin
antepartum baik
Tidak pernah
melahirkan mati
(stillbirth)
Persalinan
diperbolehkan sampai
UK 40 minggu.

Regulasi jelek
Ada komplikasi
vaskulopati
Pertumbuhan janin
abnormal
(makrosomia/PJT)
Polihidramnion
Pernah lahir mati
(stillbirth)
Pertimbangkan untuk
terminasi kehamilan pada
UK 38 minggu (bila test
maturasi paru janin
positif)

Pasca persalinan

Self monitoring untuk mengevaluasi profil gukosa

darah
Pada 6 minggu pasca persalinan, dilakukan TTGO
dengan loading 75 gram glukosa kemudian diukur
kadar glukosa plasma saat puasa dan 2 jam
Bila TTGO diatas menunjukkan kadar yang normal,
evaluasi lagi setelah 3 tahun dengan kadar glukosa
puasa, olahraga teratur dan menurunkan berat
badan pada yang obesitas

KOMPLIKASI PADA BAYI

Bayi lahir dengan berat badan lebih

Lahir terlalu awal dan sindrom sulit


untuk bernafas
Kadar gula darah rendah
(hipoglikemi)
Bayi kuning (jaundice)
Diabetes tipe 2 di kemudian hari

KOMPLIKASI PADA IBU

Tekanan darah tinggi, pre-eclampsia, dan


eclampsia

Diabetes di kemudian hari

PROGNOSIS

Bagi wanita hamil yang segera diketahui dan segera


diberikan pengobatan Baik.
Apabila ibu hamil sampai meninggal biasanya karena
penderita sudah mengidap diabetes sudah lama dan berat,
terutama yang disertai komplikasi pembuluh darah atau
ginjal.
Prognosis bagi anak jauh lebih buruk dan di pengaruhi oleh :
Berat dan lamanya penyakit, terutama disertai asetonuria
Insufisiensi plasenta
Prematuritas
Gawat napas (respiratory distress)
Cacat bawaan
Komplikasi persalinan (distosia bahu)

Terima Kasih